Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
restu.



Siva menganga Seketika saat melihat Reno turun dari mobil, ia bahkan tak segan masuk halaman rumah.


Siva berdiri melihat keadaan Apakah Yuni ada di dalam, karena jujur ia takut melihat Reno melangkah semakin dekat.


"cukup......!"


ucap Siva menghentikan langkah Reno yang hendak mendekati, sebenarnya ia tidak perlu takut mengingat banyak pihak dari Wo jika Reno berbuat macam-macam.


"Siva......"


"kamu berani datang....!"


"aku.......!"


ucap Reno menunduk.


"pergi....!"


ucap Siva memalingkan wajahnya, air mata tak dapat ia bendung.


"aku tahu aku salah, aku menyesal. biar kan aku yang bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat, aku janji aku akan memperbaiki kesalahanku... maaf kan aku Siva..."


ucap Reno melangkah mendekat.


"aku tidak bisa....!"


ucap Siva menengok ke arah belakang.


"itu anak Ku, kenapa siva kamu memilih untuk bersama orang lain...!"


"HM....!"


ucap Siva Terkekeh kecil mendengar penuturan Reno.


"seperti nya kamu kemarin amnesia dan sekarang kamu baru sadar...!


bukan kah kemarin Kamu meminta ku untuk membunuh anak ini... kamu lupa!?"


ucap Siva menyeka air matanya.


"aku minta maaf, aku menyesal. biarkan aku menebus kesalahanku...!


biarkan aku menikahi mu...!"


"tidak...."


ucap Arief yang berlari menghampiri Siva yang berada di ambang Pintu di ikuti Kinara dari belakang.


beberapa kru dari wedding organizer memperhatikan mereka berdua.


"bukan kah kamu sudah membuang Siva, lantas sekarang kamu ingin memungut nya kembali seperti itu!!"


ucap Arief membuat Reno tertegun.


"sekarang kamu lebih baik pergi karena kami tidak mengharapkan kamu lagi, semua sudah terlambat!" ucap Arief membawa masuk Siva ke dalam rumah.


kinara membuang nafas melihat Reno yang mematung sendiri. untung lah tak terjadi lagi adu jotos seperti waktu itu.


"sebaiknya kamu pulang....!"


ucap kinara masuk ke dalam rumah meninggalkan Reno sendiri.


Arief merengkuh tubuh Siva yang tergugu, Kinara mengerti walau bagaimanapun semua itu tak mudah untuk di jalani.


"sudah jangan menangisi pria seperti itu, ingat kamu terlalu berharga untuk di sia siakan..."


ucap Arief mengusap punggung Adik nya itu.


"ya siva, kamu jangan sedih ya! biarkan dia tersiksa dengan penyesalan karena yang menyakiti pasti akan tersakiti jadi kamu jangan menangisi seseorang yang sudah merendahkan kamu..."


ucap kinara mengusap bahu Siva.


"loh, kenapa...?"


ucap Yuni yang baru masuk usai dari belakang, melihat persiapan bahan makanan untuk acara esok.


"ada Reno datang kemari mi...?"


ucap kinara menjawab pertanyaan Yuni yang langsung duduk di samping Siva.


"kapan? mami enggak tahu!"


ucap Yuni menatap wajah siva.


"Siva sendiri enggak tahu, Reno tiba tiba datang..!"


ucap Siva memeluk Yuni.


"ya sudah, sekarang apa dia sudah pulang?"


tanya Yuni melihat ke arah depan, hanya orang orang dari kru wo yang terlihat.


"seperti nya sudah pulang...!"


ucap kinara menoleh ke arah depan.


"sudah sayang, sebaiknya kamu istirahat saja!"


ucap Yuni beranjak mengajak Siva masuk ke dalam kamar.


Kinara memperhatikan Arief yang menghela nafas.


"ayo sayang...!"


ucap Arief meraih tangan Kinara untuk masuk ke dalam kamar.


"Abang ka kamar mandi dulu ya!"


kinara mengangguk.


kinara merebahkan tubuhnya di ranjang, teringat kejadian tadi saat di restoran.


Kinara tertegun saat Ratna dan damar menghampiri mereka berdua.


"hai...Ki..?"


ucap Ratna senyum, berbeda dengan damar yang tampak acuh.


"hai... Ratna?"


ucap kinara berdiri di ikuti Arief yang menghadap mereka berdua.


"hai...ki...!"


ucap damar datar di angguki oleh kinara.


"ini suami kamu?"


tanya Ratna.


"ya, ini bang Arief suami Ku! ayo silahkan duduk!"


ucap kinara senyum.


"oh jadi suami Kinara adalah pria yang dulu pernah menjemput kinara di kampus!"


ucap damar dalam hati, mengingatkan kejadian saat ia melihat seorang pria menjemput mantan pacar nya itu.


