
Kinara meraba ranjang bagian sampingnya namun kosong, perlahan membuka mata dan tak mendapati Arief di ranjang.
Kinara menoleh pada meja kerja dan di situlah Arief tertidur dengan laptop yang masih menyala.
teringat semalam, Arief yang mengangkat tubuh nya ke ranjang.
bercinta menjadi candu untuk pengantin baru itu, namun Arief terbangun dari tidurnya saat teringat jika ia masih harus mengerjakan tugas kuliah yang harus ia kumpulkan besok pagi.
Arief pun beranjak dari ranjang melepaskan kinara yang terlelap dalam dekapan nya,,
"maaf ya baby.....!"
ucap Arief mencium kening kinara lalu menyelimuti nya dengan selimut.
Arief kembali membuka laptop dan kembali melanjutkan tugas nya Hingga subuh menjelang ia tertidur di kursi karena mengantuk.
Kinara melihat Jam menunjukkan pukul lima pagi, ia beranjak dari ranjang dan menghampiri Arief yang tertidur dengan menelungkup di meja.
kinara memperhatikan wajah tampan suaminya yang tengah terlelap, Kinara tahu suaminya itu lelah karena banyak nya Aktivitas. wajah nya merona mengingat percintaan mereka semalam, tubuhnya terhenyak saat tiba tiba Arief menarik tubuh nya.
"bang......!"
ucap kinara menganga.
"ternyata suka mengamati diam diam...?"
ucap Arief Terkekeh.
"Kiki kira belum bangun, kenapa tidur di sini?"
tanya kinara terlihat Arief senyum.
"maaf ya, ngantuk banget tapi Abang juga harus kerjakan semua karena pagi ini di kumpulkan."
kinara mengangguk lalu memeluk leher suaminya itu.
"jangan tebar pesona di kampus!"
ucap Kinara membuat Arief Terkekeh kecil.
"enggak tebar pesona aja sudah banyak yang terpesona,apa lagi tebar pesona tapi Abang justru malah terpesona sama perempuan yang satu ini...!"
ucap Arief mengecup bibir Kinara singkat.
"gombal.....!"
ucap kinara terkekeh.
"kita mandi yuk...!"
ucap Arief mengangkat tubuh kinara menuju kamar mandi.
***
"Sarapan non....."
ucap bi Marni saat kinara turun bersama Arief.
Arief Menoleh ke Atas mendengar suara seseorang tengah muntah.
"dari kemarin siva seperti itu...!"
ucap kinara membuat Arief menoleh.
"apa dia sakit??"
tanya Arief lalu menarik kursi untuk Kinara.
"seperti nya begitu, mungkin dia kelelahan, kurang tidur atau magh nya kambuh?"
tutur Kinara membuat Arief tertegun karena setahu nya adiknya itu tidak memiliki riwayat sakit magh seperti sang istri.
"biar Abang lihat dulu sebentar ya"
kinara mengangguk.
langkah nya terhenti saat melihat siva tergeletak di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Siva....!"
teriak Arief hingga terdengar ke bawah sontak hal itu membuat kinara mendongak ke atas.
Kinara mengoleskan minyak angin ke arah hidung dan pelipis Siva, berharap agar Siva cepat tersadar dari pingsan nya.
terlihat raut wajah Arief tak terbaca dengan taspack di tangan nya, dua garis merah itu membuat nafas nya tersengal.
bagaimana bisa siva hamil di luar nikah?
Apa yang ia lakukan selama kuliah di London?
"bang ......!"
kinara menyentuh lutut Arief yang sejak tadi tak diam sambil duduk.
"Abang merasa gagal menjadi seorang kakak...!"
ucap Arief menunduk.
"jangan bicara seperti itu... kita hadapi masalah ini dengan tenang..!"
ucap kinara duduk di samping Arief yang langsung memeluk nya.
"Papih tidak boleh tahu soal ini!"
kinara mengangguk sambil mengusap punggung Arief.
tak lama Siva sadar dan menangis terisak, cepat kinara mendekati lalu memeluk adik ipar nya itu.
"maafkan Siva bang....!"
ucap siva terisak.
"siapa yang sudah menghamili kamu de...?"
tanya Arief mencoba untuk tenang menghadapi adik nya itu.
