
beberapa bulan berlalu....
Kinara senyum Menatap kertas berwarna putih hasil pemeriksaan medis perihal penyakit nya itu.
"Alhamdulillah......."
ucap Kinara sambil menyeka air matanya, ia di nyatakan sembuh dari penyakit yang beberapa waktu sempat membuat nya pilu, hasil pemeriksaan itu adalah pemeriksaan terakhir nya selama tiga bulan ini.
Arief juga merasa Lega dengan hasil pemeriksaan itu.
"kita buat syukuran ya Ki.." ucap Yasmin yang berada di hadapan Kinara.
"ya Bun, Kiki setuju...."
ucap kinara senyum masih menatap kertas putih itu.
"yang, Abang berangkat ke restoran dulu ya, tadi Revan telpon..."
ucap Arief beranjak dari duduknya.
"ya, hati hati ya bang ...."
"ya sayang...."
ucap Arief lalu mencium pucuk Kinara.
"ya sudah, kamu istirahat Ki... besok bunda siapkan untuk acara syukuran atas kesembuhan kamu...."
Kinara mengangguk lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamar.
Kinara juga bersyukur karena dua bulan terakhir ini menjadi proses segala nya menjadi lebih baik, dari keadaan perusahaan yang sudah stabil malah keadaan nya semakin maju berkat kerja keras team. dan dirinya yang di nyatakan sembuh hanya suami nya yang semakin sibuk dengan pekerjaan dan tawaran di berbagai acara di televisi.
namun Kinara berusaha untuk mengerti dan percaya bahwa Arief tak akan macam macam di belakang nya.
malam...
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun Arief belum juga kembali, terakhir memberikan kabar ia di minta mengisi acara live di salah satu acara, Kinara juga tidak tahu ia ketiduran setelah melaksanakan shalat isya sendiri.
Kinara membuka mata dan meraba bagian sampingnya, kosong.
Kinara menghela nafas pelan sambil beranjak dari tidurnya tak lama terdengar pintu terbuka dan Arief menyembul masuk ke dalam kamar.
"kamu belum tidur yang...."
ucap Arief masuk lalu membuka jaketnya.
"kamu baru pulang......?"
"ya maaf ya, tadi mau nolak tapi enggak enak orang nya langsung jemput, Abang sama Revan kok tadi...!"
ucap Arief lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
tak lama Arief Keluar dari kamar mandi bergegas mengambil pakaian lalu menunaikan ibadah shalat isya.
Kinara memperhatikan suami nya yang tengah melaksanakan shalat isya, hal itu memang tak pernah tertinggal meski ia sibuk tapi waktu yang tersita membuat nya tak lagi seperti dulu.
"yang....!"
"HM.....?"
"gimana kalo Kita tinggal di apartemen, kamu juga udah sembuh kan?"
"kalau kiki enggak mau gimana?"
ucap Kinara membuat Arief tertegun.
"kenapa?"
tanya Arief naik ke ranjang.
"kalau di apartemen aku sendiri apalagi Kamu selalu sibuk?"
ucap Kinara menunduk.
"ya tapi kalau di sini Terus kapan kita mandiri nya...?"
"jadi kamu berpikir aku enggak mandiri gitu?"
"bukan gitu yang? kamu dengar kan aku dulu!"
"ya sudah Setelah Acara syukuran kita pindah ke apartemen....!"
ucap Kinara lalu tidur menyamping.
"ya sudah kalau kamu mau tinggal di sini enggak apa-apa, hanya aku enggak enak karena selalu sibuk. aku takut kalau ayah kamu berpikir kalau aku tidak memperhatikan kamu Ki...?"
"memang yang terjadi bagaimana? kenapa Abang berpikir seperti itu tentang ayah, jadi Abang membatasi jadwal di luar itu karena Abang malu sama ayah?"
ucap kinara menatap Netra milik suaminya itu.
"bukan gitu Ki, Abang seperti ini juga untuk kamu, untuk kita...!
Abang juga udah berencana untuk membeli rumah baru untuk kita tempati, dan sementara waktu kita tinggal di apartemen dulu!"
Kinara memilih diam tak ingin berdebat karena waktu sudah malam, ia tak ingin Yasmin atau Kahfi mendengar percakapan mereka berdua.
tanpa berkata apa-apa kinara langsung menutup mata nya dan kembali tertidur meninggalkan Arief yang menatap punggung nya.
pagi...
Kinara menghampiri Yasmin dan Marisa yang tengah sibuk di dapur, Kinara tidak tahu jam berapa Marisa tiba di rumah.