"oh ya...kita hendak pulang, lain kali saja kita gabung ya... kita duluan ya Ki...!"


ucap Ratna lalu menggandeng tangan damar untuk pergi.


Kinara memperhatikan punggung mereka yang keluar dari restoran itu.


"kenapa Yang?"


ucap Arief mengajak Kinara untuk duduk kembali.


"enggak, kepo aja sama hubungan mereka berdua..!"


"kenapa? kamu cemburu?"


"bukan, tapi kemarin waktu kita ke London, Kiki itu lihat damar dengan seorang perempuan di bandara.damar juga gendong anak kecil dan sekarang Kiki lihat damar malah sama Ratna?"


ucap kinara melanjutkan makanan nya.


"oh, Gitu.... selingkuh kali..."


ucap Arief asal membuat kinara termangu.


"udah ya jangan mikirin yang enggak penting, Abang enggak suka!"


ucap Arief manyun.


"cemburu bang?!"


"ya sayang....!"


ucap Arief tersenyum menatap kinara mesra, sementara Kinara malah tertawa kecil.


"lanjut makan setelah itu kita pulang...!"


Kinara mengangguk.


**


"Ki...."


ucap Arief membuyarkan lamunannya.


"eh bang, udah selesai?"


tanya kinara beranjak.


"udah pakai baju lagi, kamu mikirin Apa sih yang?"


"enggak mikirin apa apa, Kiki ke kamar mandi dulu...!"


ucap kinara beranjak dari ranjang.


tak lama Kinara keluar dari ranjang dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.


"kamu capek ya!"


ucap Arief mengelus rambut kinara.


"ya, bang... udah siap jadi wali?"


tanya kinara.


"siap....!"


ucap Arief Terkekeh sambil menciumi wajah istrinya itu.


"kangen......!"


ucap Arief memeluk Kinara.


kinara Menoleh pada Arief yang memeluk nya dari belakang. ia mengerti maksud suami nya itu.


"maaf ya bang...!"


ucap kinara Karena kondisi nya juga masih dalam proses pengobatan.


"ya, enggak apa-apa. Abang sabar...!"


ucap Arief memeluk erat istri nya itu.


"sudah minum obat?"


"belum.....!"


"ya sudah, Abang ambil air ya...!"


kinara mengangguk.


setelah itu keduanya memutuskan untuk beristirahat.


weekend... pagi..


Kinara sudah bersiap dan tampil cantik dengan gamis berwarna gold senada dengan yang Arief kenakan.


"bang...?"


"apa sayang?"


ucap Arief tanpa menoleh pada istri nya itu. ia fokus menatap ponselnya.


"Kiki ke luar ya, mau lihat Siva.udah selesai di dandani apa belum...?"


ucap kinara hendak beranjak namun terhempas karena Arief menarik nya hingga membuat nya duduk di pangkuan Arief.


"bang....?"


"sebentar Abang lihat dulu!"


ucap Arief senyum menilik wajah cantik istri nya itu.


"cantik banget sih....!" ucap Arief memeluk Kinara.


"ah dari tadi main handphone terus..!" ucap kinara manyun membuat Arief Terkekeh.


"maaf ya sayang, ayo kita pergi keluar!"


ucap Arief beranjak bersama kinara, menuntut tangan nya keluar dari kamar.


Kinara tersenyum saat melihat Siva sudah selesai di dandani, cantik dan anggun terlihat. tak ada yang menyangka jika gadis itu tengah hamil karena memang perut Siva Rata terlihat di usia kandungan yang menginjak tiga bulan.


"cantik banget, adik Mba!!"


ucap kinara meraih tangan Siva.


"terimakasih kak....!"


ucap siva senyum.


"ayo, rombongan besan sudah datang..!" ucap Yuni mengajak Siva dan kinara turun di ikuti Arief di belakang.


kinara tersenyum saat melihat Kahfi dan Yasmin yang mendampingi Riko masuk ke pelataran rumah.


penerima besan menggiring pengantin untuk duduk di Kursi Dimana akad akan berlangsung.


Riko tersenyum menatap wajah cantik siva yang begitu pangling.


"Alhamdulillah, pak penghulu Juga sudah datang. kita langsung ke acara inti saja!"


ucap Ridwan adik dari Wisnu yang ikut mengurus pernikahan tersebut.


"tunggu....!"


ucap seseorang yang keluar dari mobil membuat Riko dan Siva berdiri, termasuk yang lainnya.


Kahfi bersiaga melihat Hani dan suami yang tiba-tiba datang.


"Mami datang untuk memberikan restu?"


tanya Riko penuh harap.


Hani mengangguk sambil memeluk putra bungsu nya itu.


"ya, mami akan merestui kamu dengan Siva.!"


ucap Hani sambil terisak.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir dan tetap setia dengan novel author ini...😍😍


jangan lupa like dan komentar 😍😍😍