"pacar Siva bang, maaf kami khilaf...itu terjadi bukan karena sengaja tapi kami di jebak.."
ucap siva lalu menceritakan kejadian itu pada Arief dan kinara.
Siva mengangguk..
"lalu, Apa dia mau bertanggung jawab?"
Siva menggeleng membuat Arief terperangah.
"kenapa?"
"orang tua nya tidak mau Reno menikah jika belum selesai kuliah..!"
"astagfirullah aladzim..!"
ucap Arief memijat keningnya.
"ya sudah, kita tenang.. kita akan cari jalan keluar nya, untuk saat ini kita sabar dulu!"
ucap kinara dan di angguki oleh Siva.
"bang,kamu harus ke kampus..kita akan cari jalan keluar nya bersama...!"
ujar kinara menggenggam tangan suaminya itu.
"sekarang kamu istirahat dan jangan banyak pikiran....!
Abang mu harus ke kampus, dan kakak juga harus ke kantor... setelah itu kita kerumah sakit, kamu jangan bertindak apa apa dulu... istirahat saja dulu!"
ucap kinara dan di angguki oleh Siva.
"bang...biar Kiki yang bawa mobil nya..!"
ucap kinara yang paham dengan apa yang Arief rasakan.
"terimakasih yang...!"
Kinara mengangguk lalu melajukan mobilnya, mengantar Arief ke kampus.
"mau jemput jam berapa? nanti kita kerumah sakit karena mami juga tadi chat katanya papih ingin bicara dengan mu Bang!"
"dua jam dari sekarang saja...!"
kinara mengangguk.
tak lama mereka sampai di depan gerbang kampus, kinara menghentikan laju mobilnya.
"Abang turun ya, kamu hati hati ya sayang!"
Kinara mengangguk namun Arief kembali berbalik saat hendak turun dari mobil.
menatap wajah cantik istri nya dengan pasmina berwarna moccha.
"kenapa Bang?"
ucap kinara saat Arief terus menatap nya.
"apa kamu percaya kalau di sini....!"ucap Arief menyentuh dadanya.
"Hanya ada kamu, hingga seterusnya sampai nanti...!"
ucap Arief membuat kinara tersenyum dan membiarkan Arief mengecup bibir nya singkat kemudian pergi ke luar.
benar saja baru beberapa langkah Arief masuk ke dalam gedung, beberapa perempuan menghampiri suami nya itu.
kinara senyum sambil menggelengkan kepalanya, lalu melajukan mobilnya menuju kantor.
kantor...
"Ki....?"
Wildan menghampiri keponakan nya yang baru sampai.
"Om ....?"
"aku udah tunggu kamu dari tadi...!"
ucap wildan yang berjanji untuk bertemu membahas kerja sama perusahaan.
"ya, maaf om tadi ada sedikit masalah,Kiki juga antar Arief ke kampus dulu!"
ucap kinara sambil berjalan memasuki ruangan di ikuti oleh Hans.
"oh gitu.."
kinara mengangguk.
dua jam berlalu, Yuni menghubungi Arief agar segera ke rumah sakit karena kondisi Wisnu yang berubah menjadi drop.
"sayang.... kamu dimana?"
ucap Arief yang berjalan cepat di koridor kampus.
"ini di jalan bang, kamu sabar ya!"
ucap kinara yang tahu kondisi Wisnu karena Yuni juga tadi sempat menghubungi nya.
tak berapa lama kinara sampai di depan gerbang dan terlihat Arief berlari kecil menghampiri nya.
"ayo kita langsung ke rumah Sakit, Abang yang bawa mobil!"
ucap Arief mendekati Kinara.
"tidak apa-apa, Kiki saja!"
ucap kinara, namun Arief membuka pintu mobil kinara.
"Nanti kamu capek sayang...!"
ucap Arief menarik tangan kinara keluar untuk berpindah, terlihat dua pasang mata tengah memperhatikan nya.
kinara Menilik perempuan itu sekilas, bukan kah itu Alina?
"masuk Yang....!"
ucap Arief membuka pintu, seperti nya Arief sengaja agar Alina tahu bahwa ia tidak akan pernah berpaling dari istri nya meski Alina Terus mengejar nya.
bersambung....
jangan lupa like dan komentar ya😍😍😍