Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
merelakan.



Kinara meringkuk sendiri di bawah selimut tebal untuk kali ini ia tidak suka dingin, semua yang terjadi begitu singkat dan cepat berubah.


baru saja kemarin malam dia meminta Kinara untuk menuggu nya dan sekarang begitu cepat status kekasih nya sudah berganti menjadi suami orang, mencoba memahami keadaan masing-masing yang memang bukan karena sengaja namun tetap menyakitkan dan menorehkan kekecewaan, andai saja ia tidak berangan sejak Awal mungkin tak akan sesak seperti ini.


Hati membeku mengingat masa masa indah saat bersama, namun cepat Kinara menepis semua bayang bayang itu, ibarat kata itu hanya kisah sekilas yang harus di lupakan, tidak ada yang tahu mungkin setelah menikah dengan Arief, Tasya Langsung sembuh dari sakit nya, saat ini tinggal merelakan saja.


mengikis rasa cinta itu perlahan, dan waktu lah yang akan menyembuhkan.


"kamu tidak boleh egois, Ki... kenyataan nya orang lain lebih membutuhkan pria itu?"


ucap kinara pada dirinya sendiri kemudian terlelap, ia memang paling mudah untuk tertidur.


*


pagi.....


Kinara sudah bersiap untuk pergi ke kampus, hari ini ia akan sidang skripsi, saat ini yang harus kinara lakukan adalah fokus pada kuliah nya.


"sayang.... kamu mau ke kampus?"


ucap Yasmin melihat kinara yang tampil dengan rapi dan cantik.


"ya Bun, hari ini kinara mau sidang skripsi...!"


"oh ya...!"


ucap Yasmin mengajak kinara untuk duduk.


"kamu baik-baik saja....?"


ucap kahfi Menilik netra milik putri nya itu.


"ya, tentu saja... memang kenapa?"


ucap kinara senyum kecil.


"ya, syukurlah kalau begitu... Ayah khawatir dengan mu Ki...!"


ucap kahfi menyentuh tangan Kinara.


"oh soal itu......Kiki enggak mau egois yah, Kiki mencoba memahami keadaan mereka, dan di sini Kiki mungkin jauh lebih beruntung karena Tuhan memberikan Kiki keluarga yang utuh, kesehatan serta kesejahteraan....Kiki harus bersyukur apapun keadaan nya, mungkin Kiki dan bang Arief memang tidak berjodoh...!"


ucap kinara membuat Kahfi dan Yasmin tertegun.


"sayang... kamu hebat, bunda bangga sama kamu!!"


ucap Yasmin memeluk putri nya itu.


"kata bunda kalau jodoh tak akan kemana, ia akan mencari jalan nya sendiri, Kata bunda jodoh kita sudah Allah tentu kan dan tidak akan tertukar..."


ucap kinara bersandar pada Yasmin.


"tentu saja... karena yang menikah pun belum tentu Berjodoh...!


kamu harus sabar dan yakin bahwa Allah akan memberikan kita yang terbaik...!"


ucap Kahfi memberikan kekuatan pada putrinya, ia Tahu semua tidak mudah namun kinara mencoba untuk berlapang dada dan bersikap dewasa untuk tidak menuntut hal apapun tentang keadaan ini pada Arief.


"ayah doakan presentasi nya lancar...!


kita berangkat bareng ya!"


ucap Kahfi dan di angguki oleh kinara.


Yasmin bersyukur karena Kinara tak berkecil hati karena kejadian itu, dari kecil Kahfi memang mendidik ke-tiga anak nya untuk menjadi pribadi yang tangguh dan percaya diri.


tidak mudah putus asa, dan berjiwa besar.


anggap saja saat ini Kinara kalah namun ia harus menerima kenyataan bahwa memang orang lain lebih butuh Arief ketimbang dirinya yang masih bisa berusaha.


kampus..


"kamu hati hati ya...!


putri ayah harus semangat....!"


ucap Kahfi dan di angguki oleh kinara.


"hati hati yah ...!"


"ya sayang......!"


ucap kahfi kemudian Kinara keluar dan berpapasan dengan mobil Wildan yang masuk ke halaman parkir kampus.


"Ki....!"


ucap ayu berlari mengejar sahabat nya itu.


"hai......!"


ucap kinara senyum.


"Ki, Sidang sekarang....?"


"HM.... kenapa?"


"aku besok....... kamu deg degan enggak Ki...?"


"biasa aja.... siapa tahu Nanti penguji nya dosen ganteng...!"


ucap kinara Terkekeh kecil.


"mending Ki, kalau dosen killer ?"


ucap ayu tertawa kecil.


"gimana hubungan kamu sama chef tampan itu?"


ucap ayu sambil berjalan di koridor kampus, tanpa sadar Wildan mengikuti langkah mereka dari belakang.


"enggak tahu, mungkin udah end...!"


"loh, kenapa?"


"sekarang dia suami orang?"


"bisa lah, nama nya juga kehidupan...!"


ucap Kinara, ia pun tak menyangka secepat itu keadaan berubah.


setelah itu mereka berpisah dan kinara masuk ke dalam gedung tempat dimana ia akan melakukan presentasi.


Wildan menghentikan langkahnya mendengar percakapan mereka berdua, ia tahu bagaimana keadaan gadis itu.


sebelum nya Kinara memang tak pernah memiliki hubungan dekat dengan pria lain selain dengan nya, begitu juga dengan damar, Wildan tak pernah membiarkan mereka berdua hingga kedua nya putus karena damar berkhianat.


beberapa jama kemudian, Wildan menuggu Kinara di depan ruang presentasi.


tak lama Kinara keluar dengan senyum yang mengembang di wajah nya, ia berhasil membuat penguji kagum dengan materi pembahasan nya dan Kinara juga bisa menjawab pertanyaan pertanyaan dengan jawaban yang tepat.


"bang....!"


ucap kinara melihat Wildan berada tak jauh dari tempat itu.


"udah Ki....?"


tanya Wildan mendekati.


"udah....!"


ucap kinara senyum,"bang kapan sidang?"


"Minggu depan...!


ayo....!"


ucap Wildan menuntun tangan Kinara untuk berjalan keluar dari gedung itu.


"loh mau kemana?"


ucap kinara menahan langkah nya.


"Kita udah lama kan enggak makan bakso bareng?"


"bakso?"


"ya, aku tahu tempat makan bakso yang enak, kan waktu itu kamu bilang Mau makan baso Segede bola?"


ucap Wildan senyum.


"tapi enggak berdua ya bang, kita ajak Ayu sama Nisa juga!"


"oh gitu, ya udah!"


ucap Wildan kemudian Kinara menghubungi ayu untuk ikut dengan nya, tak lama ayu berlari ke arah mereka berdua.


"Ki... gimana presentasi nya lancar?"


ucap ayu mendekati sahabat nya itu.


"lancar Alhamdulillah....!"


ucap kinara memeluk ayu, dari jauh seseorang memperhatikan interaksi Kinara dan kedua nya.


Kinara tampak santai dan ceria, gegas Arief keluar dari mobil dan menghampiri mereka yang tengah mendengarkan Kinara berbicara.


namun kinara langsung diam saat melihat Arief Berjalan mendekati nya.


"Ki...Abang mau bicara sebentar bisa?"


ucap Arief tanpa basa-basi, terlihat beberapa memperhatikan Arief yang memang begitu tampan.


"boleh.....!"


"tapi ki.....!"


ucap Wildan Mencoba mencegah.


"enggak apa-apa om,, sebentar saja!"


ucap kinara kemudian mengikuti langkah Arief menuju mobil nya.


"masuk.....?"


"kemana?"


"Ya Enggak mungkin lah Abang bicara disini sama kamu!"


"memang kenapa? apa sih yang mau Abang bicarakan!"


"banyak hal...dan Abang enggak Bisa bicara di sini....!"


"lalu Kita mau kemana?"


"kita ke restoran ya!"


ucap Arief memperhatikan kinara yang sejak tadi memalingkan wajahnya, Arief tahu kinara bersikap dingin pada nya.


Wildan dan ayu memperhatikan interaksi mereka berdua, seperti nya batal mengajak kinara untuk makan.


"kita tunda besok aja wil acara makan bakso nya!"


ucap ayu terlihat kinara menghampiri mereka.


"Bang , besok aja ya kita makan bakso nya, Kinara janji besok kinara deh yang traktir...!"


ucap kinara memberi tahu bahwa ia tidak bisa pergi dengan mereka dan harus menyelesaikan masalah ini secepatnya.


"tapi ki, apa kamu yakin mau pergi dengan pria itu?"


"ya , tenang saja..Kiki harus menyelesaikan masalah ini bang.. Agar tidak berlarut..."


ucap kinara dan di angguki terpaksa oleh Wildan, walau bagaimanapun Wildan tahu kinara terluka karena hal itu hanya Kinara pintar menyembunyikan semua nya.


kacau mu cukup kamu yang tahu, simpan saja hal hal yang berkaitan dengan mu, orang lain tak perlu tahu jatuh mu.. saat ini aku hanya tengah berusaha merelakan..


bersambung...


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