
Kinara duduk di ranjang dengan lesu, kenapa ia bisa mengidap penyakit seperti itu.
Yasmin meminta Kinara tinggal bersama nya untuk sementara waktu sampai Kinara benar benar sembuh.
Kinara menitikkan air mata nya mengingat percakapan nya dengan dokter.
"hasil pemeriksaan darah dan kadar hormon menunjukkan bahwa kista tersebut tidak berpotensi kanker, namun kita akan terus memantau perkembangan nya secara berkala, jika kista itu membesar Maka kami akan melakukan prosedur operasi. dan jika keadaan nya parah kami akan mengangkat ovarium tersebut... tapi semoga kista bisa menghilang sendiri dengan obat ya...!"
"mengangkat ovarium, itu artinya saya kemungkinan tidak akan punya anak dokter?"tanya kinara menggelengkan kepalanya.
dokter menghela nafas melihat Kinara langsung menangis.
"itu tidak akan terjadi, bunda yakin kamu akan sembuh Ki.semua akan baik-baik saja"
ucap Yasmin memeluk kinara.
"ya, apa yang bunda anda katakan benar, semua akan baik-baik saja. itu hanya kemungkinan buruk namun saya berharap anda bisa sembuh dan tidak perlu melakukan prosedur operasi...
kamu harus semangat...!"
***
"sayang....!"ucap Arief berjongkok di depan Kinara yang terisak.
"bagaimana kalau Kiki enggak bisa kasih anak untuk Abang...!"
ucap kinara terhenti saat Arief menutup bibir nya dengan telunjuk.
"dokter bilang kemungkinan buruk nya bisa saja ovarium akan di angkat...!"
"itu tidak akan terjadi, kamu akan sembuh!
kita akan punya anak yang banyak... kamu jangan pesimis..!"
ucap Arief menggenggam tangan kinara.
"kamu tahu, tuhan memberikan kita ujian untuk membentuk kwalitas hamba nya agar lebih kuat.
kamu harus yakin bahwa Allah tidak akan memberikan kita ujian melebihi batas kemampuan kita...!"
ucap Arief duduk dekat kinara dan memeluk nya.
"ada Abang, keluarga di sini semua mendoakan kamu Ki... kamu harus semangat dan yakin bisa sembuh..!"
"masalah perusahaan Saja belum selesai dan sekarang Kiki malah...."
ucap Kinara terhenti saat Arief mengecup bibir nya singkat.
"jangan berkata seperti itu, kita tidak boleh mengeluh karena nikmat yang tuhan berikan jauh lebih banyak dari ujian yang ia berikan untuk kita...kita harus sabar dan yakin bahwa semua akan baik-baik saja, kamu akan sembuh tanpa harus melalui prosedur operasi..."
ucap Arief menatap kinara sayang.
"jangan pikirkan sesuatu yang membuat kita down, cukup berprasangka baik kepada yang menciptakan kita.masalah anak itu urusan Dia yang menciptakan, kita sebagai makhluk nya jangan pernah bosan untuk berusaha..."
ucap Arief merengkuh tubuh istrinya.
Kinara mendekap erat tubuh Arief, ia begitu bersyukur memiliki suami seperti arief yang begitu sabar menghadapi semua ujian yang ada, Arief bahkan tak pernah mengeluh.
"sekarang kamu istirahat,, Abang akan hubungi teman Abang yang di Jerman, dia seorang dokter kandungan, mungkin saja dia bisa membantu kita mengobati sakit mu!"
"siapa...?"
"nama nya dokter Sandra...?"
"perempuan?" tanya kinara membuat Arief tersenyum, memeluk kinara gemas.
"yalah, Abang akan cari dokter perempuan untuk kamu, dia sudah menikah! kamu jangan berpikir macam-macam...!"
ucap Arief senyum lalu kembali memeluk Kinara.
"ya sudah, sekarang istirahat saja... Abang pulang ke rumah dulu untuk mengambil barang barang kita karena untuk sementara waktu kita akan tinggal di sini...!"
kinara mengangguk.
"Abang berangkat sekarang ya!"
"hati hati ya bang....!"
Arief mengangguk kemudian beranjak setelah mencium kening Kinara.
