
Haiii reader... author selalu gak bosan ya minta support dari kalian, HEHEHE
Karena tanpa kalian novel author tuh gak ada apanya, makasih ya sudah setia terus mengikuti cerita novel DON'T HATE ME BABY!
🤗
🌷HAPPY READING🌷
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Hari ini Ansel tidak berangkat ke kantor, karena hari ini dirinya ingin menemani Chalissa untuk cek kandungan.
The Hospitality
Setelah duduk berhadapan dengan dokter Claudia. "Bagaimana dok dengan keadaan istri dan bayi saya?" tanya Ansel dengan suara tegas.
Dokter Claudia mengambil napas dan membuangnya sejenak setelah ia duduk kembali di kursi kejayaannya setelah melakukan USG. "Istri dan anak bap dalam keadaan sehat. Jadi jika Bu Chalissa sudah mantab untuk melahirkan normal, tentu kesehtannya sudah mendukung pak Ansel" ucap dokter Claudia.
Chalissa tersenyum dengan wajah berseri membuatnya semakin tangguh untuk melahirkan si buah hatinya secara normal. Namun, tidak dengan Ansel yang memang begitu mengkhawatirkan istri dan anaknya.
"Apa dokter yakin?" tanya Ansel masih ragu.
Chalissa menyadari kekhawatiran yang dirasakan suaminya. Ia memegang tangan Ansel dan meremasnya berlahan. "Sayang, kamu hanya terlalu khawatir" ucap Chalissa
"Tentu saja sayang. aku harus memastikan bahwa semuanya benar-benar aman. Lagi pula kamu juga gak mau operasi saja, aku kan gak mau lihat kamu kesakitan" ungkap Ansel yang bisa dimengerti oleh Chalissa.
Dokter Claudia pun sebenarnya memahami psikologis yang dialami oleh Ansel, apalagi ini adalah pengalaman pertamanya. Hal seperti ini sudah bukan hal aneh di pemandangan dokter Claudia.
Dokter Claudia tersenyum. "Saya paham keresahan yang dialami oleh pak Ansel. Dilihat dari hasil rekap kesehatan Bu Chalissa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan pak. Kita cukup berharap DNA berserah saja kepada Tuhan. Tim medis pun akan bekerja semaksimal mungkin untuk pasiennya" tutur dokter Claudia.
° ° ° ° ° ° ° ° ° ° °
Di rumah keluarga pak Richard.
"Bi, tolong ya masak makanan yang enak malam ini. Karena saya ingin menantu saya akan menikmati makan malamnya apalagi ada calon cucu saya" tutur Bu Myra memerintahkan seluruh pembantunya agar menyiapkan hidangan enak dan lezat.
Lambat laun, kelurga Ansel memang bisa menerima keberadaan Chalissa. Apalagi Bu Myra yang tidak sabar dengan kelahiran cucunya. Rasanya sekeluarga ini sedangenantikan putra mahkota akna dilahirkan. Padahal masih beberapa Minggu lagi.
"Bi, mama di mana ya? kok di kamarnya gak ada?" tanya Monique yang sedang mencari keberadaan Bu Myra.
"Nyonya audha sibuk non, untuk persiapan makan malam" jelas salah satu pembantu di rumahnya.
Monique hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mah, mama kenapa begitu sibuk. Biarkan saja mereka mengatur semuanya. Lagian inikan bukan pertama kalinya kita melakukan jamuan makan malam" tutur Monique yang sebenarnya mengkhawatirkan kesehatan mamanya.
"Malam ini Ansel dan Chalissa akan makan malam lagi di sini, jadi mama harus memastikan semua makanan yang akan dihidangkan Monique" ucap Bu Myra
"Sudahlah ma, mama juga kan masih kurang fit. Mama serahkan saja semuanya kepada bi Wati. Bukankah biasanya juga bi Wati yang bertanggungjawab" sebenarnya Monique juga ikut senang dengan sikap mamanya yang sudah mulai mau menerima Chalissa, hanya saja Monique tidak mau mamanya akan kelelahan karena mengurus masalah makan malam.
"Mama cukup mengawasi saja sambil beristirahat, supaya nanti malam mama tidak kecapekan saat bertemu dengan Chalissa" tutur Monique lalu menuntun mamanya ke arah sebuah sofa.
"Ya ada benarnya yang kamu sampaikan. Kalau begitu mama akan beristirahat. Mama hanya tidak sabar ingin menimang cucu mama, Monique" ungkap Bu Myra.
Sejujurnya Bu Myra dan pak Richard memang sudah mengharapkan seorang cucu ditengah keluarga mereka. Bahkan jauh saat Monique sudah menikah, kedua orang tua itu sudah pernah berharap dengan antusias bahwa putrinya akan memberikan mereka seorang cucu yang manis dan lucu. Namun kenyataan diluar realita, rumah tangga Monique tak seindah yang mereka pikirkan karena adanya bumbu perselingkuhan.
° ° ° ° ° ° ° ° ° ° °
Setelah selesai memeriksa kandungan.
Ansel mengajak Chalissa untuk menikmati makan siang di restaurant. Ansel sengaja mencari restauran yang mewah, megah dan tentunya romantis dan hangat.
"Wah bagus sekali ya sayang restaurantnya. Pasti semua makanan di sini mahalkan?" ucap Chalissa menebak keindahan restaurant yang ia masuki.
Ansel tersenyum tipis dengan kepolosan istrinya. Ini adalah pertama kalinya ia membawanya ke restaurant itu.
"Bagiku semua makanan yang ada di sini tak semahal senyumanmu" gombal Ansel membuat Chalissa merasa geli.
"Apa benar senyumanku lebih mahal, padahal dengan mudah kau bisa melihatku tersenyum. Gratis lagi" timpal Chalissa
Ansel terkekeh sambil menatapi wajah istrinya dengan intens, kemudian dengan sengaja ia mencubit hidung istrinya yang duduk berhadapan dengannya.
"Tidak" sahut Ansel, "Hobiku sebenarnya adalah ingin terus mencium istri cantikku ini" lanjutnya membuat wajah Chalissa tersipu malu.
Kedua sejoli itu terlihat sangat bahagia. Mereka dapat tertawa bersama sambil menikmati lantunan musik piano yang mengiringi makan siang mereka.
Di tengah kebahagian mereka, sebenarnya ada sorot mata yang terus memperhatikan mereka dengan sinis.
"Sepertinya kalian sangat bahagia. Tapi lihat saja Ansel, kebahagianmu sekarang kamu nikmati saja. Karena aku tidak akan tinggal diam dengan perlakuanmu kepadaku sayang. Dan kamu Chalissa nikmati saja bersama kekasihku sekarang, karena lambat laun aku pasti akan mengambil Anselku lagi" sinis Bellvania dari salah satu meja di restaurant itu.
° ° ° ° ° ° ° ° ° ° °
Malam hari pukul 19.00
Ansel, Chalissa, dan juga Clarissa sudha tiba di rumah pak Richard.
Ansel dan Chalissa memang selalu membawa Clarissa jika berkunjung ke rumah orang tua mereka. karena bagaimana pun Clarissa adalah keluarga mereka juga.
"Kenapa kalian lama sekali" keluh Bu Myra yang dari tadi tidak sabar ingin bertemu menantunya itu.
Bu Myra dan Chalissa pun saling berpelukan. "Bagaimana kandunganmu nak?" tanya Bu Myra.
"Baik ma" jawab Chalissa, ia sangat bahagia karena mama mertuanya kini menerimanya. Setidaknya ia merasakan kasih sayang lagi setelah kepergian ibunya.
"Aduh Clarissa, kamu cantik dan manis sekali sayang" puji Bu Myra yang dari awal bertemu sudah menyukai gadis kecil itu.
Sambil menunggu hidangan siap di meja makan, mereka semua saling mengobrol dengan penuh tawa dan canda.
"Nyonya, hidangan sudah siap" ucap bi Wati kepala dapur.
"Sepertinya sudah waktunya untuk kita menikmati makan malam" ucap Monique.
_ _ _ _ _ _
Di meja makan.
Clarissa sangat senang melihat keluarga kakak iparnya begitu menyayangi kakaknya, selain itu keluarga itu juga menerima kehadirannya.
Rasanya keluarga itu seperti menggantikan kehadiran ayah dan ibuny sekalipun itu memang tidak akna tergantikan selamanya.
"Rissa kenapa diam?" tany Monique yang duduk di sebelah Clarissa.
Rissa tersenyum ke arah Monique yang dia panggil kakak juga. "Gak papa kok kak, Rissa happy aj malam ini" ucapnya dengan senyuman polosnya.
Chalissa menatap sorot mata adik kecilnya dengan dalam. Ia bisa merasakan perasaan haru yang dialami oleh adiknya.
"O iya malam ini kalian jadi menginapkan di sini?" tanya Monique
"Iya kak" jawab Ansel.
Jawabnya Ansel semakin membuat Bu Myra tersenyum bahagia.
"Rasanya mama benar-benar tidak sabar Ans, ingin cepat-cepat menggendong cucu mama. Iya kan pah?" ungkap Bu Myra lalu pandangan beralih pada suaminya yang duduk di sebelah kanannya.
Pak Richard terlihat meletakkan telapak tangannya di atas bahu tangan Bu Myra. "Iya mah benar. Tapi kita tetap harus sabar" ungkap pak Richard lalu tawa khasnya menguasai ruangan tersebut, sehingga mengundang tawa yang lainnya.
"Gaes jika kalian merasa happy membaca alur cerita ini mohon tinggalkan jejak kalian ya gaes... dengan Like, koment, and Vote novel ini. makasih gaessss"
🙏🤗
*
*
*
*
*
Happy Reading 😍