
Arief langsung memesan tiket pesawat saat itu juga agar bisa segera pulang ke Indonesia, karena ia benar benar merasa khawatir dengan keadaan kekasih nya itu, ia tidak akan tenang menuntut ilmu jika kinara sakit, hingga pagi dini hari ia sampai di rumah sakit.
Arief langsung menghubungi Kahfi agar ia bisa bertemu dengan kinara.
"masuk....!"
ucap Kahfi saat Arief sampai di depan pintu, Kahfi percaya dengan cinta pria itu yang langsung kembali dari Amrik saat tahu kondisi kinara tidak baik baik saja.
"Kinara tidur, kamu juga baru sampai kan, sebaiknya istirahat dulu rief.."
ucap Kahfi sambil menguap lalu kembali ke ranjang sebelah yang tertutup gorden.
Arief mengangguk kemudian duduk di sofa yang menghadap kinara, menatap gadis cantik itu yang tampak pucat dan terlihat sedikit kurus.
Arief tak ingin membangun kan Kinara yang tengah tertidur pulas,ia merebahkan tubuhnya di sofa.
Arief pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya, saat keluar ia melihat Kinara yang tampak gelisah.
"Oma,,,"
ucap kinara lirih, terlihat sudut mata nya menitikkan air mata.
Arief mengerti bahwa ternyata gadis itu begitu kehilangan Sinta, namun ia tak pernah menampakkan hal itu dari siapa pun, mungkin saja hal itu yang membuat kinara sakit.
"Ki.....!"
ucap Arief menggenggam tangan gadis itu, duduk di kursi samping ranjang.
"Kiki rindu Oma..."
ucap kinara tanpa membuka matanya menggenggam tangan Arief sambil terisak kemudian kembali tertidur.
Arief tak beranjak dari duduknya hingga ia tertidur pulas menelungkup kan wajah nya di ranjang sambil menggenggam tangan gadis itu hingga tenang.
***
"kamu pulang Bang?"
tanya kinara senyum melihat Arief yang masih menggenggam tangan nya.
"ya dan Abang akan kembali nanti membawa mu pergi..kamu harus sembuh!"
kinara senyum dan mengangguk.
"Ki ....!"
ucap Yasmin menghampiri.
"Arief kapan kamu datang... Bunda tidak tahu!"
"tadi malam jam satu kalau tidak salah....bunda sudah tidur...!"
"ayo sholat subuh dulu...!"
ucap kahfi pada mereka.
"ya, kita solat dulu....!
kiki enggak usah, dia kan masih ada tamu!"
ucap Yasmin senyum, Arief sendiri mengerti maksud mertua nya itu dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.
"rief, kamu ya yang jadi imam nya!"
ucap kahfi menyusun barisan sholat.
"ya yah....!"
ucap Arief membuat Kinara termangu,
apa Arief bisa? karena yang ia tahu pemahaman Arief tak seperti sang Ayah dalam agama.
namun ternyata tidak, Kinara terdiam dan meremang mendengar Arief membaca surat alfatihah dan surat lain nya dengan Paseh.
calon suami itu ternyata banyak berubah, dan kinara merasa terharu mengetahui hal itu, ia tak salah memilih Arief, setidaknya ia bisa menjadi imam shalat nya.
begitu juga dengan Kahfi yang puas di imami oleh calon menantu nya itu, dengan itu ia tahu kalau Arief bisa menjadi imam yang baik untuk Kinara putri nya, bukan hanya sekedar materi tapi pemahaman agama juga perlu.
Kahfi mengharapkan imam kinara adalah ia yang menjaga Shalat lima waktu nya, dengan itu Kahfi juga yakin kalau Arief bisa menjaga putri nya dengan baik.
"ayah Sama bunda keluar dulu ya cari sarapan...!" ucap kahfi setelah selesai solat dan berdoa.
Arief dan Kinara mengangguk.
"kenapa?"
ucap Arief menghampiri kinara setelah Kahfi dan Yasmin keluar dari ruangan itu.
"bisa ...?"
tanya kinara sedikit ragu dengan pertanyaan nya itu.
"Bisa, Apa sih yang enggak aku bisa?
masak bisa, nyuci bisa, ngepel bisa... jadi imam bisa, cari duit bisa.... bikin kamu kangen juga bisa..!"
ucap Arief Terkekeh membuat wajah kinara memerah.
"aku tahu, dulu aku jauh dari Agama dan mungkin enggak pantas untuk kamu de... tapi kamu tahu, Abang seperti mendapat hidayah saat bertemu dengan seorang teman bernama Rahman, dia itu religius dan pintar.
dia pernah belajar di Mesir namun seperti Abang ia juga harus belajar bisnis karena ia merupakan satu satunya harapan orang tua yang bisa mengurus bisnis orang tua nya, Abang sering ngobrol masalah Agama dan curhat tentang kamu...."
ucap Arief senyum.
"aku .....?"
"ya, Abang suka sama cewek tapi dia...."
"apa?"
"sempat Abang kecewa kan, berharap bisa bersama tapi takut kamu enggak mau sama duda....!"
kinara Langsung Terkekeh mendengar penuturan Arief yang baginya lucu,,
"Kenapa tertawa...? itu benar! semua orang tau Abang ini pernah menikah....!"
"lalu...?"
"kita menikah Minggu ni bagaimana?"
"hah.. Minggu ini?"
ucap kinara tak percaya dengan penuturan Arief barusan.
"ya, sebelum nya Abang kan pernah bilang sama kamu de, Abang enggak bisa jauh dari kamu lagi... enggak fokus!"
"masa sih?"
ucap kinara menutup wajahnya dengan selimut.
"kenapa malah bersembunyi seperti itu?"
ucap Arief terkekeh sambil membuka selimut itu namun tertahan oleh tangan kinara.
"HM.....!"
seseorang tiba tiba masuk ke dalam, membuat keduanya menoleh.
"Om... Tante?"
ucap kinara melihat Anisa masuk dan langsung mencium pipi kanan dan kiri nya.
"gimana udah mendingan?"
ucap Wildan bersalaman dengan Arief.
"udah lah ya kalau calon suami datang pasti sembuh...!"
ucap Anisa Terkekeh.
"ya, benar....!"
timpal Wildan yang duduk di sofa bersama Anisa.
tak lama kemudian Kahfi dan Yasmin masuk beserta orang tua Arief.
"HM... benar kan mi, dia Langsung ke rumah Sakit?!"
ucap Wisnu Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat Arief dekat Kinara.
"ya, Arief langsung ke rumah Sakit soal nya khawatir sama cewek ini....!"
ucap Arief melirik Kinara yang wajahnya bersemu merah.
"jadi gimana ini pak kahfi?"
tanya Wisnu tentang rencana pernikahan keduanya yang ingin di percepat.
"ya udah, Minggu ini tidak apa apa?"
ucap Yuni duduk di kursi.
"tapi Kiki masih sakit?"
"sembuh dia kalau ada Arief...!"
ucap kahfi terkekeh kecil melihat tingkah kinara yang membulat kan matanya.
"apa sih ayah ni...!"
"tapi benar kan?"
ucap kahfi memeluk Putri nya itu.
"gimana rief? siap?"
Arief mengangguk sambil tersenyum menatap Kinara yang masih memeluk Kahfi.
"ya udah, bunda akan urus semua nya sama mami Yuni..tapi kayak nya kita enggak sempat bikin resepsi kalau rencana pernikahan nya dadakan gini...!"
"enggak apa-apa ya ki , nanti kita bikin acara resepsi setelah pulang dari Amrik?"
Kinara mengangguk kecil.
entah lah rasa nya campur aduk, enggak tahu harus ngomong apa karena Arief tidak main-main dengan keinginan nya itu.
"nanti bunda kasih tahu kerabat kita termasuk adik kamu supaya mereka pulang dulu.."
"tapi kalau enggak bisa enggak apa-apa Bun, karena Kiki rasa mereka sibuk sama kuliah nya..."
ucap kinara yang tahu keadaan adik nya yang memang sibuk dengan jadwal Kuliah nya.
"ya, tidak apa-apa yang terpenting kita memberi tahu mereka tentang ini....ya sudah karena di sini ada banyak orang, mami sama bunda Yuni akan urus semua nya ya!"
Kinara mengangguk.
"bahagia nya....!"
ucap Wildan senyum mengejek Kinara yang memerah wajahnya.
"ya udah kita pulang ya, cepat sembuh ya ki , Aku senang mendengar kabar ini...!"
"terimakasih Tante.....!"
ucap kinara pada Anisa yang kemudian pamit pulang bersama Wildan.
"makan nih.... nanti minum obat, biar cepat sembuh ya!"
ucap Arief memberikan nampan berisi makanan yang di berikan suster.
"makasih ya bang.......!"
ucap kinara menerima suapan dari Arief.
benar kah yang sakit akan sembuh jika ia dekat dengan orang terkasih...?
dan benar kah seseorang akan merasakan sakit jika jauh dari orang terkasih?
cinta terkadang memang membuat seseorang yang kuat menjadi lemah dan yang lemah menjadi kuat.
berbahagialah saat kamu bisa bersatu dengan seseorang yang kamu cintai.
bersambung.....