Don'T Hate Me, Baby!

Don'T Hate Me, Baby!
Bertanggung jawab



Di ruang tengah Bu Myra, pak Richard, Monique nampak tidak sabar mendengar penjelasan dari Ansel.


Setelah Bellvania pulang bersama ayahnya. Pak Richard tidak menunggu lama. Ia segera mengumpulkan keluarganya.


"Katakan, apa maksudmu Ans?!!" teriak pak Richard menegang


"Pah, sabar lah dulu. Tenangkan dirimu" Bu Myra berusaha menahan emosi suaminya.


"Ans, jelaskanlah nak" wajah Bu Myra penuh melas.


Monique hanya diam, dia tidak ingin membuat Ansel semakin berat untuk berbicara.


"Apa benar yang kau katakan nak?" tanya ibunya mendekati anak putra satu-satunya itu.


"Iya mah" sahutnya menundukkan kepalanya.


"Apa?" Bu Myra mulai was-was, "Kau akan menikah dengan siapa? Bukankah selama ini wanita yang kau cintai hanya Bellvania nak? Apa selama dua bulan ini ada wanita lain?!!" Bu Myra justru menjadi tidak sabar.


Pak Richard duduk dengan menegapkan pundaknya. Ada kekesalan dari raup wajahnya terhadap putranya. Monique mulai penasaran wanita mana yang bisa menggantikan posisi Bellvania itu.


Meskipun ia tidak menyukai Bellvania, tapi ia sadar kalau adiknya itu sangat mencintai Bellvania. Lalu, siapa wanita yang berhasil menyingkirkan Bellvania. Apakah benar waktu dua bulan adalah waktu yang sangat intens untuk wanita itu merebut hati adik satu-satunya itu??!... Monique tidak sabar mendengar penjelasan Ansel secara menyeluruh.


"Mah, biarkan Ans menjelaskan semuanya" kata Monique


"Iya, aku akan menikah" Ansel mulai memandang mama dan papanya secara bergantian.


"Aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai" bohong Ansel


"Aku harap kalian semua akan menerimanya"


"Ans, kenapa kau berbohong?" tanya Monique


"Aku tidak berbohong kak" jawab Ansel


"Aku mengenalmu, Ans! Kau bukan orang yang mudah jatuh cinta. Apalagi dalam waktu dua bulan. Ini mustahil bagiku!!"


"Kenapa kau tidak percaya padaku?"


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi?!! Kau tidak mencintai wanita ini, aku yakin itu. Apa dia hamil?!!" ucapan Monique membuat Ansel dan orangtuanya terkejut.


"Monique stop" teriak Bu Myra.


"Mah, please! Biarkan Monique bicara dengan Ans. Ans, katakan apa yang terjadi?!!" suara Monique semakin mengeras


Ansel merasa tertangkap basah, ia sulit berdalih dari kakaknya itu.


"Apa benar dugaanku?? Kau menghamili wanita ini??! Katakan Ans, apa yang kau sembunyikan!!!" suara Monique semakin membuat Ansel terjebak.


"Berhentilah Monique!!!" teriak pak Richard


"Omong kosong apa ini" tatapannya geram melihat Ansel


"Pah, Monique yakin ada yang disembunyikan oleh Ans!" ketus Monique


"Iya" suara Ansel


"Memang ada yang aku sembunyikan kak" Ansel merasa dia harus membuka kebenarannya.


"Wanita itu hamil. Dia hamil anak Ans"


"Apaaaa?!! ahhhh" Bu Myra seketika merasa lemas


"Nakk, katakan itu bohong nak" tangis Bu Myra


"Monique ini semua gara-gara kau!!" teriak Bu Myra menyalahkan Monique.


Monique diam terpaku. Sedangkan pak Richard mengepalkan tangan dan siap melayangkannya kepada putranya.


"Hahhh.. apa yang kau katakan??! Anak brengsek!!!" Pak Richard tidak bisa menahan amarahnya, ia menarik kerah kemeja Ansel lalu mendorongnya hingga terjatuh.


"Pah Stopp!!!!" teriak Bu Myra menghampiri putranya yang terjatuh.


"Jangan sakiti dia pliss" Bu Myra memohon kepada suaminya yang berdiri di hadapannya. Bu Myra segera memegang pipi anaknya itu.


"Nak, katakan wanita itu pasti menjebakmu, iya kan??! Apa dia butuh uang atau dia butuh kekuasaan??! katakanlah nak!!" Bu Myra menangis tersedu-sedu. Ansel melepaskan tangan mamanya.


"Dia tidak bersalah mah. Aku yang memperkosa dia!!" Ansel menyalahkan dirinya.


"Dia sama sekali tidak butuh uangku, dia wanita yang mandiri" ucap Ansel memuji Lissa.


