Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
senang.



Sore itu Arief pulang lebih awal seperti janjinya ia akan mengajak istrinya itu jalan jalan menggunakan motor sport milik kahfi.


"sayang....!"


ucap Arief masuk ke dalam kamar, terlihat Kinara tengah bercermin seperti nya baru selesai mandi.


"Bang, sudah pulang?"


ucap Kinara Menoleh pada jam menunjukkan pukul empat sore.


"ya, Abang kan janji mau pulang sore..kita jalan jalan yuk...!"


ucap Arief senyum mendekati istri nya yang tampak segar.


"boleh, pakai motor ayah?"


Arief senyum sambil mengangguk.


"sebentar ya.. Abang mandi dulu!"


ucap Arief masuk ke dalam kamar mandi.


kinara senyum lalu menyiapkan pakaian untuk suami nya itu.


tak lama Arief keluar Dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


kinara terpana melihat pahatan Tuhan yang begitu indah, perut Arief macam roti sobek membuat wajah nya memerah mengingat masa indah bersama, Arief senyum mendekati memeluk pinggang kinara.


"basah tahu bang...!"


ucap kinara mencoba melepaskan diri.


"biasanya juga basah....!"


ucap Arief terkekeh membuat Kinara terperangah.


keduanya saling menatap lekat, Arief memperhatikan setiap inci garis wajah istrinya itu.


"kenapa bang?"


ucap kinara menunduk.


"enggak apa-apa, istri Abang ini ayu sekali..."


"HM... Ayu?"


"ya Cantik... pasti ingat teman nya deh!"


ucap Arief Terkekeh.


"Udah sana pakai baju dulu!"


ucap kinara memberikan pakaian yang sudah ia siapkan.


"oh ya, tadi ada Mami sama Siva juga Tante Rita datang...!"


"oh ya, lalu mereka bicara apa?"


Kinara terdiam mengingat kejadian tadi siang.


setelah Marisa beserta yang lain nya pulang, kinara masuk ke dalam kamar untuk beristirahat karena cukup lama mereka ngobrol, Kinara bertukar pesan dengan ayu hingga tertidur dengan ponsel yang masih menyala, waktu makan siang Yasmin masuk ke dalam membangun kan kinara untuk makan siang.


"Ki......ayo bangun, ini sudah jam satu.!"


ucap Yasmin mengusap tangan Kinara agar terbangun.


"apa kamu masih menstruasi Ki..!"


"masih hanya tidak sebanyak kemarin bun...!"


ucap kinara beranjak.


"lalu apa kamu masih merasakan sakit?"


"kadang muncul kadang enggak, cuma enggak sesakit kemarin...!"


"oh gitu, ya sudah ayo bangun ada mami Yuni Sama Siva dan Tante Rita di bawah...!"


"oh gitu....ya sudah...! Kiki ke kamar mandi dulu!"


ucap kinara bangun.


ia memang merasa keadaan nya sudah lebih baik dari kemarin karena mungkin dokter memberikan nya obat yang paling bagus seperti permintaan Arief pada dokter untuk memberikan Kinara Obat terbaik.


"Mi....!"


ucap kinara saat turun dari tangga, menghampiri mereka yang berada di ruang tengah.


"ki..!"


ucap Yuni mencium menantu nya itu.


"gimana keadaan kamu!?"


tanya Yuni sembari duduk.


"udah mendingan mi...!"


ucap kinara senyum pada Siva dan Rita.


"kak, waktu itu kak kemana?"


tanya Siva.


"kakak ke rumah ayu...!"


ucap kinara tersenyum kecil.


"oh, Siva kira kemana...!"


"ya, waktu itu ponsel kakak lowbet VA...!


oh ya gimana persiapan pernikahan kalian?!"


"weekend ini Siva akan menikah dengan dokter Riko...!"


ucap siva menunduk, ia malu mengatakan hal itu di hadapan Yasmin.


"semoga itu keputusan terbaik..!"


ucap Kinara menggenggam tangan Siva.


"kami akan mendoakan kalian...!"


ucap Yasmin membuat Siva tertegun.


"terimakasih bunda....!"


ucap siva.


"ya jangan sungkan, semua orang punya masa lalu, biarkan berlalu dan fokus saja pada masa depan...!"


ucap Yasmin merengkuh Kinara, ia pun pernah berada di posisi Siva, terpuruk namun Tuhan tak lantas membiarkan hal itu Terus menjangkiti hidup nya, kehadiran Kahfi menjadi pelipur hati yang lara.


begitu juga dengan Siva, tak ada yang tahu kehadiran Riko memang sengaja untuk mengobati luka hatinya.


