Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
memperjuangkan



Seminggu berlalu setelah kepergian Sinta, Kemarin hari ke tujuh Sinta, Kahfi menggelar pengajian tujuh hari kepergian sang Mami.


pagi itu mereka tengah berenang sementara kinara asyik dengan ponselnya sendiri, berkirim pesan dengan seseorang yang sedikit banyak meredakan kesedihan nya sepeninggal sang Oma.


terlihat sang Ayah dan si kembar tengah bermain bola dalam kolam renang bersama Riko dan juga Wildan yang semalam menginap di rumah bersama Anisa yang kini tengah hamil tiga bulan.


"Ki..... ngapain kamu..?"


ucap Wildan berteriak.


"kepo.....!"


ucap kinara tanpa menoleh, kemudian Anisa Duduk di samping nya.


"kenapa Ki....?"


"HM... enggak Tante!"


ucap kinara Menoleh sekilas sambil terkekeh melihat wajah Wildan yang manyun.


"kapan kamu akan kembali ke Rusia?"


"belum tahu Tan, mungkin nanti lusa Tapi enggak tahu juga soalnya ayah bilang untuk sementara waktu di Indonesia dulu saja..."


"oh gitu.....!"


"ya... ya udah Tan....Kiki mau pergi dulu!"


"kemana Ki...?"


"keluar sebentar.....!"


ucap Kiki senyum.


"sayang....ayo sarapan!"


ucap Yasmin yang baru saja selesai menyiapkan sarapan bersama Hani, sempat terbesit kesedihan jika berada di dapur karena di tempat itu lah mereka sering bersama, ngobrol dan memasak bersama Sinta namun semua tinggal kenangan.. semua mencoba untuk ikhlas atas kepergian perempuan yang amat di sayangi itu.


"Bun...Kiki keluar sebentar..!"


"Mau kemana,kita mau sarapan...!"


"keluar Bun, mau cari soto...!"


"oh, kenapa tadi enggak bilang mau soto!


bunda bisa bikinin buat kamu...!"


"enggak apa-apa Bun...Kiki beli di luar aja!"


Yasmin mengangguk membiarkan anak gadis nya keluar.


beberapa kali Arief datang untuk ikut tahlil di rumah itu, Kahfi sendiri tak mempermasalahkan soal itu meski sampai saat ini kinara tidak tahu jika Arief adalah pria yang Kahfi jodohkan dengan nya.


Kahfi dan Wisnu berencana untuk mempertemukan mereka weekend ini, awalnya Wisnu ingin menunda nya sampai Arief selesai kuliah namun Yuni meminta pada Wisnu untuk mempertemukan mereka, Agar tak ada kegelisahan pada kinara karena Arief sendiri sudah Tahu jika mereka sudah di jodohkan sejak awal.


"Kinara kemana Bun?"


tanya kahfi saat mereka duduk di kursi meja makan.


"keluar... seperti nya bertemu dengan Arief.."


"kenapa Harus di luar?"


"ya bunda tidak tahu, mungkin kinara masih memikirkan tentang perjodohan itu, maka nya kasih tahu kinara yah....!"


"ya, kan rencana nya weekend ini...!"


"ya sih....ya sudah biarkan saja, sekarang ayah sarapan dulu!"


kemudian datang si kembar dan yang lainnya untuk sarapan bersama.


kinara pergi ke taman yang tak jauh dari perumahan elit tersebut, terlihat Arief sudah menuggu nya bersandar pada mobil.


"HM .. kenapa enggak kerumah aja sih Bang?"


"malu masih pagi de....!"


ucap Arief senyum, Kinara sendiri menggunakan kendaraan roda dua nya.


seakan tak menggubris perkataan Kahfi yang mengatakan jika weekend ini akan datang keluarga pria yang akan di jodohkan dengan nya, Beberapa hari ini justru ia dekat dengan Arief.


"Mau beli sarapan apa?"


"soto aja Bang?"


ucap kinara turun dari motor kemudian menghampiri pedagang yang menjual soto ayam Betawi.


Arief duduk di samping kinara yang sudah memesan soto untuk mereka berdua.


"gimana de....?"


"Apa Bang?"


"Kapan Abang boleh kerumah kamu?"


Kinara Menoleh seketika pada Arief.


"Abang serius?


tapi weekend ini akan datang pria yang ayah jodoh kan dengan Kiki...."


"lalu apa kamu akan menerima nya!"


"enggak.......!"


ucap Kinara tersenyum bersembunyi di balik ponselnya.


Arief sendiri malah Terkekeh melihat hal itu.


"tapi Abang harus kembali ke Amrik?"


"kapan?"


"setelah melamar kamu?"


ucap Arief membuat Kinara menggigit bibir nya.


"kamu mau Nerima Abang de?"


"HM....?"


"Abang ini seorang duda loh de..."


Kinara tak menjawab penuturan Arief dan lebih memilih mengambil mangkuk yang berisi soto untuk lebih dekat dengan nya.


"enak.....!"


ucap kinara sambil mengunyah Soto tersebut.


"kenapa enggak jawab...?"


"enggak apa-apa....makan dulu aja bang, laper!"


