Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
tahu siapa kamu



pagi...


Yasmin melangkah masuk ke dalam kamar putri nya, terlihat Kinara tengah duduk menghadap kaca jendela Besar yang menampakkan cahaya matahari yang baru saja keluar.


"sayang.....!"


ucap Yasmin membuat kinara Menoleh seketika.


"kamu sudah bangun?"


"udah Bun, tadi kan Kinara udah solat subuh!"


"oh ya, ini bunda bawa dress untuk kamu!"


ucap Yasmin Duduk di samping Kinara.


"dress untuk apa?"


ucap kinara yang tak mengingat jika hari ini adalah hari pertunangan Wildan dan Anisa.


"kamu lupa?"


ucap Yasmin tersenyum merangkul bahu Kinara, sebenarnya ingin sekali memberi tahu tentang permasalahan yang sebenarnya terjadi antara Kinara dan Arief namun Kahfi melarang nya.


**


"seperti itu tidak enak... kamu ngikutin jejak ayah sih bang....."


ucap Yasmin saat kahfi menceritakan semuanya kepada Yasmin.


"enggak kok, bedalah kasus nya Sayang... kalau mereka tidak bersikukuh mungkin keadaan nya akan lain dan lagi Abang ingin melihat kesungguhan cinta mereka berdua...."


"sama aja, apa bedanya..!


emang Abang enak di posisi seperti dulu, sama hal nya Arief dan Kinara!


apa susah nya sih kita langsung pertemukan mereka!"


"ya,mau nya seperti itu tapi mereka berdua tidak mau dan tetap pada pilihan masing-masing..!"


ucap Kahfi senyum melihat Yasmin yang menggelengkan kepalanya.


"jadi kangen nostalgia masa lalu ya..kita pergi honey moon yu!"


"apa?"


ucap Yasmin terperangah mendengar penuturan Kahfi sementara Kahfi sendiri malah terkekeh memeluk istrinya itu.


**


Yasmin tidak tega melihat putrinya sedikit murung karena Arief tak kunjung datang, karena memang Wisnu sendiri malah memberikan tantangan pada Arief untuk bisa meraih pilihan nya.


"sayang....kamu percaya jodoh?"


ucap Yasmin mengusap punggung Kinara.


"percaya Bun, Tapi ayah bilang kalau sampai weekend ini bang Arief enggak datang kerumah ayah akan tetap pada rencana awal..."


ucap Kinara bersandar pada tubuh Yasmin.


"apa kamu cinta sama Arief.....?"


tanya Yasmin membuat Kinara mendongak.


Kinara malah diam mengingat wajah Arief yang tengah tersenyum mengedip kan sebelah mata nya dan hal itu membuat kinara tak bisa melupakan pria tampan yang pandai memasak itu.


banyak masa indah yang terlewatkan meski di awal terkesan menyebalkan namun Arief mampu membuat nya merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan pada pria lain termasuk damar, bersama pria itu terbesit sebuah keinginan untuk bersama, bahkan rindu selalu Hadir di sela sela jarak yang memisahkan antara mereka berdua.


"aku Rindu sama kamu Bang,tapi Kenapa sampai sekarang belum ada kabar!"


ucap kinara dalam hati.


"kamu sabar ya sayang...!bunda Keluar dulu ya!


siap siap sekarang,kita berangkat ke rumah opa Rama.."


ucap Yasmin beranjak.


"acara nya kan sore Bun..!"


"ya kita bantu Oma mu mempersiapkan acara itu...!"


"kan udah ada orang organizer nya Bun..."


"ya udah terserah kamu....!"


"Kinara nanti nyusul... bunda duluan sama Ayah,si kembar kemana Bun?"


"ada, tapi mereka nanti sore ke rumah Oma mungkin bareng sama Oma Sinta karena mereka bilang ada acara dengan teman teman futsal nya!"


"oh.....!"


ucap kinara singkat kemudian Yasmin pergi meninggalkan nya.


***


saat ini Arief tengah berada di Rumah Tasya tadi pagi Tasya meminta nya untuk menemani nya dirumah karena orang tuanya tengah pergi ke luar kota untuk keperluan bisnis..


"kamu yakin mau kuliah bisnis rief...?"


ucap Tasya setelah mendengar cerita Arief tentang Kekasih nya itu.


tak ada yang Arief sembunyikan dari Tasya karena memang ia tidak ingin memberikan harapan palsu pada Tasya.


meski kejujuran menyakitkan namun kebohongan akan lebih menyakitkan, maka dari itu Arief mengatakan pada Tasya bahwa sampai kapan pun mereka hanya akan menjadi sahabat.


"aku yakin.....sa, maaf kan aku!"


ucap Arief membuat Tasya tertegun.


jatuh cinta sendirian itu sakit, kita harus siap dengan konsekuensi yang ada.


