Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
daging.



Malam itu mereka sampai di London, Arief langsung mengajak kinara ke hotel.


"kamu laper enggak de...? apa kita mau makan dulu?"


tanya Arief saat mereka tengah cek in.


"enggak bang, masih kenyang!"


"kamu tadi makan siang juga sedikit de...!"


ucap Arief lalu menuntun tangan kinara menuju kamar.


"enggak tahu, Kiki juga Aneh bang.perasan tuh sekarang mudah kenyang meski makan sedikit...!"


ucap kinara berjalan beriringan bersama Arief.


Arief membuka pintu dan masuk ke dalam bersama kinara, memikirkan ucapan Kinara yang mengatakan mudah kenyang, padahal tadi siang juga ia hanya makan sedikit.


"ya udah, setelah kita kembali ke Indonesia.


kamu coba cek kesehatan aja de...!"


"kenapa bang, Kiki sehat Ko...!"


ucap kinara merebahkan tubuhnya di ranjang.


"ya Abang juga tahu, tapi kan akhir akhir ini kamu sering banyak keluhan. enggak ada salahnya kan kalau kita cek kesehatan..."


ucap Arief membuat Kinara tertegun.


"Abang ke kamar mandi dulu ya!"


kinara mengangguk.


setelah keduanya membersihkan diri, Arief memesan makanan untuk mereka berdua.


"bang, ini tuh udah malam. Kiki mau tidur aja Bang!"


ucap kinara naik ke ranjang.


"kamu beneran enggak laper?"


Kinara menggeleng kan kepalanya.


"de, kamu tuh baru sembuh loh de.. jangan sampai magh nya kambuh lagi!"


ucap Arief mendekati kinara di ranjang.


Kinara merasa malas karena memang saat menstruasi seperti ini, ia selalu kehilangan selera makan.


"mau Abang masakin?"


"mau tapi Besok pagi aja bang, asli ngantuk banget..


perut Kiki juga sedikit keram..!"


ucap kinara tak berani menatap wajah suaminya.


"sakit?"


"enggak, keram aja Bang! Kiki cuma butuh istirahat..!" ucap kinara senyum agar Arief tak khawatir.


"ya sudah.....!"


ucap Arief menarik selimut untuk kinara lalu mencium kening nya.


"istirahat ya sayang...!"


ucap Arief lalu beranjak meninggalkan Kinara di ranjang.


Arief mengambil ponselnya hendak menghubungi Yuni namun saat ia melihat jam di tangan menunjukkan pukul sebelas malam, Arief mengurungkan niatnya lalu membuka pintu saat terdengar seseorang mengetuk pintu.


"ini pesanan nya pak?"


ucap pelayan restoran mengantar kan pesanan Arief.


"terimakasih....!"


ucap Arief lalu menerima makanan tersebut kemudian menutup pintu.


Arief memasukkan makanan tersebut ke lemari pendingin, besok saja ia hangatkan untuk Sarapan mereka berdua.


pagi...


kinara bangun saat mendengar suara adzan subuh terdengar dari ponsel nya, terlihat Arief tengah mendekap tubuh nya sambil terlelap.


ciptaan tuhan yang begitu menawan, Kinara menatap kagum wajah tampan suaminya.


"bang.....!"


ucap Kinara lirih di dekat telinga Arief.


"HM......?"


ucap Arief tanpa membuka mata.


"sholat subuh dulu....!"


ucap kinara meraba dada bidang suaminya, namun cepat Arief menahan tangan nya.


"jangan mancing.... kamu kan lagi dapet de.."


ucap Arief menelungkup kan wajah nya di bantal membuat kinara Terkekeh.


"ya, makanya bangun."


ucap kinara duduk namun terhempas karena Arief menarik tubuh nya.


"HM.... apa?"


ucap Kinara menganga saat Arief meraih bibirnya, Kinara terdiam dengan jantung berdetak kencang karena ciuman Arief yang begitu bersemangat membuat nya kehabisan nafas.


"bang ....!"


ucap kinara mendorong tubuh suaminya.


"kamu tuh....!"


ucap kinara dengan nafas tersengal sementara Arief malah terkekeh.


"kamu yang duluan mancing, kalau enggak lagi dapet Abang pastikan kita sampai siang di ranjang...!"


ucap Arief tertawa kecil melihat kinara melotot.


"enggak lah Abang bercanda, Abang enggak akan setega itu terkecuali kamu yang minta!"


"pagi pagi malah ngomongin yang ekstrim..."


ucap kinara manyun, kemudian tersenyum karena beberapa hari ini ia tidak mendapati suaminya tertawa seperti itu.


