
setelah sarapan keduanya bersiap untuk pergi ke kantor, Arief memperhatikan Kinara yang tengah berias di depan cermin.
"Natural aja yang.....!"
ucap Arief merebahkan tubuhnya di ranjang Membuat Kinara Menoleh seketika.
"ini juga natural, enggak menor menor..."
ucap kinara lalu menggunakan kerudung segitiga nya.
"kenapa enggak semangat gitu....?"
ucap kinara menghampiri Arief kemudian terkesiap karena Arief menarik tangan nya hingga jatuh menindih tubuh Arief.
"aku rugi kalau di luar sana banyak yang menikmati kecantikan istri ku ini....!"
"astaga.... jangan bersikap fosesif seperti itu...!"
ucap kinara hendak beranjak namun di tahan oleh Arief.
"sudah siang, kita kan mau meeting bang...!"
ucap kinara menyentil hidung Arief yang mancung.
"ya sudah.....!"
ucap Arief beranjak kemudian berjalan sambil memeluk kinara.
"kalau begini Kiki yakin kita enggak akan keluar dari kamar....!"
ucap kinara membuat Arief Terkekeh.
"ya sudah, Ayo...!"
ucap Arief menuntun tangan kinara berjalan.
"maaf den, ada pak Hans menuggu di depan...!"
ucap pembantu saat mereka turun dari tangga.
"oh gitu....!"
ucap Arief menghampiri Hans di depan rumah.
"selamat pagi....!"
ucap Hans tersenyum kecil.
"sudah siang Hans....!"
ucap Arief membuat kinara Terkekeh.
"Ya saya rasa juga seperti itu...!"
"jangan kaku seperti itu Hans, aku bukan papih.
panggilan saja nama ku tidak perlu sungkan!"
"baik ...!"
ucap Hans kemudian membuka pintu mobil.
"apa kamu sudah memberi tahu semua investor perusahaan kita....?"
ucap Arief dan di angguki oleh Hans.
"nanti kamu yang bicara dengan investor ya...!"
ucap kinara membuat Arief menoleh.
"aku....?"
"ya, tentu saja kamu. jangan khawatir aku akan membantu mu meyakinkan mereka bahwa penjualan produk kita akan kembali stabil...!
kamu anak nya, aku hanya menantu tapi kamu jangan cemas. kamu Pasti bisa bang"
ucap kinara senyum menggenggam tangan Arief.
tak lama mereka sampai di kantor, beberapa karyawan mengetahui tentang pernikahan kedua Arief.
Kinara memperhatikan beberapa karyawan perempuan menatap kagum suaminya itu, Arief begitu tampan dengan jas hitam nya.
"kemarin emang duren, sekarang udah nikah lagi...!"
ucap salah satu karyawan dan terdengar oleh kinara namun kinara tak menghiraukan hal itu, bukan hal yang aneh jika banyak wanita yang mengagumi sosok chef tampan itu.
"bang, Kiki ke toilet sebentar....!"
ucap kinara dan di angguki oleh Arief,, beberapa investor dan kolega bisnis yang lain nya sudah datang.
"cantik ya istri kedua nya Chef Arief...!
kalau yang pertama itu sakit kanker kalau tidak salah jadi enggak sempat lihat....!"
ucap salah seorang karyawan perempuan yang juga berada di toilet yang tak menyadari keberadaan Kinara.
"kalau kerja disini mengganti kan pak Wisnu, bisa cuci mata tiap hari...di jamin Betah..."
"cool banget loh chef Arief... aku juga enggak bakal Nolak meski pun duda tapi cakep banget...!
beruntung banget sih istri nya sekarang..."
ucap yang satu nya lagi, namun mereka langsung terdiam saat Kinara menyalakan kran air.
ternyata dimana mana suaminya itu banyak sekali fans nya.
kinara berjalan keluar dari toilet berbarengan dengan Kahfi yang baru sampai di perusahaan itu.
"sayang.....!"
ucap Kahfi melihat kinara berjalan menghampiri.
"ayah baru sampai...?"
"ya... kamu sendiri?"
"Kiki dari toilet....!"
ucap kinara yang langsung menggandeng tangan sang ayah memasuki ruang meeting.
meeting pun di mulai, Hans memperkenalkan Arief pada investor dan kolega bisnis yang bergabung dengan perusahaan Wisnu.
Kinara duduk di samping Arief yang tengah memperkenalkan diri kemudian membahas permasalahan di perusahaan tersebut.
beberapa berbisik tidak percaya jika Arief yang akan memimpin perusahaan Sementara mereka tahu kalau Arief seorang chef.
"tapi bagaimana bisa seorang chef memimpin perusahaan.bukan kah seorang chef hanya bisa memasak?"
