
Kinara terperanjat saat melihat sekeliling nya, terlihat jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
"astaga...."
ucap kinara menutup mulutnya sendiri melihat Arief tertidur pulas di sofa sebrang meja.
"Kenapa bisa ketiduran...?"
ucap kinara menepuk keningnya sendiri.
bergegas ia membuka mukena dan cepat memakai kerudung segitiga nya mumpung Arief masih tidur.
Kinara mencoba membuka pintu namun terkunci dan tak bisa di buka, seperti nya Arief mempunyai kode rahasia lain nya untuk membuka pintu itu.
"astaga... bisa di omeli Oma.."
ucap Kinara menghampiri Arief yang tertidur pulas.
Kinara mencondongkan tubuhnya menatap wajah tampan Arief yang tampak tenang saat tidur tak mengurangi kharisma pria itu.
"apa....."
Kinara terkesiap saat tiba tiba Arief membuka matanya mengagetkan nya.
"mengagetkan saja..."
ucap kinara memalingkan wajahnya karena ketahuan ia baru saja mengamati wajah tampan itu.
"maka nya jangan suka curi curi kesempatan"
tutur Arief duduk di sofa sambil menyilang kan tangan nya di bawah dada.
"aku mau pulang...."
ucap Kinara tak menggubris perkataan Arief.
"siapa suruh tidur di apartemen orang..."
ucap Arief memperhatikan Kinara yang tak mau menoleh pada nya.
"ini sudah malam...."
ucap Arief masuk ke dalam kamar.
"aku mau pulang...."
ucap kinara menarik tangan Arief pelan sambil menunduk.
rasanya malu dan tak sanggup menatap netra pria itu.
"besok saja..."
"tidak bisa......"
ucap kinara mendongak menatap wajah Arief.
"Kamu berani sendiri...?"
tanya Arief dan di angguki oleh Kinara.
namun saat hendak membuka pintu terlihat hujan turun tiba-tiba.
"sebaiknya kamu pulang besok saja,, aku ngantuk....!"
ucap Arief berjalan menuju sofa.
Kinara mematung sendiri mengerti maksud Arief bahwa ia tidak bisa mengantar nya pulang, tapi bagaimana jika ia tidak pulang.
ia sudah banyak berbohong!
lalu sekarang alasan apa lagi jika Oma bertanya.bergegas ia mengambil ponsel dan mengirim pesan pada ayu.
Kinara duduk di sofa menghadap Arief yang langsung terlelap ternyata pria itu benar benar ngantuk.
"kamu tidur di kamar saja...aku disini!"
ucap Arief sambil menguap kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Kinara.
mana bisa seperti itu, mereka berada di dalam satu apartemen bagaimana jika setan lewat.
Kinara juga takut jika itu hanya jebakan saja.
bagaimana kalau tiba-tiba Arief masuk ke dalam kamar dan menyergap nya.
"aku mau pulang.....!"
ucap Kinara lirih namun terdengar oleh Arief yang langsung membalikkan tubuhnya.
"kamu tidak lihat, diluar hujan!
dan sekarang sudah malam...apa kamu tidak takut!
jangan cari perkara,aku benar benar ngantuk!"
ucap Arief kemudian masuk ke dalam kamar sambil menguap.
kenapa harus terjebak di situasi seperti ini?
Kinara merebahkan tubuh nya di sofa, mungkin lebih baik tidur di luar dari pada di dalam kamar.
pagi menjelang Kinara terbangun dan melihat selimut tebal menyelimuti tubuh nya, semalam Arief keluar dari kamar untuk mengambil air minum, terlihat hujan masih turun mengguyur kawasan itu, Kinara meringkuk kedinginan di sofa itu, Arief mengambil selimut tebal kemudian menyelimuti tubuh gadis itu.
"Kamu cantik..."
ucap Arief kemudian kembali ke kamar, tanpa sadar ia terbiasa dengan kehadiran gadis itu di dekat nya.
*
waktu menunjukkan pukul setengah enam.
"belum sholat subuh.....!"
ucap kinara beranjak dari sofa.
Kinara menengok pada pintu kamar Arief yang sedikit terbuka, terlihat Arief masih tertidur pulas dengan menelungkup kan wajah di bantal
Kinara memalingkan wajahnya saat melihat Arief tertidur dengan bertelanjang dada.
"astagfirullah.....!"
ucap kinara memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya.
setelah selesai ia mengambil beberapa peralatan untuk membersihkan ruangan itu, ia tidak harus kembali ke apartemen itu untuk membersihkan nya.
"kamu sudah bangun....?"
ucap Arief yang keluar dengan dadanya yang polos tanpa baju.
"udah.....!"
ucap kinara Tanpa menoleh, fokus pada pekerjaan nya.
"aku sudah membersihkan apartemen mu, Jadi nanti siang aku tidak perlu kesini lagi ya!
aku ada kelas sore!"
ucap kinara menoleh sekilas.
terlihat Arief tengah duduk di pantry memperhatikan nya.
"kenapa seperti itu?"
"aku kan sudah membersihkan apartemen mu... jadi apa lagi?"
ucap kinara Menoleh pada Arief yang tengah membuka lemari es.
"ya udah, rapikan kamar ku!"
ucap Arief tanpa menoleh pada Kinara yang menatap nya.ia hendak membuat sarapan untuk mereka berdua.
Kinara masuk ke dalam kamar pria itu, wangi tubuh Arief menusuk ke penciuman nya, padahal ia sejak tadi diluar.
"parfum apa sih yang dia pakai..."
ucap kinara dalam hati sambil membereskan ranjang berkain sprei putih lembut itu.
setelah selesai Kinara merapikan meja kerja pria itu, terlihat Poto tampan nya menggunakan pakaian chef.
"Kiki......"
teriak Arief dari luar, gegas Kinara keluar dari kamar itu.
"aku tahu aku memang terlihat lebih tampan dengan pakaian chef itu...." ucap Arief tersenyum melihat Kinara yang justru menganga mendengar penuturan nya.
"terlalu percaya diri...."
"itu modal utama untuk sukses dalam segala hal...."
ucap Arief duduk di meja makan.
"Sarapan......"
ucap Arief dan Kinara tertegun melihat makanan di atas meja, olahan telur, susu, jus jeruk dan wafel dengan toping buah kiwi,anggur dan strawberry.
"tidak ada lagi.....?"
"apa?"
"menu sarapan nya?"
"memang mau nya apa?"
ucap Arief sambil memakan wafel dengan toping strawberry.
"aku lebih baik sarapan di rumah saja!"
ucap kinara memalingkan wajahnya dari makanan yang menurut nya tidak menggugah selera, ia terbiasa dengan nasi goreng, bubur ayam atau roti bakar coklat.
"kamu tidak suka makanan yang aku Buat, ini sarapan sehat.. tidak akan membuat mu langsung mengantuk..!"
tutur Arief kemudian meminum jus jeruk tersebut.
"seksi......!"
ucap kinara dalam hati melihat Arief minum dengan buah jakun nya turun naik.
"ya udah... kalau tidak mau,aku Tahu kamu terbiasa sarapan dengan makanan mengandung karbohidrat atau berlemak."
ucap Arief kemudian beranjak dari duduknya membuka pintu.
"mau aku antar?"
ucap Arief.
"aku......!"
ucap kinara terhenti karena teringat motor nya yang berada di parkiran kampus.
"tunggu, Aku mau mandi!"
ucap Arief kembali mengunci pintu.
"hei.. kenapa di kunci lagi..??"
ucap kinara memberangus melihat Arief masuk ke dalam kamar nya.
"benar benar menyebalkan..
kalau begini caranya sama saja ia mengurung ku disini...!"
ucap kinara membuang nafas sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.
lagi lagi harus menunggu.
Arief membuka sedikit pintu dan melihat Kinara tengah duduk di kursi makan menyantap makanan yang ia hidangkan tadi.
"katanya tidak suka.....!"
"uhuk......!"
ucap Arief langsung membuat Kinara tersedak.
"hati hati Kiki...!"
ucap Arief yang menepuk pundak nya pelan.
keduanya sama sama terdiam menatap netra masing masing dengan jantung yang berdetak lebih kencang.
bersambung.
terima kasih yang udah mampir and kasih hadiah 🤭🤭🤭🤭😍