
Kahfi memperhatikan ponsel nya, beberapa kali melakukan panggilan telepon pada Kinara namun nomor Putri nya itu selalu sibuk.
"kenapa bang?"
ucap Yasmin yang baru selesai mengepak barang barang yang hendak ia bawa pulang.
"Kiki tuh dari tadi sibuk telponan, enggak tahu sama siapa...!"
ucap Kahfi menghampiri Yasmin yang terlihat kelelahan, usia nya sudah kepala empat namun kecantikan nya tak pernah berkurang.
"pernah muda kan bang, Jangan bersikap protektif seperti itu.kasihan Kinara!"
ucap Yasmin tersenyum saat Kahfi memeluk nya dari belakang.
"bedalah....!"
"apanya yang berbeda....!"
ucap Yasmin Terkekeh saat Kahfi mencubit pipinya gemas.
"aku khawatir apa lagi dengan Wildan...!"
ucap Kahfi mengajak Yasmin untuk duduk di sofa.
"kenapa dengan adik ku itu?"
"mereka terlalu dekat....!"
"tidak masalah, mereka tahu batasan!"
"semoga saja Sayang...!"
ucap Kahfi menyandarkan tubuh Yasmin padanya.
bukan hanya Rama yang merasa khawatir dengan kedekatan mereka, tapi kahfi juga merasa kan hal yang sama.
namun Rama cukup lega karena Wildan mau menerima perjodohan itu, dan rencana nya weekend depan mereka akan bertunangan.
"pulang nanti aku akan mengatur pertemuan kita dengan keluarga Wiguna"
ucap Kahfi sambil membelai rambut panjang milik Yasmin.
"kamu yakin bang?"
"ya aku yakin, keluarga Wiguna itu sahabat papih ku, dari dulu beliau ingin berbesan dengan keluarga ku, aku tahu seperti apa keluarga mereka.jadi aku rasa aku tidak akan salah memilih...!"
ujar kahfi membuat Yasmin tertegun.
"tapi bagaimana kalau Kinara tidak mau?"
tanya Yasmin menatap wajah suaminya.
"kenapa harus Menolak, aku memilih kan pria yang baik untuk nya.. meski aku belum pernah bertemu dengan anak nya pak Wisnu!
tapi aku yakin anak pak Wisnu pasti tampan, seperti aku" ucap kahfi terkekeh kecil melihat Yasmin yang menggelengkan kepalanya mendengar hal itu.
"Wisnu?"
"ya namanya Wisnu Wiguna... nama istri nya Yuni, nanti kita akan bertemu dan membahas tentang anak kita!"
ucap Kahfi dan di angguki oleh Yasmin.
Yasmin terdiam memikirkan Kinara yang mungkin saja Menolak keinginan itu, ia. tahu bagaimana Kinara ia paling tidak mau di jodohkan.
"kenapa sih harus di jodohkan Bun, kinara bisa kok cari sendiri...!"
ucap kinara kala itu tak setuju dengan rencana sang ayah.
**
"mana mau aku sama cewek yang suka bikin masalah seperti ini....!"
ucap kinara Terkekeh kecil membuat Arief mendelik sambil tersenyum, saat ini kedua nya tengah berada di apartemen.
tadi siang Arief menjemput Kinara dirumah nya,
"makanya jangan suka menjudge orang sembarangan...tahu nya malah..
hahaha..."
ucap kinara tertawa saat Arief menggelitik pinggang nya.
"geli tahu bang... kamu!"
ucap kinara menghindari tangan Arief.
"ya suka bikin masalah sampai bikin aku enggak bisa tidur....!"
ucap Arief Terkekeh kecil mengingat awal awal mereka bertemu dan berseteru.
"masa sih bang....!"
ucap kinara tersenyum melihat wajah Arief yang memerah.
"ya, kalau enggak di larang kemarin juga udah di lamar...!"
"HM...."
ucap kinara kembali terkekeh.
beberapa hari ini mereka memang dekat, Arief bahkan tak bisa jauh dari gadis itu.
"besok kayak nya enggak bisa ketemu bang!"
ucap kinara beranjak mengambil minum.
"kenapa?"
tanya Arief beranjak menghampiri Kinara di dekat lemari es.
ucap kinara teringat percakapan nya dengan kahfi tadi pagi.
"aku ikut...!"
"jangan bang, nanti ya Kiki kenalin Abang sama orang tua Kiki..?"
"tapi kapan?"
tanya Arief yang ingin mengetahui lebih jauh tentang gadis itu.