"Anda benar, tetapi anda tidak perlu cemas saya sedang kuliah bisnis juga, di tambah ada istri dan mertua saya yang akan membantu mengatasi persoalan penjualan produk kami yang sedikit merosot, kami akan menambah kwalitas produk kami agar penjualan nya kembali stabil....!"
ucap Arief kemudian Kinara berdiri di samping Arief menjelaskan secara detail rencana mereka untuk menstabilkan penjualan produk mereka yang sempat menurun.
semua mengangguk saat kahfi ikut berdiri dengan anak menantu nya itu, meyakinkan para investor dan yang lainnya agar tetap bergabung dan tidak menjual saham mereka.
"bagaimana, apa disini masih ada yang mau mundur?"
ucap kahfi bertanya namun semua diam karena mereka percaya dengan kinerja Kahfi yang sudah berpengalaman dalam dunia bisnis.
"Kami akan memberikan waktu satu bulan ini, jika kondisinya kembali stabil maka kami akan tetap berada di perusahaan ini....!"
"Alhamdulillah... terima kasih untuk kepercayaan nya....!"
ucap Kahfi, lalu meeting pun berakhir dengan kesepakatan bahwa mereka akan tetap menjadi investor di perusahaan tersebut jika dalam satu bulan ini kondisi perusahaan kembali membaik.
Arief duduk bersandar di kursi sambil menghela nafas panjang,,
"terimakasih yah, sudah bantu Arief meyakinkan mereka!"
ucap Arief pada Kahfi yang duduk tak jauh dari nya.
"ya kita kan satu keluarga, kamu jangan sungkan karena ayah dan papih mu teman Akrab jadi ayah tidak akan diam saja melihat perusahaan ini bermasalah...!"
"ya, terima kasih yah..... terima kasih juga Ki!"
ucap Arief menatap kinara yang tersenyum padanya.
"ya sudah, ayah harus kembali ke kantor... pelajari saja detail produk tersebut.. Kinara pasti paham...!"
ucap kahfi lalu beranjak dari duduknya.
"hati hati yah....!"
ucap kinara mencium tangan kahfi di Ikuti oleh Arief.
"ya, kalian juga....!"
ucap kahfi lalu pergi keluar.
"kenapa...?"
ucap kinara Menilik Arief yang menatap nya intens.
"sini.....!"
ucap Arief menepuk paha nya agar Kinara duduk di pangkuan nya, namun kinara menggeleng.
"ini tuh di kantor....!"
ucap kinara manyun membuat Arief gemas.
"ya udah kita ke ruangan papih yuk!"
ucap Arief menuntun tangan Kinara untuk keluar dari ruangan itu.
beberapa pasang mata kembali memperhatikan kedua nya, terlebih karyawan perempuan yang terus memperhatikan Arief berjalan.
"banyak fans kamu bang...!"
ucap kinara masuk ke dalam ruangan direktur utama milik Wisnu.
"masa sih, perasaan Abang bukan artis atau selebgram...!"
ucap Arief senyum.
ruangan itu cukup besar, terdapat foto keluarga terpampang di dinding.
"berapa kali Abang datang ke ruangan ini..?"
tanya kinara yang melihat Arief tampak sungkan duduk di kursi kebesaran itu.
"entah lah, Abang jarang datang karena memang sibuk di restoran....!"
ucap Arief meminta kinara mendekat.
"apa?"
ucap kinara menghampiri dan Arief langsung meraih tubuh nya untuk duduk di pangkuan nya.
"bang, nanti ada pak Hans masuk?"
ucap kinara hendak beranjak namun Arief menahan nya.
"sudah Abang kunci......!"
ucap Arief memeluk pinggang istri nya itu.
"terimakasih ki , kamu tahu Abang cemburu melihat beberapa dari mereka yang Terus-menerus menatap kagum saat kamu bicara tadi...!"
ucap Arief meraih dagu kinara menatap nya mesra.
"Abang tidak suka melihat mereka memperhatikan istri Abang seperti itu... kalau Abang bisa, Abang tidak akan membiarkan kamu bicara di depan mereka... tapi Abang!" ucap Arief menatap netra indah milik Kinara.
"jangan berpikir fosesif seperti itu, semua tahu kalau Kiki tuh istri kamu bang...Abang juga sama, karyawan perempuan di kantor ini membicarakan Abang.mereka mengagumi sosok pria yang bergelar chef ini..."
ucap kinara memberangus kemudian tersenyum mengalungkan tangannya pada leher suaminya itu.
"benar kah?
tapi hati Abang sudah tertawan kamu..."
ucap Arief kemudian mencium bibir istrinya lembut.
bersambung...
terimakasih sudah berkunjung ke novel author ini.....
jangan lupa like dan komentar ya...😍😍😍