Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
merindukan.



"kamu lihat ekspresi wajah Kinara tadi?"


tanya Kahfi saat mereka berada di dalam pesawat.


"kamu mau menjodohkan mereka lagi?"


"ya tapi tidak sekarang karena pak Wisnu mengirim Arief ke Amrik untuk kuliah bisnis..


kemungkinan nanti setelah ia pulang dari Amrik...!"


Yasmin tertegun mengingat kejadian dulu, cerita nya hampir sama saat keduanya harus sama sama menuggu.selalu pihak perempuan yang tak mengetahui apa apa!


"tapi bagaimana jika di Rusia, Kiki bertemu dengan seorang pria yang memikat hati nya dan melupakan Arief?"


tanya Yasmin sambil tersenyum melirik Kahfi.


"aku tidak yakin akan hal itu, karena aku yakin jika Kinara tak semudah itu jatuh cinta karena sebelumnya banyak kan Pria yang mendekati nya tapi tidak dengan Arief mereka bertemu karena insiden yang tidak di sengaja...!"


"kamu tahu itu bang....!"


"ya, Wildan cerita semuanya saat kita menginap di rumah ibu mu"


ucap kahfi kemudian merangkul pundak Yasmin untuk bersandar pada nya.


**


sore itu ketiga nya pergi ke taman kota untuk sekedar berjalan-jalan dan membeli makanan.


Kinara memperhatikan Fahri yang sejak tadi fokus dengan handphone nya.


"de, kamu punya pacar...?"


Fahri langsung menoleh.


"punya.......!"


"beneran de...!"


tanya kinara tak percaya karena yang ia tahu Fahri begitu pendiam.


"ya , cewek itu yang nembak aku duluan....ya kan bang!"


kata Fahri dan di angguki oleh Fahmi yang senyum.


"hebat.... Terus gimana?"


"ya aku terima lah, cewek nya juga cantik...!"tutur Fahri Terkekeh kecil.


"astaga, jatuh cinta mampu merubah seseorang yang jarang sekali tersenyum, sekarang malah sering tersenyum sendiri..."


ucap kinara menggeleng kan kepalanya.


"terus sekarang kalian long distance dong!"


"ya, pacar nya si Fahri itu adil kelas kak, sekarang dia Kelas dua SMA...!"


"oh gitu......!"


Fahri hanya senyum.


"Terus kamu gimana de...?"


tanya kinara pada Fahmi.


"Sama kayak kak Kiki.....!"


"apa?"


"jomblo......!"


ucap Fahmi sambil terkekeh menjauh dari Kinara yang menganga.


"dasar kamu ya de....!"


ucap kinara mengejar Fahmi yang berlari.


hidup nya tak pernah sepi karena ia memiliki kedua adik yang bisa ia jadikan teman bermain setelah Wildan menikah, ia juga masih punya Riko yang bisa ia andalkan sebagai kakak.


beberapa hari kemudian....


**


Hari ini Arief mengikuti kelas pagi, beberapa hari terakhir ini ia menyibukkan diri dengan belajar agar ia tak terlalu lama di negara itu, sedikit pusing karena materi yang ia pelajari jauh dari pelajaran yang pernah ia pelajari sebelumnya, bukan hal yang mudah untuk seseorang yang memiliki bakat di bidang lain harus menggeluti dunia bisnis, seperti halnya Arief yang terbiasa dengan bumbu dan bahan masakan kini harus mempelajari tentang bisnis.namun itu tak masalah ia bertekad untuk bisa menguasai dunia bisnis, seperti keinginan Wisnu.


terlihat beberapa gadis memperhatikan Arief yang memang tampan meski terkesan dingin.


"hai.... Arief..."


ucap seorang perempuan cantik menghampiri.


"aku Alina, aku dengar kamu dari Indonesia.."


ucap perempuan itu mengulurkan tangannya namun Arief hanya senyum.


"ya aku dari Indonesia."


"aku juga sama dari Indonesia..."


ucap Alina sedikit malu karena Arief tak menerima uluran tangan nya.


"kebetulan ya, tapi maaf aku buru buru sebentar lagi kelas di mulai...."


Alina hanya diam menatap punggung yang menjauh.


"Kamu suka sama dia...."


tanya teman Alina.


Alina senyum sambil mengangguk..


"kita akan mendukung mu, Lin..."


"Terima kasih, kalian teman ku yang baik..."


ucap Alina kemudian beranjak dari tempat itu.


beberapa waktu kemudian...


