Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
bed rest.



Kinara menunduk kan wajah nya yang memucat, Arief menggenggam tangan nya lalu tangan satunya lagi memangku wajah istrinya itu.


"Abang enggak tahu kenapa kamu diam saat berada di dekat Abang dan kembali menjadi diri kamu saat bersama orang lain?


apa kamu masih marah? atau kamu belum bisa menerima keadaan ini?"


"enggak, bukan gitu bang? Kiki enggak apa-apa kalau Abang sibuk seperti dulu. Kiki tahu dunia itu adalah dunia yang telah lama Abang idamkan, kiki enggak mau merusak cita cita Abang, dan soal itu. Kiki enggak enak badan, mungkin karena sering telat makan. jadi magh nya kambuh!"


ucap kinara menatap lekat suami nya itu.


"Ki, Abang tuh sayang sekali sama kamu!"


ucap Arief merengkuh istri nya itu.


"Kiki juga sayang bang sama kamu"


ucap kinara memeluk Arief.


"maafkan Abang ya...!"


"kenapa Abang terus menerus meminta maaf, Kita kan udah sepakat untuk tidak membahas masalah itu lagi...!"


"ya Abang tahu, tapi Abang merasa menyesal jika hal itu merubah sikap kamu sama Abang, dan semua terjadi karena Abang sendiri..."


ucap Arief mengelus pipi istri nya itu.


"Kiki enggak berubah, Kiki tetap istri Abang yang dulu hanya Kiki sedikit membiasakan diri dengan keadaan, itu saja!"


ucap kinara senyum.


Arief tertegun menatap Kinara yang tersenyum, setelah kontrak kerja itu selesai ia tidak akan menerima tawaran apapun lagi. ia Akan fokus pada keluarga nya.


beberapa hari berlalu...


siang itu kinara sendiri mendatangi rumah sang ayah, terlihat Yasmin berada di halaman depan tengah merapikan tanaman.


"assalamualaikum Bun...!"


ucap Kinara mencium tangan Yasmin.


"walaikumsalam.... sayang?"


Yasmin memeluk putri sulung nya itu.


"kamu sendiri sayang?"


tanya Yasmin.


"ya, Kiki dari kantor langsung ke sini?"


"ada apa? apa kamu sakit?"


"tidak, hanya ada yang ingin Kiki bicarakan dengan bunda!"


"Ya sudah kita masuk!"


ucap Yasmin mengajak kinara untuk masuk ke dalam rumah.


"kenapa sayang apa kamu ada masalah?"


kinara menceritakan pada Yasmin tentang apa yang ia rasakan beberapa waktu ini, juga tentang flek yang selalu muncul lalu perut yang sering terasa keram.


"apa mungkin kamu hamil Sayang!?"


ucap Kinara menilik wajah putrinya itu.


"kita kerumah sakit saja memeriksa keadaan kamu?"


ujar Yasmin.


"tapi bagaimana kalau justru penyakit itu kembali muncul Bun? Kiki malah takut?"


"justru itu kamu harus periksa, Ayo berangkat sekarang sama bunda!"


ucap Yasmin beranjak mengajak kinara pergi memeriksa keadaan nya.


"tapi Bun...!"


"dengar ya sayang, apa pun yang terjadi kamu tidak boleh takut, ada bunda yang selalu ada untuk kamu!" ucap Yasmin mengajak Kinara masuk ke dalam mobil.


"biar bunda yang bawa mobil...!" ucap Yasmin menyetir.


tak lama mereka sampai di rumah sakit, siang itu terlihat antrian panjang.


"biar bunda yang daptar kamu tunggu, kita periksa ke dokter kandungan!"


ucap Yasmin beranjak meninggalkan Kinara.


terdengar ponsel nya berdering, terlihat Arief melakukan panggilan telepon.


"halo bang?"


"sayang kamu dimana?"


"mm..Kiki sedang di rumah Sakit?"


Arief tertegun mendengar penuturan Kinara.


"siapa yang sakit?"


"Kiki lagi periksa sama bunda?"


"kamu sakit? Kenapa enggak bilang sama Abang?"


"enggak bukan begitu, Kiki Juga belum tahu.


jadi Kiki belum bisa kasih tahu Abang?" ucap kinara terbata.


"ya sudah Abang ke situ kamu tunggu!"


ucap Arief lalu mematikan ponselnya


"Alea, jadwal acara nya nanti sore kan?"


ujar Arief.


Alea mengangguk.


"aku pergi dulu, kinara di rumah sakit!"


ucap Arief lalu pergi meninggalkan Alea yang tersenyum tipis.


*


"kamu kenapa Ki...?"


ucap Yasmin Menilik kinara yang menatap ponselnya. ia baru saja selesai mendaftar karena hari itu antrian cukup panjang.


"bang Arief sedang kemari..!"


ucap kinara.


"apa kamu tidak pernah mengeluh kan hal itu pada Arief?"


tanya Yasmin.


