
Sinta Menilik Kinara yang diam tak menjawab pertanyaan nya, mungkin gadis itu butuh waktu untuk tenang dan menceritakan permasalahan yang terjadi pada dirinya.
"kamu baik baik saja....?"
ucap Sinta sang Oma merangkul bahu kinara.
"ya, Oma. Kiki tidak apa apa...!"
ucap kinara kemudian bersandar pada kursi mobil sambil memejamkan matanya.
"calon istri.....?"
ucapan itu Terus saja berputar di benak Kinara, rasa nya kecewa dengan kenyataan itu, kenapa Arief tak pernah berkata jujur pada nya, lalu apa hubungan Arief dengan perempuan itu.
"sesibuk itukah kamu dengan perempuan itu bang"
ucap kinara sendiri.
"aku kecewa sama kamu....!"
ucap kinara menghapus air matanya karena ia sudah sampai di rumah Rama.
terlihat halaman rumah pun di hias dengan berbagai macam bunga, Kinara turun dari mobil bersama Sinta.
"assalamualaikum.....!"
ucap Sinta masuk bersama kinara yang sedikit sembab.
"walaikumsalam.....!"
ucap Marisa tersenyum menghampiri.
"sayang, apa kamu sakit?"
ucap Marisa Menilik wajah Kinara yang sedikit sembab.
"kenapa?"
ucap Kahfi dan Yasmin menghampiri.
"sayang..... kamu kenapa?"
ucap Yasmin Menilik wajah kinara yang tampak sendu.
"enggak apa-apa Bun, yah...!
Kinara sakit perut..!"
ucap kinara berbohong, ia sungguh tak sanggup jika harus mengatakan semua nya pada Kahfi.
"ya udah... masuk, kamu ke kamar bunda saja!"
ucap Yasmin mengajak Kinara masuk ke dalam.
"yakin sakit perut mi...?"
ucap Kahfi mengajak Sinta duduk.
"ya, seperti nya begitu...Kamu tanya aja langsung sama Kinara...!"
ucap Sinta membuat Kahfi tertegun.
"loh emang ada apa Mi?"
tanya Kahfi penasaran.
Sinta menceritakan kejadian tadi di supermarket, meski ia tidak tahu apa yang terjadi namun ia melihat interaksi Kinara dengan perempuan yang duduk di kursi roda.
Wildan keluar dari kamar berpapasan dengan Yasmin dan Kinara yang hendak masuk ke dalam kamar, langkah nya terhenti melihat Kinara yang tampak cantik namun sedikit sendu, penampilan Kinara yang tak biasa membuat gadis itu tampak pangling.
"Wildan.....!"
ucap Yasmin senyum, sementara Kinara menunduk kan wajah nya.
"Kinara masuk duluan Bun...!"
ucap kinara masuk ke dalam kamar tanpa menoleh pada Wildan yang memperhatikan nya.
"Kinara kenapa kak?"
ucap Wildan mendekati kakak perempuan nya itu.
"kakak juga tidak tahu, biarkan kinara tenang dulu, nanti kakak akan tanya!"
ucap Yasmin mengusap punggung Wildan kemudian pergi meninggalkan Wildan yang mematung sendiri di depan pintu kamar.
Yasmin sendiri tahu bahwa ada yang Kinara sembunyikan, dengan alasan sakit perut.
namun ia tidak ingin memaksa Kinara untuk menceritakan semuanya sekarang.
"Wildan....? sedang apa?"
ucap Rama menghentikan langkah Wildan yang hendak mengetuk pintu kamar Kinara.
"tidak yah....!"
ucap Wildan menghampiri Rama kemudian pergi ke luar.
Rama tidak akan suka jika ia menemui Kinara yang berada di dalam kamar, maka dari itu Wildan mengurungkan niatnya untuk menghampiri Kinara meski ia khawatir dengan keadaan keponakan nya itu.
Arief membuang nafas mendengar penuturan dokter tampan itu tentang keadaan Tasya yang semakin menurun, Arief langsung membawa tasya ke rumah sakit karena khawatir melihat kondisi Tasya yang langsung tak sadarkan diri.
Arief memijat keningnya sendiri, tak tahu apa yang terjadi dengan kedua nya karena Arief tak bisa bertanya pada tasya yang saat ini belum sadarkan diri.
sementara Kinara tak bisa ia hubungi, kenapa masalah nya serumit ini, apa mungkin tasya menceritakan semuanya pada kinara.
tak lama orang tua Tasya datang dan menghampiri Arief yang sendiri.
