
Pagi itu kinara membantu siva mengganti pakaian nya, karena hari ini mereka akan pulang.
"selamat pagi Siva...."
ucap Riko masuk ke dalam ruang perawatan Siva.
Siva Menoleh pada Riko yang tersenyum namun Siva langsung menuduk, teringat kejadian kemarin saat ia memeluk Riko pasca inseden bodoh itu.
"saya periksa keadaan kamu dulu sebelum pulang..."
ucap Riko yang sedikit canggung, kinara dan Arief memperhatikan Keduanya.
"keadaan kamu sudah stabil... coba lah untuk mencintai diri sendiri karena kamu itu berharga Siva...."
ucap Riko lalu meresepkan obat untuk Siva di rumah.
"nanti cek kandungan kamu Minggu depan ya"
Siva mengangguk.
"assalamualaikum...."
ucap rita masuk ke dalam ruangan, ia datang untuk menjemput mereka pulang.
"Tante, Arief ambil obat dulu untuk siva, kamu tunggu disini ya de..."
ucap Arief dan di angguki oleh kinara.
Arief Berjalan menuju apotek untuk mengambil obat, langkah nya terhenti saat melihat Alea menangis terisak di depan ruangan.
bergegas Arief menghampiri Alea bersama seseorang yang tengah menenangkan nya.
"Alea... ada apa...?"
ucap Arief mendekati.
"suami mba Alea meninggal....!"
ucap perempuan yang bersama Alea.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.....
kamu yang sabar ya Alea...!"
ucap Arief dan di angguki oleh Alea yang menatap Arief penuh makna.
"maaf Alea aku pamit.....!"
ucap Arief memundurkan tubuhnya lalu berbalik namun terhenyak saat tiba tiba Alea memeluk nya dari belakang.
Arief membeku menatap tangan yang melingkar di pinggang nya, lalu melepaskan nya perlahan.
"maaf Alea....!"
ucap Arief membalikkan badan nya.
"aku..... maaf kan aku rief...!
aku .....!"
ucap Alea yang di landa kesedihan.
"aku tahu, tapi kamu tidak baik seperti ini pada ku...apa lagi suami kamu baru saja meninggal, kamu harus tabah demi anak mu, maaf aku sudah menikah....!"
ucap Arief memundurkan tubuhnya sedikit.
"aku tidak tahu, maaf aku pikir kamu dan perempuan itu belum menikah...aku, maaf kan aku rief....!"
"ya....!"
ucap Arief mengangguk.
kinara membalikkan badannya melangkah tak ingin melihat interaksi mereka berdua, entah apa yang terjadi hingga hal itu harus terlihat oleh nya.
"mana Arief......!"
ucap Tante Rita bertanya.
"belum datang Tante... mungkin sebentar lagi!"
ucap kinara duduk dengan lesu.
tak lama Arief datang dengan membawa obat lalu mengajak mereka untuk pulang.
"boleh kan nanti Abang kerumah Siva!"
ucap Riko saat mereka hendak pulang.
Siva mengangguk.
Arief memperhatikan Kinara yang sejak tadi diam, tak sedikit pun Kinara Menoleh pada nya.
"sayang, kamu sakit!"
ucap Arief , kinara hanya menggeleng kan kepalanya Tanpa bicara.
"mau beli makanan dulu?"
Kinara masih menggeleng kan kepalanya.
"ya sudah....!"
ucap Arief kembali fokus pada jalan, sesekali melirik ke arah kinara yang menutup wajahnya dengan kerudung.
tak lama mereka Sampai di rumah, Yuni sudah menuggu Siva dan yang lainnya di depan rumah.
"sayang....!"
ucap Yuni memeluk siva yang juga memeluk nya.
"ayo masuk....!"
Kinara langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
"sayang, Abang pergi ke kampus ya!"
ucap Arief namun tak ada jawaban.
"sayang... kamu kenapa sih?"
"kalau Abang ada salah, kamu kasih tahu Abang. jangan seperti ini? Abang bingung..."
kinara menatap wajah Arief, masih terlihat lebam di wajah nya.
"siapa perempuan itu ?"
ucap kinara keluar dari kungkungan Arief.
"perempuan yang mana?"
"emang banyak ya sampai bertanya yang mana? atau itu salah satu fans kamu juga yang merengek minta foto...!"