Kiki kan enggak pernah mengeluh kan apa apa sama bang Arief, Kiki udah janji untuk tidak banyak menuntut lagi dan Kiki lebih memilih bang Arief sibuk seperti itu dari pada seperti kemarin!


Kiki enggak apa-apa Bun!"


ucap kinara menceritakan hal yang sejujurnya.


"ya tapi tetap saja kamu itu tanggung jawab Arief , bunda enggak setuju karena kejadian kemarin juga bukan karena sengaja kan. hal itu juga terjadi karena dia yang terlalu sibuk, kamu tahu bunda sakit mendengar hal itu, kamu tinggal Sama bunda saja kalau begitu, jadi kalau ada apa-apa ada bunda yang siap untuk kamu!"


ucap Yasmin menggeleng kan kepalanya.


Arief tertegun yang tak sengaja mendengar penuturan Yasmin tentang diri nya.


yang di katakan Yasmin memang benar , sumber masalah ada pada dirinya.


"ibu kinara.....!"


ucap dokter memanggil lalu gegas Arief menghampiri.


"Bun, biar Kiki dengan Arief" ucap Arief membuat keduanya Menoleh.


"ya sudah,bunda tunggu di luar sana ya"


kinara mengangguk lalu masuk bersama Arief.


"Bu Kinara, dan suami silahkan duduk!"


ujar dokter.


"apa yang di rasakan?"


"saya......?"


ucap kinara menoleh pada Arief yang juga Menoleh pada nya.


"saya sering mual dan pusing, tapi saya juga menstruasi hanya tidak seperti biasanya lebih sedikit..."


ucap kinara menceritakan secara detail apa yang ia rasakan.


Arief tertegun mendengar apa yang selama ini Kinara rasakan, lalu kenapa ia masih saja sibuk.


bukan tapi saat ini ia memang sedang menyelesaikan pekerjaan nya dan akan segera mengurangi aktivitas nya di luar.


"kita langsung melakukan USG saja, kemungkinan ibu Kinara Hamil..."


ucap dokter tersenyum simpul lalu mengarahkan Kinara yang membisu di ikuti Arief.


dokter Tersenyum kala apa yang ia duga ternyata benar.


"Alhamdulillah, benar kan dugaan saya!"


ucap dokter.


"maksud nya?"


"Bu Kinara Hamil dan usia kandungan nya sudah mencapai tiga bulan...!"


ucap dokter membuat Arief tersenyum mendekat melihat layar yang menampakkan bayi mereka.


"Alhamdulillah...."


ternyata perkiraan Kinara salah yang mengatakan jika itu hanya magh nya yang kambuh.


kinara sendiri tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter.


"tapi saya menstruasi....!"


"ya itu bukan menstruasi tapi flek. kemungkinan itu terjadi karena anda kelelahan Bu Kinara!"


ucap dokter Tersenyum.


"kalau itu masih terjadi sebaiknya anda bed rest...!"


"bed rest...?"


tanya Arief.


"ya sebaiknya bed rest, istirahat total untuk tidak melakukan banyak kegiatan sampai kondisi kandungan Bu Kinara Aman."


"apa yang bisa saya lakukan selama bed rest?"


"Jika flek sering kali terjadi sebaiknya anda hanya cukup diam di ranjang!"


ucap dokter dan di angguki oleh Arief.


"ya sudah dok, kami akan mengikuti saran dokter!"


ucap Arief merangkul pundak kinara.


"terimakasih ki....!"


ucap Arief membuat Kinara senyum, ia juga tidak percaya.


setelah itu dokter memberikan beberapa obat dan vitamin untuk Kinara.


"sayang bagaimana?"


ucap Yasmin saat keduanya keluar dari ruangan.


"Kiki hamil Bun!"


ucap kinara memeluk Yasmin.


"Alhamdulillah, Benar dugaan Bunda!"


"Hanya dokter menyarankan Kiki untuk bed rest karena Kiki sering flek...!"


"ya sudah kamu tinggal sama bunda ya!"


ucap Yasmin senyum membuat keduanya tertegun.


"enggak apa-apa kan rief, kamu juga kan sibuk. nanti siapa dong yang urus Kiki kalau di rumah kamu, sementara mami mu juga sekarang kan ngurus butik...!"


ucap Arief tertegun karena itu memang benar adanya.


"ya sudah tidak apa apa Bun...!"


"ya sudah, Ayo sayang!"


ucap Yasmin menarik tangan Kinara untuk keluar dari rumah Sakit itu.


"Abang Nanti nyusul kamu ya setelah pekerjaan Abang selesai...!" ucap Arief menatap kinara sayang.


"ya bang, kamu hati hati..." ucap kinara senyum lalu naik ke mobil Yasmin.


Arief tertegun menatap punggung mobil yang menjauh, apa yang di katakan oleh Yasmin benar. ia memang terlalu sibuk.


"Abang janji akan Urus semua nya, Agar kita bisa seperti dulu....!"


ucap masuk ke dalam mobil.


bersambung.


terimakasih sudah mampir 😍😍😍