
sebulan berlalu kini keadaan Kinara semakin membaik saat dokter mengatakan bahwa kista ia yang ia idap semakin mengecil dan kemungkinan akan hilang dengan sendiri tanpa operasi namun dokter tetap memantau keadaan nya hingga tiga bulan lamanya sampai dokter mengatakan bahwa kondisi nya benar-benar sembuh.
setiap hari Kinara pergi ke kantor bersama Arief untuk membantu memulihkan perusahaan nya, sesuai keinginan Arief, Kinara akan pergi setelah ia pulang dari kampus.
"kenapa sih Bang kiki harus Nunggu kamu, siang kan jadinya...!"
"emang kenapa?"
"kok Balik nanya...?"
"enggak apa-apa sayang Abang mau kita pergi ke kantor nya sama sama aja!"
ucap Arief tanpa menoleh.
setiap weekend Arief akan mengisi acara di salah satu stasiun televisi, belum genap satu bulan sudah ada beberapa fans yang mengirim kan berbagai hadiah ke rumah, di tambah lagi pengikut nya di Instagram semakin banyak, tentu saja kaum perempuan mendominasi.
sebenarnya Kinara setengah hati mengizinkan suami nya itu di kenal masyarakat luas, apa lagi setiap kali mengisi acara pasti dengan artist ternama.
"weekend ini sama Artis siapa lagi?"
ucap kinara Menoleh.
"enggak tahu, emang kenapa? kamu ikut kan!"
"kayak nya enggak deh bang...?"
"kenapa? kamu belum pernah ikut loh de, biar Abang kenal kan kamu sama teman teman Abang!"
ucap Arief membuat Kinara tertegun.
"ya nanti saja, Kiki lebih suka nonton di rumah sama mami...!"
tak lama mereka sampai di kantor, Arief membuka pintu untuk Kinara.
"hai..... chef Arief ya...?"
ucap seorang perempuan cantik yang baru keluar dari mobil.
"ya...?!"
ucap Arief tersenyum kaku.
"boleh minta Poto?"
ucap perempuan itu menghampiri.
"sayang, ayo keluar...!"
ucap Arief pada kinara.
"hai ini siapa? adik nya?"
tanya perempuan itu.
"bukan, ini istri saya!"
"oh, chef Arief sudah menikah!?"
Arief mengangguk.
"ya sudah tidak apa-apa, saya boleh kan minta Poto?"
Arief Menoleh pada kinara yang tampak tidak suka.
tanpa persetujuan dari Arief, perempuan itu mendekat dan berpose bersama Arief.
"terimakasih ya chef Arief..Aku salah satu penggemar Acara kamu loh..!"
ucap perempuan itu tak menghiraukan Kinara.
"oh ya Terima kasih, kami permisi..!"
ucap Arief lalu meraih tangan Kinara.
"kamu mau minum apa?"
ucap Arief saat mereka sampai di ruangan.
"enggak haus...!"
ucap kinara lalu duduk di kursi nya, terlihat Carles memperhatikan interaksi mereka berdua karena ruang kerja itu terdapat tiga kursi, Carles, Arief dan Kinara.
"kamu marah?"
tanya Arief mengikuti langkah Kinara.
"enggak apa-apa bang...Kiki tahu kalau keadaan nya pasti akan seperti itu?!"
ucap kinara lalu menyalakan laptop nya.
"ya tapi kamu jangan marah, Abang...!"
ucap Arief terhenti saat melihat Kinara menatap nya.
"ini di kantor, dan Kiki harap kita bisa profesional. kita lanjutkan nanti di rumah...!"
ucap kinara membelakangi suami nya itu.
ah entahlah rasa nya lebih baik diam dari pada berujung perselisihan, ia juga malu karena ada Carles.
tiba jam makan siang.
"setelah jam makan siang kita akan meeting, ada investor baru yang mau bergabung dengan kita....jadi kamu siap ya Ki...!"
ucap Carles dan di angguki oleh kinara.
"ya sudah kita makan siang dulu...!"
"oke...!"
"sayang, kita makan di apartemen yuk!"
"enggak, kita makan di restoran aja, kita kan mau meeting jadi nanti setelah makan Kiki harus siap kan berkas berkas nya...!"
ucap kinara membuat Arief termangu.