Arief sendiri tengah sibuk dengan laptop nya, tak memperpanjang masalah Mereka berdua.
"Oma....!"
"sayang......?"
ucap Marisa memeluk Kinara.
"kapan Oma Tiba?"
"tadi pagi pagi sekali...?"
"ya, sayang, Nanti siang Wildan dan nisa akan kemari...!"
ucap Marisa dan di angguki oleh kinara.
"sayang, Apa Siang ini Arief ada dirumah, bunda sudah pesan catering untuk acara syukuran"
ucap Yasmin yang mengetahui kesibukan menantu nya itu.
"enggak tahu Bun, kayaknya enggak bisa soalnya bang Arief enggak Bisa izin karena terikat Kontrak kerja!"
"oh gitu, terus gimana Dong bunda udah pesan catering nya untuk siang ini....!"
"ya sudah enggak apa-apa, acara akan tetap berjalan...." ucap kinara lalu menoleh pada Arief yang menghampiri.
"sayang, Abang berangkat ya...!"
kinara mengangguk.
"maaf ya Bun, Arief enggak bisa ikut acara syukuran...!"
"ya sudah tidak apa-apa...!"
ucap Yasmin tersenyum kecil.
"ya sudah Abang berangkat ya...!"
ucap Arief mencium kening Kinara lalu pergi.
"dia sesibuk itu?"
tanya Marisa Menilik wajah kinara yang tampak sendu.
"ya, Arief karier nya sedang naik..maka nya dia sibuk sekali..!"
ucap Yasmin mengusap bahu putri nya itu.
"sesibuk apapun Abang janji akan memprioritaskan kepentingan kamu di atas segala nya....!"
ucapan itu terngiang di telinga Kinara sambil membereskan barang barang nya karena besok ia akan tinggal di apartemen milik Arief.
kinara mencoba untuk berpikir positif agar hati nya tenang dan tak menjadikan semua itu masalah, Kinara Menoleh pada jendela. terlihat Wildan tengah berjalan beriringan bersama Nisa, usia kandungan nya Kini menginjak usia sembilan bulan.mereka tampak bahagia tak seperti dirinya yang justru merasa sepi.
"sayang....!"
ucap Yasmin masuk ke dalam kamar kinara.
"Bun....."
ucap kinara Menoleh.
"sayang kamu mau kemana?"
ucap Yasmin melihat koper berada di dekat sofa.
"kinara tadi mau cerita Tapi ada Oma jadi enggak enak!"
ucap kinara duduk di ranjang.
"bang Arief mau kiki tinggal di apartemen dengan nya Bun...!"
ucap kinara termenung.
"hai chef Arief beberapa fans bertanya tentang kehidupan pribadi chef Arief, benar kah sudah menikah?"
kinara dan Yasmin Menoleh pada televisi yang menampilkan suami nya itu.
"ya saya sudah menikah, boleh lihat di Instagram saya kalau mau tahu istri saya.."
"kok enggak pernah di ajak..?"
ucap presenter cantik itu.
"ya,, mungkin nanti saya akan paksa dia untuk ikut dengan saya!"
ucap Arief terkekeh.
"i love you baby.....!"
ucap Arief melambaikan tangan nya.
kinara menghapus air matanya.
"salah enggak Bun kalau Kiki lebih suka bang Arief yang dulu selalu ada untuk Kiki... bukan dia yang selalu sibuk dengan urusan nya!"
ucap Kinara bersandar pada tubuh Yasmin.
"Kiki lihat Om Wildan sama Nisa selalu bahagia...!"
"kamu jangan berkata seperti itu, jangan pernah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain.
semua di uji, hanya dengan cara yang berbeda.
kamu harus sabar, ada saat nya kamu merasa kan tawa dan tangis yang datang silih berganti.
namun hal apa pun yang terjadi jangan sampai membuat kalian berpaling tapi tetap lah berusaha untuk saling.
saling mengerti, saling menjaga, saling mengalah dan saling memahami..!"
ucap Yasmin mengusap punggung Kinara.
"nikmati lah hidup,, saat kehidupan memberi mu seribu sebab untuk menangis, maka tunjukkan kan lah pada dunia bahwa kamu memiliki sejuta alasan untuk tetap tersenyum dan kamu harus yakin bahwa kesusahan akan datang bersama kemudahan..."
ucap Yasmin memeluk putri nya itu.
bersambung.....
terimakasih yang sudah mampir, terima kasih untuk para reader yang masih setia dengan novel author ini...
😍😍😍😍