Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
rindu terlarang.



Yasmin mengetuk pintu kamar putri nya dengan ragu namun ia juga tidak bisa membiarkan putri nya menangis sendirian,


"sayang.......!"


ucap Yasmin membuka pintu yang tak terkunci.


"ya Bun...!"


ucap kinara menghapus sisa air matanya, gegas Yasmin menghampiri dan memeluk putri nya itu.


"kenapa ya Bun, saat kinara melabuhkan hati pada seseorang justru kinara salah dermaga..."


ucap kinara menatap wajah sang ibu.


"bukan salah Hanya keadaan nya terlalu rumit, kamu harus sabar ya sayang... bunda yakin Arief itu Pria yang baik..."


"ya tapi suami orang Bun....!"


ucap kinara mengambil nafas.


"ya, bunda tahu sayang... kalau pun kalian tidak bersama kamu harus yakin bahwa Allah akan memberikan kamu seseorang yang terbaik menurut NYA...!"


"ya Bun..... Kinara tahu itu..!"


ucap kinara bersandar pada tubuh Yasmin.


"bagaimana sidang skripsi nya!?"


"lancar Bu, Alhamdulillah...!"


ucap kinara senyum.


"nah gitu, alhamdulilah.anak Bunda hebat....!"


ucap Yasmin memeluk kinara, dari luar Kahfi mendengar kan percakapan keduanya, ia tidak tega melihat Kinara karena ia begitu mencintai Arief, namun keadaan memaksa kedua nya bersabar.


beberapa waktu kemudian, saat ini Arief tengah berada di rumah sakit menuggu istri nya yang masih dalam keadaan koma, keadaan Tasya tak ada peningkatan justru perlahan sel kanker nya semakin banyak meskipun dokter sudah memberikan penanganan terbaik.namun Tasya masih Bertahan dengan keadaan itu.


sore itu Riko sengaja meminta kinara untuk menjemput nya di rumah sakit, Riko ingin Kinara tahu bagaimana kondisi tasya.


beberapa kali kinara menghubungi Riko namun tidak di angkat karena Kinara Menolak untuk Masuk ke dalam rumah Sakit itu, ia yakin Arief pasti ada di dalam.


seminggu ini ia lalui dengan baik, mencoba melupakan semua kenangan indah bersama pria itu, fokus pada kuliah nya yang sebentar lagi akan lulus dan wisuda.


Kahfi berencana mengajak Kinara ke Rusia, nanti Kinara yang akan mengurus perusahaan nya di Rusia bersama si kembar yang akan kuliah di sana.


Kinara menarik nafas panjang lalu membuang nya karena terpaksa ia harus masuk untuk mencari keberadaan sang Abang.


langkah nya terhenti saat melihat Riko tengah berbicara dengan Arief, mungkin mereka membahas tentang Tasya.


dengan terpaksa Kinara menghampiri Riko yang berada dekat Arief.


"bang......!"


"hai... kamu udah datang!"


ucap Riko tersenyum namun berbeda dengan kedua nya yang justru diam.


satu Minggu ini Arief tak bertemu dengan Kinara, dan yang terjadi adalah dia yang begitu merindukan gadis itu.


"hai...ki...!


gimana kabar kamu?"


ucap Arief lirih namun terdengar.


"baik bang....!"


ucap kinara singkat tanpa menoleh.


ia selalu menghindari keadaan ini, namun justru Riko malah mempertemukan kembali mereka berdua.


"dokter Riko ayo pulang!"


ucap Kinara melihat Riko yang justru memperhatikan mereka berdua.


"apa kamu tidak ingin melihat kondisi Tasya?"


ucap Riko membuat keduanya membeku sejenak.


tidak ada salahnya memang mengetahui kondisi Tasya, untuk apa cemburu pada seseorang yang sudah tak berdaya seperti itu.


Kinara pun mengangguk kemudian melangkah bersama kedua nya ke ruang ICU.


Kinara terdiam melihat beberapa alat berada di samping kanan dan kiri ranjang tempat Tasya terbaring tak sadarkan diri, beberapa selang juga terpasang pada tubuh perempuan yang juga berprofesi sebagai seorang chef seperti Arief.


"kasihan.....!"


Kinara membuang nafas kemudian beranjak mendekati Riko.


"kita pulang Bang...!"


"ayo....!"


