
Arief berjalan di koridor kampus sendiri, dari jauh Alina memperhatikan Arief. Siang ini ia akan kembali ke Amrik Setelah Arief benar Benar menolak nya, cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan.
Alina termenung mengingat percakapan nya dengan sang Mama.
"Mama malah enggak ngerti sama Papah yang malah mendukung Alina untuk menjadi pelakor.
Mama mengerti kamu cinta, tapi cinta yang salah letak. banyak pria di dunia ini kenapa harus mencintai suami orang Al, jangan buat harga diri mu rendah....."
ucap sang mama yang mengetahui tentang Wiranto yang membantu Alina untuk mendapatkan cinta nya.
"kembali ke Amrik dan fokus dengan kuliah mu.."
ucap sang Mama meninggalkan alina sendiri.
"benar kata mama ku, cinta ini salah tapi aku cinta, aku terlanjur cinta...."
ucap Alina memalingkan wajahnya karena menangis.
beberapa jam berlalu..
Arief bergegas keluar dari kelas setelah dosen selesai memberikan materi,, langkah nya terhenti saat Alina berada di hadapan nya. perempuan itu kini menggunakan hijab.
"aku....aku akan kembali ke Amrik.."
ucap Alina menunduk membuat Arief tertegun.
"aku cinta sama kamu rief...."
ucap Alina lirih terisak.
Arief diam membisu tak mengerti maksud Alina mengatakan hal itu.
"aku tahu aku salah, tapi aku terlanjur cinta sama kamu meski mama ku bilang cinta ku salah tapi aku tak bisa mengendalikan perasaan ku... tapi kamu tidak usah khawatir, aku akan pergi....."
ucap Alina menuggu Arief bicara.
"ya aku mengerti, tapi maaf Alina aku tidak bisa menerima tawaran papah mu, aku tidak pernah berniat untuk berpoligami. karena aku manusia yang tak banyak ilmu, dan aku tak ingin menyakiti siapapun apalagi istri ku, aku sangat menyayanginya..."
ucap Arief membuat Alina semakin berkaca-kaca.
"ya, aku tahu itu... tidak apa-apa. aku pamit"
ucap Alina kemudian pergi meninggalkan Arief yang menatap punggung nya.
Arief melangkah menuju parkiran mobil, terlihat Alina sudah berada di dalam mobil sambil menelungkup kan wajahnya di stir mobil, iba tapi Arief akan tetap pada pendiriannya. ia hanya akan menjadikan Kinara satu satunya perempuan yang menjadi istri nya.
gegas Arief masuk ke dalam mobil, kinara pasti sudah menunggu nya.
satu jam kemudian ia sampai di apartemen, Arief Langsung masuk ke dalam dan melihat kinara tengah berada di ranjang.
"sayang.....aku pulang"
ucap Arief namun Kinara tak bergeming.
"sayang......"
ucap Arief naik ke ranjang.
"bang kamu sudah pulang...."
ucap kinara menoleh dengan wajah memucat, tubuh nya sedikit demam.
"kamu demam lagi....."
ucap Arief menyentuh tubuh kinara sedikit hangat.
"sedikit bang...!"
ucap kinara tersenyum kecil.
"Ayo kita kerumah sakit"
ucap Arief mengangkat tubuh kinara keluar dari kamar.
"Kiki masih bisa jalan bang..."
"tidak apa-apa Abang gendong sampai parkiran ya..." ucap Arief mengelus wajah kinara dengan tatapan sayang
"jangan Kiki malu kalau orang lihat..."
"biarkan saja,kamu kan istri Abang.."
"ya, tapi tetap saja!"
ucap kinara yang mau tidak mau naik ke punggung kokoh itu karena Arief tak bergeming dari hadapan nya dengan Posisi itu.
"terimakasih ya bang...!"
ucap kinara, Arief menggendong nya menuju basman.
"ya sayang...!"
ucap Arief senyum Menoleh ke belakang.
kinara terdiam merasa kan rasa sakit itu kembali muncul lalu menghilang dengan sendirinya.
Kinara juga sudah menghubungi Yasmin dan memberi tahu jika siang ini ia akan ke rumah sakit bersama Arief.
"sakit lagi....?"
tanya Arief, kini mereka tengah berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"sedikit bang...!"
ucap kinara, Arief menoleh pada kinara yang berkeringat. entah sebenarnya sakit apa istri nya itu.
tak lama mereka sampai di rumah sakit, Arief langsung membawa Kinara ke dokter ahli penyakit dalam.
"rief, Kiki Kenapa?"
"demam,ini mau periksa....!"
ucap Arief.
"ya sudah, periksa dulu...!"
tak lama dokter langsung memanggil nya.
Arief menemani Kinara masuk ke dalam ruang pemeriksaan dokter.
"apa keluhan yang anda rasakan...?"
tanya dokter perempuan itu.
"Demam, mual,menstruasi saya tidak teratur dan lebih banyak dari biasanya, saya juga cepat merasa kenyang dan sakit di bagian bawah perut tapi terkadang hilang dengan sendirinya dok....!" tutur kinara.
dokter terdiam mencermati penuturan Kinara,
"kita lakukan USG saja agar mengetahui apa yang ibu kinara alami"
kinara mengangguk lalu dokter melakukan USG pada bagian perut yang terasa Sakit.
"hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa ada kista pada ovarium milik ibu Kinara..."
Kinara membeku mendengar penuturan dokter tentang apa yang tengah ia alami.
"kista....?"
"ya kista adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur(ovarium) wanita."
"bahaya kah?"tanya Arief sementara kinara diam masih tak percaya dengan apa yang di idapnya.
"ketika kista masih berukuran kecil, biasanya pengidap tidak akan merasakan adanya gejala, namun setelah ukuran kista itu mulai membesar gejala akan terasa.ini di sebabkan karena kista menghambat pasokan yang menuju ovarium, adapun gejala nya seperti yang ibu kinara rasakan..."
"laku bagaimana penanganan nya dokter?"
"umumnya kista ovarium akan di tangani secara medis jika ukuran nya besar, menimbulkan nyeri, menyebabkan sering buang air kecil, atau membuat menstruasi terganggu
namun tidak semua kista ovarium memerlukan penanganan medis, jenis fungsional yang berkaitan dengan siklus menstruasinya umum nya tidak berbahaya. kista ini akan dapat hilang dengan sendirinya dalam dua sampai tiga siklus menstruasi.."
"kita akan memeriksa keadaan kista itu sendiri agar kami dapat memastikan kista yang Anda alami dan mengobati nya agar tidak berkembang menjadi kanker ovarium, kista ovarium bisa di tangani dengan baik agar resiko komplikasi pun tak terjadi.
jangan khawatir ibu kinara, kita akan terus melakukan pemeriksaan.."
"kenapa hal itu bisa terjadi, apa hal itu dapat menggangu kesuburan?"
"itu bisa terjadi terkait dengan siklus menstruasi maupun akibat ada pertumbuhan sel yang tidak normal, walaupun terdapat pertumbuhan sel yang abnormal biasanya kista ovarium bersifat jinak namun terkadang kista ovarium bisa berkembang menjadi ganas,, maka dari itu kami akan terus melakukan pemeriksaan. dan semoga tidak mempengaruhi kesuburan..."
ucap dokter Tersenyum lalu meresepkan obat untuk Kinara.
"dok, saya minta langsung pemeriksaan dan cek darah saja, agar cepat di obati!"
ucap Arief menggenggam tangan Kinara yang langsung dingin.
"ya kami akan langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut...!"
ucap dokter lalu beranjak.
kinara dan Arief keluar untuk menuggu instruksi dari dokter selanjutnya.
"kamu tenang ya sayang, kamu akan baik baik saja...!" ucap Arief menyadarkan tubuh Kinara pada tubuh nya.
tak lama Yasmin dan Kahfi sampai di rumah Sakit gegas menghampiri Kinara di dekat ruang pemeriksaan.
"sayang, kamu sakit?"
ucap Yasmin mendekati Kinara.
"ya Bun...Kiki sakit?"
ucap kinara menunduk lesu.
"sakit apa...?"
"kata dokter Kiki mengidap kista ovarium..." ujar Arief karena Kinara tak menjawab.
"astagfirullah.....lalu bagaimana?"
ucap Yasmin memeluk putri nya itu.
"kata dokter tidak berbahaya, mudah-mudahan kista nya jinak, sebentar lagi dokter akan melakukan pemeriksaan darah agar mengetahui jenis kista tersebut..."ucap Arief menjelaskan.
"kamu tenang ya sayang, kami akan selalu berdoa untuk kamu....!"
ucap kahfi mengelus punggung Kinara.
tak lama dokter datang dan meminta kinara untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"biar bunda temani...!"
ucap Yasmin yang langsung masuk ke dalam, Kahfi dan Arief menunggu di depan.
"bagaimana keadaan perusahaan rief...?"
tanya kahfi.
"ada teman Arief yang membantu yah, untuk saat ini Arief tidak bisa menahan para investor yang ingin mundur, Arief sudah memikirkan langkah ke depan nya...!"
"kamu jangan khawatir rief, ayah akan jadi investor pertama yang menanam kan saham di perusahaan mu, jadi ayah pikir kamu tidak harus menjual restoran mu yang di Jakarta... kalau bisa yang diluar kota juga kamu gadai saja, saat keadaan sudah membaik kamu bisa menembus nya kembali..!"
ucap Kahfi memberikan saran untuk menantunya itu.
Arief mengangguk sambil memikirkan Saran dari Kahfi.
bersambung...
terimakasih yang sudah mampir...😍😍😍