Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
persiapan pernikahan.



Tiga hari Kinara di rawat di rumah sakit,dan hari ini dokter membolehkan nya untuk pulang karena kondisi kinara yang sudah membaik,di tambah Arief yang selalu ada di samping nya.


"bang....."


ucap kinara memanggil Arief yang sejak tadi sibuk dengan laptop nya, terlihat Yasmin dan Yuni tengah membereskan barang barang yang akan di bawa pulang. setelah beberapa hari kemarin sibuk mempersiapkan pernikahan Arief dan Kinara.


Kinara manyun saat Arief tak juga beranjak dari duduknya, pandangan nya tetap fokus pada layar laptop.


"Bun,, udah selesai belum?


Kiki mau cepat pulang....!"


mendengar hal itu barulah Arief menoleh dan menutup laptopnya.


"maaf ya, tadi kirim tugas dulu.... jangan manyun kayak gitu, nanti Abang cium. mau?"


ucap Arief sambil terkekeh kecil melihat Kinara yang sedikit menganga.


"apa sih Bang....malu tahu ada bunda sama Mami...!"


ucap kinara memberangut membuat Arief tertawa kecil dan mencubit pipi kinara gemas.


"sakit tahu bang...."


"tapi suka kan..."


"apa sih ......?"


ucap kinara menepuk pundak Arief namun terhenti saat melihat Kahfi datang bersama supir di belakang nya.


"Udah siap Ki.. ayo kita pulang!"


ucap Kahfi menghampiri Yasmin sang istri.


"Udah beres semua....!"


ucap Yasmin meminta supir untuk membawa barang barang ke Mobil.


Arief membantu kinara untuk beranjak dari ranjang dan duduk di kursi roda yang suster bawakan, beberapa ada yang berbisik tentang Arief karena tahu bahwa pria itu adalah suami dari pasien yang dulu di rawat di rumah sakit itu hingga tiada.


"duren kali gays...."


ucap salah satu suster yang lewat sambil terkekeh.


kinara terdiam mendengar celotehan para suster yang mengagumi ketampanan calon suami nya itu, Arief memang mirip artis Korea yang sering tampil di televisi dan jadi idola kaum wanita.


Kinara mendongak pada Arief yang tampak santai mendorong kursi roda.


"kenapa.....?"


Arief berucap sambil tersenyum.


"enggak, beberapa waktu di rumah sakit ternyata banyak fans nya.....!"


Arief Terkekeh kecil tak menghiraukan Kinara yang terus memperhatikan nya.


"cemburu?"


"enggak...!"


ucap kinara memberangus membuat Arief kembali Terkekeh.


tak lama mereka sampai di halaman rumah Sakit, supir sudah lebih dulu menuju mobil.


"kita tunggu di sini yah..."


ucap kinara pada Kahfi yang berada di samping nya.


"ya, tuh pak Ahmad datang....!"


ucap kahfi kemudian membuka pintu membiarkan Arief membantu kinara beranjak dari duduknya.


"Abang enggak ikut ke rumah ya...!"


"kenapa?"


tanya kinara yang sudah duduk di samping Yasmin.


"Nanti Abang ke rumah bawa semua keluarga...!"


ucap Arief senyum.


kinara mengangguk mengerti maksud pria itu, weekend ini mereka akan menikah.


"ya udah enggak apa-apa bang..."


"ya udah, kamu hati hati ya!"


ucap Arief dan di angguki oleh kinara yang kemudian menutup pintu, sementara Arief akan pulang bersama Yuni.


Kinara Menoleh pada Arief yang masih berdiri di depan rumah sakit, apa harus seperti ini?


"Kenapa?"


tanya Yasmin menilik Kinara.


"emang enggak boleh ya Bun kalau bang Arief ikut ke rumah...?"


"bukan enggak boleh, tapi kalau mau menikah ya seperti itu, dulu bunda sama ayah malah seminggu masa pingitan..."


"pingit...?"


tanya kinara menilik wajah sang bunda.


"ya, karena pernikahan kalian dadakan jadi tidak ada masa pingitan seperti Bunda dan ayah waktu dulu....!"


"oh gitu.....!" ucap kinara mengangguk.


***


tak lama ia sampai di rumah dan terlihat rumah tampak ramai karena beberapa Wedding organizer sudah datang untuk merias pekarangan rumah yang akan di jadikan tempat Acara resepsi pernikahan.


Yasmin dan Yuni sengaja mengusung tema authdoor untuk Acara tersebut.


semua kerabat pun mulai berdatangan, Wildan dan Anisa juga sudah berada di rumah itu.


ucap Marisa menghampiri Kinara yang baru turun dari mobil.


