Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
cemburu.



Kinara merebahkan tubuhnya di ranjang, tubuhnya terasa Sakit karena semalam tidur di sofa, ia tidak bisa bebas Bergerak.


"kak....."


ucap Fahmi dan Fahri masuk ke dalam kamar Kinara.


"eh...ada apa?"


"semalam kakak kemana?"


ucap Fahmi Duduk di samping Kinara.


pertanyaan itu sama seperti pertanyaan Sinta saat ia sampai di rumah tadi.


"ada urusan de...?"


"beneran....... jangan bohong loh kak?"


"HM.....?"


ucap kinara menautkan kedua alisnya.


"kemarin sore Fahmi ketemu sama kak Ayu.


tapi enggak sama kakak!"


Kinara sedikit menganga mendengar penuturan adik kembar nya itu.


"kakak Sama pacar kakak?"


"bukan de.. jangan bilang soal ini Sama bunda ya!


please....!"


ucap kinara memohon pada adiknya itu.


"tapi kasih tahu dulu kakak kemana?"


"kakak.......!"


"kita janji tidak akan jaga rahasia kak, beberapa hari ini kita melihat kakak sedikit aneh!"


"benar kah seperti itu?"


tanya kinara kemudian Terkekeh.


"oke... kakak akan cerita tapi janji ya jangan ceritakan ini sama Oma, nanti Oma pasti lapor Sama ayah...!"


ucap kinara Dan di angguki oleh kedua Adik nya itu.


hubungan keduanya memang dekat, sebelum masalah itu ada Kinara memang kerap menghabiskan waktu dengan kedua adik nya itu, entah itu berenang, bermain bola, voli dan yang lainnya bersama Wildan Juga.


namun kedua nya sedikit merasa aneh saat Kinara Lebih sibuk dari biasanya dan yang lebih mengherankan Kinara semalam sampai tidak pulang.


keduanya mengangguk saat Kinara menceritakan semuanya kepada si kembar, namun keduanya juga sedikit tenang saat Kinara mengatakan bahwa ia sudah meminta bantuan pada Wildan.


"ya kak, kalau ayah tahu bisa marah!"


ucap Fahri si cool yang tidak pernah banyak bicara berbeda dengan Fahmi yang memang supel.


"ya, kakak tahu.


kakak pikir tidak akan panjang seperti ini masalah nya, apa lagi weekend ini bunda sama ayah mau pulang!"


"benar kak?"


tanya Fahmi dan di angguki oleh Kinara.


tak lama ponsel nya berdering, Kinara menoleh pada benda pipih yang berbunyi nyaring itu.


"siapa?"


ucap Fahmi melihat Kinara yang menatap layar ponsel nya.


terlihat Arief Melakukan Panggilan video.


"kalian keluar ya!"


"kenapa?"


"tidak apa-apa......!"


ucap kinara beranjak dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamar mandi karena kedua adik nya tak juga pergi.


"kenapa sih harus pakai panggilan video segala...?"


ucap kinara setelah menggeser tombol berwarna biru.


"memang kenapa?


aku mau tahu kamu kalau dirumah!"


ucap Arief menahan senyum nya menilik sekeliling tempat Kinara berada.


entah kenapa rasanya ia ingin bertemu dengan gadis itu hingga ia tidak bisa menahan diri untuk melakukan video call.


"kamu di kamar mandi?"


"ya....!"


"ngapain?"


"nanya lagi?"


keduanya sama sama terdiam menatap wajah masing-masing.


"jangan bilang kamu minta aku ke apartemen ya!"


ucap kinara memalingkan wajahnya.


"itu sih mau nya kamu Ki....!"


Kinara menoleh sambil menatap wajah Arief yang sedikit tersenyum.


"aku mau mandi..... udah ya!"


"berapa lama kamu mandi?"


"memang kenapa?"


"aku..........!"


ucap Arief tertahan saat melihat Tasya masuk ke dalam apartemen nya, dan kinara Melihat hal itu, Kinara terdiam saat Arief langsung mematikan panggilan nya.


entah kenapa rasanya begitu kesal akan hal itu.


"dasar....buaya!"


ucap kinara berteriak dan di dengar oleh Fahmi dan Fahri yang hendak keluar.


*


"kamu Kok enggak kasih tahu mau datang...?" ujar Arief yang terpaksa mematikan panggilan telepon nya dengan Kinara.


"kamu telpon siapa sih....?"


"teman.....?"


"kemana?"


"ke mall atau kemana gitu?"


ucap Tasya menatap wajah tampan sahabat nya itu.


