Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
kepergian.



seminggu berlalu setelah acara resepsi pernikahan Wildan yang berjalan lancar,, kini keduanya pergi honey moon ke Faris.


berbeda dengan Arief yang saat ini tengah berlari kecil di koridor rumah Sakit saat ibu Tasya memberi tahu kondisi Tasya yang semakin menurun dan melemah.


"bagaimana kondisi nya mi...?"


tanya Arief yang melihat sang mertua tengah menangis.


***


Kinara berjalan beriringan dengan Fahmi dan Fahri di ikuti Sinta di belakang bersama Marisa yang ikut berlibur ke Rusia, di depan sudah ada Yasmin dan kahfi yang berjalan lebih duluan hendak menaiki pesawat.


"Oma, kenapa grand pa enggak ikut...?"


tanya Fahmi menoleh ke belakang.


"Masih ada urusan pekerjaan Sayang, Nanti bilang nya nyusul..."


mereka semua duduk di kursi yang sudah tersedia sesuai tiket pesawat, kinara duduk kemudian mematikan ponselnya.


"Udah jangan main handphone terus, Fahri...!"


ucap kinara karena sebentar lagi pesawat akan terbang.


"ya kak.....!"


ucap Fahri sambil senyum.


entah apa yang terjadi dengan pria introvert itu, tak jarang ia tersenyum menatap ponselnya.


semua terdiam sesekali mengobrol santai sambil menikmati perjalanan terlihat Yasmin sudah tertidur bersandar pada kahfi.


*


Tasya memang membuka matanya dengan nafas terengah setelah hampir satu bulan lebih ia tak sadarkan diri, ia meminta dokter membuka segala alat yang membantu pernafasan nya.


"jangan di buka...."


ucap Arief menahan tangan Tasya yang kurus.


"sakit rief aku udah enggak sanggup..."


ucap Tasya terbata dan lirih, terlihat bulir air mata mengalir dari sudut mata tanda kesedihan mendalam menaungi hatinya.


"sakit......"


ucap Tasya lagi lirih.


"kamu harus kuat, ada aku disini.."


ucap Arief mencium kening istrinya yang sudah tak berdaya.


"aku......."


ucap Tasya dengan nafas tersengal menatap Arief yang begitu dekat dengan nya.


"terima kasih rief, aku bahagia di sisa akhir hidupku.... aku, cinta sama kamu"


ucap tasya kemudian kembali menutup mata nya dan terlihat alat pendeteksi jantung menunjukkan bahwa jantung Tasya sudah berhenti berdetak.


seketika itu pula Tangis Rani langsung pecah mengetahui jika kesadaran Tasya justru menjadi akhir hidupnya.


sementara Arief membeku menatap tubuh Tasya yang seketika pucat tanpa ruh di dalam nya.


"maaf, pasien sudah meninggal... sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh nya... mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin.."


ucap Riko Menilik wajah Arief Tanpa ekspresi, terlihat Rani masih menangis tersedu.


beberapa hari terakhir ini Arief tak pernah jauh dari Tasya saat dokter mengatakan jika kondisi Tasya terus menurun hingga siang tadi Arief terpaksa pergi karena ada urusan yang harus ia urus di restoran.


"kamu harus sabar dan ikhlas....!"


ucap Wisnu.


Arief mengangguk kecil karena memang harapan Tasya untuk sembuh sangat kecil, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, selebihnya tuhan yang menentukan.


semua berpikir bahwa kesadaran Tasya akan menjadi awal kesembuhan nya namun justru menjadi akhir percakapan keduanya.


Yuni merengkuh Rani yang masih menangis tersedu melihat jenazah Tasya di masukkan ke dalam mobil ambulance menuju rumah, Arief dan ayah tasya berada di dalam mobil.


**


beberapa jam kemudian akhirnya Yasmin dan keluarga sampai di Rusia, Kinara masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya yang lelah kemudian tertidur.


"Bun .. Kinara tidur...?"


"mungkin... kenapa?"


ucap Yasmin menata makanan di meja bersama Sinta dan Marisa, terlihat si kembar baru kembali dari luar.


"dia melewatkan waktu sholat ashar...?"


"Kinara sedang datang bulan kalau tidak salah..."


ucap Yasmin mengambil kan nasi dan lauk pauk pada piring Kahfi.


