Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
kejutan.



kinara mencoba menghubungi nomor Arief namun nomor nya sedang sibuk, entah sedang telpon siapa.


kinara meletakkan ponselnya di nakas Kemudian beranjak untuk berganti pakaian, di lirik nya dress muslim cantik itu, kenapa rasanya begitu malas.


"ayo dong Ki... bentar lagi Tamu nya datang loh..!"


ucap ayu memperhatikan kinara yang sejak tadi mondar-mandir tidak jelas.


"Ki, kalau cowok nya lebih cakep dari Arief gimana?


Lebih keren,cool terus bukan duda lagi...!"


"astaga Ayu....!"


ucap kinara melotot.


"kenapa bawa bawa duda sih?"


ucap kinara manyun lalu pergi mengambil dress tersebut masuk ke ruang ganti.


tak lama kemudian kinara keluar dengan dress muslim yang melekat pada tubuh nya.


"cantik Ki.....!


enggak dandan juga cantik... yakin deh tuh cowok enggak bakal Nolak kalau di jodohkan sama cewek secantik kamu Ki....!"


ujar Ayu membuat Kinara semakin gelisah sementara Ayu malah Terkekeh.


tak lama terdengar ponsel nya berdering, terlihat Arief melakukan panggilan video.


"udah cantik belum?"


ucap kinara dengan pasmina diamond berwarna toska.


"sip.....!"


ucap ayu senyum.


"hai ......!"


ucap Arief senyum menatap wajah cantik calon istri nya itu.


"bang.... kamu mau kemana?"


ucap kinara Menilik wajah Arief yang tampak tampan serta Koko kemeja yang warna nya sama dengan dress milik nya.


"udah cantik, siap ketemu cowok yang mau di jodohin sama kamu?"


"bang kenapa mengalihkan pembicaraan..."


tanya kinara manyun.


"jangan manyun seperti itu Ki....!"


"kenapa....?"


"gemes......!"


"ada ayu loh di sini....!" ucap kinara membuat Arief tertawa kecil.


"Abang mau pergi sama Papih....mau makan malam di rumah teman!"


"oh gitu... rapi amat!"


"emang harus nya gimana?"


"tahu ah ....!"


ucap Kinara memalingkan wajahnya, kesal karena Arief bersikap begitu santai.


"udah ya, nanti Abang telpon kamu lagi de..."


"bang, kamu enggak khawatir sama aku...!"


"enggak, Abang percaya kalau kamu cinta sama Abang, kamu akan menolak pria manapun yang datang meminta kamu...!"


ucap Arief membuat kinara tertegun.


"udah ya!"


Kinara mengangguk kemudian mematikan ponselnya.


"so sweet banget sih tuh duren....!"


"HM....?"


ucap kinara menoleh pada ayu yang tersenyum.


"eh, tapi si Arief duda juga cuma status doang.. aslinya masih ori, Secara kan dia itu nikah sama cewek sakit yang enggak bisa di ajak....."


ucapan ayu terhenti saat melihat kinara menggeretakan gigi nya.


"bener kan Ki berarti Arief belum pernah...."


"ayu...........!"


ucap kinara memeluk gemas sahabat nya itu dari belakang.


"ada apa Ki...?"


ucap Yasmin masuk ke dalam kamar.


"kalian berantem....?"


"enggak, ayu nih bercanda nya bikin kesel..."


ucap kinara manyun.


"ayo sini...!"


ucap Yasmin menarik tangan kinara untuk duduk di kursi menghadap kaca.


"biar Bunda yang dandanin kamu...!"


"HM... enggak usah Bun...!"


ucap kinara Menolak tangan Yasmin yang hendak merias wajahnya.


"kenapa?"


"malas ah Bun....!"


"jangan seperti itu?"


ucap Yasmin namun di tahan oleh tangan kinara lagi.


"kinara bisa sendiri....!"


"cepat Ki, tamu nya sebentar lagi datang...!"


"HM......!"


ucap kinara tertegun.


"Bun.....ayo ajak Kiki keluar, pak Wisnu dan keluarga nya sudah datang!"


ucap Kahfi di balik pintu.


"benar Ki, udah datang....tiga mobil lagi"


ucap ayu melihat ke bawah.


"ya udah enggak sempat dandan kalau begitu Bun....!"


Yasmin menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.


"ya udah ayo keluar....!"


"ya ampun Kiki......!"


ucap Yasmin gemas dengan tingkah laku putri nya itu.


"deg degan Bun..asli!"


ucap kinara nyengir.


"ya udah....ayo !"


ucap Yasmin menarik tangan Kiki untuk keluar namun kinara menahan tubuhnya.