"ya sudah, ayo keluar!"


ucap Arief kemudian di ikuti oleh Tasya di belakang.


**


Riko menghampiri seorang gadis yang tengah memberangus sendiri di dalam kolam renang, pria itu kini telah menjadi seorang dokter ahli bedah yang hebat namun sampai saat ini ia masih sendiri berbeda dengan Mayang yang sudah menikah bahkan memiliki dua orang anak.


"Kenapa jelek....?"


ucap Riko Terkekeh melihat Kinara yang manyun.


"kapan datang bang?"


ucap kinara naik ke atas permukaan.


"barusan...kamu kenapa Ki, muka di tekuk begitu?"


tutur dokter Tampan itu sambil terkekeh.


entah lah rasanya Kinara masih kesal dengan Arief yang langsung mematikan panggilan telepon nya saat perempuan itu datang.


"jangan seperti itu ki...?"


"bang jatuh cinta itu seperti apa sih?"


ucap kinara yang tiba tiba bertanya soal itu.


"kamu lagi suka sama cowok?"


tanya Riko, Kinara langsung menoleh menatap wajah Riko.


"enggak.....!"


"kata nya kamu udah punya pacar?"


"yang mana?"


"Damar?"


"oh ...itu, enggak kok itu cuma teman biasa?"


"masa sih....?"


ucap Riko Terkekeh.


Kinara memangku wajah nya sendiri mengingat pria yang sudah tak ia ketahui kabar nya lagi.


Kinara bahkan merasa lega karena kini damar sudah tak mengejar nya lagi dan yang Kinara dengar damar dan Ratna kembali bersama, namun saat ini bukan itu yang mengganggu pikiran nya.


yakni chef Tampan itu yang memenuhi benaknya, beberapa hari ini keduanya melewati waktu senja di apartemen, tapi hari ini semua berbeda Keduanya terpisah ruang dan waktu.


Sama hal nya dengan Arief yang saat ini tengah menyetir mobil sambil memikirkan gadis itu, entah apa tanggapan Kinara karena ia mematikan panggilan tersebut secara sepihak.


"kamu lagi banyak pikiran rief?"


tanya Tasya menilik wajah Arief yang tampak berpikir.


"tidak..aku baik baik saja...!"


ucap Arief tanpa menoleh.


tak lama mereka sampai di mall.


begitu juga Kinara yang sampai di mall bersama Riko.


*


"dari pada memberangus seperti itu, mendingan pergi sama aku..!"


ucap Riko beranjak pergi masuk ke dalam.


"kemana bang?"


"kemana aja kita cari hiburan...!"


"lagi kekurangan pasien ya?"


ucap Kinara terkekeh mengikuti langkah Riko setelah menggunakan handuk kimono.


"pasien selalu banyak, tapi aku juga butuh hiburan!"


"oh gitu....?


ya udah tunggu!"


"si kembar kemana Oma?"


tanya riko sambil mengambil air minum di lemari es.


"mereka main putsal !


kalian mau kemana?"


"main ke mall..!"


"Riko....?"


ucap Sinta mendekati cucu nya itu.


"kenapa Oma?"


"kapan kamu akan menikah?


usia mu sudah kepala tiga...!"


ucap sinta menilik wajah dokter Tampan itu.


semenjak pernikahan nya batal lima tahun yang lalu, Riko enggan membuka hati nya kembali setelah ia merasa sakit hati karena kekasih nya pergi begitu saja tanpa kabar.


*


"Tasya......"


ucap riko tersenyum saat keduanya berjalan mendekati mereka berdua.


"dokter Riko....."


ucap Tasya, wajah nya seketika pucat.


selama ini Tasya tak pernah mengatakan tentang penyakit yang di deritanya pada siapa pun termasuk Arief, hanya Riko yang menjadi dokter nya dan kedua orang tua nya yang mengetahui jika ia mengidap penyakit kanker darah stadium lanjut namun pintar nya Tasya, ia bahkan tak terlihat seperti orang sakit.


ia menjalani hidup nya dengan normal, dan saat penyakit itu menyerangnya ia pasti akan menemui Riko.


berbeda dengan Arief yang menatap Kinara dengan tajam, tak mengerti kenapa setiap kali bertemu gadis itu selalu berada di samping pria yang berbeda beda, tak dapat Arief pungkiri bahwa ia cemburu melihat Kinara menggandeng tangan pria itu, tanpa Arief tahu siapa riko yang sebenarnya.


bersambung.


terima kasih yang udah mampir.😍😍😍