Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
nikah lagi.



siang itu kinara pergi ke mall bersama Siva, keduanya berjalan jalan menyusuri mall tersebut.


Siva memperhatikan kinara yang seperti tengah memikirkan sesuatu.


"pulang nya kita mampir ke restoran nya kak Arief yuk kak...!"


ujar Siva saat mereka masuk ke toko yang menjual perlengkapan bayi.


"boleh, kakak juga udah lama enggak ke restoran..!"


ucap Kiki memegang popok bayi perempuan berwarna pink.


"lucu ya kak...!"


ucap Siva senyum.


"apa kak Kiki sedang memikirkan sesuatu?"


tanya Siva yang memang tak mengetahui masalah perusahaan.


"enggak, kakak enggak mikirin apa apa..kita keluar yu, jangan sekarang beli perlengkapan bayi nya va. kata orang tua dulu kalau mau beli perlengkapan bayi nanti saja kalau sudah hamil besar!"


"oh, gitu ya kak. tapi siva enggak berani keluar dari rumah kalau sudah hamil besar...!"


ucap Siva menunduk membuat kinara tertegun.


"ya, nanti biar kakak yang belanja untuk keperluan bayi kamu!"


ucap kinara merangkul pundak Siva keluar dari toko tersebut dan masuk ke dalam toko yang menjual berbagai macam keperluan muslimah.


"yang ini kerudung nya bagus kak...!"


ucap Siva menoleh pada seseorang yang berada tak jauh dari tempat ia berdiri bersama Kinara.


Siva membebelakan matanya saat melihat seseorang yang juga tengah menatap nya, melangkah lebih dekat.


'Reno....'


ucap Siva dalam hati lalu menarik kinara untuk pergi dari tempat itu.


"Siva, ada apa...?"


ucap kinara mengikuti langkah Siva cepat.


"ada Reno....!"


ucap Siva berjalan cepat.


"Siva... tunggu..!"


ucap Reno mengejar keduanya.


"astaga, ayo...!"


ucap kinara menarik tangan Siva untuk menjauh dari Reno yang tengah mengejar nya.


"kemana dong kak...!"


"sebentar.....!"


ucap kinara lalu berbelok ke arah restoran yang menyajikan masakan Jepang.


"disini kan rame jadi kakak pikir dia enggak akan berani macam-macam...!"


"Siva takut.....!"


"kamu tenang ya, kakak coba hubungi bang Arief!"


ucap kinara memainkan ponselnya.


"enggak aktif lagi...!


udah sini...!"


ucap kinara duduk di pojok agar tak terlihat oleh Reno yang masih berjalan Jalan mencari nya.


"kenapa Reno ada di Indonesia!"


ucap Siva dalam hati, hidup nya sudah tenang karena jauh dari pria itu tak ingin lagi mempermasalahkan tentang bayi yang tengah ia kandung, dan sekarang tiba-tiba Reno muncul di hadapan nya.


"seperti nya Aman kita pulang saja"


ucap kinara dan di angguki oleh Siva.


keduanya berjalan beriringan menuju basman dengan perasaan tak menentu karena khawatir Reno masih mencari mereka.


"Siva....!"


ucap Reno membuat keduanya Menoleh dan gegas mempercepat langkah.


"tunggu aku mau bicara.."


ucap Reno, beberapa hari yang lalu ia tiba di Indonesia.


ia menceritakan semuanya pada sang nenek yang justru menyalahkan nya karena sudah mencampakkan Siva.


sang nenek meminta Reno untuk bertanggung jawab atas perbuatannya, apa lagi bayi yang di kandung adalah darah daging nya sendiri.


"kamu duluan, biar kakak yang menahan nya.. kamu langsung pulang..."


ucap kinara melepaskan pegangan tangan Siva.


"tapi..."


"ayo tidak apa-apa... kakak yang akan bicara dengan nya..."


ucap Kinara.


"Siva tidak Mau...!"


"ayo duluan..."


ucap Kinara menyuruh Siva untuk menjauh namun tubuh nya terhentak karena menabrak seseorang hingga ia hendak jatuh namun cepat orang itu menangkap tubuh nya.


"dokter Riko...!"


"Siva....!"


ucap Riko melepaskan pelukannya dan melihat Kinara dan seorang pria yang tak jauh dari Kinara berdiri.


"kamu mau apa?"


ucap kinara saat Reno semakin dekat.


"tidak cukup semua yang kamu lakukan terhadap Siva..?"