"Bun....!"


"apa lagi?"


"bener ya Kiki boleh nolak kalau Kiki enggak suka!"


"ya ..... tapi awas jangan nyesel yah"


ucap Yasmin kemudian menarik tangan Kinara di ikuti ayu di samping kinara.


"ayo sini.....!"


ucap kahfi memanggil Kinara yang baru turun dari tangga bersama Yasmin sang istri tercinta.


Kinara memperhatikan pria paruh baya yang berdiri di samping Kahfi dan seseorang yang fostur tubuh nya hampir sama dengan Arief membelakangi.


jantung Kinara berdetak kencang saat jarak nya semakin dekat, hawa di sekitar terasa panas hingga membuat nya berkeringat padahal di ruangan itu ada pendingin ruangan.


kinara menghentikan langkahnya saat Pria itu membalikkan tubuhnya, kinara Langsung menganga tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Bang......!"


ucap kinara terbata menggigit bibirnya.


"ayah....ini maksudnya apa?"


ucap kinara sementara yang lain senyum melihat hal itu.


"Ki......!"


"tunggu dulu.......!"


ucap kinara menghentikan langkah Arief yang hendak mendekat.


"ya....sini ayah akan jelaskan...!"


ucap kahfi meraih tangan kinara menuju ruang tengah sambil tersenyum menatap wajah Yasmin.


"ini maksudnya apa?"


"ya Ki, sejak awal kalian sudah di jodohkan!"


ucap kahfi membuat kinara mengernyitkan dahinya.


"Kiki enggak ngerti.....!"


"jadi gini Ki... kalian sudah di jodohkan sebelum kalian bertemu...ayah tahu kamu dan Arief bertemu karena insiden yang tidak disengaja kan?"


Kinara mengangguk.


"maaf ayah ....!"


"tidak apa-apa....!"


ucap Kahfi merangkul bahu putri nya itu.


"bang Arief udah tahu soal ini?"


"kemarin waktu.....kita ketemu di rumah Sakit, Abang juga awal ny enggak tahu ki.. tapi saat dokter Riko menyebutkan nama Kinara, di situ Abang mencari tahu soal kamu sama Papih...!"


"Terus kenapa enggak kasih tahu Kiki soal ini kalau Abang udah tahu....!


pantesan santai banget...!"


ucap kinara memanyunkan bibirnya.


"kejutan buat kamu Ki....?"


"kejutan apaan kayak gini...Abang Seneng gitu lihat Kiki gelisah...!"


"enggak gitu ki....!"


ucap Arief, sementara yang lain hanya diam mendengar interaksi mereka yang justru malah berdebat.


Kahfi dan Yasmin senyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah kinara dan Arief yang tak memperdulikan mereka yang berada di sekitar.


"eh Mau kemana?"


ucap Arief melihat kinara beranjak, namun di tahan oleh Kahfi.


"eh tunggu dulu, mau ke mana!"


"sebel deh , ayah ngerjain Kiki ....!"


Kahfi senyum kemudian merangkul bahu kinara untuk duduk di samping Yasmin.


"ya, maaf ya sayang..."


ucap kahfi senyum.


"rief coba kamu bicara maksud kedatangan kamu ke rumah ini...?"


"mau melamar Kinara, Abang kemarin udah janji mau datang untuk melamar kamu, nah sekarang Abang tepati janji Abang sama kamu de....!


meski awalnya terkesan rumit tapi dari awal Abang Pilih kamu...!"


ucap Arief membuat wajah kinara memerah melihat semua orang melihat ke arah nya.


"bun....!"


ucap kinara malah bersembunyi di balik tubuh Yasmin yang terkekeh kecil.


"kemarin aja bilang nya enggak mau!"


ucap Wildan yang ikut hadir meledek keponakan nya itu.


"apa sih Om?"


ucap kinara melempar bantal ke arah Wildan.


"udah gercep....!"


ucap Wildan terkekeh merengkuh tubuh istrinya.


"gimana Ki....?" ucap Mami Arief bertanya.


"gimana Bun...?"


ujar kinara tak berani menatap wajah Arief yang tengah menatap nya.


"kok tanya bunda sih?


kamu yang mau nikah. gimana diterima enggak?"


Kinara mengangguk kecil kemudian memeluk Yasmin yang Terkekeh kecil, untung lah tak ada si kembar, kalau mereka ada pasti meledek tingkah laku kakak nya itu.


"Alhamdulillah......!"


ucap Kahfi dan Wisnu serentak.


bersambung.....


terima kasih yang udah mampir...