
Arief menghela nafas melihat Kinara yang tampak dingin, entah interaksi seperti apa hingga membuat keduanya sama sama drop, Kinara berubah menjadi sosok yang dingin hingga membuat Arief membeku.
"kita akhiri saja bang....?"
tutur Kinara membuat Arief terperangah.
"maksud nya?"
"aku enggak mau menghambat karir kamu bang, lagi pula bukan kah orang tua Abang sudah menyiapkan calon istri?"
ucap kinara tanpa menoleh, sementara Arief diam menatap wajah kinara yang tampak sendu.
"kenapa Abang tidak cerita dari awal ..?
kalau hubungan kita memberatkan kamu, lebih baik.....!"
"enggak, jangan seperti ini Ki?
ya, Abang emang salah karena tidak cerita dari awal masalah itu,tapi Abang juga enggak tahu kalau Abang bisa secepat itu jatuh cinta sama kamu!"
ucap Arief Namun tak di hiraukan oleh Kinara.
"mungkin Abang belum bisa bawa orang tua Abang kemari, tapi Abang janji akan melamar kamu asal kamu mau menuggu... Abang rela kehilangan gelar itu demi cinta Abang sama kamu de, tapi tolong kasih Abang waktu!"
ucap Arief mendekati namun kinara menjauh karena ini bukan di apartemen, tapi di rumah dan ada kedua orang tua nya yang mungkin saja sedang menguping.
"lalu Bagaimana dengan Tasya, dia itu cinta Sama kamu bang...!"
ucap kinara menatap wajah Arief.
"ya tapi Abang cinta sama kamu!"
ucap Arief menunduk.
*
"nah, jadi pria itu harus berani mengatakan cinta!"
ucap Yasmin yang mendengar kan percakapan mereka berdua, terlihat Kahfi menatap Yasmin dengan senyum mengembang di wajah nya.
"oh gitu.... tapi kan yang seperti itu udah biasa, kalau seperti Abang langka!"
"ya bikin greget.....!"
ucap Yasmin Terkekeh mengingat kejadian masa lalu yang membuat nya merasa gemas pada suami nya itu.
*
"lalu.......?"
"kamu enggak cinta sama Abang?"
"enggak......!"
ucap kinara membuat Kahfi dan Yasmin terperangah mendengar penuturan Kinara.
"jangan bohong Ki, kamu yakin?lalu selama ini apa?"
ucap Arief menatap kinara tidak percaya.
"Ki, Abang Tahu kamu bohong...!
tolong ki jangan seperti ini?"
namun kinara menanggapi hal itu dengan biasa.
"bang, Tasya tuh butuh kamu!"
ucap kinara yang mengingat kejadian kemarin, bagaimana kondisi Tasya, kinara juga menanyakan perihal itu pada Riko.
**
"kondisi nya semakin menurun, Abang juga tidak tahu sampai kapan ia bertahan, kalau dia punya saudara mungkin kejadian akan lain kita bisa melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang... tapi Tasya anak satu-satunya.."
ucap Riko yang sedikit bingung karena Kinara tiba tiba menanyakan perihal kondisi Tasya.
*
"aku cinta sama Arief, aku dan Arief berjuang sama sama untuk menjadi seorang chef, sekarang hanya karena kamu ia harus melepaskan sesuatu yang ia perjuangkan susah payah.. kalau kamu tidak rela Arief dengan ku, biarkan dia menerima perjodohan itu dengan itu ia tetap bisa menjadi chef...."
percakapan terakhir mereka berdua saat itu, di situ Kinara berpikir untuk menyerah karena hal itu akan membuat Arief kehilangan gelar yang selama ini menjadi kebanggaan nya.
**
"tidak apa-apa Ki, demi kamu......"
ucapan itu begitu indah terpatri dalam hati namun kinara juga bingung karena keadaan menegaskan bahwa orang tua Arief tak menginginkan perempuan lain selain yang sudah mereka siapkan untuk Arief.
"Abang tahu Tasya butuh Abang,tapi selama ini Abang sudah menganggap nya seperti adik Abang sendiri....."
"lalu bagaimana dengan orang tua Abang...."