"ya sudah....!"
ucap Arief mengalah tak ingin berdebat.
"kamu masih marah?"
"Kiki enggak marah? siapa yang bilang Kiki marah, Kiki lapar mau makan...!"
ucap Kinara duduk di kursi terlihat beberapa memperhatikan mereka berdua.
'aku belum terbiasa dengan keadaan dimana kita menjadi pusat perhatian...'
Arief diam memperhatikan kinara yang fokus dengan makanan nya tak sedikit pun berbicara atau Menoleh pada nya, Arief tahu istri nya itu tengah marah.
"de...."
"HM....?"
"kita pulang nya ke apartemen ya!"
"ya....!"
ucap kinara singkat membuat Arief prustasi.
"apa Abang Harus keluar dari acara itu?"
"mana bisa, bukan kah Abang sudah terikat kontrak untuk enam bulan ke depan, jadi ya sudah lah lambat laun juga Kiki akan terbiasa dengan keadaan ini...!"
"ya tapi jangan seperti ini sama Abang...?!"
"lantas Kiki harus bagaimana, Apa Abang tidak mengerti...?!"
"ya, Abang paham.. tapi kamu harus percaya sama Abang kalau Abang enggak akan pernah berpaling...!"
ucap Arief membuat kinara tertegun.
"ya, Kiki percaya....!"
"meski aku tidak bisa menutupi Rasa cemburu ku...!"
gumam kinara sendiri dalam hati.
setelah selesai makan siang keduanya kembali ke kantor setelah Arief melaksanakan shalat Dzuhur.
"kita langsung ke ruang meeting saja rief...!"
ucap Carles dan di angguki oleh Arief.
kinara mengikuti langkah Arief di belakang, Arief Menoleh lalu menuntun tangan istrinya itu menuju ruang meeting.
Carles memperkenalkan seorang investor baru yang akan bekerja sama dengan perusahaan itu, pengusaha muda itu bernama Raimond.
Arief terdiam saat Raimond Terus menatap Kinara yang tengah berbicara di depan layar menjelaskan produk terbaru mereka.
Arief memperhatikan kinara yang bicara dengan santai tak menghiraukan Arief yang terus menatap nya lekat.
Arief tidak suka pria lain memperhatikan istri nya itu, apa itu yang di rasakan istri nya juga.
"saya suka sekali dengan produk baru tersebut,dan saya akan bergabung di perusahaan ini untuk memasarkan produk tersebut...!"
ucap Raimond di angguki oleh Carles yang tersenyum puas dengan kinerja Kinara yang sangat baik.
"Alhamdulillah... kita dapat investor baru, dia juga bersedia membantu memasarkan produk kita....!"
ucap Carles saat Raimond sudah berpamitan pulang.
"ya, gue juga ikut senang... terima kasih my wife..!"
ucap Arief merangkul bahu istri nya itu.
"kita pulang....!?"
ucap Arief di telinga istri nya itu.
"ya sudah rief gue balik duluan...!"
ucap Carles meninggalkan pasutri itu.
"kamu emang the best...!"
ucap Arief memeluk istrinya dari belakang.
"nanti setelah selesai kuliah, Abang juga akan bisa berbicara seperti Kiki, asal Abang fokus belajar saja...!"
ucap Kinara senyum merapikan berkas pekerjaan nya.
"Abang lebih fokus sama kamu!?"
ucap Arief meraih pinggang kinara.
"Abang mau kamu percaya Ki, bahwa apa yang Abang kerjakan untuk kita, bukan hanya untuk Abang sendiri, Abang juga menerima pekerjaan itu karena Abang ingin memulihkan kembali kondisi keuangan kita, jadi Abang mohon kamu percaya sama Abang, Abang enggak ada pikiran lain meski banyak fans tapi cuma kamu perempuan yang Abang sayangi..!"
ucap Arief membuat kinara termangu.
"ya Kiki Juga tahu tapi apa salah kalau Kiki cemburu lihat perempuan lain memperhatikan Abang seperti itu, sama hal nya Abang juga enggak suka kan lihat pak Raimond memperhatikan Kiki.....?!"
"ya, itu salah satu alasan kenapa Abang mau kamu di rumah!" ucap Arief memeluk istrinya itu.
bersambung.
terimakasih yang sudah mampir...😍😍😍