
Siva mencoba menghubungi nomor Reno namun tidak aktif, ia mencoba menghubungi salah satu teman nya dan menanyakan tentang kekasih nya itu.
"va, maaf sebenarnya berat banget aku mengatakan hal ini, tapi yang ku dengar Reno punya pacar baru... kamu sabar ya VA...!"
ucap nindi teman satu kuliah Asiva di London.
nafas Asiva tersengal menahan air mata yang menetes tak dapat terbendung lagi.
"aku janji akan bertanggung jawab Siva, aku sangat mencintaimu......!"
ucap Reno saat Siva menangis mendapati dirinya telah tidur bersama kekasih nya.
ucapan itu terngiang di telinga Siva, memutar di benak hingga kian menyesakan dada saat kenyataan tak sesuai dengan janji kekasih nya itu.
"ren......"
"apa Asiva....!"
"kamu tega sama aku, secepat itu kamu membuang ku....!"
ucap Siva Terisak, berbicara di telepon dengan Reno.
"kamu pria tidak bertanggung jawab...
aku ini sedang hamil anak kamu....."
ucap Asiva dengan gemeretak gigi nya.
"aku sudah bilang, gugur kan. kenapa kamu masih saja membahas masalah itu!!?"
ucap Reno tetap pada pendiriannya.
"baik, aku tidak akan meminta lagi...aku akan membunuh anak kita, dan kelak di akhirat akan aku katakan bahwa kamu ayah nya, yang meminta aku untuk membunuh anak nya sendiri..."
ucap Siva lalu menutup telponnya, beranjak dengan pikiran gelap, hidup nya terlanjur hancur jadi untuk apa bertahan lagi.
Siva masuk ke dalam kamar dan mengambil beberapa obat dan meminum nya sekaligus.
****
"Mi...."
ucap Arief saat Yuni tersadar, Kini bukan hanya adik nya yang terbaring di rumah sakit tapi sang Mami juga.
Yuni Terisak sendiri mengingat kejadian tadi, ia tidak percaya jika putri nya Hamil di luar nikah.
"sejak kapan kamu tahu rief...?"
"maafkan Arief Mi....!"
ucap Arief menunduk.
"kenapa mami tidak tahu apa apa!"
ucap Yuni tergugu, merasa gagal menjadi orang tua.
"Arief tahu soal itu saat papih di rawat di rumah Sakit?"
"lalu kenapa kamu tidak memberi tahu Mami...?"
"ini yang Arief khawatir kan.....!"
ucap Arief memeluk Yuni yang masih menangis.
"siapa yang sudah menghamili Siva...apa pria itu Mau bertanggung jawab?"
tanya Yuni menatap Arief.
"Arief juga tidak tahu, tapi Arief dan kiki memang berencana untuk pergi ke London dan mencari pria itu..."
Yuni termenung sendiri memikirkan masalah yang datang bertubi-tubi.
"mami sabar ya.. Arief janji Akan menyelesaikan masalah ini....!"
ucap Arief masih memeluk Yuni.
**
kinara sendiri menuggu Siva di ruang perawatan, memperhatikan Riko yang kembali memeriksa keadaan Siva.
"gimana bang...?"
ucap kinara menghampiri Riko yang menatap wajah cantik Siva yang begitu pucat, terlukis kesedihan pada raut wajah nya.
"sudah stabil....!
kasihan dia....!"
ucap Riko menatap Siva, Kinara sudah menceritakan semuanya pada Riko.
"ya, Kiki juga....!"
"lalu rencana kamu sama Arief apa?"
tanya Riko.
"Kiki dan bang Arief akan pergi ke London untuk mencari laki-laki itu tapi bagaimana dengan Siva, sementara mami juga sakit...!"
ujar kinara menghela nafas.
"biar Abang yang jaga...!"
"tidak bisa, bisa jadi setelah ini dia trauma berdekatan dengan pria....!"
ucap Kinara dan di angguki oleh Riko.
"ya sudah, kami telpon bunda mu saja...siapa tahu beliau mau menemani Siva di sini..."
ucap Riko memberikan saran.
"ya, Abang benar.....ya sudah,Kiki telpon bunda dulu!"
ucap kinara lalu pergi keluar.
Riko terus memperhatikan pahatan Tuhan yang begitu indah, Arief saja begitu tampan dan di gilai banyak perempuan.begitu juga dengan Siva yang begitu cantik hanya nasibnya kurang beruntung.
Riko menghela nafas kemudian pergi ke luar, Melihat Kinara yang tengah menelpon Yasmin.
"Abang kembali ke ruangan...."
ucap Riko melewati kinara yang sedang berbicara dengan Yasmin di telpon.
Arief menghampiri kinara yang selesai berbicara di telepon, Kinara tersenyum melihat langkah Arief yang semakin dekat.
"telpon siapa?"