"nanti Kiki atur bang, karena ada hal yang harus aku selesaikan dulu!"
ucap Kinara mengingat ucapan Kahfi bahwa sepulang dari Rusia, mereka akan mengadakan pertemuan keluarga dengan teman sang Ayah.
"kuliah....!"
ucap kinara berbohong.
ia juga tidak tahu harus mengatakan hal ini atau tidak pada Arief, tapi ia ingin menyelesaikan masalah itu sendiri.
"kenapa ngelamun? gimana dong aku de kalau enggak ketemu kamu, besok weekend lagi!"
ucap Arief mengikis jarak di antara keduanya hingga tak ada jarak di antara mereka.
"bang.....!"
ucap kinara mendorong tubuh Arief pelan kemudian beranjak dari tempat namun cepat Arief mendekap tubuh nya.
"Ki, kita menikah saja.
aku tidak bisa jika harus seperti ini?"
ucap Arief melepaskan Perempuan itu.
"ya Tapi tidak semudah itu, aku harus membicarakan soal ini dengan ayah dan bunda bang, tapi apa kamu yakin Bang dengan keinginan itu?"
ucap Kinara menatap netra milik Arief.
"ya aku serius.. aku cinta sama kamu Ki.. biarkan aku bertemu dengan orang tua mu!"
ucap Arief dengan mantap memegang tangan Kinara, Arief tak ingin kesalahan yang lalu kembali terulang lagi hingga ia harus kehilangan perempuan yang ia cintai, ia dan Alea berpisah karena ia terlalu lama mengulur waktu untuk bertemu dengan orang tua nya hingga mereka lebih dulu mempertemukan Alea dengan lelaki pilihan orang tua nya.
"ya, aku akan bicarakan soal ini dengan mereka nanti!
kamu mau bersabar kan?"
ucap kinara senyum, pertama kali nya ia merasakan hal yang begitu membahagiakan, Arief dengan lantang melamar nya padahal kedekatan mereka baru beberapa waktu tapi Arief langsung mengajak nya Menikah.
"bang... kamu enggak ke restoran?"
tanya kinara mengambil tasnya.
"enggak tadi pagi udah mungkin nanti sore... kamu mau kemana?"tanya Arief melihat Kinara memakai tas nya.
"bang... kita main ke mall yu.. kayaknya enggak baik deh kalau kita berduaan terus di apartemen?"
ucap kinara tersenyum kaku.
"ya udah... kita pergi nonton!"
ucap Arief kemudian menarik tangan Kinara pelan.
pikiran nya tak menentu memikirkan penuturan Arief yang ingin melamar nya, nanti bagaimana kira kira tanggapan dari sang ayah.
keduanya berjalan beriringan dengan tangan yang terus terpaut, dari jauh seseorang memperhatikan kinara dan Arief yang tampak sedikit mesra.
apa ia harus memberi tahu soal ini pada kahfi? tapi apa yang mereka lakukan di apartemen?
gumam Rayan yang melihat mereka keluar dari salah satu apartemen.
setengah jam kemudian mereka sampai di mall, bergegas Arief membuka pintu untuk kekasih nya itu, kinara terpaku saat melihat Wildan yang tengah menatap nya di sebrang jalan bersama seorang perempuan cantik yang kemarin ia lihat bersama.
"ki..."
ucap Arief membuat Kinara Menoleh seketika.
"ayo....!"
ucap Arief meraih tangan kinara untuk keluar dari mobil.
bergegas Wildan menghampiri mereka berdua yang tengah melangkah masuk ke dalam mall.
"ki... kamu sama siapa?"
ucap Wildan menghentikan langkah Kinara bersama Arief.
"aku Arief, pacar Kiki....!atau calon suami"
ucap Arief mengulurkan tangannya pada Wildan.sementara kinara diam membeku mendengar penuturan Arief yang tanpa basa-basi.
"Wildan...!"
ucap Wildan dengan terpaksa menerima uluran tangan dari Arief yang ia ketahui bahwa pria itu lah yang memiliki masalah dengan keponakan nya itu, apa yang terjadi di antara keduanya hingga Arief mengenalkan diri sebagai calon suami Kinara.
bersambung.
terima kasih yang udah mampir 😍
jangan lupa like dan komentar ya biar Author semangat.
langit hawa udah tamat ya, jadi sekarang Author lagi nulis dua novel.
yang ini sama satu lagi.
judul nya."wanita idaman lain"
boleh mampir ya😍😍😍