"aku datang ke tempat ini untuk belajar, agar aku bisa meraih mu, Ki... saat ini aku sangat merindukanmu, tak sabar untuk pulang melamar mu, seperti rencana awal kita waktu itu tapi mungkin kah keadaan masih Sama seperti dulu....."


ucap Arief sambil berjalan di koridor kampus, tersenyum sendiri membayangkan gadis itu tengah tersenyum, setelah itu ia akan pulang ke ke apartemen setelah beberapa waktu di perpustakaan.


tak ada yang tahu pria yang berjalan menuju parkiran adalah seorang master chef.


demi cinta nya ia rela sejenak melepaskan gelar itu, karena ia yakin setelah ini. Wisnu tak akan melarang nya lagi karena ia pun bisa sekaligus mengurus perusahaan.


***


"assalamualaikum .... ayah"


ucap kinara di telpon.


"walaikumsalam.... sayang.."


"ayah bagaimana keadaan Oma Sinta.."


ucap kinara saat mendengar kabar jika sinta di larikan ke rumah sakit.


bergegas kinara menelepon sang ayah.


"Oma masuk rumah Sakit, tapi kamu jangan khawatir Oma sudah di tangani oleh dokter"


ucap Kahfi menjelaskan karena ia tahu kinara pasti gelisah.


beberapa hari ini ia sudah bekerja di perusahaan setelah Rayan datang ke Rusia, Rayan langsung mengalihkan kepemimpinan pada Kinara meski Kinara Menolak karena tak enak pada Haris yang sudah lebih dulu memimpin,Haris merupakan saudara Sinta yang juga membantu perusahaan namun di usianya yang sudah tidak muda lagi ia berharap ada yang menggantikan nya di Rusia dan bisa pulang ke kampung halaman untuk beristirahat dan saat kinara datang ia merasa senang karena ada yang akan menggantikan posisi nya mengelola perusahaan.


"bagaimana keadaan Oma mu..?"


tanya Haris yang mendengar percakapan kinara di telpon bersama Kahfi, sore ini Haris memang berencana untuk pulang ke Indonesia setelah beberapa hari mendampingi Kinara.


"Oma di larikan ke rumah sakit...!"


"kamu jangan khawatir, nanti siang Alwi akan datang dan membantu mu di sini...dan Om akan pulang!"


Kinara terdiam mendengar penuturan Haris, ia juga ingin pulang dan melihat kondisi Sinta.


"jangan khawatir, Om yakin jika Oma mu pasti baik baik saja Ki.."


"Kiki juga berharap seperti itu....!"


ucap kinara mencoba meyakini hatinya bahwa semua akan baik-baik saja.


Kinara bersandar pada kursi dengan gelisah, tetap saja ia tidak membohongi dirinya bahwa ia khawatir dengan kondisi Sinta, namun ia juga tak bisa kembali ke Indonesia karena pekerjaan yang menumpuk.


teringat seseorang yang tidak ada kabar sama sekali setelah hari itu, entah dimana dia berada Tak ada cerita atau apapun.


"apa mungkin ia sudah melupakan aku...?"


ucap kinara setelah tiga bulan lamanya pria itu menghilang bahkan sosmed nya pun sepi sejak lama.


"astaga... kenapa kinara kamu memikirkan seseorang yang jelas jelas tidak ada kabar... mungkin saja sekarang pria itu sudah menemukan pengganti Tasya, lantas kenapa kamu masih saja belum move on dari nya.."


ucap kinara menelungkup kan wajah di meja.


tak ingin lagi mengingat Arief, apa lagi Kahfi mengatakan jika kemarin mereka sudah bertemu dengan pihak keluarga Pria yang akan di jodohkan dengan nya, hal itu menegaskan bahwa rencana itu tetap dilanjutkan.


Minggu lalu Kahfi memang mengadakan acara pertemuan dengan keluarga Wisnu, setelah beberapa waktu keduanya tidak bertemu.


sekaligus membahas tentang perjodohan yang sempat tertunda, berbeda dengan Kinara, Arief justru senang mendengar hal itu.


Arief semakin semangat mengejar materi pelajaran agar ia bisa cepat pulang dan menjemput gadis itu di Rusia.


rasanya ingin sekali menghubungi Kinara, namun apakah ia mau menerima telepon dari nya,dan lagi Wisnu melarang nya untuk memberitahu soal perjodohan itu, tapi tak ada salahnya ia juga merindukan gadis itu.


cepat Arief mengambil ponsel nya lalu menghubungi Kinara.


kinara Menoleh pada ponsel nya yang berdering terlihat nomor baru melakukan panggilan telepon, kinara mengerutkan keningnya menatap layar ponselnya.


"siapa ya....!"


ucap kinara memberanikan diri untuk menggeser tombol hijau pada layar ponsel.


"halo......!"


Kinara membeku mendengar suara di seberang telepon sana, suara seseorang yang sudah lama tidak ada kabar.


dan kinara merindukan nya, tapi untuk apa dia menelepon?


bersambung...