
Kahfi terdiam saat mendengar putri nya itu tidak pulang semalam, Sinta mengatakan jika Kinara menginap di rumah ayu.
"kenapa Bang!?"
tanya Yasmin duduk di samping Kahfi.
"Abang sedang memikirkan Kinara, mami bilang anak itu sering sekali keluar main, bahkan semalam ia tidak pulang!"
"benar kah seperti itu...coba nanti Yasmin telpon dia?"
tutur Yasmin kemudian mengambil ponsel nya.
beberapa kali Yasmin mencoba menghubungi putri nya itu namun nomor nya tidak aktif.
"Abang akan segera selesai kan pekerjaan di sini.. Agar kita Bisa cepat pulang!"
kata kahfi dan di angguki oleh Yasmin.
tanpa Kinara tahu selama ini Sinta selalu memberi tahu tentang dirinya pada sang ayah.
Sinta khawatir dengan pergaulan anak muda sekarang.
***
"Bang......."
ucap kinara memanggil wildan sambil berlari kecil saat turun dari mobil Arief,
Arief terdiam memperhatikan interaksi mereka yang terbilang cukup mesra, Wildan tak segan merangkul bahu Kinara dan berjalan masuk ke dalam gedung kampus.
entah kenapa Arief merasa hatinya panas melihat hal itu, ia tidak suka Kinara bersama pria itu.
tapi apa hak nya?
mungkin saja pria itu kekasih nya? lalu ia dan Kinara juga dekat karena hutang.
Arief menyetir mobil sambil memikirkan gadis itu.
*
"lama banget sih mandi nya?
hampir satu jam loh...aku sampai kelaperan!"
ucap Kinara saat Arief duduk di samping nya.
wajahnya memerah karena Arief terus menatap nya.
"kenapa?"
ucap kinara memalingkan wajahnya.
"aku terbiasa mandi lama, aku juga terbiasa dengan makanan sehat.....!"
"ya tapi ngapain aja selama itu?"
ucap kinara menutup mulutnya sendiri karena tersadar dengan pertanyaan konyol nya itu.
"kalau mau tahu ikut mandi dengan ku....!"
ucap Arief membuat Kinara membeku.
Arief menggeleng kan kepalanya cepat karena justru pikiran nya yang berkelana dengan perempuan itu.
"ayo ...aku antar kamu pulang!"
"ke kampus aja... motor ku kan di kampus"
ucap Kinara beranjak dari duduknya mengikuti langkah Arief.
"mandi..."
"apa?"
"apa kamu akan seperti ini ke kampus?"
ucap Arief menilik penampilan Kinara.
"ya tapi aku tidak punya pakaian ganti, aku tidak akan sempat jika pulang ke rumah..."
"mandi sana....bau...!"
ucap Arief mendekati Kinara yang memundurkan tubuhnya sedikit.
"nih....!"
ucap Arief memberikan dress muslim cantik berwarna hijau daun.
"punya siapa?
punya pacar kamu?"
"pakai saja tidak perlu banyak bicara...aku tunggu lima menit!"
"mana bisa seperti itu Arief....!"
tutur Kinara bersingut, dia mandi sampai satu jam sedangkan Kinara hanya diberikan waktu Lima menit.
"jangan panggil aku Arief....!"
ujar Arief mengikis jarak di antara keduanya.
"lalu.......?"
tanya Kinara yang memperhatikan Arief yang tampak berpikir.
"sudah sana mandi...!
kunci dari dalam.....!"
ucap Arief menghentikan langkah Kinara.
"itu pasti....!"
tutur Kinara masuk ke dalam kamar.
lima belas menit kemudian Kinara keluar dari kamar mandi sudah rapi dan tampil cantik dengan dress muslim yang diberikan oleh Arief.dress itu milik adik nya Asiva yang kini kuliah di London, Arief memalingkan wajahnya saat Kinara berjalan ke arah nya.
"berangkat sekarang... setengah jam lagi aku masuk!"
tutur Kinara,
tak ada percakapan Apapun di antara keduanya, Arief fokus menyetir dan Kinara fokus menatap ke arah jalan.
"terima kasih....!"
ucap kinara, langkah nya terhenti saat Arief menyentuh tangan nya.
"kenapa?"
ucap kinara menoleh.
"nanti sore aku jemput kamu...!"
"untuk apa? aku sudah membersihkan apartemen mu, hari ini aku pulang Sore!
aku juga bawa motor!"
"ya udah....!"
ucap Arief menyerah.
***
revan memperhatikan Arief yang sejak tadi melamun, chef tampan itu seperti tidak semangat padahal di depan sana banyak pengunjung datang.
"chef... apa anda sakit?"
tanya Revan menghampiri Arief yang berdiri menghadap kaca jendela.
