
Kahfi memeluk kinara saat mendengar jika putri nya itu tengah hamil, Arief tersenyum melihat hal itu.
"jaga baik baik. kamu harus nurut sama suami dan juga bunda ya..!"
ucap Kahfi melepaskan pelukannya.
"ya, yah....!"
ucap kinara senyum.
"ya sudah kamu masuk ke dalam kamar..."
ucap Kahfi dan di angguki oleh kinara yang beranjak dari duduknya bersama Arief.
"masih bisa jalan...?"
kinara mengangguk sambil senyum.
Yasmin sudah mempersiapkan kamar yang berada di bawah agar kinara tak harus bolak-balik naik tangga.
"kamu duduk...!"
ucap Arief berjongkok di hadapan kinara.
"maaf ya sayang...!
terimakasih untuk hal yang membahagiakan ini...!"
ucap Arief menyentuh perut kinara yang masih rata.sementara kinara menyentuh kepala suaminya lalu membelainya.
keduanya saling menatap sayang sambil tersenyum.
"ayo sekarang naik....!"
ucap Arief menaikkan kedua kaki istrinya untuk berbaring di ranjang.
"kamu butuh apa? bilang ya sama Abang!"
ucap Arief menyentuh kepala Kinara.
"Abang mengerti kekhwatiran bunda kamu, tapi kamu harus percaya kalau Abang tidak akan mengabaikan kamu lagi, Abang akan belajar dari kesalahan...!"
ucap Arief dengan jarak yang begitu dekat dengan kinara.
"ya, maafkan Bunda bang karena....!"
ucap kinara menunduk.
"tidak apa-apa...Abang paham, seorang ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya...bisa jadi rasa khawatirnya itu juga karena dia begitu menyayangi kamu!"
ucap Arief senyum.
"sekarang kamu istirahat ya, Abang akan menjaga kamu!"
ucap Arief merengkuh tubuh istrinya itu, kinara tersenyum lalu terlelap bersama.
beberapa waktu berlalu...
kinara tersenyum saat melihat Arief sudah pulang waktu menunjukkan pukul setengah lima sore.
seperti janji nya bahwa ia akan lebih memperhatikan istri nya itu, Arief memang masih mengisi acara namun itu hanya seminggu sekali dan di waktu siang karena malam hari Hanya milik istri nya itu.
"sudah pulang?"
tanya kinara yang duduk di ranjang.
"sudah.....!"
ucap Arief mencium kening istrinya.
"kamu butuh sesuatu?"
tanya Arief.
"atau kamu mau makan sesuatu?"
"Kiki masih kenyang bang.... terimakasih!"
ucap Kinara membelai rambut suami nya itu.
"Apa tidak ada keluhan setelah kecelakaan kemarin?"
tatap Kinara.
"tidak, Alhamdulillah Abang sehat. itu karena doa tulus dari seseorang yang menyayangi Abang.....!"
"maafkan Kiki ya bang...!"
"kenapa minta maaf, Kamu tidak pernah salah!"
ucap Arief duduk di samping Kinara membelai rambut nya yang panjang.
suasana seperti ini lah yang ibu hamil ingin kan, di berikan perhatian lebih.
"Bagaimana dengan keadaan perusahaan?"
"tidak ada masalah, semua berjalan lancar."
"syukur lah....!"
"weekend ini alea akan menikah dengan Revan, dan dia akan berhenti bekerja.
Abang juga sudah tidak menerima tawaran kerja lagi...!"
"kenapa?"
tanya Kinara mendongak.
"karena Abang mau fokus sama kamu...!"
"tapi.....!"
ucap kinara terhenti saat Arief menyentuh bibir nya dengan telunjuk.
"Abang ingin fokus dengan kuliah, perusahaan dan yang terpenting itu kamu!
Abang juga lebih suka memantau perkembangan restoran....!"
ucap Arief menatap kinara lekat.
"kamu yakin bang?"
"kenapa tidak, Abang tidak mau mengulang kesalahan yang sama dengan membuat kamu menangis, Abang bahkan belum sempat membahagiakan kamu...!"
"Kiki bahagia kok...."
ucap Kinara mendekap tubuh Arief.
"Kiki enggak apa-apa kalau Abang masih mau ngisi acara itu?"
"enggak, kamu tahu dulu saat papih mengatakan Abang harus meninggalkan dunia chef jika ingin bersama mu, tanpa berpikir panjang Abang menerima hal itu. dan tak semestinya Abang mengabaikan apa yang dulu Abang perjuangkan..."
ucap Arief menunduk.