"bagaimana keadaan Tasya, rief?"
tanya Mami nya Tasya.
"kalau Tante ingin lebih jelas bisa ngobrol langsung dengan dokter....!"
"ya sudah....!"
"Tante , Arief pamit ya!
Arief harus ke restoran?"
"ya sudah, terima kasih Arief!"
ucap mami Tasya dan di angguki oleh Arief yang kemudian beranjak pergi dari rumah sakit itu.
Arief melajukan mobilnya menuju rumah kinara,tak berapa lama ia sampai di depan rumah itu namun rumah tampak sepi.
Arief turun dari mobil menghampiri satpam rumah tersebut.
"saya mau bertemu kiki, ada tidak pak?"
ucap Arief pada satpam yang berjaga di depan rumah.
"tidak ada .. sedang keluar!"
"kemana?"
"Acara keluarga, maaf itu privasi...!"
ucap satpam yang baru pertama kali melihat Arief datang ke kediaman itu.
Arief kembali membuang nafas karena tak mendapati Kinara di rumah nya.
Arief memang melihat Kinara berpenampilan berbeda, kemana gadis itu pergi?
kenapa di saat seperti ini Kinara selalu mematikan ponselnya.
"jangan seperti ini Ki, kita harus bicara!
apa dengan kamu menghindar dari ku masalah akan selesai?"
chat yang di kirim kan oleh Arief pada kinara, kemudian Arief beranjak dari rumah itu hendak menuju restoran.
**
"sayang.. apa kamu ada masalah?"
tanya Yasmin pada Kinara, sebentar lagi acara akan di mulai. Yasmin mengajak kinara untuk keluar dari kamar.
"seperti nya Kinara tidak bisa menghindari perjodohan yang sudah ayah rencanakan, Kinara Nurut aja deh sama ayah...."
ucap kinara tanpa menoleh pada Yasmin yang termangu sejenak.
Kinara seperti pasrah , untuk apa di terus kan bila kenyataan tak sesuai harapan, kinara juga tidak ingin karena dirinya Arief harus meninggalkan sesuatu yang telah lama ia geluti.
"apa kamu ada masalah dengan Arief?"
ucap Yasmin menatap Kinara yang menunduk.
"sebenarnya tuh Kinara yang salah karena begitu mudah nya jatuh cinta sama seseorang yang belum lama Kinara kenal, kinara enggak tahu siapa keluarga nya, seluk beluk kehidupan nya seperti apa?
mungkin Kinara akan berpikir ulang,tapi kedekatan yang terjadi membuat Kinara tidak menyadari kalau perlahan pria itu mampu merebut hati Kiki.. Bu?"
ucap kinara menitikkan air mata nya, entah harus bagaimana?
"sayang... kehidupan itu tidak ada yang bisa kita sangka seperti apa akhirnya? karena seseorang yang kita tahu keseharian nya, keluarga nya, seluk beluk kehidupan nya, semua itu tidak menjamin seseorang memberikan kita kebahagiaan... atau menjamin bahwa orang itu baik...!
kamu harus sabar, karena yang akan menjadi milik mu tak akan menjadi milik orang lain...!"
ucap Yasmin mengusap punggung Kinara.
"pantas dia seperti ragu saat Kinara bilang untuk datang kerumah menemui ayah, ternyata orang tua nya juga sudah menjodohkan dia dengan perempuan pilihan orang tua nya...."
ucap Kinara menghapus air matanya.
"ya udah.... sekarang kamu basuh wajah nya dengan air, sebentar lagi acara nya kan mau di mulai... nanti kita bicarakan masalah ini lagi, mungkin saja saat ini Arief sedang mencari kamu sayang, tidak ada yang tahu kan, kamu harus sabar!"
ucap Yasmin dan di angguki oleh kinara.
satpam di rumah memberi tahu Yasmin dan kahfi bahwa ada seorang pria yang mencari Kinara dan pria itu adalah Arief.
Acara pertunangan berjalan dengan lancar, namun Wildan sedikit tidak fokus karena sejak tadi memperhatikan kinara yang tampak sendu, Wildan tahu sesuatu telah terjadi pada ponakan nya itu.
namun ia tidak bisa seperti dulu yang bebas berinteraksi dengan Kinara karena sang ayah meminta Wildan menjaga jarak karena Rama tahu sampai saat ini Wildan masih menyimpan rasa pada keponakan nya itu.
bersambung.
terima kasih yang udah mampir kasih like and komentar, and vote.
terima kasih 😍😍😍😍😍