Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
pemakaman.



kinara semakin terisak saat jenazah Sinta selesai di kafanni dan di solat kan, ia tak mampu menahan laju air mata yang terus menerus menetes membasahi wajahnya, duka mendalam menaungi hatinya.


"Ki.... kamu harus sabar dan ikhlas..."


ucap Arief yang tiba tiba berada di samping nya.


"bang....!"


"maaf ya aku telat, tak seharusnya aku meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini"


ucap Arief merapikan sedikit kerudung Kinara yang berantakan membuat kinara membeku seketika, justru kahfi tersenyum melihat hal itu.


mungkin benar kata Sinta mereka harus segera di persatukan.


"enggak apa-apa bang....!"


ucap kinara tersenyum kaku menatap wajah Arief yang tampak Tampan dengan kopiah hitam di kepala nya, kemeja berwarna hitam dengan tangan ia gulung sampai siku kemudian beranjak membantu yang lainnya mengangkat keranda ke dalam ambulance.


**


siang itu ia tiba di restoran dan langsung menemui Revan yang sejak tadi menghubungi nya.


"gimana van?"


ucap Arief yang melihat jam di tangan nya.


"dia berusaha curi resep rahasia makanan kita..."


"lalu.....?"


"untunglah ketahuan sebelum sampai ke tangan orang lain....!"


"lalu apa tindakan mu....?"


"aku belum memecat nya, aku menunggu perintah dari mu...!"


"oh begitu....apa dia punya alasan kenapa melakukan hal itu?"


"dia bilang terpaksa karena dia butuh uang untuk membayar biaya rumah sakit ibunya..."


Arief menghela nafas mendengar penuturan Revan tentang salah satu karyawan yang berusaha mencuri resep masakan restoran nya.


"ya udah, kita akan bicarakan hal itu dengan...


siapa nama nya?"


tanya Arief yang tak hapal dengan karyawan baru itu.


"Vanessa....!"


"ya udah....tahan saja dulu karena aku harus melayat Oma Kiki yang meninggal hari ini...aku tidak bisa membiarkan nya sendiri..!"


ucap Arief yang di pahami oleh Revan.


Revan mengetahui tentang Arief yang dulu menjalin kedekatan dengan Kiki meski harus kandas karena keinginan Tasya, namun seperti nya cinta lama bersemi kembali.


semoga tak ada lagi penghalang, Agar keduanya bisa bersama.


saat Arief keluar dari restoran, bertepatan dengan mobil Wisnu yang sampai di depan halaman restoran.


"papih......!"


ujar Arief Melihat Wisnu keluar.


"ayo ikut, kita ke rumah Kahfi.....!"


Arief mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil.


"ini ganti baju mu, rief....!"


"terima kasih mi....!"


Yuni mengangguk sambil tersenyum.


Arief pikir Wisnu akan melarang nya datang ke rumah Kahfi tapi ternyata tidak.


"nanti di sana, kamu bersikap biasa saja rief karena sesuai perjanjian kita, kamu harus menyelesaikan kuliah mu dulu...!"


"ya, pih....!"


ucap Arief mengerti maksud sang ayah.


***


Arief datang bersama keluarga nya, namun Kinara tak menyadari hal itu, karena ia tidak terlalu memperhatikan mereka yang datang karena banyak tamu yang datang untuk melayat.


"ayo......ajak adik mu"


ucap Arief kembali menghampiri Kinara bersama si kembar.


Kinara mengangguk kemudian mengajak si kembar untuk ikut dengan nya, sementara Yasmin menemani Kahfi.


"langsung berangkat ya kak!"


ucap Fahmi saat naik ke dalam mobil, namun Fahri keluar saat melihat beberapa gadis masuk ke halaman rumah.


"sebentar......!"


ucap Fahri menghampiri salah satu gadis itu kemudian mengajak nya untuk naik ke mobil.


"ini rindu kak......!"


ucap Fahri membuat kinara dan Arief tertegun.


"pacar ny Fahri.....!"


ucap gadis itu mengulurkan tangan pada kinara yang mematung, gadis belia itu cantik dan tak sungkan atau malu mengatakan hal itu.


Kinara mengulur kan tangan nya sambil tersenyum melihat tingkah mereka berdua, Fahmi sendiri tampak acuh duduk di belakang.


"kita jalan sekarang ya ...!"


ucap Arief dan di angguki oleh kinara.