"bukan seperti itu....!"


ucap Reno berjalan mendekat ke arah mereka, namun Siva bersembunyi di balik tubuh tegap Riko.


"aku akan bertanggung jawab...!"


"tidak....!". ucap Riko membuat Reno mengerutkan keningnya.


"aku calon suami Siva, Minggu ini kami akan menikah...!"


ujar Riko membuat kinara senyum sementara Riko terperangah bersamaan dengan Siva yang berada di belakang Riko.


"ya, kan Siva...!"


ucap Riko menarik tubuh Siva dan merangkul bahu nya.


"aku tidak percaya, katakan itu bohong Siva...!


aku datang ke Indonesia untuk bertanggung jawab...!"


ucap Riko sedikit berbohong.


"bohong.... bukan nya kamu ke Indonesia karena orang tua mu yang tidak ingin menanggung malu karena kamu di keluarkan dari universitas terbaik di London...!"


ucap Riko asal tapi benar adanya.


"jangan so tahu...!"


ucap Reno dengan tatapan nanar.


"aku tahu dari Arief, coba kamu datang menemui Arief setelah kemarin kamu mencaci Siva, aku yakin kamu akan babak belur.."


ucap Riko Terkekeh.


"ayo Siva kita pulang...!"


Siva mengangguk.


"ya udah, kakak bawa mobil Kita ya"


ucap kinara Menilik wajah Reno yang geram dengan penuturan Riko.


**


"maaf ya Siva...." ucap Riko saat mereka berada di dalam mobil.


"kenapa minta maaf, justru kehadiran dokter Riko menyelamatkan saya dari Reno..."


"itu hanya kebetulan, aku sedang makan siang dengan teman...aku serius dengan ucapan Ku Siva...."


ucap Riko membuat Siva tertegun.


"yang mana....?"


ucap Siva yang berpura-pura tidak mengerti.


"kita menikah, biar kan ku menjaga mu.."


ucap Riko menghentikan laju mobilnya.


"tapi Siva sedang hamil anak orang lain...."


ucap Siva menuduk.


"tidak apa-apa, aku akan menyayangi nya seperti anak Ku sendiri....!"


ucap Riko membuat Siva menitikkan air mata nya.


Siva teringat Reno yang mengatakan akan bertanggung jawab terhadap nya, tapi kenapa saat semua cinta nya telah pergi.


"bagaimana Siva ..apa kamu mau menikah dengan ku...?"


ucap Riko mengeluarkan cincin dari saku kemeja nya.


"bagaimana dengan orang tua dokter Riko.."


"jangan pikirkan itu hanya masalah waktu..."


ucap Riko senyum membuat Siva mengangguk, semoga ini bukan keputusan yang salah.


Riko tersenyum lalu memakai kan cincin tersebut di jari manis Siva.


"aku akan bicarakan hal ini dengan Arief..."


ucap Riko lalu kembali melajukan mobilnya.


kinara menghela nafas sambil melajukan mobilnya, tak mengikuti laju mobil Riko.


membiarkan mereka untuk berdua, kinara harus memberi tahu Arief tentang Reno yang mengejar mereka. tidak menyangka jika pria itu kini berada di Indonesia, lalu siapa gadis yang bersama Reno tadi.


Kinara melihat Jam di tangan nya menunjukkan pukul tiga sore.


"bang Arief di kantor apa di restoran ya!" ucap kinara lalu menghentikan laju mobilnya di halaman parkir restoran milik Arief saat melihat mobil suami nya terparkir di halaman tersebut.


kinara tersenyum lalu turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam.


"chef Arief ada di dalam?"


tanya kinara pada karyawan di restoran itu.


"ada di dalam sama pak Revan dan teman nya, masuk saja...!"


"ya terima kasih...!"


ucap Kinara berjalan ke arah ruangan.


"ya yalah, enggak Mungkin gue nikah lagi demi menyelematkan perusahaan, gimana dengan Kiki...gue enggak segila itu...!"


ucap Arief dari dalam menghentikan langkah kinara yang hendak mengetuk pintu.


"ya, tapi gue enggak nyangka kalau pak Wiranto itu ayah nya Alina yang naksir sama Lo rief..."


ucap Carles membuat kinara membeku.


'alina.....'


'apa lagi yang di sembunyikan Arief dari Ku...'


bersambung..


terimakasih yang sudah mampir, terima kasih yang sudah setia dengan novel author ini...


😍😍😘👍