"bunda.... gimana keadaan mami bang?"
ucap kinara Menilik wajah sang suami tampak letih.
"sudah sadar , dan sekarang ada tante Rita yang menemaninya, apa Siva sudah sadar!"
Kinara menggeleng kan kepala nya lalu mengajak Arief untuk duduk di kursi tunggu.
ucap kinara dan di angguki oleh Arief.
"kamu capek ya yang?"
ucap Arief mengusap pucuk kepala kinara.
"ya tapi enggak apa-apa bang, apa yang menjadi kesusahan Abang ya kesusahan Kiki juga, yakin lah semua akan terasa ringan jika kita bersama sama menghadapi nya...!"
"Alhamdulillah... Terima kasih ya Ki...!"
ucap Arief merengkuh tubuh istrinya.
"ini di rumah Sakit bang....!"
ucap kinara Terkekeh.
"ini makan....!"
ucap Riko memberikan dua nasi kotak.
"makasih bang...!"
ucap kinara tersenyum menerima nya.
"jangan lupa makan Ki, kamu juga kan baru sembuh...!"
"ya, benar... maaf ya Ki... karena hal ini Abang kurang perhatian sama kamu...!"
"Halah... enggak apa-apa....!"
ucap Riko yang justru menjawab penuturan Arief, membuat Kinara Terkekeh.
"bang Riko nih....!"
ucap kinara tertawa kecil.
"bercanda rief... kamu yang sabar!"
ucap Riko menepuk pundak Arief.
"Abang pulang dulu, udah sore...!"
ucap Riko kemudian berlalu meninggalkan Arief bersama kinara.
keduanya makan bersama di dalam ruang perawatan Siva, Arief sesekali menoleh ke arah Siva yang masih terlelap, merasa iba dengan nasib adiknya itu. selama ini mereka memang tidak dekat karena memang Arief juga tinggal di apartemen.
selesai makan kinara merapikan bekas makan mereka, terlihat Arief mendekati sang Adik.
"Lihat saja besok de, Abang akan kasih pelajaran laki laki itu....!"
tutur Arief dalam hati.
"bang, udah magrib, ada pakaian ganti di mobil, Kiki Ambil dulu ya!"
ucap kinara namun Arief menahan tangan nya.
"jangan sayang, biar Abang yang ambil.
kamu tunggu disini ya...!"
kinara senyum kemudian mengangguk.
Arief Berjalan di koridor rumah sakit menuju parkiran, terlihat beberapa suster mendorong brankar yang berisi pasien seorang pria berlumur darah dan seperti nya itu korban kecelakaan, langkah nya terhenti saat melihat seorang wanita yang ia kenal menangis mengikuti dari belakang.
"Alea.....!"
ucap Arief namun Alea tak melihat dan fokus pada suami yang baru saja mengalami kecelakaan beruntun.
"Alea.....!"
ucap Arief menghentikan langkah Alea.
"Arief..... kamu sedang apa disini..!"
ujar Alea saat Arief menghampiri nya di depan pintu IGD.
"adik ku sakit......apa suami mu kecelakaan?"
Alea mengangguk menatap pria yang dulu pernah menetap di hati nya.
"semoga suami mu baik baik saja...!"
"terimakasih rief....!"
ucap Alea kemudian menghampiri baby sitter yang membawa anak nya.
Arief menghela nafas kemudian kembali ke parkiran untuk mengambil pakaian ganti.
"de.....!"
ucap Arief masuk ke dalam ruangan, terlihat Kinara tengah memainkan ponselnya.
"Kenapa Bang lama banget?"
ucap kinara manyun.
"maaf tadi ketemu teman Abang, suami nya kecelakaan...!"
ucap Arief merengkuh tubuh istrinya.
"oh....ya sudah, Kiki mandi dulu!"
ucap Kinara dan di angguki oleh Arief.
keduanya melaksanakan shalat Maghrib dan isya berjamaah di ruangan itu, Kinara merebahkan tubuhnya di ranjang sisi dekat Siva, sementara Arief lanjut mengaji.
"ya Allah... mudahkan apa yang menjadi kesusahan Kami, sesungguhnya hanya kepada Mu aku memohon pertolongan...!"
tutur Arief berdoa setelah mengaji.
menoleh ke arah ranjang dimana kinara sudah terlelap, ia tahu istri nya itu lelah karena mengurus adik dan mami nya yang harus masuk rumah sakit.
Arief naik ke ranjang dan menarik tubuh Kinara ke dalam pelukan nya.
"HM....?"
ucap Kinara mendongak.
"istirahat..... sayang!"
ucap Arief membuat Kinara senyum lalu memeluk tubuh hangat itu.
bersambung...
terimakasih ya yang sudah kasih like and komentar,,, 😍😍😍😘
yang udah tambahin novel ini ke daftar novel faforit nya.....
terimakasih 😍😍😍😍