"semoga Tasya cepat sembuh ya Bang,Kiki pulang dulu!"


ucap kinara pamit pada Arief, apapun keadaan nya Kinara tetap ingin menjaga hubungan baik di antara keduanya,tak ingin ada kebencian yang hanya akan merusak hati.


"terima kasih Ki....!"


ucap Arief menatap wajah kinara yang tersenyum kecil, kemudian melangkah keluar bersama Riko.


"kamu baik baik saja Ki....!"


ucap Riko Menilik wajah kinara sekilas kemudian melajukan mobilnya.


"kalau kinara bilang, Kinara enggak baik baik saja gimana?"


"maaf ya Ki, kalau Abang udah bikin kamu sedih karena hal itu...!"


"enggak Kok bang..... setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan, termasuk Tasya.


kita memang tidak tahu umur seseorang namun sebagai manusia harus berusaha meraihnya... kinara tidak Risau akan hal itu,lalu Kenapa sampai sekarang Abang masih saja sendiri?"


ucap kinara mengalihkan pembicaraan dan hal itu membuat Riko Terkekeh.


"oh, Ya lebih nyaman seperti ini!"


"bohong...... sebenarnya Abang juga butuh seseorang, seperti kak mayang yang sudah menikah dan memiliki anak!"


"tentu saja, tapi Abang belum menemukan seseorang yang bisa menggantikan posisi nya...!"


ucap Riko Terkekeh kecil melihat ekspresi wajah kinara yang justru heran melihat nya tertawa.


"apa ada yang lucu...?"


"lucu, di saat mereka sudah bahagia justru aku masih saja berjalan di tempat yang sama tanpa kemajuan....!"


ucap Riko membuat kinara tertegun.


"bukan lucu justru ironis..!"


"terkadang cinta membuat mu merasa lelah dan menyerah saja, saat cinta itu menggebu justru mesti kandas saat ia yang kita cintai berbuat curang!


sabar saja!"


ucap Riko menaikan alisnya, berlaku seakan ia baik baik saja padahal tidak.


"bang, di rumah Sakit kan banyak suster atau dokter cantik yang masih singel..."


"ya,kamu benar..tapi cantik saja tidak cukup!


sudah lah Ki jangan bahas itu lagi....!"


ucap Riko ,tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Sinta.


"kak....!"


ucap Fahmi membuka pintu.


"mau kemana?"


"main bola di lapangan?mau ikut?"


"enggak lah de, kakak capek!"


ucap kinara masuk di ikuti oleh Riko.


terlihat Yasmin dan Sinta tengah berbincang di ruang keluarga, entah apa yang sedang mereka bicarakan karena terlihat serius.


"sayang, kamu dari mana?"


ucap Yasmin bertanya pada Kinara yang langsung duduk di hadapan nya bersama Riko.


"nih, jemput....."


ucap kinara menunjuk ke arah ruko yang tengah menguap.


"kerumah sakit?"


"ya lah Bun....!


kinara masuk ke kamar ya!"


ucap kinara dan di angguki oleh Yasmin.


"apa kinara bertemu dengan Arief?"


tanya Yasmin pada Riko.


"ya, mereka bertemu.bahkan Kinara melihat keadaan Tasya!"


"oh,ya... bagaimana mereka?"


"cinta segitiga.......!"


ucap Riko senyum namun cukup salut pada Kinara yang mampu menerima keadaan itu meski Riko tahu keduanya menginginkan bersama.


Kinara masuk ke dalam kamar dan menghempaskan tubuhnya di ranjang, lelah dan mengantuk karena beberapa hari ini ia memang tengah mempersiapkan diri untuk acara wisuda yang akan datang.


teringat kejadian tadi di rumah sakit, beberapa hari tak bertemu Arief masih sama seperti yang dulu, yang selalu menatap nya penuh kasih.


namun cepat Kinara menepis bayang itu, mungkin ia memang merindukan pria itu tapi yang terjadi adalah rindu yang terlarang, mana bisa ia merindukan suami orang.


bergegas kinara masuk ke dalam kamar mandi untuk mendinginkan kepala nya sedikit panas karena terus memikirkan hal itu,,


maafkan aku yang tak bisa dengan mudah melupakan mu,,dan biarkan sebentar saja aku merindui mu meski aku tak pernah ingin kau tahu apa yang aku rasa.


bersambung..