"kamu semangat ya Siva..!"


"terimakasih Yasmin...!" ucap Yuni senyum, ia bersyukur memiliki besan seperti Yasmin dan Kahfi, mereka juga membantu masalah di perusahaan.


"ya, kita sama sama saling memberikan semangat,, seperti hal nya keadaan Kiki sekarang, saya memperlakukan nya seperti kinara yang sehat tanpa beban...!"


ucap Yasmin mencium pipi putri nya itu.


"ya, Arief juga sudah cerita sama mami, kamu pasti sembuh Ki... sekarang ini banyak dokter hebat dan obat ampuh, tak ada penyakit yang tidak bisa di obati, asal kita mau berusaha, terlepas dari semua itu tuhan yang berkehendak...!"


"ya Tante juga berdoa agar kamu cepat sembuh ya ki..."


"terimakasih atas dukungan nya..."


ucap Kinara dengan mata berkaca-kaca.


ia terharu karena mereka begitu peduli terhadap nya.


"oh ya Ki, mami bawa beberapa makanan untuk kamu, kata Arief kamu suka olahan daging, mami bikin tongseng daging sapi tapi enggak pedes kok..."


ucap Yuni mengambil paper bag yang ia bawa berisi makanan tersebut.


**


"masakan mami enak bang, bumbu nya tuh meresap kedalam daging nya.lumayan banyaklah makan nya tadi karena sebelumnya Kiki kan suka mual, mungkin kalau mual muntah nya karena hamil akan berbeda, ada rasa bahagia meliputi nya."


ucap kinara tertegun mengingat apa yang tengah terjadi pada nya.


"oh gitu...!"


ucap Arief berjongkok di depan Kinara yang duduk di sofa.


"tapi nanti enggak boleh ngeluh ya pas waktu nya hamil mual muntah...!"


ucap Arief mengelus kepala istri nya.


kinara diam mendengar penuturan Arief yang baginya Begitu memilukan, ia khawatir penyakit itu mempengaruhi kesuburan nya.


"kamu kenapa?"


"apa Kiki nanti bisa hamil...?"


"bisa, tenang saja kita terus berdoa meminta kepada yang menciptakan Nya, Abang akan ekstra berusaha nanti...!"


ucap Arief mengecup telinga Kinara sambil terkekeh bersama Kinara yang langsung memeluk suaminya itu.


"bersikap lah seakan penyakit itu tak ada dalam tubuh mu,, berpikir lah positif agar pikiran dan hati kita menjadi tenang... yakin lah bahwa rencana Tuhan itu lebih indah dari mimpi mimpi kita...!"


ucap Arief membuat kinara tersenyum senang.


"ayo kita berangkat...!"


ucap Arief meraih tangan kinara untuk pergi seperti rencana mereka.


Arief meminta izin pada Yasmin untuk memakai motor sport milik kahfi, karena sang ayah belum kembali dari kantor.


"hati hati ya...!" ucap Yasmin saat kinara naik ke atas motor sport itu, kendaraan roda dua itu yang menjadi saksi tumbuh besar putri nya itu.terbilang cukup awet karena Kahfi merawat nya dengan baik meski jarang di pakai Namun Kahfi tak pernah telat membawanya untuk servis ke bengkel.


Yasmin bersyukur dalam keadaan seperti ini Arief begitu baik dan Benar benar mencurahkan perhatian nya pada kinara. Yasmin berharap Arief akan seterusnya seperti itu, sama halnya dengan Kahfi yang hingga saat ini tak pernah berubah mencintai nya.


"kamu mau kemana yang?"


ucap Arief menarik tangan kinara untuk memeluk pinggang nya.


"kemana saja asal sama kamu Bang!"


ucap kinara menyandarkan kepalanya pada punggung Arief.


"mau makan di luar?"


"masih Kenyang, kita jalan jalan saja...!"


ucap kinara dan di angguki oleh Arief.


untuk pertama kalinya setelah menikah mereka pergi jalan-jalan berdua. karena setelah menikah keduanya Langsung di sibukkan dengan berbagai macam persoalan hidup.


Arief melajukan motornya menuju pantai, senyum mengembang di wajah Kinara saat ia turun dari motor.


"enggak apa-apa kan Abang ajak ke sini...!"


"enggak apa-apa, justru Kiki senang Abang ajak ke pantai...!"


ucap kinara lalu berlari kecil ke arah pantai sambil melihat ke arah Arief yang tersenyum melihat Kinara yang tampak ceria.


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