
Kinara merebahkan tubuhnya di ranjang, Siang itu Arief kembali untuk pergi ke kantor.
kinara sendiri meminta izin untuk menginap di rumah sang Ayah.
"Abang mau ke kantor? kamu mau pulang atau di sini?"
ucap Arief saat ia hendak beranjak, tak ingin lagi mempermasalahkan soal siva karena saat ini ia ingin menyelesaikan masalah perusahaan dulu.bukan Arief merasa hal itu tidak penting namun ia ingin masalah satu persatu terselesaikan.
"Kiki nginep di sini boleh enggak Bang!"
tanya kinara.
"boleh, kenapa tidak...!
kamu jangan pikirkan masalah yang tadi ya, biar kan saja semua berjalan apa adanya, saat ini Abang ingin mengurus masalah perusahaan terlebih dahulu."
"Kiki juga bisa bantu Abang...!"
"ya, sayang..... Abang tidak meragukan hal itu, hanya saat ini Abang ingin kamu istirahat dulu..
kita baru saja menikah namun langsung di hadapkan berbagai masalah... Abang belum sempat ajak kamu berlibur!"
"kemarin ke London, sama saja. tidak apa-apa!
jangan pikirkan soal itu....!"
"tentu saja Abang memikirkan hal itu, kamu juga prioritas Abang!"
"ya, terima kasih Bang!"
ucap kinara mendekap tubuh suaminya.
"ya sudah, Abang berangkat dulu ya!
sama om Wildan juga!"
"oh, gitu...!"
Arief mengangguk lalu mencium kening Kinara.
Kinara mengamati Arief yang masuk ke dalam mobil masing-masing bersama Wildan. kinara senang karena Wildan mau membantu Arief.
teringat pesan nya Tempo dulu.
"Ki, om tuh sedih kalau lihat kamu sedih, apapun om akan bantu supaya kamu bisa bahagia....!"
ucap Wildan dulu saat mengetahui Arief menikah dengan Tasya, namun kinara tak ingin terlalu dekat dengan Wildan karena ia juga menjaga perasaan Anisa yang terkadang cemburu jika Wildan perhatian terhadap nya.
"Ki.....!"
ucap Yasmin masuk ke dalam kamar.
"Bun.....!"
ucap kinara Menoleh.
"lagi ngapain? sini ngobrol sama bunda!"
ucap Yasmin mengajak kinara untuk duduk di sofa.
"kata Arief kemarin kamu demam lagi?"
"oh, ya Bun....biasa kalau datang bulan!"
"datang bulan? Kok perasaan cepat?"
tanya Yasmin merasa heran.
"ya, Kiki juga enggak tahu, enggak teratur!"
Yasmin terdiam sambil berpikir.
"ya sudah, tidak apa-apa... kalau kamu merasa ada yang aneh kasih tahu bunda ya! soal Tante Hani kamu jangan terlalu pikirkan, wajarlah menurut bunda, Mungkin Tante Hani ingin yang terbaik untuk Riko...!"
Kinara mengangguk sambil memeluk Yasmin.
"biarkan nanti ayah yang bicara sama Tante mu ya!
sekarang kamu istirahat....!"
"ya Bun, terima kasih Bun!"
ucap kinara senyum.
**
Arief tiba di perusahaan bersama Wildan, Carles sudah menunggu di ruangan kerja.
bergegas Arief dan Wildan masuk ke ruangan itu.
"Hai Rief..." ucap Carles senyum, terlihat Carles tengah bersama seseorang.
"les...ini Wildan, dia rekan bisnis gue juga"
ucap Arief senyum.
"oh, oke...ini pak Wiranto. beliau orang yang kemarin aku ceritakan. dia bersedia menanam saham di perusahaan ini..."
ucap Carles memperkenalkan pria paruh baya itu.
"bisa kita bicara berdua..."
ucap Wiranto membuat Arief sedikit heran.
"kenapa berdua....?"
tanya Arief.
"ada yang ingin saya bicarakan berdua saja dengan mu...!"
Arief mengangguk lalu meminta kedua nya meninggalkan mereka berdua.
"ada apa pak Wiranto...!"
"Arief, kamu tahu saya?"
Arief terdiam, tentu saja tidak. karena ia baru Turun ke dunia bisnis kemarin.
"aku bisa membuat perusahaan ini kembali berjaya, dan aku juga bisa membuat perusahaan ini terpuruk...!"
"maksud anda...?"
tanya Arief mengerutkan keningnya.
"aku ayah Alina...!"
Arief menarik nafas mendengar penuturan pria itu.
"lantas....?"
"ya, begitu menyukai mu...!"
"ya, lalu! apa yang anda inginkan?"
"menikah dengan Alina...!"
"Tapi saya sudah menikah...!"
"tidak masalah, pria memiliki dua istri sudah biasa!"
"ya, mungkin itu bagi anda, tapi tidak saya!
saya sangat mencintai istri saya, jadi saya tidak sedikit pun berpikir untuk menikah lagi."
Wiranto Terkekeh.
"saya akan menanam saham di perusahaan ini kalau kamu menerima syarat itu!"
"oh, itu syarat nya...!"
"maaf saya tidak bisa....!"
ucap Arief dengan jelas.
"pikirkan lagi, karena setelah saya keluar dari perusahaan ini saya tidak akan pernah kembali!"
"maaf saya tidak perlu berpikir lagi, saya tidak bisa menikahi putri Anda!"
"kamu yakin...!"
Arief mengangguk.
"kalau begitu saya tidak jadi menanam saham di perusahaan ini....!"
ucap Wiranto langsung keluar dari ruangan itu.
Carles dan Wildan termangu melihat Wiranto yang pergi begitu saja di ikuti asisten nya.
Arief mendengus sambil mendudukkan dirinya di kursi. ternyata diam-diam Alina mencari tahu tentang dirinya, Arief pikir Alina sudah menyerah tapi ternyata ia meminta bantuan orang lain.
"rief...ada apa?"
tanya Carles masuk ke dalam ruangan di ikuti Wildan.
"dia enggak jadi menanam saham di perusahaan ini...!"
"kok bisa??"
tanya Carles duduk di hadapan Arief.
"dia pengusaha hebat Loh...!"
"ya, gue tahu.. tapi dia minta gue nikahin anak nya!"
ucap Arief mengusap wajahnya.
"ah yang benar!"
"ngapain gue bohong...ya enggak bisa lah, gila aja! gue enggak mungkin mengorbankan rumah tangga gue Sama Kiki...!"
"terus gimana?"
"gue udah pikirin semua, gue akan jual semua restoran gue untuk menutupi kerugian perusahaan, jadi gue enggak harus cari investor lagi...!"
"Lo yakin mau jual semua restoran Lo?
Lo rintis semua dengan susah payah..."
tanya Carles, ia sendiri sudah menjadi investor di perusahaan itu namun tidak sampai menutupi kerugian perusahaan tersebut.
"ALM papih minta gue untuk mempertahankan perusahaan ini, gue enggak bisa kalau harus menikah lagi demi menutupi hutang perusahaan.
kalau soal restoran, gue bisa bangun lagi nanti!"
"ya rief, om dukung kamu!
om pasti bantu kamu!"
"ya terima kasih om...les!"
Carles mengangguk, lalu ketiga nya membahas mengenai rencana selanjutnya untuk perusahaan tersebut.
pukul sembilan Arief baru sampai di rumah Kahfi, terlihat rumah tampak sepi.
"Arief....!"
ucap Kahfi saat Arief masuk ke dalam rumah.
"Ayah, Arief kira sudah tidur semua!"
ucap Arief menghampiri dan mencium tangan Kahfi.
"yang lain memang sudah tidur, ayah sengaja menuggu kamu!"
ucap Kahfi mengajak Arief untuk duduk bersama di sofa.
"Kamu sudah makan?"
"sudah tadi di kantor....!"
"bagaimana perkembangan nya?"
tanya Kahfi.
Arief menjelaskan semuanya pada Kahfi, termasuk tentang Wiranto dengan syarat konyol nya.
"ayah salut sama kamu, terima kasih Arief karena kamu begitu menyayangi Kiki...!
ayah pasti membantu kamu!"
"terimakasih juga yah!"
Kahfi mengangguk lalu menyuruh Arief masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Arief naik ke ranjang setelah membersihkan diri, masuk ke dalam selimut tebal lalu memeluk istrinya itu.
"i Miss you baby...!" ucap Arief mencium telinga kinara hingga membuat nya meremang membuka matanya.
"bang....HM..?"
ucap kinara menatap wajah tampan suaminya itu.
"Miss you to...!"
"maaf ya pulang malam lagi!"
Kinara mengangguk sambil tersenyum.
Arief merapikan rambut kinara yang sedikit berantakan, mencium kening nya singkat.
"kamu kenapa Bang?"
"enggak apa-apa......!"
ucap Arief kembali mendekap erat tubuh kinara.
bagaimana mungkin aku mengkhianati mu, sedang bagiku kau adalah belahan jiwa ku.
orang yang begitu aku sayangi, yang akan ku jaga jiwa dan raga nya.
"kembali tidur...!"
ucap Arief mengecup bibir kinara singkat lalu terlelap bersama.
bersambung.
terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