
Sore hari
Hari pertama mengikuti aktifitas magangnya di perusahan pengembangan perangkat lunak cukup menguras energinya. Rasanya lelah juga bekerja!
Jelas saja, sejak lulus SMK. Hanny belum pernah bekerja. Dulu ia memang pernah magang juga saat masih mengemban pendidikan SMK yang mengharuskan untuk mengampuh mata pelajaran praktek lapangan. Tapi tidak seberat sekarang. Apalagi perusahan tempat ia magang sekarang bukan perusahaan biasa. Perusahaan Netware Corporation merupakan perusahaan terkemuka yang sudah dipercayai beberapa perusahaan kelas tinggi. Seharusnya Hanny beruntung dapat dipercaya untuk menjadi asisten nona Davina, sekretaris bapak Ansel Zaccheo Putra.
Hanny sudah berada di kamar kosnya. Ia terkesiap saat membaca pesan dari Lissa. Ia membaca alamat tempat tinggal Cindy di mana dia sedang menumpang. Dia mencari alamat itu dengan bantuan google.
"Hahh.. Lissa yakin Cindy tinggal di apartemen. Kelihatannya apartemen Cindy bukan apartemen biasa deh"
"Kira-kira Cindy bekerja apa ya??!!".. Hanny menaruh rasa yang semakin penasaran.
Rasa keponya lebih besar daripada kecuekannya. Ia mencari-cari media sosial atas nama Cindy Ferani. Ia menemukan media sosial Instagramnya. Hanya Instagramnya itu di lockout private olehnya. Jadi ia tidak bisa menyelidiki kehidupan Cindy. Jujur saja, Hanny tidak peduli dengan kehidupan Cindy. Dia hanya memikirkan tentang sahabatnya itu, Lissa.
Hanny tidak berhenti, ia ingat dulu masa sekolah pernah berteman di media sosial Facebook dengan Hanny. Lissa membukanya media sosial Cindy yang tidak pernah diliriknya. Sepertinya dia tidak banyak memperbaharui faceboonya, foto-foto yang tertera tidak ada yang menerangkan pekerjaan Cindy.
Hanya, Hanny merasa bingung dengan foto-foto Cindy yang hampir banyak diekspos di tempat-tempat kesenangan misalnya seperti di mall elite, restauran mewah dengan makanan lezat, sebuah tempat ramai yang menggambarkan sebuah bar. Cindy terlihat bersama teman perempuannya berada di antara laki-laki dengan style fashion kalangan elit.
Kemudian dia memutuskan untuk melakukan panggilan video Dengan Lissa. Saat panggilan video, Hanny penasaran dengan apartemen milik Cindy. Sehingga ia meminta Lissa untuk berkeliling apartemen milik Cindy.
Sekali lagi, Hanny menawarkan Lissa untuk tinggal bersamanya. Fillingnya merasa tidak enak. Tapi karena harapan Lissa yang begitu besar untuk bekerja membuatnya tidak mengindahkan tawaran dari Hanny. Hanny tidak bisa memaksa Lissa. Dia hanya terus berpesan pada Lissa supaya tidak sungkan untuk menghubunginya.
Hanny pun menceritakan tentang magang hari pertamanya. Yang paling membuatnya semangat adalah kekagumannya pada ketampanan direktur utamanya yaitu pak Ansel. Lissa dan Hanny saling bercerita, tertawa bersama.
* * * * *
kringg... kringg... (SUARA handphone Lissa sebenarnya suara yang terdengar itu musik ritme di pengaturan hapenya)
"Rissa!".. Lissa segera menghubungkan telponnya.
"Iya dek ada apa?".. tanya Lissa
"Kakk, ibu kangen sama kakak".. suara sautan dari Rissa
"Hallo nak. Bagaimana kabarmu??".. suara ibu sangat membuat Lissa merasa nyaman.
"Aku baik Bu. Ibu sehat?".. Lissa balas bertanya
"Ibu dan adekmu sehat nak. Ibu kangen dengar suaramu"...
"Lissa juga kangen Bu".. mata lihat berubah sayup
"Nak, jaga kesehatan ya. Jaga diri juga di kota besar"... pinta ibunya
"Iya Bu"
"Jangan terlalu mengikuti pergaulan di kota nakk".. pinta ibunya lagi
"Bagaimana pekerjaanmu nak?"..
