Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
tidak ada pilihan lain.



Tasya memperhatikan punggung kokoh yang menjauh dari pendangan matanya, besok ia sudah kembali kerumah meski kondisi kesehatan nya tidak membaik tapi Tasya enggan untuk berlama lama di rumah Sakit.


"semangat ya Tasya, Minggu depan jadwal kemoterapi... jangan lupa!"


ucap Riko membuat Tasya tertegun, sebenarnya enggan melakukan kemoterapi, namun hal itu yang membuat nya bertahan hidup.


"ya, dokter Riko....! terima kasih"


ucap Tasya memaksakan untuk senyum.


memperhatikan Riko yang tersenyum padanya.


***


Arief melangkah dengan perasaan rindu yang membuncah menghampiri gadis yang tengah memilih milih buku, gegas mendekati lalu memeluk perempuan itu dari belakang dan membenamkan wajahnya di Curuk leher milik Kinara.


"i Miss you so much... !"


ucap Arief hingga membuat kinara membeku.


"Bang........."


ucap kinara melepaskan tangan Arief yang melingkar di pinggang nya.


"aku rindu kamu ki"


ucap Arief senyum hendak menyentuh pipi Kinara namun Kinara menjauh.


"kenapa....?"


tanya Arief Menilik sikap Kinara yang dingin.


"ini di luar Bang, kamu tuh enggak tahu tempat"


ucap kinara sambil berjalan di depan.


"yang ....kamu kenapa sih?"


ucap Arief menahan tangan kinara.


"apa kamu enggak kangen sama aku?"


ucap Arief lagi, terlihat kinara menatap netra milik Arief yang indah.


ia juga rindu,tapi apa yang sudah terlewati tak semudah itu.


"siapa perempuan yang kemarin bersandar Sama kamu?"


tanya Kinara membuat Arief tertegun.


apa Kinara melihat dirinya bersama Tasya di rumah sakit? jadi waktu itu?


Arief menghela nafas panjang kemudian mengajak kinara masuk ke dalam kafe yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Dari jauh seseorang memperhatikan interaksi mereka berdua, merasa tak rela melihat putrinya di gandeng Pria lain meski ia tahu siapa pria itu tapi tetap saja kenapa mereka seperti Senang sembunyi sembunyi, kalau memang ada niat baik kenapa pria itu tidak berani datang ke rumah.


"Tasya itu sakit?"


"lalu......?"


"Ki......aku minta maaf kalau aku......!"


"apa? Enggak bisa kalau mengabaikan dia?


sebenarnya hubungan kita mau di bawa kemana sih?"


ucap Kinara membuat Arief tertegun.


Kinara mencoba meyakinkan hatinya tentang pria yang berada di hadapan nya itu, apa Arief benar benar serius dan mau bertemu dengan orang tua nya, dengan itu Kinara punya alasan untuk menolak perjodohan itu.


"aku serius sama kamu?tapi tolong kasih aku waktu...... kemarin kamu bilang nuggu kamu lulus nanti...!"


ucap Arief menggenggam tangan kinara.


"yah tapi kalau kamu enggak datang ke rumah sekarang, mungkin kita enggak akan bisa....."


ucap kinara terhenti berpikir ulang untuk mengatakan hal ini pada Arief.


"ada masalah apa Ki......?"


tanya Arief dengan perasaan tak menentu.


"kinara tuh mau di jodohin sama Ayah.....!"


ucap kinara mengatakan hal itu dengan jantung berdebar, sementara Arief Langsung membeku seketika.ternyata bukan hanya diri nya yang di jodohkan tapi Kinara juga, kasus nya hampir sama seperti ia dengan Alea dulu,tapi untuk kali ini Arief tak ingin kehilangan lagi.


"kalau kamu serius sama aku bang, kamu harus datang ke rumah supaya ayah membatalkan rencana itu?"


ucap kinara berharap, karena hanya itu satu satunya jalan agar Kahfi membatalkan rencana itu.


"ya, kemarin Abang memang berpikir seperti itu, tapi Abang ada sedikit masalah dan Abang harus menyelesaikan masalah itu dulu. sebelum Abang ketemu orang tua mu!"


"masalah apa?"


"aku tidak bisa cerita sekarang, tapi kamu mau kan menuggu?"


"beberapa lama?"


"Abang belum bisa pastikan...!"


"kenapa?"


"ya karena masalah nya tidak semudah itu?"


Kinara diam mendengar penuturan Arief yang tanpa kepastian.


"kita ke apartemen Abang yu!"


"enggak.....?"


"kenapa?"


ucap kinara yang beranjak pergi.


"Ki........ tunggu sebentar?"


ucap Arief menahan tangan kinara.


"bilang aja Abang berat kan sama Tasya....?"


ucap kinara membuat Arief terperangah.


"bukan itu?"


