Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
terpaksa.



Kinara membuang nafas kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang, jika tengah seperti ini rasanya ingin sekali makan baso pedas, tapi dengan siapa ia pergi.


"sayang......?!"


ucap Yasmin masuk ke dalam kamar.


"Kenapa Bun?"


"apa kamu baik baik saja?"


tanya Yasmin mengelus kepala putri nya itu.


"emang kenapa?"


"benar kah kamu tidak mencintai Arief....?"


tanya Yasmin Menilik netra milik Kinara.


"enggak tahu Bun, pusing.....!"


"kenapa kamu harus pusing, seharusnya kamu bahagia karena Arief rela melepaskan semua nya demi kamu sayang.....!"


ucap Yasmin membuat kinara tertegun sejenak.


"tapi karena Kiki Bu , Arief harus melepaskan gelar itu...!"


"ya maka dari itu kamu harus mempertahankan nya, kamu harus hubungi dia supaya dia semangat kuliah bisnis... dengan itu kamu harus tahu bahwa kamu lebih berharga dari apapun, kamu tahu waktu satu tahun itu sebentar, dulu ayah menuggu bunda sampai tiga tahun....?"


"benar kah?"


"HM... percaya lah bahwa cinta itu butuh perjuangan dan proses tidak akan mengkhianati hasil... kasihan Arief...!"


ucap Yasmin berusaha meyakinkan bahwa Arief adalah pria yang baik.


"tapi... Kinara, juga bingung dengan Tasya Bun?!"


"soal itu kamu harus membantu Arief memberikan Tasya semangat agar sembuh, bunda yakin bahwa Tasya akan bahagia jika melihat Arief bahagia..dia hanya butuh teman!"


ucap Yasmin mencoba mengerti keadaan Tasya yang sakit tanpa saudara kandung.


"tapi Kiki udah terlanjur bilang sama Arief kalau Kiki menyerah dan enggak mau lagi melanjutkan hubungan ini....!"


"apa kamu akan menerima perjodohan itu?"


"mungkin?"


ucap kinara kemudian berbaring.


"kamu yakin..?"


"entah lah Bun....Kiki pusing... orang tua bang Arief udah punya calon sendiri untuk bang Arief!"


"ya, bunda paham...ya sudah nanti kita bicarakan ini dengan ayah, kalau kamu setuju mereka akan datang nanti"


ucap Yasmin membuat kinara tertegun sejenak kemudian membuang nafas.


"kamu pikirkan baik-baik..... kalau kamu memilih Arief, kamu harus ke bandara besok dan bilang kalau kamu bersedia menunggu nya pulang!"


"ke bandara?"


"ya, besok Arief akan pergi ke Jerman...ia akan kuliah di sana..!"


ucap Yasmin semakin membuat kinara diam.


siang tadi Arief mengatakan pada Yasmin bahwa esok ia akan terbang ke Jerman untuk kuliah bisnis.


"ya sudah... istirahat saja dulu!"


"Bun.... menurut bunda bagaimana?"


"ikuti kata hati kamu sayang....!"


ucap Yasmin senyum sambil mengelus pipi Kinara.


Arief merebahkan tubuhnya di ranjang, malam ini ia akan menginap di rumah besar itu sebelum besok berangkat ke Jerman, tapi ia ragu karena Kinara tak memberikan kepastian tentang hubungan mereka berdua.


bagaimana jika ia pergi tapi Kinara malah menerima perjodohan dari sang ayah.


gegas Arief mengambil ponsel kemudian menelepon Kinara.


"Alhamdulillah.....!"


ucap Arief saat nomor gadis itu aktif.


"halo Ki.....!"


ucap Arief melakukan panggilan telepon.


"bang....!"


"Ki , Abang rindu sama kamu....!"


namun Kinara hanya diam menanggapi.


"Ki, kamu mau kan menuggu Abang pulang!"


"berapa lama!?"


"satu tahun, Abang janji Akan belajar lebih giat agar cepat pulang... Abang sayang sama kamu Ki, kamu mau kan?"


"ya, bang.... maafkan Kiki Bang..."


"ya tidak apa-apa.... Abang lega de kalau seperti ini, jadi perjuangan Abang tidak akan sia sia .."


ucap Arief bernafas lega.


"besok kita ketemu di bandara ya de..."


"ya bang.....!"


ucap kinara dengan antusias.


**


pagi....


"Bun......" ucap kinara menghampiri Yasmin yang tengah memasak.


"sayang...kamu cantik sekali...."


ucap Yasmin menilik penampilan Kinara dengan dress berwarna hijau berpadu warna krem dan pasmina berwarna hitam yang menjadi favorit nya.


"berlebihan enggak Bun?"


