Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
teman bermain.



Kinara bergegas keluar dari mobil bersama Sinta, terlihat beberapa sudah menuggu kedatangan nya.


"ki....."


ucap Yasmin menghampiri putri nya.


"maaf Bun, kesiangan...!"


ucap kinara di ikuti Sinta di belakang.


"kamu emang enggak solat subuh?"


namun Kinara malah menoleh pada mereka yang sudah siap untuk berangkat ke rumah Anisa, setelah Akad berlangsung sore hari mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan di rumah ini.


"Ki......?"


"HM.....!"


"kamu enggak solat subuh?"


"solat, cuma tidur lagi.


semalam enggak Bisa tidur...!"


ucap kinara sambil mengikuti langkah Yasmin menuju mobil, terlihat si kembar sudah berada dalam mobil.


"kenapa enggak bisa tidur?"


Kinara langsung diam mendengar penuturan Yasmin.


"ayo berangkat yang lain sudah berangkat...!"


ucap Sinta masuk ke dalam mobil, terlihat beberapa memang sudah melajukan mobil nya keluar dari gerbang.


"kalau Oma enggak samperin kamar nya, mungkin kesiangan...!"


ucap Sinta senyum.


teringat kejadian semalam, mungkin hal itu yang membuat nya tak bisa tidur.


"biasanya kamu pules..."


tutur Yasmin, sementara Kahfi fokus menyetir sesekali melirik putri cantik nya itu.


"ya, semalam tuh.....!"


ujar Kinara terhenti, tak mungkin ia mengatakan jika pertemuan semalam membuat nya tak bisa tidur.


"kenapa?"


tanya Kahfi.


"enggak tahu... enggak bisa tidur aja!"


"kamu mikirin sesuatu?"


"kapan kita berangkat ke Rusia yah?"


tanya kinara mengalihkan pembicaraan.


"mungkin weekend depan....!"


dan di angguki oleh kinara, setelah itu mereka fokus pada jalan.


"kenapa resepsi nya langsung hari ini?"


tanya kinara saat semua diam.


"mempersingkat waktu saja, kasihan pengantin nya kalau masih harus mengikuti Acara lain lagi.. kalau udah selesai kan tinggal istirahat....!"


ucap kahfi melirik Yasmin sambil tersenyum.


"oh..... kenapa enggak di hotel?"


"mereka mau nya seperti itu, bukan karena tidak ada biaya tapi kamu tahu.Anisa itu gadis yang sederhana padahal mereka mampu tapi Anisa lebih memilih untuk melakukan acara besar itu dirumah Wildan saja...!"


ucap Yasmin namun berbeda dengan pemikiran Kinara, justru Kinara merasa kalau ibunya Anisa itu bersikap sedikit dingin pada nya, apa mungkin karena Anisa hanya anak tiri.


tak lama mereka sampai di kediaman Anisa, Marisa meminta Yasmin mendampingi sang adik menuju pelaminan.


Kinara senyum melihat Wildan yang juga senyum pada nya, teringat candaan kedua nya kala itu.


"kalau bukan keponakan sendiri, udah di lamar deh ..!"


ucap Wildan kala itu namun hal itu tak membuat kinara mengerti bahwa ia menyukai gadis itu.


Wildan Berjalan mendekati halaman bersama Marisa dan rama yang berada di samping kanan dan kiri, terlihat beberapa dayang menghampiri di iringi nyanyian menyambut kedatangan mempelai pria.


terlihat kedua orang tua Anisa sudah menunggu mereka,Kinara berjalan mengikuti langkah tamu yang lain nya bersama Sinta.


"hal yang paling mendebarkan juga membahagiakan Ki....Oma jadi ingat waktu pernikahan bunda sama ayah mu waktu itu!"


ucap kinara yang memang tidak mengetahui jika Kahfi adalah suami kedua Bunda nya, Yasmin tak pernah menceritakan tentang masa lalunya pada sang putri.


begitu juga Kahfi yang sudah menyimpan rapat cerita itu.


semua masuk ke halaman yang telah di dekorasi oleh pihak WO seindah mungkin, dan yang kinara dengar semua biaya itu di tanggung oleh pihak Rama seluruh nya.


Kinara duduk di samping si kembar yang tampak serius mendengarkan seseorang yang tengah berbicara di depan menyambut kedatangan mereka.


berbeda dengan kinara yang sejak tadi memperhatikan Wildan yang beberapa kali mencuri pandang pada nya, namun Kinara tak menghiraukan om nya itu, meski Wildan tampil begitu tampan dengan toxedo berwarna putih nya, duduk di kursi tak lama penghulu datang.


"kita teman bermain sejak kecil, dari Bimba,TK hingga kuliah kita tidak pernah berpisah, banyak yang berpikiran kalau kita itu pacaran saking dekatnya bahkan banyak laki-laki Atau perempuan yang mundur sebelum mendekat karena kita tak pernah jauh,tak sungkan menautkan tangan dimana pun berada..dan aku tidak menyangka jika kamu lebih dulu melangkah ke pelaminan, mungkin setelah ini aku tidak akan memiliki teman seperti dulu yang selalu ada untuk ku,, tapi hari ini aku ikut bahagia melihat mu..


aku pasti mendoakan kebahagiaan kalian..."


ucap kinara sambil mengikuti proses ijab Kabul yang tengah berlangsung.


hingga kata sah terdengar semua terlihat bahagia mendengar hal itu,tak lama Anisa keluar bersama dua orang yang mendampingi.


Anisa tampak cantik dan pangling dengan kebaya modern muslim berwarna putih, mahkota menghiasi hijab nya.


"Alhamdulillah...!"


ucap Sinta senyum merangkul bahu Kinara.


"kak, Om Wildan tampan ya!"


ucap Fahmi di samping.


"ya, nama nya juga pengantin..!"


ucap kinara lalu mengikuti proses yang lainnya.


setelah selesai Kinara beranjak dari tempat itu menghampiri Ayu yang baru saja sampai di tempat.


"hai....!"


"udah selesai ijab nya?"


"udah yu, barusan!


lagian baru datang sih?"


terlihat beberapa teman Wildan pun datang berdatangan.


"loh, bukan nya resepsi nya nanti Sore!"


"ya, dirumah Oma!"


"oh gitu.... kirain langsung Disini!"


"enggak, aku juga enggak tahu!"


"cantik ya Nisa pangling banget....gue kapan kayak gitu!"


ucap ayu membuat kinara ikut tertegun.


"banyak berdoa saja, supaya cepat di pertemukan dengan jodoh nya"


ucap kinara senyum menghibur sahabat nya itu, ia sendiri tidak terlalu memikirkan hal itu karena yakin bahwa sudah waktunya Allah akan mempertemukan kita dengan jodoh yang sudah Allah tentu kan dan tiba tiba ingat dia yang dulu sempat mengatakan akan melamar nya,,


"ah itu dulu hanya sebentar aku terbuai, pintar nya kamu memutar keadaan hingga keadaan jauh dari pengharapan.


bagaimana dengan hati ku yang Menolak untuk melupakan mu, semalaman aku tidak bisa tidur karena merindukan mu."


Kinara melangkah mendekati pelaminan saat Yasmin memanggilnya untuk berpoto keluarga.


"Om, selamat ya.


Tante... cantik banget.. cepat kasih aku keponakan ya"


ucap kinara senyum memeluk Anisa.


"terima kasih kinara....."


ucap Anisa senyum.


sebenarnya Anisa tidak bisa menahan Rasa cemburu nya saat Wildan tak pernah lepas memperhatikan kinara yang justru nampak Acuh, pernah berpikir menolak perjodohan itu karena Anisa tahu jika Wildan hatinya condong pada kinara namun orang tua yang Terus memaksa hingga ia tak bisa mundur, dan saat ini ia akan berusaha membuat Wildan menyayangi nya sebagai istrinya karena ia tahu bahwa perasaan yang Wildan rasakan itu salah, Nisa yakin lambat laun Wildan akan jatuh cinta pada nya.


"semangat ya, jangan lesu gitu Wil..."


ucap teman teman yang beberapa datang menghampiri sambil terkekeh.


"ini juga semangat.... nanti sore datang kerumah"


"pasti....." ucap Rizal kemudian mereka berpoto bersama teman yang lain nya.


bersambung...