"lalu apa?"


ucap kinara hendak melangkah namun terhenti melihat Kahfi menghampiri nya.


"ah... mati aku!"


ucap kinara dalam hati nya berdiri di samping Arief.


"pulang sayang.....!"


ucap Kahfi menatap Arief yang membeku.


"saya tidak suka dengan cara kamu,kalau kamu menginginkan putri saya, kamu boleh datang ke rumah kami dan bawa orang tua mu!"


ucap Kahfi kemudian menarik tangan kinara keluar dari tempat itu, sementara Arief diam membisu.


Arief menatap Kahfi yang menggenggam tangan kinara dan membawanya pergi, terlihat kinara menoleh ke belakang melihat Arief yang termangu sendiri.


Arief menghela nafas panjang kemudian beranjak dari tempat nya dan mengejar Kinara.


"tunggu......ki!"


ucap Arief menghentikan langkah Kahfi dan Kinara.


"aku janji akan datang ke rumah untuk melamar kamu Ki..... bagaimana pak?"


ucap Arief pada Kinara dan kahfi.


"oke...kami tunggu!"


ucap kahfi menyuruh Kinara untuk masuk ke dalam mobil.


Kahfi cukup salut dengan Arief yang lantang mengatakan Akan melamar Kinara dan hal itu membuat senyum mengembang di wajah kinara.


Arief memperhatikan punggung mobil yang menjauh membawa gadis yang ia cintai, ia harus segera membicarakan hal ini dengan sang papih, ia tidak bisa kehilangan lagi.


gegas Arief masuk ke dalam mobil menuju rumah utama namun tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat Tasya melakukan panggilan telepon.


"Halo sa,, ada apa....?"


"rief apa kamu bisa antar aku pulang kerumah?"


tanya Tasya yang sudah siap dengan ranselnya.


"aku tidak bisa sa, ada yang harus aku bicarakan dengan papih...aku Minta maaf, tapi aku janji aku akan ke rumah mu"


ucap Arief sambil menyetir.


"oh, ya udah......"


ucap Tasya kemudian menutup telponnya.


seperti nya memang tidak ada harapan, saat bersama Alea, Arief tak sampai sesemangat itu.


ia masih berpikir ulang untuk memperjuangkan cinta nya namun kini berbeda Arief bahkan mengabaikan nya dalam keadaan seperti ini.


***


"assalamualaikum...pih, Mami.."


ucap Arief masuk ke dalam rumah besar itu, terlihat hanya Wisnu di dalam rumah karena Yuni tengah pergi arisan.


"walaikumsalam.....!"


ucap Wisnu tersenyum dalam hati melihat Arief kembali datang ke rumah itu.


ia tahu apa yang akan Arief bicarakan, bahwa san nya Wisnu sudah mengetahui semuanya dari Kahfi Namun Kahfi atau pun Wisnu sengaja membiarkan kedua nya dalam keadaan seperti itu untuk mengetahui seberapa besar rasa cinta keduanya yang berusaha untuk bersama.


"pih, Arief akan melepaskan pakaian yang menjadi kebanggaan Arief selama ini asal papih mau membatalkan rencana perjodohan itu, Arief akan menggantikan posisi papih di perusahaan tapi papih harus setuju dengan pilihan Arief." ucap Arief tanpa ragu di hadapan sang papih yang mengulum senyum nya.


"hebat ya perempuan itu bisa membuat kamu menanggalkan apa yang selama ini kamu perjuangkan...tapi bagaimana dengan pengorbanan nya?"


tanya Wisnu.


"maksud papih ....?"


ucap Arief tak mengerti.


"tentu saja bukan hal yang mudah memimpin perusahaan, kamu harus belajar terlebih dahulu... karena selama ini kamu tidak mengerti apa apa tentang dunia bisnis... kalau papih memberikan perusahaan papih kepada seseorang yang hanya mengerti bumbu dapur bagaimana jadinya?"


ucap Wisnu senyum dalam hati, ternyata tidak salah ia memilih putri Kahfi menjadi calon menantu nya.


Kinara mampu membuat Arief beralih memimpin perusahaan yang selama ini tak pernah di lirik nya karena gelar chef yang menjadi kebanggaan nya.


"jadi......?"


"pergilah kuliah bisnis selama dua tahun, setelah itu papih janji akan membiarkan kamu dengan pilihan mu....!"


ucap Wisnu membuat Arief terperangah,mana bisa seperti itu ia bahkan sudah mengatakan akan melamar kekasihnya dalam waktu dekat, kalau seperti ini keadaan nya apa Kiki akan mengerti, mungkin Kiki bisa mengerti tapi Arief ragu dengan ayah nya Kiki.


"tidak ada pilihan lain?"


"tidak ada....!"


ucap Wisnu kemudian meninggalkan Arief yang tertegun sendiri di ruang tengah.


bersambung.