"enggak lah sayang....!"


terlihat si kembar sudah siap untuk mengantar Kinara ke bandara karena Kahfi ada keperluan mendesak jadi tak bisa mengantar putri nya itu.


pagi pagi sekali Kahfi jiga sudah berangkat ke luar kota meninjau proyek yang sedang berkembang.


"udah siap belum kak?"


ucap Fahmi menghampiri.


"udah de, ayo!"


ucap kinara senyum kemudian pamit pada Yasmin dan juga Sinta.


"cantik kak ....!"


ucap Fahri yang jarang berkomentar kini memberikan tanggapan.


"kamu tumben kasih tanggapan....!"


ucap kinara Terkekeh kecil kemudian masuk ke dalam mobil, entah kenapa rasanya begitu mendebarkan.


beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di bandara, Kinara masuk ke dalam bandara dan mencari cari keberadaan Arief namun tidak ada.


"apa mungkin Arief belum datang, tapi keberangkatan nya tinggal satu jam lagi...!"


ucap kinara mencoba menghubungi Arief namun nomor nya tidak aktif.


"mungkin Arief sedang di jalan....!"


ucap kinara Duduk di kursi tunggu.


"bang...kamu dimana?"


chat Kinara yang ia kirimkan pada Arief, namun hanya centang satu.


"bang, Kiki udah di bandara...!"


Kinara terus menchat Arief..


"bang... sebentar lagi pesawat mu berangkat...!"


"bang........ kamu jadi pergi enggak sih?"


nafas kinara tersengal saat mendengar penuturan petugas bandara tersebut jika penerbangan Jerman akan segera berangkat.


lalu dimana pria itu? ia menuggu sampai satu jam.


"kak........!"


ucap Fahmi masuk menghampiri kinara yang membeku sendiri.


"kak.... udah berangkat bang Arief nya?"


tanya Fahmi namun justru air mata yang lolos dari pelupuk mata Kinara.


"kak... kamu kenapa?"


ucap Fahmi melihat kinara Terisak.


"Kiki......!"


ucap Kahfi sang ayah berlari menghampiri.


"ayah.....!"


ujar Fahmi melihat Kahfi berlari ke arah nya.


"ayo kita pulang.....!"


ucap kahfi menarik tangan kinara pelan.


kenapa disaat aku berharap justru kamu mempermainkan aku?


**


Arief terdiam menatap seorang wanita yang baru beberapa jam menjadi istri nya, Arief memejamkan matanya mengingat Kinara yang mungkin akan membencinya setelah ini.tapi ia tidak berdaya dengan keadaan ini,ia terpaksa melakukan semua ini karena tak tega melihat keadaan Tasya yang semakin lemah.


semalam orang tua Tasya memohon sambil berlutut dihadapan Arief dan kedua orang tua nya.


"ada apa Tante .... jangan seperti ini..."


ucap Arief dan Yuni membangun kan Rani yang datang Sambil Terisak.


"keadaan Tasya semakin menurun ...."


ucap Rani tergugu.


"aku ingin mewujudkan keinginan terakhir nya"


"apa keinginan terakhir nya...?"


tanya Yuni.


"menikah dengan Arief.... saya mohon, Bu Yuni pak Wisnu... saya hanya memiliki Tasya.. saya mohon...!" ucap rani kembali berlutut dihadapan mereka demi untuk kebahagiaan tasya yang terakhir.


Arief terdiam menatap wajah Wisnu yang tak terbaca, namun tak berapa lama Wisnu mengangguk dengan terpaksa karena ia pun iba mendengar penuturan rani tentang Tasya.


malam itu juga mereka pergi ke rumah Sakit dan benar saja kondisi Tasya sungguh memprihatinkan namun ia masih sadar kan diri walaupun dalam keadaan lemah.


"pih .....?"


ucap Arief meminta pendapat dan di angguki oleh Wisnu, biar nanti ia yang bicara pada Kahfi tentang ini.


setelah itu ijab Kabul pun berlangsung di ruang perawatan, Tasya menangis sambil tersenyum saat setelah ia sah menjadi istri Arief.


"terima kasih rief, aku bahagia di akhir hidupku...aku cinta sama kamu"


ucap Tasya terbata.


"kamu harus semangat...."


ucap Arief mencium kening tasya, Namun beberapa menit kemudian Tasya langsung tak sadarkan diri dan dokter Langsung melarikan nya ke ruang ICU untuk perawatan intensif.


Kahfi mencoba untuk memahami Apa Yang Wisnu cerita kan,dan saat ia menanyakan keberadaan Kinara pada Yasmin. gegas Kahfi pulang karena Kinara tengah menuggu Arief yang tak mungkin datang ke Bandara.


"maafkan aku Ki......."


ucap Arief menunduk sambil menitikkan air mata nya.


"aku sungguh terpaksa......."


bersambung.