"kamu enggak lelah yang....!"


ucap kahfi karena memang mereka baru sampai dua jam yang lalu, namun ketiga wanita ini malah sibuk di dapur.


"lelah jika aku sendiri bang, tapi ada ibu dan Mami!"


ucap Yasmin menatap kedua wanita hebat itu duduk di hadapan mereka.


"makan Bun,, laper...!"


ucap Fahmi dan Fahri duduk.


"tidur..dia memang selalu seperti itu!"


ucap Yasmin yang memang mengetahui kondisi Kinara jika sedang datang bulan, ia selalu mengeluh lemas dan keram perut.


"biarkan dia istirahat !"


ucap Sinta.


**


Arief menatap tanah merah yang menggunduk dan batu nisan terukir nama istri nya, tak percaya secepat itu Tasya pergi.


bahkan Arief tak pernah menyangka jika tasya menderita penyakit mematikan itu karena selama ini yang Arief tahu sahabat nya itu baik baik saja, tak pernah sedikitpun Tasya mengeluhkan kondisi nya.


entah kenapa Tasya merahasiakan hal itu dari nya, hingga saat ia mengetahui keadaan nya yang sudah parah.


"kamu yang ikhlas...."


ucap Yuni dan Wisnu yang mengusap punggung Arief, Wisnu tahu walaupun Arief tak mencintai Tasya namun rasa sayang menyelimuti hati nya, keduanya bersahabat sejak lama.


"yang sabar ya jeng..."


ucap Yuni pada Rani yang masih terisak.


"sekarang tasya Udah enggak sakit lagi...."


"ya jeng Yuni benar.... terima kasih untuk kebaikan kalian semua.... Terima Kasih Arief..."


ucap Rani menatap menantu nya itu.


"ya, mi... Arief senang bisa memberikan kebahagiaan meski hanya sekejap, Tasya sahabat Arief sejak lama..."


"ya, meski sudah tidak ada Tasya, anggap lah Mami seperti orang tua mu sendiri"


Arief mengangguk.


setelah pemakaman selesai, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk Arief yang memutuskan untuk pulang ke rumah besar sang ayah.


ke esokan hari nya....


Riko berusaha menghubungi Kinara sejak siang tadi namun tidak bisa, yang Riko tahu Kinara sudah sampai di Rusia namun gadis itu belum mengaktifkan ponsel nya sejak kemarin sore.


namun Kahfi sudah mengetahui kabar kepergian Tasya dari Wisnu.


"apa kita kasih tahu kinara soal itu?"


Tanya Yasmin pada kahfi.


"ya, tapi nanti karena Abang tidak tahu langkah pak Wisnu selanjutnya?"


"maksud nya?"


"ya, pak Wisnu ingin perjodohan itu tetap dilanjutkan jika keadaan ini terjadi, itu obrolan Abang tiga Minggu yang lalu saat bertemu di kantor, tapi sekarang tergantung keduanya saja, tentang status duda yang di sandang oleh Arief hanya sebatas status karena Arief menikahi tasya yang tidak berdaya....!"


"status.....?"


ucap Yasmin mengerutkan keningnya,


"Ya, sayang...pak Wisnu khawatir Kinara tak mau menerima Arief karena hal itu...!"


"oh.....!"


Yasmin mengangguk mengerti.


"lalu....?"


"entah lah .. kita lihat saja nanti!"


ucap Kahfi.


"sayang....!"


ucap Yasmin Menoleh pada kinara yang baru keluar dari kamar.


"laper Bun....!"


"makan.....!"


ucap Yasmin beranjak.


"masih lemas?"


ucap Yasmin Menilik wajah putrinya.


"sedikit.....!"


"sebaik nya Lain kali periksa ke dokter saja Ki, kalau kamu sering merasakan hal seperti itu jika menstruasi..!"


"itu hal yang wajar Bun, kinara enggak apa-apa kok!"


ujar kinara sambil mengunyah nasi putih beserta ikan salmon panggang buatan sang Ibunda.


seperti halnya Kahfi, ketiga anak Yasmin begitu menyukai berbagai macam lauk pauk.


"bunda hanya khawatir...!"


"tidak apa-apa kinara baik baik saja Bun... Terima kasih Bun, Kinara sayang sama bunda!"


"tentu, bunda juga sayang sekali sama kamu..!"


ucap Yasmin merangkul bahu putri nya itu.


bersambung...


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍😍