Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
chef ilove you



sore itu Arief mengajak Kinara ke restoran, Arief melihat restoran Cukup ramai Mungkin karena akhir pekan banyak pasangan atau keluarga yang berkunjung ke restoran nya itu.


"rief.....!"


ucap Revan saat Arief masuk ke dalam restoran bersama Kinara.


terlihat seseorang tersenyum sambil melambaikan tangan nya.


"ada Alea, dia sudah sejak tadi di sini....!"


ucap revan Sambil berbisik membuat Arief tersenyum pada kinara yang masih dalam genggaman tangan Arief.


"oh gitu...ya udah, Lo kasih pelayanan terbaik kan...!"


Revan mengangguk.


"gue masuk ya..."


ucap Arief menarik tangan Kinara masuk ke dalam ruangan nya.


kinara Menoleh menatap perempuan yang juga tengah menatap nya, Kinara ingat perempuan itu yang memeluk Arief di rumah Sakit.


"dia sering ke sini...?"


"kadang kadang....!"


"sebenarnya siapa sih dia?"


"kalau di kasih tahu nanti marah enggak nih...!"


ucap Arief berjongkok di depan Kinara yang duduk di sofa.


"kenapa harus marah?"


"oh gitu....... tapi beneran ya jangan berpikir macam-macam...!"


"ya, bawel....!"


ucap kinara manyun membuat Arief Terkekeh.


"dia itu mantan pacar Abang...!"


"oh, pantesan.....!"


ucap kinara mengangguk.


"itu masa lalu, kamu yang menjadi masa depan Abang....!" ucap Arief mengecup bibir kinara.


"Kamu tunggu disini ya... Abang ke dapur dulu"


ucap Arief hendak keluar namun seseorang mengetuk pintu.


"Van, ada apa!"


Revan berbisik di telinga Arief, kinara mengerutkan keningnya melihat interaksi keduanya.


"sayang ...!"


ucap Arief menghampiri.


"ada apa?"


tanya kinara melihat Arief hendak bicara lagi.


"Alea mau kenalan sama kamu!"


ucap Arief membuat Kinara tertegun.


"jangan khawatir Revan sedang pdkt sama Alea...!"


ucap Arief senyum dan di angguki oleh kinara.


setelah itu Revan mengajak Alea masuk ke ruangan itu bersama putrinya itu.


"Hai, rief...!"


Arief tersenyum.


"ini kinara, dia istri Ku...!"


ucap Arief membuat Alea merasa pilu mendengar kata istri yang tersemat pada perempuan yang kini sudah menggantikan posisi diri nya di hati Arief.


"hai, Kinara. aku Alea...!"


ucap Alea mengulurkan tangannya.


"kinara...!"


ucap kinara senyum.


Alea cantik....


setelah itu mereka ngobrol sejenak lalu Revan pamit untuk mengantar alea dan putri nya pulang.


"Abang lama pacaran sama dia?"


tanya kinara membuat Arief termangu.


"kita tidak perlu membahas itu karena Abang rasa itu bukan hal yang menarik untuk kita bahas..!"


ucap Arief Duduk di samping kinara.


"kenapa?"


"jangan tanya Kenapa, oh ya Apa obat yang di kirim kan teman Abang sudah kamu terima?"


tanya Arief mengalihkan pembicaraan.


"sudah... satu Kapsul hampir satu juta!


Abang beli tiga puluh kapsul, itu artinya harga nya hampir tiga puluh juta!"


ucap kinara mengingat obat tersebut.


"tidak apa-apa, Sandra bilang obat itu bagus untuk menghilangkan kista tanpa operasi..!"


tutur Arief menjelaskan.


"pasti, sesuai harga.tapi bukankah keuangan kita sedang....!"


ucap kinara terhenti saat Arief langsung merengkuh nya.


"tidak apa-apa, obat itu untuk kesuburan juga.


bukan kah kamu ingin Kita segera punya anak...!"


ucap Arief mencium pipi kinara.


"uang bisa di cari, dan kesehatan kamu itu segala nya untuk aku!"


ucap Arief membuat kinara terenyuh mendengar penuturan suami nya itu.


"ya, Abang berharap kamu segera sembuh!"


"Amin...!"


ucap kinara mendekap erat tubuh Arief.


setelah itu Arief mengajak kinara untuk memasak di dapur, terlihat beberapa memang tengah sibuk.


"biar aku bantu, mana daptar pesanan nya.."


ucap Arief mengambil catatan yang diberikan oleh asisten Chef di restoran itu.


"ada beberapa chef yang bekerja di restoran ini bang?"


"lima termasuk Abang, Alhamdulillah restoran selalu ramai pengunjung. restoran ini memiliki banyak menu makanan, kamu jangan berpikir kalau hanya orang kaya yang bisa makan disini... karena di restoran ini juga ada menu paket hemat untuk remaja yang masih Minta sama orang tua nya...!"


"oh gitu...!"


ucap kinara memperhatikan Arief yang memasak daging sapi pedas.


"enak kayak nya pedas gitu bang...!"


"enggak boleh sayang, kamu suka sakit perut!"


ucap Arief membuat kinara manyun.


Arief Terkekeh kecil melihat bibir kinara yang manyun.


"jangan seperti itu di tempat ini, nanti takut nya...!"


"ih...!"


ucap kinara melengos pergi keluar membuat Arief kembali Terkekeh.


Kinara duduk di kursi dan memperhatikan seorang pria yang ia kenal Duduk tak jauh dari tempat nya duduk.


"loh itu kan Ratna..!"


ucap kinara memalingkan wajahnya dan kembali menghampiri Arief yang sedang memasak. Ratna terlihat tengah menunggu seseorang.


"masak apa Bang?"


"lobster balado, mau? ini tuh meski merah tapi enggak terlalu pedas, dan jadi favorit di restoran ini...!"


"oh gitu, mau bang!"


ucap kinara senyum memperhatikan Arief yang begitu telaten memasak, dapur nya juga terlihat bersih semua bahan makanan terlihat segar. beberapa koki juga tengah sibuk memasak pesanan pelanggan.


"bahan makanan yang sisa biasa nya di buang atau di olah...?"


tanya kinara duduk di pantry.


"ya paling sisa sedikit, Abang suka suruh mereka untuk mengolah nya saja lalu di bagi rata. tapi Alhamdulillah ya Ki jarang sisa selalu habis dan untuk besok nya selalu yang baru.."


"oh gitu.....!"


"ya, jadi kamu tidak usah khawatir soal obat karena penghasilan dari restoran ini lumayan besar, kemarin memang sempat berpikir untuk menjual nya tapi aku gadai restoran ini sama ayah kamu!" ucap Arief membuat Kinara tertegun.


"ayah...?"


"ya, Ki ayah kamu banyak sekali membantu Abang!"


ucap Arief memberikan sebuah piring yang berisi lobster balado.


"pakai nasi ya biar kenyang!"


"enggak bang, Kiki kan kalau makan banyak suka mual...!"


"emang lagi hamil...?"


ucap Revan yang tiba tiba muncul.


"enggak, belum..Kiki kan punya riwayat magh jadi suka mual...!"


"hamil kali rief...!"


ucap Revan Terkekeh lalu kembali ke luar membuat kinara dan Arief saling berpandangan.


"Amin kan saja agar itu menjadi kenyataan..."


ucap Arief duduk di samping kinara.


"mau makan di mana?"


"di depan saja...!"ucap kinara lalu Arief membawa makanan tersebut keluar.


Arief melihat ke sekeliling hampir tempat duduk di restoran itu terisi penuh oleh pengunjung yang datang.


"enak?"


ucap kinara mengunyah daging lobster tersebut.


"enak banget bang...!"


ucap kinara senyum.


"kamu mau Abang masakin apa lagi?"


ucap Arief senyum.


"senang nya jadi chef itu ya seperti itu, saat kita menghasilkan masakan yang lezat dan membuat si penikmat puas, rasa nya bangga aja" ucap Arief teringat seseorang yang sudah tiada, yang memiliki hobi yang sama namun jalan yang di tempuh tidak lah sama.


"oh gitu... enak, pantesan yang datang ke restoran ini tuh banyak...!"


"ya, Abang pilih Koki terbaik yang bekerja di restoran ini....!"


"ya kamu mau makan apa? nanti Abang masak untuk kamu spesial...!"


"terimakasih...."


ucap kinara senyum lalu berdesis di telinga Arief.


"chef ilove you...!"


ucap kinara membuat senyum mengembang di wajah Arief.


"you to....!"


ucap Arief lirih.


Tanpa kinara sadari ada dua pasang mata tengah memperhatikan mereka berdua.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍


author lanjut tentang Siva di part selanjutnya ya...


jangan lupa like dan komentar ya..😘😘😍