"kenapa yang? jangan ngehalu...!"


"apa sih...? ini orang nyebelin banget!


sana mandi, kiki mau telepon bang Riko.


mau tanya keadaan mami sama Siva...!"


ucap kinara lalu Arief beranjak dari ranjang sambil mencubit gemas pipi Kinara.


"Halo bang?"


ucap kinara sambil mengambil pakaian untuk Arief.


"kamu udah Sampai Ki?"


"udah tadi malam.... gimana Keadaan Mami sama Siva..?"


ucap kinara lalu duduk di ranjang.


"Keadaan Mami Yuni sudah membaik dan sekarang satu kamar dengan Siva, Siva juga sudah lebih tenang. kamu tenang saja ki.


bunda mu juga ada di ruangan mereka, sekarang Abang mau makan siang dulu!"


ucap Riko dan di angguki oleh kinara.


"ya, udah Bang... terima kasih. siang ini Kiki mau cari Reno ke kampus?!"


"ya, hati hati. sebisa mungkin selesaikan dengan kepala dingin.!"


"ya, bang!" ucap kinara lalu menutup telfonnya.


tak lama Arief keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono.


"ini bang....!"


ucap Kinara memberikan baju yang sudah ia siapkan.


"terimakasih baby...!"


ucap Arief lalu bergegas memakai nya lalu melaksanakan shalat subuh sendiri.


Arief merebahkan tubuhnya di samping kinara untuk kembali berbaring, cuaca di London cukup Dingin.


"kata bang Riko, Siva sudah lebih tenang. mami juga sudah membaik dan sekarang mereka satu kamar...!"


ucap kinara lalu Arief tidur menyamping.


"syukur lah de...Abang tenang dengar nya kalo seperti itu!"


kinara mengangguk.


"mau Kiki bikinin kopi?"


tanya kinara beranjak dari ranjang sambil mengikat rambut nya.


"teh hijau aja de....!


makanan semalam ada di lemari pendingin.."


"oh, ya udah nanti Kiki hangat kan...!"


"bisa?"


tanya Arief Menoleh pada kinara yang berada di dapur, kamar hotel tersebut cukup luas terdapat ruang tamu dan dapur karena Arief memang memesan kamar VVIP.


"bisa, kalau enggak juga paling gosong!"


ucap kinara Terkekeh menyalakan kompor.


"jangan Dong, sini biar Abang..!"


"enggak usah, kiki juga bisa!"


ucap kinara memberikan secangkir teh.


Arief tersenyum menerima cangkir dan duduk di pantry memperhatikan kinara yang tengah menyala kan kompor.


sudah banyak kemajuan, tidak seperti kinara yang pertama kali ia kenal.


"kita sarapan ini....?"


ucap kinara melihat Roats Meat,Bubble and squeak..


Arief mengangguk lalu menarik kursi untuk istri nya itu.


Roast Meat merupakan daging panggang dengan cita rasa lezat, bahan dasar untuk membuat olahan ini adalah daging iga sapi, kambing atau Ayam juga bisa.


Karena Kinara suka daging makanya Arief Memesan roast Meat.


Bubble and squeak makanan berbahan dasar sayuran yang di padukan dengan daging beku, kentang dan kubis. selain itu ada tambahan lainnya seperti wortel, kacang polong, kecambah Brussels dan yang lainnya. Arief suka makanan Tersebut.


setelah selesai sarapan Kinara dan Arief bersiap keluar untuk mencari Reno di kampus nya, karena Arief tidak tahu rumah pria itu. jika ia tidak bisa menemukan Reno di kampus Maka Arief Akan mencari alamat rumah nya, meski apa yang dilakukan atas dasar suka tapi tetap saja Reno harus bertanggung jawab atas apa yang sudah ia nikmati.


"nindi.....!"


ucap Arief menghampiri teman Asiva yang ia cari tahu Lewat ponsel Asiva kemarin.


"ya saya....!"


ucap nindi Menilik Arief dan juga Kinara.


ia teringat Siva yang wajah nya mirip dengan pria yang memanggil nya, atau jangan jangan.


"sayang.......!"


ucap seorang pria menghampiri membuat Nindi membeku seketika saat Arief menatap tajam wajah pria yang menghampiri mereka.


"siapa mereka baby....!"


"aku kakak nya aSiva....!"


ucap Arief dengan gemeretak gigi menahan kemarahannya melihat tingkah mereka berdua.


ternyata ada duri dalam daging...


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