
Kinara tertawa kecil mengingat kejadian tadi saat bersama Arief di apartemen, chef tampan itu sungguh membuat nya tak percaya.
"Kiki apa kamu ini seorang play grils?"
ucap Arief membuat Kinara terperangah.
"kenapa anda berpikir seperti itu?"
"karena setiap bertemu dengan mu di luar kamu selalu bersama Pria yang berbeda, bagaimana tidak di katakan pacar, kalian selalu mesra...."
"pernyataan macam apa itu?"
ucap kinara sedikit menganga menatap wajah Arief yang juga menatap nya intens.
"mereka itu bukan pacar ku...!"
"lalu?"
ucap Arief semakin mendekat sementara Kinara beranjak dari duduknya pindah ke sopa lain.
"mereka itu, kak Riko itu Saudara sepupuku, dan Wildan itu Om Ku.."
ucap kinara menjelaskan siapa pria yang selalu bersama nya.
"Om...!?"
Tanya Arief dengan tatapan menyelidik.
"ya, Wildan itu adik nya bunda...!"
ucap kinara Terkekeh melihat wajah Arief yang seperti tidak percaya.
"kenapa kalian semesra itu?"
"memang kenapa?"
"aku tidak suka?"
"kamu cemburu?"
Tanya kinara berbalik menyelidik.
"ya, aku cemburu.....!"
ucap Arief membuat Kinara tertegun.
pria yang dulu selalu bersikap arogan kini diam tak berkutik di hadapan nya.
"bagaimana Ki....?"
"bagaimana apa?"
"aku suka sama kamu...!"
"aku harus bagaimana....?"
ucap kinara tertawa dalam hati melihat wajah Arief yang Tanpa ekspresi.
jadi karena kehadiran Riko dan Wildan, Arief merasa bahwa apa yang dirasakan nya pada kinara adalah hal yang salah, padahal yang terjadi adalah ia salah paham dengan keadaan itu.
"jangan katakan kalau cinta ku bertepuk sebelah tangan....!"
ucap Arief membuat Kinara Terkekeh.
"jangan seperti itu Ki....?"
"bukan yang pertama kali nya aku berada di posisi seperti ini, sebelum nya ada beberapa pria yang menyatakan perasaannya padaku tapi tidak seperti dirimu yang terkesan maksa bang...!"
ucap kinara pertama kali nya memanggil pria itu dengan sebutan Abang, wajah nya memerah seketika.
"lalu....?"
tanya Arief senyum, rasa nya ingin sekali merengkuh tubuh gadis itu.
"Kiki tuh enggak boleh pacaran sama ayah..."
"ya udah kita langsung nikah aja!"
"hah....!"
ucap kinara langsung menganga.
"ya kan tadi bilang nya tidak boleh pacaran.."
"ya tapi tidak langsung menikah juga... kita juga baru kenal bang....!"
ucap kinara yang teringat dengan perjodohan yang Kahfi bicarakan waktu itu, Kinara masih bingung karena semua terlalu cepat.
"terus mau nya gimana Ki? backstreet?"
tanya Arief.
ia juga memikirkan rencana perjodohan nya dengan teman sang papih.
Arief bertekad akan membatalkan rencana perjodohan itu, ia menginginkan Kinara menjadi calon istri nya.
"jalani seperti apa adanya saja bang, setelah itu kita pikirkan kedepannya seperti apa?"
ucap kinara dengan wajah memerah, rasanya seperti ada ribuan kupu kupu berterbangan di sekitar nya rasa nya senang bukan main.
"uangnya bagaimana....?"
"ya kalau masalah hutang tetap harus di bayar...!"
ucap Arief terkekeh melihat Kinara yang manyun mendengar penuturan nya.
"jangan seperti itu ki....?"
ucap Arief yang mendekat dan langsung merengkuh tubuh Kinara yang membeku.
"Ki.....!"
"bang .....!"
ucap kinara melepaskan tangan yang merengkuh tubuh nya.
"jangan seperti ini bang, takut setan lewat..."
ucap Kinara beranjak dari duduknya.
Arief terdiam melihat Kinara yang berpindah sofa, ternyata Kinara tak seperti kebanyakan perempuan lain yang mudah di sentuh.
"kita pacaran secara sehat ya bang, aku tidak mau kalau kamu bersikap seperti itu..."
ucap kinara menunduk, ia khawatir Arief marah karena ia juga menyukai Pria itu namun tidak, Arief mengangguk sambil meraih tangan nya.
"kalau pegang tangan boleh kan,ki?"
"asal jangan minta lebih aja ...!"
ucap kinara terkekeh.
"ya sudah, Uang nya kamu simpan ya de, kota lupakan masalah itu.anggap saja kejadian itu terjadi untuk mempertemukan kita berdua."
ucap Arief kemudian menarik tangan Kinara menuju pantry.