"astaga.....!"
ucap Arief yang paham dengan arah pembicaraan istri nya.
"itu Alea, suaminya meninggal...dia replek..."
"replek peluk kamu? mantan kamu Bang?
harus ya meluk kamu meluapkan kesedihan nya....!"
"enggak, bukan begitu de...dia enggak tahu kalau kita sudah menikah...!"
"lantas kalau kamu belum menikah, dia mau balik Sama kamu?"
"astaga....! salah lagi...!
Abang langsung lepas pelukan nya, maka nya kamu lihat nya sampai tuntas biar enggak salah paham...!"
kinara tak menjawab ia memalingkan wajah namun cepat Arief memeluk nya dari belakang.
"kamu cemburu?"
tanya Arief mencium telinga kinara.
"jangan berpikir macam-macam ki karena Abang hanya mencintai kamu, meski pun orang yang berada di masa lalu datang membawa Cinta yang dulu, Abang Hanya menginginkan kamu... hanya kamu yang menjadi teman hidup Abang."
ucap Arief mengeratkan pelukannya.
"Abang ambil makan untuk kamu ya, tadi kamu Sarapan sedikit...!"
ucap Arief namun di tahan oleh kinara.
"kenapa? kamu enggak percaya sama Abang ki?"
ucap Arief memegang kedua tangan Kinara.
"dengarkan...Abang sayang sekali sama kamu, enggak mungkin lah de Abang macam macam di belakang kamu....apa yang Abang butuhkan ada pada kamu semua, jangan berpikir kalau Abang akan berpaling sekalipun yang datang itu bidadari....!"
ucap Arief meyakinkan Kinara, Arief sendiri paham menilik Siva yang di campakan begitu saja oleh Reno.
"bagaimana mungkin Abang tega menyakiti kamu sedangkan Abang tahu bagaimana terluka nya Siva karena Reno menyakiti nya.."
kinara tertegun mendengar penuturan Arief yang langsung menentramkan hati nya yang sempat kalut.
"Abang Ambil makanan ya..."
"Kiki enggak laper bang, Kiki hanya butuh istirahat...!"ucap kinara memeluk Arief.
"maaf kan kiki ya bang, Kiki cemburu melihat perempuan itu memeluk Abang..." ucap kinara dengan wajah memerah.
"ya, Abang ngerti....!"
ucap Arief mencium kening kinara.
"ya sudah, Abang ke kampus dulu ya karena hampir satu Minggu Abang absen de..."
ucap Arief dan diangguki oleh kinara.
Arief keluar dari kamar dan melihat Yuni yang tengah berbicara dengan seseorang.
"ada apa Mi...?"
ucap Arief menghampiri.
"Arief.....!"
"pak Hans.....!"
Hans datang ke rumah untuk membicarakan tentang perusahaan yang belum stabil, waktu yang di berikan investor tinggal satu Minggu lagi.
"saya akan pikirkan itu pak Hans, beberapa pekan ini saya sibuk mengurus Asiva...!"
"ya saya paham....!
coba nanti siang kamu ke kantor ya!"
"ya nanti saya akan Ke kantor menuggu Carles datang, dia akan membantu saya di perusahaan...!"
Kinara mendengar semua percakapan mereka dan menghampiri mereka.
"sayang.....?Kamu belum tidur?"
ucap Arief sedikit terkejut dengan kinara yang menghampiri nya.
"belum, Kiki mau ambil minum, Siva dimana mi?"
tanya kinara Menoleh pada Yuni.
"ada di kamar ki....!"
jawab Yuni, ia sendiri merasa sedih dengan permasalahan yang tak henti menghampiri keluarga nya, masalah terus datang setelah kepergian suaminya. apakah Arief mampu menyelesaikan masalah yang ada, sementara selama ini mereka selalu bergantung pada Wisnu.
"ya sudah Kiki ke kantor aja sama pak Hans bang..."tutur kinara.
"nanti saja de, kamu juga kan butuh istirahat... biar Abang yang urus semua nya, Abang enggak mau kamu sakit...!"
ucap Arief mengelus punggung istri nya.
"ya benar Ki, istirahat saja dulu kamu kan juga lelah...!"
"ya sudah bang, hubungi Ayah Saja untuk membantu kita...!"tutur kinara yang memang merasa kondisi kesehatan nya sedikit menurun.
bersambung.
terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa like dan komentar ya ...😍😍🤭😘👍