"tidak..... kenapa Van?"
"aku lihat chef seperti tidak semangat, hari ini Restoran banyak pengunjung..!"
"benar kah aku terlihat seperti itu?"
tanya Arief tersenyum datar.
mungkinkah kehadiran gadis itu membawa pengaruh dalam hidup nya, sebelum nya Arief tak pernah seperti ini! namun saat Kinara mengatakan ia tidak akan ke apartemen, hal itu seakan membuat nya malas melakukan apapun.
Arief melangkah kan kakinya keluar kemudian pergi ke bawah dan melihat seorang perempuan cantik melambaikan tangan nya.
kebetulan sekali Tasya baru sampai di restoran pria itu, tapi hal itu tak membuat nya seperti bertemu Kinara.
"kamu baru sampai?"
ucap Arief menghampiri Tasya.
"ya, kamu kenapa?
seperti tidak semangat padahal pengunjung restoran mu tengah banyak!"
"aku semalam kurang istirahat.....!"
ucap Arief
benar kan seperti itu?
ya itu benar, Semalam ia lebih banyak mengamati gadis itu tertidur.
setan Terus saja berbisik untuk membawa gadis itu ke dalam kamar, untunglah ia masih bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal itu.
"Arief.....!"
"yah......!"
Tasya memperhatikan Arief yang malah melamun, entah apa yang di pikirkan pria yang tengah di sukai nya itu.
keduanya bersahabat sejak lama, namun Arief tak pernah menanggapi perhatian nya.
hingga ia bertekad untuk meraih chef tampan itu.
***
"hallo Bun...."
ucap kinara menerima telepon dari Yasmin.
"sayang kamu dimana...?"
ucap kinara, ia memang tidak pulang kerumah karena ia tidak ada waktu, baju yang saat ini ia pakai pun Entah milik siapa.
"kata Oma kamu semalam tidak pulang?
putri bunda ini tidak nakal kan...?"
Kinara tertegun sejenak mendengar penuturan Yasmin di sebrang sana.
"tidak... kinara nginep di rumah ayu, semalam ngerjain tugas sampai malam Bun...!"
"oh gitu....ya sudah tapi jangan di ulang ya, kalau bisa kamu pulang!"
"ya Bun, kapan bunda pulang?"
"bunda sama ayah akan pulang weekend ini...!"
"oh.....ya sudah!"
ucap Kinara menggigit bibir nya sendiri.
ia harus segera menyelesaikan masalah ini dengan Arief, ia takut jika sampai sang ayah mengetahui tentang dirinya dan Arief.
"Abang yakin mau jodoh kan Kinara dengan anak nya pak Wisnu..?"
tanya Yasmin pada Kahfi yang sedang mengerjakan pekerjaan nya.
"ya, mereka meminta Kinara sudah sejak Kinara masih bayi...Abang yakin dengan anak nya pak Wisnu, dia itu seorang chef hebat.
Mungkin jika memiliki suami seperti itu kinara bisa belajar sedikit peminin.."
ujar Kahfi sambil terkekeh.
"kamu kenapa bang?"
"tidak.... kamu tahu kan Kinara itu Anti masuk dapur, apa lagi setelah kejadian menggoreng ikan..sama seperti kamu!"
ucap kahfi mengingat istri nya yang hampir sama dengan sang putri tak begitu pintar dalam urusan dapur tapi itu dulu berbeda dengan sekarang yang pintar berbagai urusan.
**
"Ki .. kamu kenapa?"
ucap Wildan mendekati keponakan nya itu.
"om, Beberapa hari ini kamu kemana saja?
Aku cari cari...di rumah Oma juga kamu tidak ada.
benar kamu udah mulai kerja di kantor Om?"
beberapa hari ini Rama memang menyuruh nya untuk turun ke perusahaan agar nanti setelah selesai kuliah ia sudah terbiasa dengan pekerjaan itu.
"ya, kamu tahu kan.
grand pa sudah tua, jadi ia ingin cepat pensiun.
otomatis aku yang harus melanjutkan perjuangan mereka bersama ibu mu.... memang ada apa Ki!"
"om, tolong kinara......!"
ucap kinara menceritakan semua permasalahan nya dengan Arief.
"astaga Kinara kenapa kamu tidak cerita dari awal... kalau kamu cerita pasti aku bantu , kamu tidak harus bekerja di restoran atau apartemen nya!"
tutur Wildan membuat Kinara tertegun, bahwasanya ia takut dengan Kahfi jika mengetahui masalah itu.
apa lagi Kahfi mengatakan jika ia akan di jodohkan, kinara tidak mau!
begitu juga dengan Arief, kehadiran kinara membuat nya ingin menolak perjodohan itu, tanpa mereka Tahu yang sebenarnya.
bersambung.