"Bahkan dia tidak menginginkan pertanggungjawabanku" jelasnya lagi.


"Lalu masalahnya apa nak? Berarti kau tidak perlu menikahinya!" sentak Bu Myra.


"Mah, dia sedang mengandung anakku! Bahkan dia tidak menginginkan anak itu!!"


"Kalau begitu aborsi kandungannya!!" sentak Bu Myra.


"Tidak mah!!" teriak Ansel


"Aku tidak akan membunuh anakku sendiri. Dia harus lahir dengan sehat" jelas Ansel.


Kemudian Bu Myra menangis. Ruangan menjadi hening. Lalu pak Richard meninggalkan ruang itu, Bu Myra mengikuti suaminya.


"Ans, apa kau yakin itu anakmu?" tanya Monique menghampiri adiknya yang berdiri memandangi ke arah luar.


"Iya. Malam itu dia masih virgin. Aku menghancurkan masa depannya kak. Selama satu bulan lalu, dia depresi karna kejadian malam itu. Dan sekarang dia hamil, aku tidak ingin dia kembali depresi" jelas Ansel


"Apa aku salah menikahinya??!" tanya Ansel berbalik ke arah kakaknya.


"Kau tidak salah Ans. Keputusanmu itu benar! Tapi, bagaimana dengan hatimu?? Bukankah kau mencintai Bellva?!!"


Monique memang tidak menyukai Bellvania, tapi Monique pun tidak menaruh rasa suka pada wanita yang kini sedang hamil anak adiknya itu. Tapi ia sadar kalau Ansel memang seharusnya bertanggung jawab.


* * * * *


Kantor Ansel


"Hah, itukan nona Bellvania" ucap Davina lirih


"Apakah Ans ada di ruangannya?" tanya Bellvania


"Iya ada nona Bellvania, tapi pak Ansel sedang bekerja dan tidak...." belum menyelesaikan ucapannya Bellvania langsung menyelinap masuk.


"Nona jangan masuk!" teriak Davina


CEKLEKKKK


"Aku ingin bicara denganmu, Ans" tiba-tiba muncul dari pintu yang diikuti oleh Davina.


"Apa sekretarisku tidak bilang, kalau aku sedang bekerja??!" ketus Ansel sedang duduk menghadap laptopnya.


"Maaf pak, nona Bellvania menyelinap masuk" terang Davina


Bellvania tidak menyauti Davina. Lalu Ansel memberi kode supaya Davina meninggalkan mereka.


"Apa yang ingin kau bicarakan?!" tanya Ans sambil kembali memperhatikan pekerjaan yang ada di laptopnya.


"Kenapa kau melakukan itu Ans?"


"Apa kau sedang membalasku?"


"Membalas?!" Ans menghentikan pekerjaannya, pandangannya beralih kepada Bellvania.


"Aku tidak membalasmu, tapi itu realita!" menekankan kalimatnya.


"Kau tidak mungkin menikah Ans!, Atau apa kau sebenarnya selingkuh dariku?!!" tanya Bellvania menaruh curiga pada Ansel.


"Hmmm... Apa urusanmu Bellva? Apa kau sedang menyamakan dirimu padaku?!!"


"Lalu kalau kau tidak selingkuh kenapa kau sekarang sudah punya wanita lain Ans?"


"Ingat Bellva, kita tidak punya hubungan lagi! Apa kau lupa?!?, Hahh!!!"


"Maafkan aku Ans" mohon Bellvania


"Keluarlah! Kau tidak butuh penjelasan apapun dariku. Kita tidak memiliki hubungan kekasih lagi, kau pahamkan!!"


"Tapi Ans..."


"Apa kau butuh security?!!" sentak Ansel.


Akhirnya Bellvania pun pergi.


"Bukannya mereka sudah berpisah, kenapa datang lagi?!" umpat Davina yang didengar oleh Hanny.


"Memang wanita itu siapa kak?"


"Dia kekasih pak Ansel. Tidak!, tepatnya mantan. Yah mantan kekasih" terang Davina


"Ooooh"


* * * * *


"Bi, apa dia baik-baik saja?" tanya Ansel dari balik telpon.


"Nona baik-baik saja tuan" balas bi Nani.


"Dia sudah makan dan minum vitaminnya?"


"Sudah tuan"


"Dia sedang apa bi?" tanya Ansel lagi


"Nona sedang membaca tuan di taman" terang bi Nani.


"Baiklah bi. Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku. Tolong jaga dia ya bi" pinta Ansel,


"Tentu tuan"


Kemudian ia menutup panggilannya.


"Hahh, tuan Ans sangat perhatian pada nona Chalissa" guman Bu Nani tersenyum senang.


.


.


.


.


happy reading 😍


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk


membaca ya reader...


Pliss jangan lupa like, follow, vote, dan komen


ya 🥰