"kamu kok santai banget sih de...!"


"ya harus gimana?"


ucap kinara tanpa menoleh.


"sebenarnya gimana sih perasaan kamu sama Abang?"


"seperti halnya makan masakan kamu bang, yang aku rasakan adalah rindu....!"


ucap kinara senyum membuat Arief tertegun.


"makan bang, meski tak seenak masakan mu tapi saat ini Kiki laper!"


ucap kinara Terkekeh kecil.


"setelah ini kita ke apartemen ya!"


"enggak Bang...Kiki sama bunda juga Tante mau beres beres barang Oma?"


"oh gitu....ya udah enggak apa-apa, Abang ke restoran aja!


mau di masakin Apa? nanti Abang Kirim kerumah!"


ucap Arief membuat Kinara Terkekeh lagi.


"kenapa Ki?"


"lucu aja bang.... dimana mana perempuan yang kirim makanan...!"


ucap kinara Terkekeh.


"enggak apa-apa Ki, makanya kamu harus bersyukur....!"


"bersyukur sekali bang....!"


ucap kinara senyum, ia memang bersyukur karena di saat seperti ini ia ada di samping nya, sedikit banyak menghibur hati yang lara karena kepergian Sinta, namun apakah Kahfi akan mengerti hal ini jika ia mengharapkan Arief yang menjadi teman hidup nya.


"gimana Bang?"


"enak .... gurih, kerasa asin nya,manis nya juga ada...cuma lontong nya sedikit keras kalau menurut Abang, tapi untuk ukuran pedagang jalanan cukuplah....!"


"oh gitu, kalau Kiki sih tahu nya enak aja..."


ucap kinara sambil mengunyah makanan nya.


"ya, itu kamu kalau Abang sih bisa ngerasain bumbu nya Ki...!"


"ya, tahu kan Abang tukang masak!"


Arief tertawa kecil mendengar penuturan Kinara yang mengatakan dirinya tukang masak.


"sebentar lagi kita berada di satu ruangan...!"


"ruangan apa?"


ucap kinara dengan wajah memerah.


"ruang meeting lah... emang Apa?"


ucap Arief Terkekeh Menilik wajah kinara yang memerah.


"emang kapan bang selesai kuliah nya?"


"sebentar lagi...Abang Ambil satu semester dulu, nanti lanjut di Indonesian saja!"


"oh.....lalu Restoran nya..?"


"m... Abang akan kelola bersama perusahaan.."


"apa nanti kamu enggak repot bang...."


"pasti repot tapi Abang enggak bisa de kalau harus meninggalkan restoran, bagi Abang memasak sudah menjadi bagian dari jiwa Abang, tapi enggak apa-apa Abang bisa Atur waktu..."


ucap Arief membuat kinara tertegun bahwasanya Arief kuliah bisnis demi dirinya, hal itu juga yang membuat nya ingin memperjuangkan Arief setelah apa yang terjadi sempat membuat nya kandas namun Ternyata Arief tetap pada rencana awal nya pergi kuliah bisnis demi mendapatkan restu dari orang tua nya.


"pulang yu bang...!"


ucap kinara dan di angguki Arief kemudian beranjak membayar makanan.


"ayo Abang antar pulang!"


ucap Arief menarik tangan kinara.


"antar gimana, kan bawa motor sendiri..."


"ya Abang ikutin kamu sampai rumah"


kinara senyum sambil mengangguk.


mobil Arief mengikuti kinara dari belakang sampai di depan rumah Kahfi, Kahfi memperhatikan motor Kinara yang masuk ke dalam gerbang rumah sambil melambaikan tangan nya pada pria yang berada di dalam mobil.


Kahfi mendesah kemudian memeluk Yasmin yang sedang duduk di kursi sambil memainkan ponselnya, ia rindu berkumpul dengan Wulan dan sela.


"Kenapa Bang?"


"kok Kiki santai ya, padahal kemarin aku bilang kalau pria yang di jodohkan dengan nya akan datang weekend ini tapi kinara tak sedikit pun merasa gelisah, harus nya gelisah sementara ia ingin bersama Arief...apa dia tahu yang sebenarnya?"


"tidak.... mungkin nanti kinara akan menolak jika bukan Arief yang datang.


aku tahu kinara seperti apa?


ia akan memperjuangkan apa yang ia mau, dan akan menolak sesuatu yang memang tidak ia sukai, dari kecil ia selalu seperti itu kan...apa lagi sekarang Keduanya sering bertemu..."


"ya,kamu betul sayang, tapi pak Wisnu bilang dia ingin Arief menyelesaikan satu semester kuliah nya, lalu bagaimana menurut mu?"


"tunangan saja dulu tidak apa apa, enam bulan tidak seperti tiga tahun....!"


ucap Yasmin terkekeh mengingat kejadian dulu bersama pria itu, kini kedua nya bersama sudah lebih dari dua puluh tahun, bahagia dengan ketiga anaknya.


"I love you so much Yasmin....!"


ucap kahfi memeluk istrinya dari belakang.


"love you to so much!"


ucap Yasmin menggenggam tangan yang melingkar di pinggang nya.


bersambung....


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