Dari dulu sampai sekarang Arief hanya ingin menjadi kan nya sahabat , tapi boleh kah jika dalam keadaan seperti ini aku sedikit memaksa.


Arief menghela nafas saat Tasya bersandar pada nya, ia merasa tidak tega tapi ia juga tidak mau membohongi perasaan Tasya, namun Arief juga berjanji akan selalu ada untuk sahabat nya itu.


"jangan patah semangat, kamu harus sembuh sa ....!"


ucap Arief mengusap punggung sahabat nya itu.


"untuk apa? karena yang aku harapkan pun tak bisa memberikan aku kebahagiaan...?!"


ucap Tasya dalam hati tanpa mengungkapkan hal itu pada Arief.


sore....


"sayang.....!"


ucap Sinta memanggil Kinara yang masih betah di dalam kamar.


"ya, sebentar.....!"


ucap kinara membuka pintu, Sinta tersenyum melihat penampilan Kinara yang begitu berbeda.


Kinara tampil cantik dengan dress berwarna putih tulang senada dengan warna dress muslim milik Sinta, semua keluarga kompak memakai warna itu.


"cantik nya cucu Oma?"


ucap Sinta merangkul bahu kinara.


"ya cantik nama nya juga perempuan Oma...!"


ucap kinara senyum kemudian melangkah bersama menuju mobil, sementara Yasmin dan kahfi sudah pergi terlebih dulu.


"pak Nanti berhenti di supermarket sebentar ya..!"


ucap Kinara dan di angguki oleh pak supir.


"mau beli apa?"


"sesuatu.....!"


ucap kinara senyum.


tak lama ia sampai di depan super market dan Turun dari mobil sementara Sinta menunggu di mobil.


langkah nya terhenti saat melihat Arief mendorong kursi roda Tasya,,


nafas nya tersengal melihat interaksi keduanya, Arief masuk ke dalam super market dan meninggalkan Tasya di luar.


"kamu Kiki kan?"


ucap Tasya melihat kinara berjalan mendekati, gadis itu memang tampak cantik dan anggun apa lagi dengan penampilan nya yang sekarang.


"kak Tasya....?"


"Ya....aku kesini dengan Arief...!"


"oh.....!"


ucap kinara singkat dan Melihat kedalam, Arief tampak memilih sesuatu.


"aku dan Arief sudah bersahabat sejak lama, jujur aku cinta dengan sahabat ku itu...!"


ucap Tasya membuat Kinara tertegun.


"di usia ku yang tinggal sebentar lagi, aku berharap Arief bisa bersama dengan ku, tapi lagi lagi seperti dulu.


ia lebih memilih perempuan yang baru di kenal nya kemarin, bahkan demi kamu Arief rela melepaskan gelar chef yang selama ini ia perjuangkan sendiri..."


"maksud nya?"


ucap kinara tak mengerti.


"apa kamu tidak tahu jika Arief sudah di jodohkan ..?"


"apa?"


"ya, kamu tidak salah dengar!


dan demi bersama kamu Arief harus kehilangan gelar itu karena papih akan mengizinkan Arief dengan Kamu asal Arief berhenti menjadi chef dan mengurus perusahaan... kamu pikir semudah itu? seseorang yang memiliki hobi atau bakat di bidang lain terpaksa harus menanggalkan gelar nya karena orang tua Arief sudah memiliki calon istri untuk Arief."


ucap Tasya membuat Kinara menganga.


"aku tidak akan membiarkan Arief kehilangan gelar nya demi kamu yang baru saja ia kenali, karena aku juga cinta sama Arief....."


ucap Tasya tanpa menatap wajah cantik kinara, namun justru ucapan lain yang membuat Kinara tertegun.


"sudah memiliki calon istri.....?"


ucapan Tasya terus mengiang di telinga Kinara dan ia semakin membeku saat pintu supermarket terbuka dan melihat Arief keluar dengan beberapa kantong plastik belanjaan.


"Ki.........!"


ucap Arief mendekat melihat netra gadis itu berkaca kaca.


Kinara memundurkan tubuhnya dan berbalik kemudian berlari menuju mobil.


"ki , tunggu....!"


ucap Arief berusaha mengejar namun terhenti saat Tasya memanggil dan terlihat Tasya kembali mimisan.


"ya, ampun Sa.....!"


ucap Arief bergegas membawa Tasya ke dalam mobil.


"sayang, kamu kenapa?"


ucap Sinta melihat kinara yang datang dengan Terisak, dan yang lebih menyakitkan adalah melihat Arief membawa Tasya masuk ke dalam mobil dengan tergesa.


"kali ini aku tahu siapa kamu bang.....?!"


ucap kinara kemudian memalingkan wajahnya melewati mobil Arief.


bersambung.