***
setengah Jam kemudian Arief sampai di rumah, terlihat rumah tampak sepi karena memang sudah malam.
langkah nya terhenti saat melihat Yuni berdiri sendiri di balkon, Arief melangkah menghampiri.
ucap Arief membuat Yuni menoleh.
"Arief, kamu baru pulang nak...mana Kinara?"
"Mi, mami kenapa ada di sini?"
ucap Arief bertanya tanpa menjawab pertanyaan Yuni.
"mami sedang cari angin..."
ucap Yuni duduk di sofa dekat jendela.
"rief, kenapa kamu enggak cerita soal situasi perusahaan kita saat ini...?"
tanya Yuni, Arief duduk mendekati Yuni.
"Arief Akan menyelesaikan nya mi, Arief enggak mau mami ikut pusing, belum lagi masalah Siva...!"
"ya, tapi tetap saja rief, jangan kamu tanggung semua nya sendiri...apa lagi kamu juga harus menjual restoran kamu yang di luar kota..."
ucap Yuni menatap wajah tampan putra sulung nya.
"Arief enggak jual mi, Arief hanya gadai sampai situasi membaik...Mami jangan khawatir, Arief tidak mau mami sakit, karena Kiki sakit...!"
Yuni sedikit terperangah mendengar penuturan Arief.
"sakit apa rief...?"
Arief menceritakan semuanya pada Yuni, dan Yasmin yang meminta kinara untuk tinggal bersama mereka untuk sementara waktu.
"astagfirullah... kasihan Kiki, Besok mami dan Tante mu akan datang kerumah mertua mu rief, mami berharap Kinara baik baik saja....!"
ucap Yuni dan di angguki oleh Arief.
"bagaimana persiapan pernikahan siva mi?"
Yuni terdiam mendengar penuturan Arief, tadi siang Hani datang menemui Yuni di rumah itu.
"saya tidak tahu kenapa anda menerima lamaran Riko, Jangan jadikan anak saya kambing hitam...!"
ucap Hani yang tidak Terima dengan keputusan Riko yang bersikukuh untuk menikah dengan Siva.
"saya tidak pernah berniat menjadi kan Riko kambing hitam, Riko yang justru memaksa untuk menikahi Siva. kenapa Anda menyalahkan kami, saya tahu bagaimana kondisi Siva yang terkesan hina karena ia tengah hamil, tapi satu hal yang harus anda tahu semua terjadi karena memang Siva di jebak, Siva bukan perempuan nakal yang sengaja memberikan tubuh nya untuk pria yang bukan muhrim nya... anda pasti mengerti jika berada di posisi saya, saya akan menerima apapun keputusan Riko, tidak Jadi menikahi Siva pun tak masalah...!"
ucap Yuni pada Hani Yang diam membisu mendengar penuturan Yuni.
Hani Langsung pergi dari kediaman Yuni, untunglah saat itu Siva sedang tidur jadi ia tak mengetahui kedatangan Hani ke rumah itu.
Hani juga langsung menemui Riko di rumah sakit.
"kamu akan tetap pada rencana kamu ko, Mami enggak ngerti dengan jalan pikiran kamu...."
"mami enggak akan mengerti karena Riko yang merasakan semua itu, kalau mami tetap tidak mau memberikan restu, Riko enggan menikah..Riko lelah jika harus menuruti semua keinginan mami, Riko yang menjalani semua itu, mami khawatir mendapatkan malu?
jangan cemas mi, setelah Menikah Riko akan membawa siva pindah ke Swiss, Riko akan bekerja di sana...!"
ucap Riko membuat Hani tertegun.
**
"Riko tetap pada keinginan nya, ia bahkan sudah mempersiapkan semuanya hanya kita tidak akan menggelar acara apa apa... hanya akad nikah saja weekend ini..."
"Ya sudah kita doa kan saja yang terbaik untuk mereka berdua."
ucap Arief mengelus punggung sang Mami.
"Mami sangat merindukan papih mu.."
ucap Yuni menyeka air matanya.
"ya Arief mengerti.... Arief juga merindukan papih.."
ucap Arief merengkuh tubuh Yuni yang tergugu.
"kita harus sabar.... semua akan baik-baik saja mi"
"ya, rief...."
bersambung.....
terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍😍