
kinara tertegun menatap ponselnya yang baru saja ia aktif kan setelah beberapa jam ia simpan di nakas dalam keadaan mati.
terlihat riko beberapa kali melakukan panggilan telepon.
"tumben sih dia telpon sampai sebanyak itu,,"
ucap kinara kemudian mencoba kembali menghubungi kembali Riko namun Riko tidak mengangkat nya.
tok..tok..
"kak....."
ucap Fahmi di balik pintu.
"sebentar de...."
"kak...... ikut enggak mau main keluar sama ayah.."
ucap Fahmi.
"oh, ya udah...."
ucap kinara kemudian masuk ke dalam kamar mengambil kerudung instan serta tas.
"keluar kemana...?"
"biasa...kita pergi ke taman kota, mumpung cuaca cerah!"
ucap Kahfi sambil menggenggam tangan sang bunda.keduanya selalu harmonis Dimana pun berada, kemesraan tak pernah berkurang sedikit pun justru di usia nya yang Semakin menua kedua terus saling menjaga.
"kamu udah enggak sakit lagi kan?"
tanya Yasmin merangkul bahu kinara.
"enggak Bun...!"
ucap Kinara senyum, Sinta dan Marisa mengikuti di belakang.
seminggu ini Kahfi mengajak keluarga nya pergi ke tempat tempat menarik serta berbelanja banyak barang dan lain nya.
hingga seminggu itu pula Kinara tidak mengetahui kabar tentang kepergian Tasya karena Riko pun tak bisa ia hubungi.
***
"langkah selanjutnya apa rief....?"
ucap Yuni saat keduanya pulang dari pengajian tujuh hari Tasya.
"Kinara....!"
"pih, bagaimana....?"
"lanjut kuliah bisnis rief, setelah itu papih akan bicarakan hal itu dengan Kahfi...?"
"astaga pih, kenapa harus seperti itu kalau dari awal papih memang sudah menjodohkan kami!"
"ya tapi kalian yang membatalkan nya juga...itu syarat kalau kamu ingin perjodohan itu lagi...!"
Arief langsung diam..
"apa kamu yakin Kinara masih mau sama kamu...?"
tidak ada jawaban dari Arief, ia bungkam.
Wisnu Terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Arief yang tampak muram.
"dua tahun paling lama, dan satu tahun paling cepat..papih akan membantu mu!
tapi semua keputusan tetap ada pada kinara... sekarang fokus lah melangkah ke depan."
"jodoh tidak akan kemana rief, kamu harus percaya itu!"
"ya,mi..."
ucap Arief kemudian melengos pergi ke kamar.
ia pikir keadaan tak akan sesulit itu, ia masih tetap harus mengikuti keinginan sang ayah.
tapi apa Kinara akan menuggu nya sementara untuk berkomunikasi pun rasanya ia malu sendiri setelah apa yang terjadi.
apa lagi dengan status nya saat ini, apa kinara masih seperti dulu?
bagaimana jika ia bertemu dengan seseorang kemudian melupakan nya.
lalu ia harus apa?
pagi itu Arief sudah bersiap pergi ke Amrik untuk melanjutkan kuliah bisnis yang kemarin sempat tertunda, beberapa kali mencoba menghubungi nomor kinara namun nomor nya tidak aktif.
"sudah berangkat, nanti kamu ketinggalan pesawat rief....soal kinara kamu berdoa saja?"
ucap Wisnu tersenyum dalam hati melihat wajah Arief Tanpa ekspresi.
"ya sudah, tolong Arief pih...!"
"ya, nanti.... sekarang kamu turuti keinginan papih, setelah itu papih janji akan bantu kamu!"
Arief mengangguk kemudian melangkah pergi ke dalam bandara.
**
Kinara terdiam membaca pesan dari Riko yang mengatakan jika seminggu yang lalu Tasya meninggal dunia, lalu masuk pesan bahwa Nomor seseorang baru saja menghubungi nomor nya.
"nomor siapa ya...?"
ucap kinara melihat nomor tersebut, karena setelah kejadian itu ia tidak lagi menyimpan nomor Arief karena hal itu selalu mendorong nya untuk menghubungi pria itu hingga dengan cepat kinara menghapus nomor kontak Arief.
Kinara membuang nafas mengingat pesan dari Riko, ia tidak menyangka Tasya sudah tiada,dan lagi ia baru mengetahui kabar itu setelah satu Minggu.
tak terbayangkan bagaimana perasaan Arief,ia pasti sedih karen ia dan Tasya sudah dekat sejak lama, pasti banyak kebersamaan di antara keduanya.
"Kenapa jadi mikirin dia terus....?"
ucap kinara mengusap wajah nya kemudian beranjak keluar kamar dan melihat Yasmin, Kahfi berserta kedua Oma nya sudah siap untuk pulang.
mereka memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah seminggu kemarin puas berlibur, sementara Kinara dan si kembar akan tinggal di negara itu.