Kinara menoleh pada rindu yang berceloteh dengan Fahri yang tak lagi terlihat pendiam,momen ini mereka jadikan untuk bertemu setelah beberapa bulan tak bertemu karena Fahri kuliah di luar negeri, sementara kinara dan Arief sejak tadi diam tak ada yang memulai pembicaraan.


tak lama mereka sampai di makam, terlihat mobil ambulance sudah sampai dan keranda di bawa Beberapa orang menuju pemakaman.


"de...ayo!"


ucap Arief membuka pintu mobil.


"aku ......!"


ucap kinara dengan nafas tersengal menahan air matanya.


"bang........!"


"ya Abang paham... Tapi kamu harus kuat!"


ucap Arief meraih tangan Kinara yang begitu dingin menarik nya pelan kemudian menuntun nya berjalan mendekati mereka yang berkerumun di makam.


Kinara terisak saat adzan berkumandang, jenazah sudah berada di bawah, terlihat Kahfi turun ke bawah tanah.


"Oma.....!"


ucap kinara menggenggam tangan Arief, tubuh nya terasa lemas, kepalanya juga pusing Karena kenangan bersama Sinta memutar di benak nya hingga menyisakan kepedihan yang mendalam saat menyadari bahwa perempuan itu sudah tiada dan meninggalkan mereka untuk selamanya.


"Ki..... kamu harus tabah, ikhlas kan Ki....!"


ucap Arief merengkuh tubuh kinara yang hendak merosot ke bawah.


"sayang......!"


ucap Yasmin menghampiri dan memeluk putri nya itu.


"Oma, Bun......Kiki !"


ucap kinara semakin terisak saat tanah merah itu menutup liang lahat.


"astagfirullah.......!"


ucap kinara merasa pusing serta penglihatan yang semakin buram.


"astagfirullah... Kiki...!"


ucap Yasmin karena kinara langsung tak sadarkan diri, bergegas Kahfi menghampiri.


"bang ....!"


"angkat bawa ke mobil saja....fi!"


ucap Hani.


"bantu rief....!"


ucap Wisnu.


kemudian Arief membantu Kahfi mengangkat tubuh kinara ke dalam mobil di ikuti Yasmin dan Yuni.


"ini minyak angin....!"


ucap Yuni memberikan pada Yasmin, kahfi membaringkan tubuh Kinara di mobil dengan bantalan Yasmin sang bunda.


"sayang......!"


ucap Yasmin mengoleskan minyak angin tersebut pada hidung kinara, sementara Arief terdiam menatap kinara tak sadarkan diri, ternyata kesedihan mendalam menaungi hatinya, hingga berpengaruh pada tubuh nya.


Kahfi sendiri tak banyak bicara ia hanya menepuk pundak Arief lalu kembali ke pemakaman untuk ikut berdoa.


"bangun.... Ki!"


ucap Yasmin menatap wajah kinara yang tampak pucat.


"Oma Bun.....!"


ucap kinara kembali menangis memeluk pinggang Yasmin.


"ya bunda mengerti, bunda juga sedih tapi tuhan yang memiliki segalanya, kita sebagai makhluk nya hanya bisa berusaha dan menerima ketentuan Nya...


kamu harus ikhlas kan Oma, biar Oma tenang sayang....!"


ucap Yasmin mengelus kepala Kinara yang masih terisak, sementara Arief hanya bisa diam mendengar tangis perempuan yang ia cintai, bersandar pada mobil sambil memijat keningnya.


"udah ya...!


ada Arief tuh di depan!"


ucap Yasmin justru membuat tangis Kinara semakin menjadi.


"Ki.......!"


ucap Arief mendekati Kinara yang meringkuk sambil memeluk pinggang Yasmin.


"ki...jangan menangis seperti itu.....Abang sedih Lihat kamu seperti ini"


ucap Arief mendekati Kinara sambil menghela nafas, rasa nya ingin sekali mendekapnya erat menenangkan gadis itu.


"bangun sayang....."


ucap Yasmin meraih tubuh kinara.


"astagfirullah.... maaf kan kiki Oma..."


ucap kinara menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"sedih boleh, tapi sewajarnya saja...!"


ucap Arief duduk di samping kinara sementara Yasmin keluar menghampiri Yuni yang tak jauh dari tempat itu, membiarkan mereka berdua.


"jangan sedih lagi ya,,!"


Kinara mengangguk kecil bersandar pada kursi mobil.


"ki.... Abang ingin melamar kamu!"


ucap Arief membuat kinara membeku.


bersambung...


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍😍