Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
permintaan terakhir



Kinara menelungkup kan wajah nya di bantal Kemudian tertidur pulas setelah pulang dari rumah Rama.


***


setelah selesai makan ketiga nya pergi dari restoran itu, tak ada percakapan apapun antara Kinara dan Arief. kedua nya sama sama diam apa lagi dengan Kahfi yang tak jauh dari kinara.


"Kiki ke toilet dulu sebentar...!"ucap kinara.


"ya udah bareng, ayah juga mau ke toilet....!"


ucap Kahfi membuat kinara tertegun, seakan Kahfi tak memberikan kesempatan untuk kinara sebentar saja.


Arief memperhatikan kinara yang keluar dari toilet, jika tidak ada Kahfi di belakang gadis itu ingin sekali rasanya menarik tangan gadis itu untuk ikut dengan nya.kahfi terus mengawal putri nya itu.


setelah selesai makan Kahfi langsung mengajak kedua nya pulang.


"yah, Kinara mau main ke rumah Oma Marisa?"


ucap kinara dan di angguki oleh Kahfi.


"pulang nya nanti biar Wildan Anter kak..!"


ujar Wildan senyum.


"nanti ayah jemput karena bunda mu juga bilang mau kerumah Oma Marisa,jadi nanti sore biar ayah sekalian jemput bunda mu!"


ucap Kahfi dan di angguki oleh Kinara.


tak lama mereka sampai di depan rumah rama,Kinara keluar dari mobil setelah mencium tangan kahfi.


"assalamualaikum...!"


ucap Wildan masuk ke dalam rumah besar itu bersama kinara.


"walaikumsalam..halo cucu Oma yang cantik!"


ucap Marisa memeluk Kinara.


"Oma...!"


ucap kinara senyum tertahan saat melihat Anisa keluar dari dalam rumah.


"oh ada kamu nis?"


ucap Wildan senyum.


"ya, sayang...ada Bunda mu juga di dalam baru sampai,kita sedang masak!"


ucap Marisa mengajak Kinara masuk ke dalam rumah terlihat Yasmin senyum menghampiri.


"ayah langsung ke kantor Bun...!"


ucap Kinara yang tak tahu jika Yasmin sudah berada di rumah itu.


"ya, tidak apa-apa sayang!


ini kenapa mukanya bete gitu...!"


ucap Yasmin dan terlihat Wildan terkekeh.


"ayah tuh.....!" ucap kinara manyun.


"kenapa?"tanya Yasmin menilik wajah putrinya itu.


Kinara Terdiam melihat Yasmin yang menuggu jawaban dari nya.


"enggak....!"


ucap kinara yang merasa belum siap untuk mengatakan apa yang tengah dirasakan nya, namun Wildan tahu apa yang tengah melanda gadis itu.


"mau bantu bunda masak?"


tanya Yasmin, namun Kinara menggeleng kan kepalanya cepat.


"ya udah....!"


ucap Yasmin senyum kembali ke dalam dapur.


"Kenapa Kinara bete gitu?"


ucap Marisa melihat kinara yang tidak biasa seperti itu karena yang Marisa tahu kinara anak yang selalu ceria.


*


"emang salah ya Bu, kalau Idan suka sama kinara?"


tanya Wildan saat berdua dengan Marisa karena jika ada Rama bukan hanya rasa yang ia anggap salah tapi pertanyaan itupun salah.


"kalau suka sebagai saudara tidak masalah, kalau lebih dari itu salah nak, karena kinara itu keponakan kamu sendiri...!"


ucap Marisa membuat Wildan membisu, "cobalah membuka hati untuk Anisa...kamu paham?"


ucap Marisa lagi dan di angguki oleh Wildan.


tak ada yang salah hanya mereka yang salah karena membiarkan kedua nya terlalu dekat hingga satu sama lain bergantung.


*


"main apa?"ucap Wildan menghampiri Kinara bersama Anisa, terlihat Kinara menyalakan PS, hal yang selalu keduanya lakukan jika berada di rumah itu, terkadang jika Kinara dan si Kembar menginap, mereka akan tidur di ruangan itu dengan menggelar permadani bermain PS hingga pagi kemudian terlelap bersama di tempat itu namun tidak saat ini mereka memiliki kesibukan masing-masing,jarang sekali mereka berkumpul seperti dulu.


"main sendiri... enggak ngajak om?"


ucap kinara memalingkan wajahnya, terlihat Wildan Terkekeh kemudian duduk di dekat Kinara bersama Anisa.


"takut kalah?"


tanya Wildan mengambil salah satu stik PS.


"Nis,, coba kamu Lawan Kinara?"


ucap Wildan memberikan stik PS itu pada Anisa.


"enggak bisa, Nisa enggak pernah main PS bang ...!"


tutur Nisa bersemu merah.


"oh gitu....ya udah, nanti Abang ajarin semua yang enggak kamu bisa...!"


ucap Wildan senyum melihat wajah Anisa yang memerah.


ia harus mengikuti saran ayah dan ibunya membuka hati untuk Anisa,memang tak ada yang salah karena Anisa gadis yang baik dan pemalu.


"awas nis, mulut cowok itu manis....."


ucap Kinara tanpa menoleh.


"ya betul....!"


ucap nisa Terkekeh melihat wajah Wildan yang terperangah.


"aku serius, nanti kalau udah sah ya!"


ucap wildan terkekeh kemudian mencubit pipi Kinara.


ucap Kinara menepuk pundak Wildan yang terkekeh.


"hei ....!"


ucap Rama datang membuat mereka Diam.


"kenapa sayang,cucu grand pa?"


ujar Rama menghampiri kinara yang masih gemas pada Wildan.


"Om nya tuh, main cubit aja!


emang enggak sakit apa?"


ucap kinara membuat Wildan Terkekeh kemudian pergi menarik tangan Anisa ke taman belakang.


"main PS nya sama grand pa mau enggak?"


tanya Rama mengajak Kinara untuk duduk.


membiarkan Wildan dan Anisa berdua karena Rama khawatir jika Anisa cemburu melihat interaksi keduanya, Wildan selalu seperti itu pada kinara.


"boleh....!"


"si kembar kemana?"


"masih di sekolah pa, lagi bimbel sebentar lagi mau ujian!"


ucap kinara dan di angguki oleh Rama.


keduanya main sampai puas hingga Kahfi datang untuk menjemput mereka pulang.


***


*


Arief memijat keningnya yang terasa pusing, Kinara tak mengaktifkan ponsel nya sejak tadi pagi hingga sore hari, seperti itu ternyata jika Kinara sedang marah.


"apa aku samperin ke rumah nya aja?"


tanya Arief sendiri.


saat ini ia sudah pulang dan berada di apartemen, terlihat ponselnya berdering dan Tasya melakukan panggilan telepon.


"halo sa...?"


"halo rief, kamu bisa enggak ke rumah sakit?


aku mau ketemu kamu?"


"oh ya udah .... nanti aku kesana sa!"


ucap Arief kemudian mengakhiri telponnya.


keadaan Tasya semakin menurun, Arief tak tega melihat keadaan nya hingga ia berpikir tak ada salahnya sebagai sahabat ia berusaha untuk memberikan kekuatan untuk Tasya.


**


Kinara tersenyum saat melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Arief, dan beberapa pesan yang masuk saat ia mengaktifkan ponsel nya.


Kinara mencoba kembali melakukan panggilan telepon namun Arief tidak mengangkat nya,apa mungkin sekarang giliran dia yang marah.


Kinara membuang nafas kemudian beranjak keluar, berhenti menghubungi pria itu.


"Bun....Kinara mau ke Gramedia dulu sebentar.."


terlihat Kahfi dan Yasmin tengah duduk di ruang tamu berdua.


"ngapain?"


tanya Kahfi.


"assalamualaikum.....!"


ucap si kembar yang masuk ke dalam rumah.


"walaikumsalam...kok baru pulang de?"


tanya Kinara pada dua adiknya itu.


"Habis bimbel lanjut main putsal kak....!"


"oh gitu.....!"


ucap kinara, Kemudian ia beranjak pergi mumpung Kahfi sedang Ngobrol dengan si kembar.


"yah, mau kemana?"


ucap Yasmin melihat Kahfi beranjak.


"ngikutin Kinara yang....!"


ucap kahfi membuat Yasmin tertegun.


**


Arief tersenyum melihat kinara yang kembali menelpon nya, saat ini ia masih berada di rumah sakit.


"halo......"


ucap Arief saat kembali menelpon dan langsung di angkat oleh Kinara.


"HM....."


ucap kinara singkat.


"dimana de, kangen banget Abang sama kamu...?"


ujar Arief namun Kinara menanggapi hal itu biasa.


"masa?"


"ya,de kamu enggak percaya!


kita harus ketemu dan bicara....!


kamu dimana?"


"Gramedia.....!


Abang dimana?"


"dirumah sakit... bentar Abang kesitu ya!"


ucap Arief namun Kinara terdiam mendengar kata rumah sakit, sudah di pastikan Arief tengah bersama perempuan itu.


Tasya yang mendengar percakapan mereka berdua merasa sakit hati, bahwasanya ia begitu Berharap jika Arief bisa memenuhi permintaan terakhir di hidupnya yaitu menikah, tapi jika mendengar percakapan mereka. Arief seperti nya sudah benar benar jatuh hati pada gadis yang baru kemarin ia kenal.


bersambung.