Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
menyesal.



beberapa hari kemudian....


Kinara menatap pintu sejak tadi, waktu menunjukkan pukul setengah Dua pagi namun Arief belum pulang dari aktivitas nya.


satu Bulan Tinggal di apartemen, tidak ada aktivitas selain mengurus apartemen karena Arief melarang nya ke kantor.


kinara menurut seperti pesan sang Ayah ketika ia akan pergi dari rumah.


"jadilah istri yang baik dan patuh sama suami...!"


ucap Kahfi sambil memeluk putri nya itu.


"Ki, kondisi perusahaan sudah membaik, kamu di apartemen saja ya sayang... Abang enggak mau kamu kelelahan karena bekerja di perusahaan."


kinara termenung mengingat penuturan Arief pagi itu, jiwa sepi nya semakin meronta.


kinara mencoba menghubungi nomor Arief namun tidak aktif, air mata mengucur begitu saja tak tertahankan.


Kinara beranjak dari ranjang menatap langit gelap tanpa bintang, seperti keadaan hati nya.


ternyata malam tengah merindukan bintang.


kinara berjalan mendekati kaca jendela besar, Menoleh ke arah ranjang. bayangan saat bersama pria itu memutar.


bercanda, bermanja-manja, tertawa bersama. namun semua itu berubah saat jadwal Acara suami nya itu bertambah di beberapa stasiun televisi.


"aku rindu kamu bang, kenapa kamu sesibuk itu?"


ucap kinara lalu beranjak dari tempat pergi keluar apartemen.


langkah nya terhenti saat melihat Arief tengah berbicara dengan seseorang yang ia kenal.


Alea...


"ya udah, nanti aku kirim jadwal acara kamu ya rief, aku pulang!"


ucap Alea lalu pergi meninggalkan Arief menghampiri Mobil yang terparkir tak jauh dari mereka sambil melambaikan tangan nya.


"sejak kapan Alea menjadi asisten Arief"


gumam kinara berjalan sendirian memasuki apartemen.


tubuhnya lemas, sesak tak menerima keadaan itu dimana suaminya setiap hari dekat dengan mantan nya.


"assalamualaikum...."


ucap Arief saat masuk terlihat Kinara duduk di sofa.


"walaikumsalam...!"


ucap kinara lirih.


"sayang kamu belum tidur...?"


kinara diam.


"sayang, kamu kenapa?


maaf ya Abang baru pulang?"


"sampai kapan Kamu minta maaf karena hal ini?"


Arief sedikit terperangah mendengar penuturan Kinara.


"sejak kapan Alea jadi asisten kamu, kenapa aku enggak tahu...!"


"oh soal itu Abang bisa jelaskan sama kamu!"


ucap Arief menyentuh tangan kinara namun kinara menepis nya pelan.


"Alea jadi asisten Abang baru satu Minggu ini, Abang belum sempat cerita karena waktu kita terbatas...kamu jangan berpikir macam-macam ya de, karena kamu tahu kan kalau Alea mau menikah dan dia juga butuh pekerjaan?"


"harus ya kerja sama kamu Bang?


terserah apa pendapat Abang tentang Kiki tapi Kiki cemburu melihat kamu dekat dengan mantan pacar kamu..."


"astaga Ki, Abang capek enggak mau berdebat...!"


ucap Arief membuat Kinara tertegun menahan air matanya.


"untuk siapa Abang seperti itu? kenapa sih kamu enggak ngerti perasaan aku bang"


ucap kinara membuat Arief Langsung Menoleh.


"ya untuk kamu, kenapa kamu masih bertanya?


Abang sama Alea itu hanya rekan kerja, enggak ada apa apa, Abang kerja keras untuk kamu"


"ya tapi Kiki enggak cuma butuh uang, kamu ngerti enggak sih bang? kamu lupa Sama janji kamu...


kamu bilang kamu akan selalu ada untuk aku, kamu bilang kita akan sering pergi main, kamu bilang....."


ucap kinara lalu pergi meninggalkan Arief.


"Ki....?"


ucap Arief mengejar istri nya keluar apartemen, Kinara berlari keluar hujan turun dengan deras Kinara Berjalan di bawah guyuran hujan.


berlari sejauh mungkin dari kejaran Arief,,


mungkin terlihat bodoh, namun hati tak kuat lagi menahan kepedihan, kesibukan membuat Arief seakan tak memperdulikan perasaan nya.


Kinara berjalan di trotoar jalan, ia tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini.


"kinara......?"


teriak Arief mempercepat langkahnya menyebarang jalan.


namun Kinara terkesiap saat melihat mobil melaju kencang mendekat hingga membuat nya langsung berteriak namun tubuh nya tiba tiba terhempas.


bugh......


kinara terperangah saat melihat Arief tergeletak tertabrak mobil tersebut.


"bang.....!"


"Ki...."


"kenapa bang, maaf kan kiki....!"


ucap Kiki terisak.


"tolong........!"


teriak Kinara.


"ki... maaf kan Abang ya kalau selama ini Abang enggak pernah ada waktu untuk kamu!


Abang emang salah....!"


