Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
jodoh pasti bertemu.



waktu berjalan begitu cepat hari ini adalah hari wisuda Kinara beserta teman teman yang lain nya,selain acara itu Yasmin juga tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan Wildan dan Anisa yang akan di gelar Minggu depan.


Kinara tampil cantik dengan dress muslim berwarna gold senada dengan kerudung segitiga yang membalut kepala nya.


"cantik, coba lah untuk merubah tampilan sedikit peminin sayang..."


ucap Yasmin sementara Kinara termangu menatap Yasmin yang tengah merapikan kerudung nya.


"Bun...?"


"apa sayang....?"


"sampai mana persiapan pernikahan untuk Om?"


"hampir beres semua... kenapa?"


"tidak apa-apa hanya bertanya....!"


ucap kinara kemudian beranjak dari duduknya.


"cantik sekali putri ayah?!"


tutur Kahfi melihat kedua nya keluar.


"apa lagi yang satu ini...!"


ucap Kahfi membuat Yasmin Terkekeh kecil.


"ya sudah,ayo berangkat nanti terlambat..."


ucap Kahfi mengajak yang lain nya juga.


"setelah ini apa rencana selanjutnya?"


ucap kahfi membuka obrolan dalam perjalanan.


"Menurut ayah?"


ujar kinara karena setelah kejadian yang lalu bersama Arief, Kahfi tak pernah membicarakan mengenai perjodohan itu.


"yang pasti kita akan pergi berlibur ke Rusia..."


ucap Kahfi dan di tanggapi keceriaan kedua adiknya.


berbeda dengan Kinara yang tampak biasa saja, karena ia tahu bukan hanya berlibur tapi sang ayah memang ingin dirinya mengurus perusahaan mereka yang berada di Rusia.


dulu ia memang berantusias membantu sang ayah yang sibuk bolak-balik Jakarta karena harus mengurus perusahaan nya di Rusia.


tak lama mereka sampai di gedung universitas tersebut, terlihat beberapa sudah datang untuk mengikuti acara tersebut.


Yasmin menggandeng tangan sang putri memasuki gedung aula, terlihat beberapa sudah memakai pakaian toga.


"Ki , ini milik mu!"


"ya, terima kasih yu...!"


ucap kinara senyum kemudian memakai pakaian Tersebut.


acara berjalan lancar Kahfi bangga dengan nilai terbaik yang di dapat kan oleh Putri nya, kini Kinara bergelar sarjana manajemen bisnis.


berbeda dengan Wildan yang kini menyandang gelar sarjana manajemen informatika, keduanya saling menatap satu sama lain.


tak terasa waktu berjalan begitu cepat, dari TK hingga kini meraih gelar sarjana keduanya tak pernah terpisahkan namun sebentar lagi pria yang selalu menemani hari hari nya tak akan lagi sama seperti dulu karena pria itu sebentar lagi akan menikah.


tak ada percakapan apapun selain kata selamat yang sama sama di lontarkan, semua berkumpul berpoto bersama keluarga.


"ajak teman teman mu kalau mau kita makan dirumah Oma..!"


tutur Marisa pada Kinara dan yang lainnya.


terlihat Anisa pun hadir dalam acara itu, berbeda dengan Anisa yang harus dua tahun lagi menempuh pendidikan.


"selamat ya Ki....!"


"ya terima kasih Tante....!"


"ko Tante....?"


tanya Anisa senyum.


"ya lah sebentar lagi kan mau jadi Tanteku.."


ucap kinara Terkekeh memeluk Anisa.


hari hari yang di lalui bersama keluarga seakan perlahan membuat nya sedikit melupakan sosok yang selalu mengganggu pikiran nya namun kini tak lagi karena Kinara cukup bahagia dengan hidupnya sekarang.


'benarkah seperti itu? hanya Kinara lah yang tahu....'


Arief senyum melihat foto Kinara di Instagram, gadis itu tampak cantik dengan pakaian toga nya..


kalau saja keadaan tidak serumit ini mungkin ia juga berada di tengah tengah mereka.


lalu ia pun melirik pada Tasya yang masih belum sadarkan diri.


"maafkan aku Sa...!"


ucap Arief karena satu bulan berlalu ia masih belum bisa melupakan gadis itu.


apa daya Arief pun berusaha untuk menjadi suami yang baik meski semua berdasarkan rasa iba, namun ia ingin melihat kesembuhan istri nya itu.


***


weekend...


Kinara duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, terlihat beberapa orang dari Wo tengah mondar mandir mendekorasi ruangan karena seperti permintaan Wildan ia ingin menggelar resepsi pernikahan di rumah.


"kak....."


"HM....."


"mau nginep..." tanya Fahmi.


"enggak kakak pulang...."


"kenapa.....?"


"tidak apa-apa, besok pagi kakak akan kembali!"


tak lama Yasmin menghampiri mereka berdua.


"Bun..Kiki pulang dulu ya!


tadi lupa enggak bawa baju ganti!"


tutur Kinara senyum.


"bilang aja sengaja....!"


ucap Yasmin sambil merangkul bahu putri nya itu, Yasmin sudah mengetahui jika Kinara memang ingin pulang.


bareng aja ya Ki..."


ucap Yasmin beranjak menghampiri Sinta.


"sayang, kamu mau kemana?"


ucap kahfi menghampiri.


"pulang dulu yah.. besok pagi Kiki datang pagi ya yah ...!"


"ya sudah, kamu hati hati ya!"


"Ki, Oma ikut pulang"


ucap Sinta Menghampiri Kinara yang hendak beranjak.


"Oma mau pulang juga?"tanya kahfi.


"ya, fi.. nanti pagi pagi ke sini sama Kiki...!"


Kahfi mengangguk.


setelah itu Kinara pun pamit pada Marisa dan juga Rama, terlihat Wildan tengah asyik ngobrol dengan teman teman nya yang baru saja datang.


"om, Kiki pulang.....!"


ucap Kinara melewati mereka begitu saja.


Wildan memperhatikan punggung Kinara yang menjauh bersama Sinta, mungkin kebersamaan mereka tak akan seperti dulu lagi apa lagi setelah esok hari.


perjalanan pulang..


"duh kenapa ya, perasaan oleng deh...!"


ucap kinara menepikan mobilnya.


merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan laju mobilnya.


"Kenapa Ki?"


"sebentar Kiki lihat dulu!"


ucap kinara kemudian turun dari mobil, untunglah ia tidak sendiri karena mobil berhenti di tempat yang cukup sepi.


"astaga....ban nya kempes?"


ucap kinara mendesah.


"telpon orang bengkel aja Ki..!"


ucap Sinta yang ikut turun.


"ya tapi udah malam, masih ada enggak ya Oma?"


"coba saja dulu....!"


Kinara mengambil ponsel nya dalam tas kemudian menghubungi orang bengkel namun mereka mengatakan jika bengkel sudah tutup dan karyawan mereka sudah pulang.


"gimana dong Oma....?"


tak lama sebuah mobil lewat dan menepi di depan mobil nya, Kinara terdiam saat melihat Arief lah yang turun dari mobil beserta pria entah siapa yang pasti Kinara baru kali ini melihat nya.


pandangan kedua nya bertemu, jantung kinara berdetak kencang saat Arief semakin mendekat.


"Ki... mobil kamu mogok?"


tanya Arief senyum.


setelah sebulan mereka baru bertemu lagi, namun debaran itu masih saja terasa berbeda dengan Arief yang nampak santai.


"ya, bukan...itu ban nya kempes!"


ucap Kinara terbata menunjuk ke arah ban.


"oh, ada ban cadangan?"


tanya Arief menatap wajah kinara yang entah kenapa tampak pucat.


"enggak tahu ,ayah...!"


Arief dan teman nya melihat ke bawah mobil dan di sana ada satu ban cadangan.


"kalau ada ban cadangan biasa nya ada alatnya juga Ki, biar aku sama Rendi yang ganti.."


kinara mengangguk sambil tersenyum kecil, ingin menolak namun saat ini ia butuh bantuan pria itu.


Sinta hanya diam melihat interaksi keduanya, ternyata pria itu begitu tampan,pantas saja Kinara tak bisa melupakan nya, selain itu Arief juga bersikap sopan pada Sinta.


terlihat bahwa Arief juga pria yang baik hanya saja ia sudah menikah dan hal itu membuat hubungan keduanya berakhir.


Kinara dan Sinta duduk di trotoar menuggu Arief dan Rendi mengganti ban yang kempes.


"Alhamdulillah... udah beres!"


ucap Arief merapikan peralatan dan memasukkan nya ke dalam mobil.


"terima kasih bang...!"


ucap kinara menoleh sebentar.


"ya sama sama Ki, kebetulan aku lewat...ya udah sekarang kamu pulang!


udah malam"


Kinara mengangguk saja.


"terima kasih nak Arief...!"


"ya sama sama Oma, hati hati di jalan....!"


ucap Arief Menatap Kinara yang memalingkan wajahnya,lalu masuk ke dalam mobil.


"jadi cewek itu....?"


tanya Rendi yang pernah mendengar cerita tentang gadis itu dari Arief.


Rendi merupakan sahabat Arief sejak mereka masih SMA. dan yang pasti mengetahui tentang Tasya juga.


"ya, Ren... susah gue menggapai nya!"


"tenang, jodoh pasti bertemu...!"


bersambung..


terima kasih yang udah mampir 😍😍