"ya tadi Abang sudah bilang, tidak apa-apa Abang harus kehilangan gelar itu, tapi Abang Minta kamu untuk menunggu dua tahun... karena bukan hal yang mudah untuk Abang memimpin perusahaan, Abang tidak mengerti sama sekali de... Abang harus belajar.. dengan itu orang tua Abang akan merestui kita..."
ucap Arief meyakinkan Kinara.
"tapi ayah enggak bisa menuggu selama itu...."
ucap kinara membuat Arief memijat keningnya.
"ya udah gimana kalau kita nikah tapi tanpa restu orang tua Abang...."
"saya tidak setuju......"
ucap Kahfi yang duduk di samping Kinara, namun Yasmin justru merasa iba melihat Arief yang hampir frustasi.
"saya mau orang tua kamu datang dan melamar Kiki, mana ada acara seperti itu...."
"ya tapi boleh kan pak menuggu dua tahun...."
"no...itu terlalu lama Arief..."
ucap kahfi membuat Arief tertegun.
"lalu saya harus bagaimana Karena orang tua saya juga tetap pada pendiriannya..."
"pikir kan sendiri......"
ucap Kahfi ingin tertawa namun ia tahan.
"de...dua tahun...."
ucap Arief memohon.
"Abang urus saja dulu Tasya, setelah itu Abang boleh datang bersama keluarga Abang...."
ucap kinara beranjak meninggalkan Arief bersama kahfi dan Yasmin.
"kasian anak orang....."
ucap Yasmin dalam hati.
"kamu sabar ya,Kinara memang seperti itu ia paling tidak suka menuggu Arief....kamu selesaikan masalah kamu satu persatu, setelah itu kita bicarakan lagi"
ucap Yasmin dan di angguki oleh Kahfi yang merangkul pundak Yasmin.
***
"biarkan saja seperti itu, selama ini Arief susah di atur,ia bahkan tahu kalau kami bergantung pada nya.
tidak ada yang salah menjadi chef, ia bahkan bisa membuktikan ia bisa sukses dalam bidang itu namun bagaimana dengan perusahaan ku kelak karena adiknya perempuan mana bisa memimpin perusahaan, aku ingin dia kuliah bisnis dan memimpin perusahaan ku kelak jika aku ingin pensiun,Kinara yang perempuan saja mengambil kuliah bisnis.... aku pikir ia akan menyerah seperti dulu,tapi untuk kali ini seakan menjadi kesempatan untuk ku mengatur hidup nya.bukan untuk ku tapi untuk dia juga... bukan hanya tentang bumbu masakan yang mesti ia pelajari tapi yang lainnya juga, belum lagi masalah agama..ia benar benar sesuka hati...."
ucap Wisnu saat bicara dengan Kahfi pagi itu.
"lalu bagaimana dengan Tasya....."
tanya Kahfi yang mengetahui perihal itu juga.
"soal itu mereka hanya bersahabat soal persaaan aku serahkan pada mereka masing-masing...."
"jadi kita tetap pada rencana awal begitu..."
tanya Kahfi lagi.
"ya tentu saja pak kahfi... sebenarnya sudah tidak sabar melamar putri mu tapi biarkan Arief Belajar terlebih dahulu....."
ucap Wisnu dan di angguki oleh kahfi.
**
"saya janji akan kembali satu tahun lebih cepat, tapi tolong pak jangan jodohkan Kiki dengan pria lain...."
ucap Arief meminta pada Kahfi.
"aku tidak janji...."
"jangan seperti itu pak....."
"baiklah Arief.... berjuang lah lebih dulu..."
ucap Kahfi senyum.
"satu tahun bukan waktu yang lama, aku dulu bahkan harus menunggu sampai tiga tahun lamanya...." ucap Kahfi dalam hati menatap wajah cantik Yasmin.
setelah itu Arief pamit pada Yasmin dan kahfi, meski berat melangkah namun Arief akan membuktikan pada Kinara bahwa ia tidak pernah main main dengan ucapan nya.
Kinara memperhatikan mobil Arief yang keluar dari gerbang rumah nya, Bingung apakah keputusan ini adalah keputusan terbaik.. namun hal itu ia lakukan karena tak ingin menjadi seseorang yang merusak mimpi Arief karena Kinara tahu menjadi seperti sekarang bukan hal mudah, Tasya benar kehadiran nya justru membuat Arief berada dalam pilihan sulit.
bersambung...
terima kasih sudah mampir...