"Besok Lissa baru mulai bekerja Bu".. ujarnya
Setiap mendengarkan suara ibunya selalu membuat Lissa ingin pulang. Suara itu membuat rasa rindunya begitu besar. Mungkin benar yang dikatakan DILAN jangan rindu karena berat!!!
Hampir dua jam mereka berbincang-bincang.
* * * * *
"Cin, kamu yakin mau bertemu dengan bosmu nanti sore?"... Lissa terheran
"Kamu mau kerjakan?"... Cindy nampak kesal
"AHHH.. tentu saja".. jawaban Lissa tak punya pilihan
Entahlah, apakah di tempat Cindy bekerja memperbolehkan perempuan bekerja di shift malam. DUHHH... Lissa mulai cemas dan ragu.
*
Sebuah tempat Golden Club'
"Cind, ini tempat kerja yang kamu maksud?"... tanya Lissa merasa bingung
Saat itu, lokasi masih sepi jadi tidak terlalu membuat Lissa terkejut.
"Sudah ayok masuk".. Cindy menarik tangan Lissa, mengajak masuk ke dalam Club itu. Yahh, Cindy memang bekerja di Club tersebut.
Setelah selesai berbicara dengan boss pemilik Club tersebut Cindy mengajaknya masuk ke sebuah ruangan di mana mereka harus bersiap-siap. Lissa masih tertegun tidak percaya. Dia merasa Cindy memberi jebakan padanya. Dia memang butuh pekerjaan tapi bukan pekerjaan sebagai wanita malam di dalam Club seperti ini!!! Lissa nampak kecewa!!!
"Cindy, dia siapa? temen lu?".. tanya seorang wanita dengan pakaian seksinya.
"Kamu kok diam aja sih?!! Ayo cepat bersiap-siap!! Iniii pakai, pakaianku!!!"... Cindy menyerahkan pakaian yang sudah disiapkan untuk dipakai oleh Lissa.
"Maaf aku gak mau Cindy"... Lissa mengembalikan pakaian miliknya.
"Kamu gausah naif deh. Di sini kamu cuma cukup menemani tamu untuk minum, menuangkan minuman itu saja!"... Cindy begitu enteng saat bicara.
"Tapi aku tetep gak mau"... ucap Lissa pelan
"Sudahlah Lissa, kamu jangan terlalu berpikir aneh! Di sini kamu tidak menjual tubuhmu kok. Tenang saja!!".. Cindy semakin ketus menghadapi sikap Lissa
"Setidaknya malam ini saja"... sambung Cindy
"Kamu sudah ada di tempat ini. Jadi tidak ada pilihan untuk kamu keluar!!!"... Cindy meninggalkan Lissa
Lissa menangis, dia merasa salah mengambil keputusan. Saat ia ingin pergi tiba-tiba ia baru sadar tasnya ada di dalam loker Cindy. Ia bermaksud mengambil tasnya. Tapi ternyata lokernya terkunci. Akhirnya Lissa hanya terpaku bingung di dalam ruangan tersebut.
"Kamu kenapa masih di sini??!!!"... tanya seorang pria yang dipanggil boss.
Tatapan pria itu sekejap membuat Lissa bergetar. Wajah cemas, khawatir, dan syok bercampur. Tubuhnya semakin kaku dan dingin. Tiba-tiba pria berbadan besar tersebut menarik Lissa.
"JANGAAAN...!!!" teriaknya membuat pria terbuat tersentak dan menghentikan gerakannya.
"Ohhhh kau ingin bermain-main denganku!!".. si boss Club menunjukan kegeramannya.
"Kau ingin mengganti bajumu sendiri atau aku yang menggantikannya??!"... tubuh Lissa terpaku. Wajahnya menunduk, ketakutan besar mulai menyelimutinya.
Tiba-tiba si boss menyunggingkan bibirnya, senyuman penuh misteri tergambar di wajahnya. Otaknya sedang menyusun sebuah rencana.
-
-
-
-
-
Author sangat senang jika Reader memberikan dukungan pada author.
Pleaseee...
FOLLOW, VOTE, LIKE dan KOMEN yah
Happy Reading 😍