"Abang merasa gagal menjadi seorang suami saat bunda tak mempercayai Abang untuk menjaga kamu, itu karena memang Abang lalai...dan sekarang Abang ingin membuktikan pada mereka bahwa Abang bisa menjaga kamu...!"
ucap Arief membuat Kinara tertegun.
Kiki tidak minta Apa apa, cukup kamu yang memberi tanpa Kiki minta....!"
ucap Kinara senyum.
"Abang akan berusaha untuk itu... Ilove you baby...!"
ucap Arief mencium pucuk kepala Kinara.
"chef......!"
ucap kinara mendongak.
"HM....?"
"Ilove you....!"
"love you so much Kinara."
sejak saat itu Arief memang lebih mengutamakan kepentingan istri nya di banding kan yang lain nya.
mengatur waktu untuk kuliah dan mengurus perusahaan.sesekali datang untuk memantau perkembangan restoran nya, hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat. kini usia kandungan kinara sudah mencapai tujuh bulan.
dan Arief meminta bantuan Yasmin untuk membuat Acara syukuran karena saat usia empat bulan Kinara masih harus bed rest.
"bang....!" ucap kinara menghampiri Arief yang sedang berbicara dengan Yasmin, namun terhenti saat Kinara datang.
"eh sayang, kamu butuh sesuatu!"
"enggak, lagi apa sama Bunda?"
"enggak apa-apa lagi ngobrol biasa aja!"
"oh...."
ucap Kinara duduk di kursi.
"ya sudah bunda pergi dulu ya,ada perlu sama mami Yuni... bye..!"
ucap Yasmin meninggalkan mereka berdua.
"bunda ngapain ketemu mami?"
"mungkin Mau beli baju...!" ucap Arief mengambil buah apel untuk istri nya itu.
weekend ini Arief berencana untuk memberikan Kinara kejutan di bantu oleh Yasmin juga Yuni, Arief berencana untuk membuat acara syukuran di rumah baru mereka yang belum di ketahui oleh kinara.
"halo jagoan Dady...!"
ucap Arief mengusap perut kinara.
"emang Mau nya cowok ya Bang?"
"ya, biar kayak Dady nya...!"
"tukang masak gitu?"
"emang kenapa kalau tukang masak?"
ucap Arief membuat kinara Terkekeh kecil.
"kenapa hm?"
ucap Arief memeluk Kinara dari belakang.
"enggak apa-apa... sesuatu!"
ucap kinara kembali Terkekeh.
weekend...
"kita mau kemana bang?"
"keluar?"
ucap Arief santai, keduanya memakai pakaian dengan warna senada.
"bunda kemana sih, dari pagi pergi sama ayah!"
tanya kinara.
"oh, mungkin mereka sedang keluar..ayo kita berangkat" waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi.
Kinara menurut dan naik ke mobil.
tak lama mereka sampai di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah.
"rumah siapa ini Bang?"
"rumah kita....!"
ucap Arief membuka pintu mobil.
kinara turun dari mobil dan menggandeng tangan Arief untuk masuk ke dalam rumah.
Kinara tercengang saat melihat Yasmin yang keluar dari rumah itu.
"assalamualaikum....!"
ucap Arief.
"walaikumsalam.....!"
ucap Yasmin memeluk putri nya itu.
"ini ada apa ? kok udah kumpul aja sih?"
Tutur Kinara Menoleh pada Arief yang tersenyum.
terlihat beberapa kerabat sudah berkumpul, termasuk Wildan dan juga keluarga lainnya.
teman teman Arief dan juga ayu sahabat Kinara yang sudah datang.
"Abang sengaja kasih kejutan ini untuk kamu, rumah ini untuk kita, Abang sengaja meminta Mami dan bunda untuk mengurus semua nya.
mengurus acara syukuran untuk kandungan kamu, anak kita...di sini!" ucap Arief lalu mengajak Kinara untuk masuk dan bergabung.
Arief juga meminta beberapa anak yatim-piatu untuk ikut hadir dan mendoakan keluarga mereka.
memberikan beberapa santunan kepada kaum duafa dan anak yatim.
"terimakasih sudah memberikan semua ini bang, bagi Kiki kamu itu Pria hebat yang keberadaannya begitu Kiki Syukuri..!" ucap Kinara dengan mata berkaca-kaca,
"jangan menangis kecuali air mata kebahagiaan.." ucap Arief lalu keduanya berpelukan.
Tamat.
terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍
terimakasih yang like' and komentar.
boleh ya mampir ke novel author yang baru
terimakasih 😍😍😍😍