"udah siap...?"
"udah Sayang, kamu jaga adik adik mu ya!
nanti lusa Rayan akan datang dan mengajak mu ke perusahaan,, sebenarnya pak Haris sudah tahu jika kamu akan bekerja di perusahaan,,!"
"ya yah.....!"
ucap kinara lalu memeluk Sinta, kesehatan Sinta sedikit menurun hingga Kahfi tak bisa mengantar kinara ke perusahaan nya,
"ya sayang, Oma hanya sedikit lelah...!"
"ya,Kiki tahu....Oma akan baik-baik saja!"
"ya sayang .....!"
setelah itu kinara mengantar mereka ke Bandara bersama si kembar.
"nanti Rayan yang akan mengurus kuliah kalian disini, ayah akan kembali setelah keadaan Oma membaik ya!"
ucap Kahfi dan di angguki oleh kedua putranya itu.
"tadi bang Riko kirim pesan...!"
ujar Kinara duduk di samping Marisa.
"apa katanya...?"
tanya Kahfi.
"satu Minggu yang lalu tasya meninggal..."
"oh .....!"
ucap kahfi sementara yang lain diam menanggapi. karena mereka sudah Tahu dari pak Wisnu.
"apa kamu masih berharap pada Arief...?"
Kinara tertegun mendengar pertanyaan yang Kahfi lontarkan.
"kenapa diam?"
ujar Kahfi menoleh pada kinara.
"enggak,,!"
"enggak berharap....?"
Kinara diam tak menjawab pertanyaan itu.
"bagus lah kalau kamu sudah tidak berharap kalau begitu ayah akan kembali pada rencana awal...!"
Kinara membisu mendengar penuturan kahfi yang tiba tiba membicarakan hal itu setelah beberapa waktu sepi.
"kapan?"
"nanti ayah beri tahu kamu lagi, untuk sekarang nikmati saja liburan kalian ya!"
Kinara hanya mengangguk.
tak lama mereka sampai di bandara, mereka semua turun dari mobil, Kinara Langsung memeluk Sinta.
"Oma, harus sembuh ya!"
"ya, sayang....!"
ucap Sinta mengusap punggung cucunya itu, selama ini Kinara memang dekat dengan Sinta, saat Yasmin dan Kahfi bepergian untuk urusan bisnis, Kinara selalu bersama Sinta hingga hal itu membuat nya merasa khawatir saat kondisi kesehatan Oma nya menurun.
"ya sudah,, kami pulang!
kalian bertiga hati hati ya!
Kembar jaga kakak kalian ya!"
"ya Bun ...!"
setelah itu mereka pun berpisah Kinara dan kedua adik nya kembali ke mobil.
"de, bawa mobil ya!"
"ya kak ....!". ucap Fahmi mengambil kunci.
pikiran nya sedikit galau jika menyangkut masalah perjodohan, Kinara kira tak akan ada lagi rencana itu.
kenapa hati nya seakan menolak, lalu bagaimana keadaan pria itu setelah Tasya tiada, terakhir bertemu Minggu lalu saat ban mobil nya kempes, Arief terlihat baik baik saja.
Kinara memainkan ponselnya dan melihat lihat Instagram milik Arief,, jarang sekali gadis itu membuka sosmed.
foto terakhir yang Arief posting adalah saat ia berada di makam tepat seminggu yang lalu, dengan kemeja berwarna hitam serta kaca mata hitam yang ia pakai.
"kini tinggal kenangan...... selamat jalan my best friend my wife..."
Kinara membuang nafas membaca hastag tersebut, entah kenapa ia tidak suka mendengar nama my wife.
astaga Kinara apa kamu sedang cemburu pada seseorang yang telah tiada.
"kenapa kak,buka sosmed kok kayak yang capek gitu....!"
ucap Fahri memperhatikan ekspresi wajah Kinara.
Kinara menoleh pada Fahri yang jarang sekali ia berkomentar, sejak kapan adiknya itu memperhatikan nya.
"de, kamu lagi jatuh cinta....?"
tanya kinara membuat Fahri sedikit menganga.
sementara Fahmi malam terkekeh sambil menyetir melihat interaksi keduanya.
"kenapa bertanya seperti itu?"
"orang kalau jatuh cinta suka aneh....."
ujar kinara.
"ya sama kakak juga aneh.....!"
ucap Fahri Terkekeh kecil membuat kinara sedikit melongo.
bersambung
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍
mendekati hari H makin sibuk ya!
semoga para reader sehat selalu...
jangan lupa like jempolnya dan komentar ya biar Author semangat...
karena jujur aja ya mendekati hari H, malah bikin author Melo karena rindu kedua orang tua nya sudah tiada..
beruntunglah kalian yang masih memiliki keluarga utuh...
terima kasih ...😍😍😍😘😘😘😘😘