"sehat Oma ....!"


ucap kinara melihat ke sekeliling dan tersenyum melihat si kembar menghampiri.


"kalian pulang....?"


Ucap Kinara memeluk kedua adiknya itu.


"ya pulang lah, masa kakak mau nikah kita enggak hadir..."


"gimana kuliah kalian.....?"


tanya kinara sambil mengajak adiknya Duduk di sofa.


"bisa di atur kak...." ujar keduanya.


Yasmin dan Kahfi tersenyum melihat kerukunan mereka berdua, ketiga nya tak pernah bertengkar. dari kecil sampai besar mereka selalu rukun dan saling menjaga.


Hani dan keluarga juga sudah hadir untuk membantu persiapan acara tersebut, Riko senang Karena akhirnya Kinara dan Arief bisa bersatu lalu bagaimana dengan dirinya yang masih saja betah dengan kesendirian nya.


kinara masuk ke dalam kamar bersama Yasmin yang meminta nya untuk beristirahat, Yasmin membereskan semua barang barang putri nya itu.


"Bun ....!"


ucap kinara membuat Yasmin Menoleh seketika.


"apa sayang....?"


"terimakasih ya Bun....!"


ucap kinara memeluk sang bunda.


"ya, kamu istirahat ya!


persiapkan diri untuk Acara lusa, enggak apa-apa lah enggak Ketemu satu hari sama Arief...!"


ucap Yasmin terkekeh kecil melihat ekspresi wajah kinara yang langsung memerah.


"bunda memang paling bisa godain Kiki...."


ucap Kinara menutup wajahnya dengan bantal sambil terkekeh.


"bunda bahagia melihat kamu seperti ini, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat putri bunda sudah besar dan sebentar lagi akan menikah... setelah itu kamu akan terpisah Dengan ibu karena Arief pasti membawa kamu pergi...."


ucap Yasmin merangkul pundak kinara.


"jadi lah istri nya baik dan patuh pada suami, yang menjalankan kewajiban dan memberikan hak suami dengan baik, bunda berharap kalau Arief yang pertama dan yang terakhir untuk kamu!"


ucap Yasmin yang sedikit mengingat kisah lama nya, namun karena hal itu juga ia bertemu dengan Kahfi.


"Bun... kenapa?"


ucap kinara menilik Yasmin yang tersenyum sendiri.


"enggak apa-apa..ya, udah bunda pergi ke luar ya!


kamu istirahat.....!"


Kinara mengangguk kemudian Yasmin beranjak dari duduknya.


beberapa hari berlalu, Kinara dan Arief hanya berkomunikasi lewat handphone, keduanya tak sabar menunggu hari esok tiba...


pagi pagi sekali, Ayu sampai di rumah dan melihat Kinara yang tengah di dandani, beberapa kali merasakan mual dan ingin muntah. seperti nya sakit mahg nya belum benar benar sembuh namun kinara berusaha untuk menahan nya.


"sayang....kamu tidak apa-apa?"


ucap Yasmin dan ayu menghampiri.


"tidak apa-apa Bun....!"


ucap kinara tanpa menoleh ke arah Yasmin.


"kalau yang enggak tahu kamu sakit pasti deh nyangka kamu hamil Ki....!"


ucap ayu duduk di samping kinara yang tengah di rias.


kinara sendiri malah terkekeh, jantung nya berdetak kencang melihat dirinya di cermin yang begitu berbeda.


"Ki.... udah beres tamu bulanan nya!"


"udah, memang nya kenapa?"


"enggak, siap dong malam pertama....!"


ucap ayu Terkekeh menggoda sahabat nya itu, kinara menganga melihat ayu yang tengah tertawa kecil.


"yu... bisa enggak kalau ganti pembahasan...?"


"enggak bisa.....!"


ucap Ayu tertawa kecil melihat ekspresi wajah Kinara tampak geram pada nya.


"Arief sudah datang.......!"


ucap Yasmin menghampiri.


"kamu keluar kalau sudah terdengar kata sah ya ...!"


"oh gitu Bun....!"


"ya sayang.... Nanti mba mayang jemput kamu!"


Kinara mengangguk.


Arief beberapa kali menarik nafas lalu membuang nya, jantung nya berdetak kencang saat penghulu datang menghampiri nya, rasanya begitu gugup padahal ini bukan pernikahan pertama nya namun apa yang ia rasakan begitu mendebarkan.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir..


jangan lupa like dan komentar nya....😍🤭😘