"makan....!"
ucap Arief menata makanan di atas meja.
Arief masak berbagai macam makanan enak, kinara tersenyum sendiri membayangkan hidup bersama Arief, tiap hari dia pasti makan enak.
"kenapa....?"
ucap Arief meraih tangan Kinara untuk duduk.
"tidak apa-apa bang... sengaja masak biar selesai nembak langsung makan gitu...!"
"ya....!"
ucap Arief senyum.
"emang udah yakin di terima..?"
"yakin....?"
"gimana kalau aku tolak....?"
"tapi kenyataannya enggak....!"
ucap Arief Terkekeh.
kemudian keduanya makan bersama dengan lahap,tak di ragukan masakan chef tampan itu memang enak dan luar biasa di lidah.
"kenapa kamu memilih jadi chef...!?"
tanya kinara sambil mengunyah makanan nya.
"karena aku suka makan enak, khawatir istri ku seperti Kamu!"
ucap Arief membuat kinara menganga.
"kenapa seperti itu?"
"ya kan kamu enggak bisa masak, jadi kalau aku bisa masak aku bisa membuat makanan apapun yang kita mau!"
ucap Arief menghadap ke arah Kinara.
"kalau pun seperti itu, aku sebagai istri akan menyuguhkan yang terbaik untuk suami ku!"
ucap kinara tanpa menoleh pada Arief.
"benar kah?"
"ya...."
"aku suka....!"
ucap Arief merengkuh tubuh gadis itu, kinara membeku seketika.
Kenapa hal seperti itu tidak bisa dihindarkan?
"bang....?"
"sebentar saja?!"
ucap Arief membuat kinara bungkam, ini adalah hal pertama yang terjadi dalam hidup nya,selain dengan Wildan atau Riko ia tidak pernah menerima perlakuan seperti ini sebelumnya, dengan riko atau Wildan pun ia sedikit menjaga jarak.
"maaf ya....!"
ucap Arief melepaskan pelukannya.
"aku akan datangi orang tua mu ki...!"
"HM..."
ucap kinara menoleh pada Arief.
"jangan bang, lagi pula aku belum selesai kuliah...!"
"apa aku harus menunggu sampai kuliah mu selesai?"
"ya bang, enggak perlu gercep juga...!"
tutur Kinara membuat Arief terkekeh.
"ya udah....aku akan menunggu sampai kuliah mu selesai...!"
ucap Arief, ia juga akan membicarakan masalah ini dengan papih nya, agar beliau membatalkan rencana perjodohan nya dengan anak teman nya.
hati nya terlanjur terpaut pada gadis polos ini, Arief akan memperjuangkan hubungan mereka berdua.
**
"kak.. masih waras enggak?"
ucap Fahri yang melihat Kinara tersenyum sendiri.
"apa de....?"
ucap kinara beranjak.
"ayah telepon kok enggak di angkat?"
ucap Fahri, tadi beberapa kali Kahfi menelpon putri nya itu namun tak ada jawaban.
hingga ia menanyakan perihal kendaraan Kinara pada putra kembar nya itu.
"masa...?"
ucap kinara langsung mengambil ponsel nya di nakas, ia tidak mendengar panggilan telepon tersebut karena Kinara mengaktifkan mode silent pada ponsel nya.
bergegas ia melakukan panggilan balik pada sang ayah, namun Arief lebih dulu melakukan panggilan telepon.
"halo...!"
ucap kinara menjauh dari Fahri.
"halo...de, kamu lagi apa?"
ucap Arief yang saat ini berada di restoran, pikiran nya selalu tertuju pada gadis itu.
*
"aku pulang ya....!"
ucap kinara saat keduanya selesai makan dan mencuci peralatan masak.
"aku antar...."
"tidak usah bang, Kiki bawa motor"
"ya sudah Abang ikuti kamu dari belakang..."
ucap Arief kemudian menarik tangan Kinara pelan untuk keluar dari apartemen nya.
keduanya sama sama terdiam dengan tangan yang tetap terpaut sampai basman.
rasanya seperti mimpi karena keadaan cepat berubah, Arief yang dulunya selalu bersikap arogan kini menjadi kekasih nya.
**
"kenapa?"
ucap kinara berupaya bersikap santai di depan Fahri.
"kenapa kaku seperti itu? kamu lagi apa de?"
"enggak... emang kenapa!?"
"enggak apa-apa... kangen aja Sama kamu de..!"
ucap Arief membuat Kinara termangu.
padahal mereka berpisah tiga jam yang lalu, awal nya Arief meminta nya untuk pulang nanti malam, tapi kinara menolak dengan alasan banyak tugas karena ia sudah janji pada Sinta untuk tidak pulang malam.
Kinara tersenyum sendiri membuat Fahri Menautkan kedua alisnya.
bersambung.
terima kasih yang udah mampir...😍😍