Don'T Hate Me, Baby!

Don'T Hate Me, Baby!
Pengkhianatan Ansel



Selesai me time dengan Hanny, Chalissa segera pulang.


"Hann, kamu yakin gak mau aku antar?" tanya Lissa. Mereka berdua sudah berdiri di samping mobil yang sudah menjemput Chalissa.


Ansel memang mengijinkan Lissa untuk menikmati apa saja yang ingin Lissa lakukan. Bahkan jika dirinya ingin melakukan kegiatan di luar rumah. Tapi Ansel tidak pernah mengijinkan Lissa pergi tanpa supir. Apalagi mengingat istrinya sedang hamil.


"Gausah Sa, aku ada urusan lain soalnya" ucap Hanny


"Yaudah deh, aku duluan ya. Kamu hati-hati ya Hanny" pesan Lissa masuk ke dalam mobil.


"Sa, kalau ada pesan aneh dari si Mak lampir jangan lupa share ke aku juga ya?" ucap Hanny yang masih mengkhawatirkan sahabatnya.


Chalissa tersenyum tipis. Lalu ia berlalu.


* * * * *


Sampai di rumah.


"Non, akhirnya pulang juga" ucap bi Suti yang mendapati Chalissa hendak naik ke lantai dua.


"Ada apa bi? Apa Ansel sudah pulang?!" tanya Chalissa


"Bukan non. Di atas ada nyonya besar. Hampir 2 jam menunggu nona Chalissa" jelas bi Suti.


Mata Chalissa terbelalak menanggapi penjelasan bi Suti. Ia segera menaiki anak tangga menuju lantai 2.


"Ma, mama" panggil Lissa


Ia melihat mama mertuanya sedang duduk di sofa ruangan keluarga.


"Mama hampir menunggumu 2 jam. Dari mana saja kamu?!!" Bu Myra bertanya dengan suara yang terdengar kesal.


Bu Myra melihat Chalissa yang sepertinya baru saja berbelanja.


"Kamu baru berbelanja?!!" Bu Myra menajamkan tatapannya.


"I, iya mah. Aku tadi melihat kemeja untuk Ansel" jawab Chalissa yang masih merasa kikuk saat berbicara dengan mama mertuanya.


"O, jadi kamu hanya membeli kemeja untuk Ansel!" ucap Bu Myra membuang tatapannya dari Chalissa.


Chalissa terdiam bingung. Ia merasa lelah sedari tadi tidak berani untuk duduk.


"A, ada apa ma?" tanya Chalissa dengan suara yang ragu.


"Apa aku tidak boleh datang untuk melihat keadaan cucuku?! Lagi pula ini juga rumah anakku!!" tutur Bu Myra terdengar ketus.


"Duhhh, apa pertanyaanku salah ya?" batin Chalissa


"Duduklah!!" perintah Bu Myra


Chalissa pun duduk sesuai dengan perintah Bu Myra.


"Apa bulan ini kau sudah periksa kandungan??"


"Be, belum ma" Chalissa tertunduk menjawab pertanyaan Bu Myra.


"Lalu kapan?!!" tanya Bu Myra lagi seperti dirinya ingin sekali ikut saat memeriksa kandungan Chalissa.


"Besok ma"


"Kau jangan berpikir kalau aku sudah menerimamu dengan sepenuhnya. Semua kulakukan hanya untuk putraku. Dan tentu karena kau sedang mengandung cucuku juga!" ungkap Bu Myra.


Chalissa sudah sangat mengerti akan penjelasan dari mama mertuanya. Karena ia memang tahu bagaimana mama mertuanya itu tidak menyukai kehadirannya. Tapi itu bukan masalah bagi Chalissa, karena masih ada sosok Monique, kakak Ansel yang menurut Chalissa bisa menerimanya. Sekalipun Monique terlihat jutek.


"Selama menjadi istri Ansel, pasti kau sangat senangkan?! Apalagi sepertinya putraku sangat memanjakanmu. Dia selalu memenuhi kebutuhanmu, bahkan keluargamu" ucap Bu Myra membuat napas Chalissa tersendat.


"Ma, maksud mama apa??" Chalissa memberanikan diri untuk bertanya kepada mama mertunya.


"Ansel tidak mungkin tidak mengeluarkan uang banyak untukmu dan keluargamu kan?!! Aku sebenarnya tidak suka padamu!! Tapi putraku memaksaku untuk menerimamu menjadi istrinya. Jadi aku harap kau tidak mengambil banyak keuntungan darinya atau memanfaatkan putraku!!! Jangan bertingkah!!!" ucapan Bu Myra kali ini seakan menyayat hati Chalissa.


"Ap, apa mama berpikir... kalau aku sedang memanfaatkan Ansel??" Chalissa mencoba berbicara dengan pelan. Ia tidak mau rasa sakit hatinya akan mempengaruhi kesopanannya.


"Aku tidak perlu menjawabnya. Kau bisa berpikir sendiri!!" ketus Bu Myra


"Hari ini kukira kau akan periksa kandungan. Tapi ternyata salah. Dan lagi kau membuatku menunggu sangat lama!!" ucap Bu Myra lagi.


"Ma, mama mau ke mana?" tanya Chalissa melihat mama mertuanya beranjak dari duduknya.


"Aku sudah bosan menunggumu!!. Sekarang waktunya aku pergi, karena ada janji dengan seseorang" ucap Bu Myra


Chalissa ikut beranjak mengantar Bu Myra.


"Kau tidak perlu mengantarku hingga ke bawah. Apalagi perutmu sudah mulai membuncit. Aku tidak ingin membuatmu lelah" ucap Bu Myra menghentikan langkah menantunya.


* * * * *


"Permisi non" panggil bi Nani


"Iya Bi?" balas Chalissa yang sedang berbaring di ranjangnya.


"Apa nona mau makan siang?"


"Aku masih kenyang bi, nanti sore saja" jawab Chalissa


Lalu bi Nani meninggalkan Chalissa di kamar, tidak lupa bi Nani menutup pintu kamar.


Chalissa merasa lelah saat berbicara dengan nama mertuanya. Tiba-tiba, iya ingat pada pertemuannya dengan Bellva.


Chalissa merogok tasnya mencari ponselnya. Ia masih penasaran hadiah apa yang dimaksud oleh Bellva. Ingin rasanya ia langsung menchatt wanita itu untuk menanyakan maksud Bellva mengambil nomor ponselnya dengan paksa.


Notifikasi pesan masuk.


Chalissa membaca nama Bellvania di layar ponselnya. Tangannya begitu sigap untuk membuka isi pesan yang dikirim oleh Bellva, tangannya terdiam saat ia melihat pesan yang dikirim dalam bentuk video.


"Video apa ini?!!" guman Chalissa, perasaannya berubah tidak enak.


Ia mendownload video yang dikirim oleh Bellva, setelah selesai ia menekan tombol tanda memutarkan video.


Matanya terbelalak, napasnya menjadi tidak beraturan, dan jantungnya berdegup kencang.


VIDEO ANSEL DAN BELLVA SALING BERCIUMAN.


Video itu diambil diam-diam oleh Bellva, saat Ansel terperangkap di kamar Bellva.


Chalissa menonton video itu sampai habis. Dalam video itu terlihat dengan jelas bagaimana Ansel benar-benar menikmati ciumannya. Bahkan ciuman mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling merindukan, ada sebuah tuntutan dalam ciuman mereka.


Air mata Chalissa tumpah, tangannya bergetar memegang ponselnya, dan hatinya seperti ditusuk. Ia seperti seorang istri yang sedang dikhianati oleh suaminya.


FLASHBACK


Saat Ansel terperangkap di dalam kamar Bellva karena ulah Bellva yang membuang kuncinya. Saat itu Bellva memang berusaha menggoda birahi Ansel, mungkin Bellva tahu benar bagaimana cara memancing birahi mantan kekasihnya itu. Dan terbukti usaha Bellva tidak sia-sia, sekalipun Ansel sempat menolaknya lalu mendorongnya dengan kasar. Namun, Bellva tidak menyerah, hingga Ansel tidak tahan dengan godaan Bellva yang terus menciuminya, ia terpancing dan membalas ciuman Bellva. Ciuman dari wanita yang sangat dicintai dan dirindukannya.


Namun, Bellva begitu licik. Ia memotong adegan ciuman itu. Sewaktu ciuman itu semakin dalam dan panas, Ansel merasakan kalau Bellva menuntut lebih darinya. Ansel segera tersentak dan sadar, bayangan Chalissa membuatnya ingat bahwa kini ia adalah seorang suami dari wanita yang sedang mengandung anaknya. Ia segera mengakhiri ciuman mereka dengan paksa. Tidak lama, suara Monique dan Harrys terdengar. Ansel merasa lega.


***


Notifikasi pesan dari Bellvania


"Bagaimana apa kau mulai sadar, betapa Ansel masih mencintaiku??"


"Ciuman kami terjadi beberapa hari setelah pernikahanmu"


"Kau harus berterima kasih pada kak Monique dan Harrys. Kalau mereka tidak datang mungkin saat ini aku juga sedang mengandung anak Ansel!"


"Apa kau berminat untuk menonton adegan intim kami?"


Pesan demi pesan dibaca oleh Chalissa. Hati Chalissa sangat hancur hari ini.


Ia ingat saat malam itu Ansel tidak menepati janjinya. Chalissa lupa menanyakan alasan Ansel tidak pulang tepat waktu. Dan malam itu juga untuk pertama kali mereka melakukan kegiatan intim mereka sebagai sepasang suami istri.


Kini, ia merasa kalau Ansel merusak kepercayaannya.


"Sejak aku memutuskan akan menikahimu, sejak itulah aku berjanji akan membuatmu ada di dalam hatiku"


~ Ansel


Chalissa kembali memutar ucapan Ansel yang terekam dalam benaknya.


ANSEL BERBOHONG!!!!


.


.


.


.


.


Happy Reading 😍


Author akan selalu menunggumu reader memberikan VOTE dan LIKE pada Author.


Dan jangan lupa jadikan novel DON'T HATE ME, BABY! menjadi novel favorite kamu, supaya tiap Author UP kamu bisa langsung cepat membaca lanjutan kisahnya.


Author juga akan sangat bersemangat kalau Reader memberikan KOMENTAR di kolom komentar.


Terima kasih Readerku ❤️