"enggak.....!"


*


"sayang...."


ucap Yasmin yang langsung menghampiri kinara.


"Bun....." ucap kinara langsung menangis, Yasmin dan kahfi langsung datang ke rumah sakit saat kinara memberi tahu soal kecelakaan itu.saat ini Arief tengah di tangani dokter.


"kamu sabar ya, Arief akan baik baik saja..."


ucap Yasmin tak ingin mengajak kinara bicara penyebab Kejadian itu.


"keluarga pasien..."


ucap dokter keluar dari ruang pemeriksaan.


"dokter bagaimana?"


tanya kahfi, Kinara menghampiri. yuni bersama Rita menghampiri mereka.


"keadaan pasien kritis akibat luka di bagian kepala dan saat ini pasien Koma..!"


mendengar semua itu kinara langsung luruh di lantai, semua terjadi karena ego nya yang tinggi.


kalau Arief tidak mendorong nya mungkin saat ini ia lah yang berbaring di ranjang rumah sakit.


"sayang, kamu harus sabar. Arief pasti akan sadar!"


ucap Yasmin.


"bagaimana kejadiannya? kenapa Arief sampai tertabrak....?"


tanya Yuni yang juga kaget saat mendengar kabar itu dari Kahfi.


"maaf kan kiki mi, semua karena Kiki.."


ucap kinara menceritakan permasalahan mereka berdua.


"astaga....!" ucap yuni tak dapat bicara lagi.


kinara dan Yasmin masuk ke dalam ruang ICU Dimana Arief terbaring tak sadarkan diri.


"bang.....!"


ucap kinara tergugu melihat kondisi suami nya dengan beberapa alat terpasang di tubuh nya.


"kamu harus sabar ya!"


ucap Yasmin memeluk putri nya itu.


"maafkan Kiki bang....!"


ucap kinara berbisik di telinga Arief.


"sudah Sayang, kita doakan Arief agar cepat sadar..."


ucap Yasmin mengelus bahu kinara memberikan kekuatan.


pagi...


kinara dan Yasmin masih berada di rumah sakit , terlihat pemberitaan media tentang kecelakaan itu, Kahfi tak mengizinkan media menemui Kinara namun Yuni memberikan keterangan kepada wartawan tentang kejadian itu.


pagi itu juga beberapa rekan kerja Arief datang ke rumah sakit melihat kondisi Arief.


"kamu sabar ya Ki...!"


ucap Wildan Yang datang melihat kondisi Arief.


Kinara hanya diam, ia berharap ini hanya mimpi.


andai saja ia tidak banyak menuntut dan sedikit bersabar mungkin keadaan nya tak akan seperti ini.


"Kiki menyesal bang, maaf kan kiki yang banyak menuntut... maaf kan kiki bang, Kiki ...."


ucap kinara Terisak.


Beberapa hari berlalu.


Arief masih belum sadarkan diri, Kinara juga tidak tahu akhir akhir ini tubuh nya terasa lemas.


oek....


Yasmin Menoleh pada kinara yang seperti mual.


"sayang, kamu sakit?"


ucap Yasmin merengkuh tubuh putri nya.


"enggak apa-apa Kiki cuma mual mungkin karena Kiki telat makan.."


"bunda tahu semua Begitu memilukan tapi kamu harus kuat, kamu harus sabar, jangan menyalakan diri sendiri.


kamu tahu, Arief melakukan itu karena ia begitu sayang sama kamu, bunda juga paham perasaan kamu ki....!"


ucap Yasmin memeluk putri nya itu.


"ya karena itu Kiki menyesal, Kiki takut Bun...!"


ucap kinara menyeka air matanya lalu kinara menatap tubuh Arief yang begitu dingin, air mata mengucur membasahi pipinya.


"bangun bang, Kiki enggak akan banyak menuntut lagi, Kiki akan nurut sama kamu bang, enggak apa-apa Kamu sibuk..


jangan seperti ini bang, maaf kan kiki bang?"


ucap kinara tergugu menangis menutup wajahnya.


Yuni sendiri tak bisa berbuat apa-apa, ia juga tidak bisa menyalahkan Kinara karena semua terjadi bukan unsur kesengajaan namun ia terus berdoa untuk kesembuhan putra sulung nya itu.


Yuni Juga sudah memberi tahu Siva tentang kejadian yang menimpa kakak nya itu.


"lemas banget Bun, Kiki juga mual terus!"


ucap kinara saat Yasmin menghampiri kinara di ruang tunggu.


"kamu makan ya, terus minum obat kamu harus sehat Ki Agar bisa menunggu Arief di sini sampai tersadar...!"


"Kiki... menyesal Bun , seharusnya Kiki enggak egois...!"


ucap kinara menangis lagi.


"Ya sayang bunda ngerti apa yang kamu rasakan, kita berdoa untuk kesembuhan Arief ya.... Jangan terus menyalahkan diri kamu sendiri, semua terjadi karena sudah menjadi rencana Nya.


kamu harus sabar.....!"


ucap Yasmin iba melihat kinara yang menangis lagi.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍😍😍