
Arief tersenyum menghampiri kinara yang duduk di samping Yasmin, ia baru saja selesai menunaikan tugas nya menikah kan Siva dan Riko yang berlangsung hikmat.
"Alhamdulillah......!"
ucap Arief yang langsung memeluk istrinya itu.
Kinara mengerti bahwa Arief teringat sang papih yang sudah tiada.
Kinara memeluk erat sambil berbisik.
"kamu sudah lega kan..."
ucap kinara mengusap punggung Arief yang mengangguk. ia tidak bisa menutupi kesedihannya karena teringat Wisnu yang sudah tiada. terlihat Siva pun menangis di pelukan Yuni yang memeluk nya.
"kamu yang terbaik bang...!"
ucap Kinara masih memeluk Arief, tidak ada yang menyangka jika Hani akan datang untuk memberikan restu, hal itu yang awalnya membuat Arief bimbang namun ternyata Tuhan mengabulkan doa nya.
"ya Allah...aku yakin Engkau tidak akan memberikan ujian melebihi batas kekuatan pundak ku. Maka aku meminta pada Mu ya Allah. berikan kemudahan pada apa yang menjadi kesusahan kami, dan tunjukkan pada Ku jika Riko yang terbaik untuk Siva adik ku...!"
doa Arief di sepertiga malam nya.
Arief menarik nafas lalu membuang nya tersenyum menatap Kinara yang juga senyum pada nya.
"Alhamdulillah..... Abang lega!"
"ya Kiki paham....! Kiki juga bersyukur semua berjalan lancar...!"
ucap kinara menggenggam tangan Arief.
Kahfi tersenyum melihat interaksi mereka berdua, teringat semalam ia mendatangi Hani untuk menjadi saksi Riko menikahi Siva, karena Mayang mengatakan bahwa Hani juga melarang sang papih yang ingin hadir di acara sakral tersebut.
"mba, Kahfi meminta izin pada mba dan suami mba, Kahfi dan Yasmin yang akan mendampingi Riko Besok menikah..."
"silahkan.....!"
ucap Hani memalingkan wajahnya.
"Mba, Afi tahu semua tak mudah untuk di terima tapi Afi berharap kalau ini adalah keputusan Riko yang terbaik dan menjadi yang pertama dan terakhir Riko mengikrarkan janji suci pernikahan."
Hani diam.
"Kita sih berharap mba bisa hadir karena momen ini tidak akan pernah terulang lagi..."
ucap Kahfi namun Hani masih tetap membisu.
Kahfi tak menyangka jika Hani berubah pikiran untuk Hadir di acara sakral tersebut.
ia merasa lega karena keluarga nya kembali rukun seperti sedia kala.
Acara berlangsung lancar di akhiri oleh acara pengajian untuk mendoakan keselamatan serta kebahagiaan Siva dan Riko yang hendak menempuh hidup baru.
Kinara masuk ke dalam kamar setelah acara selesai dan semua tamu undangan pulang termasuk keluarga nya.
Kinara merebahkan tubuh nya di ranjang, Arief masuk ke dalam kamar dan menghampiri.
"sayang, keluar yuk. di depan ada teman Abang, Carles dan Revan..."
ucap Arief mengungkung istri nya.
"mereka baru datang...?"
tanya kinara mengalungkan tangannya pada leher Arief.
"ya, sayang....!"
"ya sudah, ayo....!"
ucap kinara beranjak dari ranjang.
"hai.....!"
ucap Arief duduk di sofa menghampiri kedua teman Arief beserta kedua perempuan yang berada di samping masing masing, tentu saja Alea bersama Revan.
"les, ini Kinara.....!"
ucap Arief memperkenalkan kinara pada Carles.
"hai...aku Carles, ini Nabila istri ku...!"
"Kinara....!"
ucap Kinara mengulur kan tangan nya pada Carles dan Nabila.
Revan juga datang untuk menyampaikan bahwa ia dan Alea akan menikah.
Arief merasa lega karena kini kedua nya bisa menemukan kebahagiaan masing-masing.
beberapa hari kemudian...
Kinara melambaikan tangan nya saat Riko melakukan panggilan video, mereka sudah tiba di Swiss.
"kalian baik-baik ya di sana...!"
ucap kinara senyum pada pengantin baru itu, bersyukur karena Riko atau pun Siva Sudah menemukan kebahagiaan mereka, meski di awal harus ekstra keras melewati hal-hal yang menyesakan dada namun karena kesabaran semua berakhir indah.
"sayang, kamu udah siap?"
ucap Arief yang baru saja pulang dari kampus.
mereka berencana untuk memeriksa keadaan Kinara, setelah beberapa hari Arief di Palembang untuk mengurus restoran nya.
"sudah....!"
ucap kinara senyum menghampiri.
"telpon siapa?"
"Siva sama Riko. agak aneh juga karena sekarang bang Riko malah jadi Adik ipar Kiki...!"
tutur kinara terkekeh.
"ya, ya....."
ucap Arief senyum meraih tangan istrinya itu.
"Bun....Kiki ke rumah sakit dulu ya!"
ucap Kinara pada Yasmin yang berada di dapur.
"ya sayang, kamu hati hati ya...!"
ucap Yasmin mencium pipi putri nya itu.
"ya Bun....!"
setelah itu keduanya pergi...
kinara menoleh pada Arief yang fokus menyetir, Pria itu tampak begitu tampan dengan kemeja dan jas berwarna hitam, setelah dari rumah sakit Arief akan langsung pergi ke kantor membawa istri nya itu.
pria yang bergelar chef itu,kini merangkap menjadi CEO muda.
"kenapa?"
ucap Arief mengelus pipi kinara yang memerah.
"bang....!"
"HM....?"
ucap Arief menoleh sekilas.
"Abang lebih suka pakai jas seperti ini atau pakaian koki...!"
"kamu suka nya lihat Abang pakai baju yang mana?"
"kok nanya balik...?"
ucap kinara manyun.
"atau kamu lebih suka Abang enggak pakai baju..!"
"apa sih? malah ngomong kayak gitu?"
ucap kinara Terkekeh kecil bersama Arief.
"jawab....?" titah Kinara bersandar.
"aku suka pakai pakaian koki, tapi cinta membuat ku menyukai jas hitam seperti ini, inti nya aku suka kamu dan dia..."
"dia siapa...?"
ucap kinara beranjak dari pundak Arief.
"masak......!" ucap Arief Terkekeh membuat kinara manyun.
"kalau kamu suka Abang seperti ini?"
"Kiki suka dua duanya...!"
ucap kinara senyum dengan wajah memerah.
"kenapa?"
"kalau lagi pakai pakaian koki, terus masak..itu tuh sesuatu banget..... pokok nya keren.."
ucap Kinara Terkekeh.
"malah ketawa...!"
ucap Arief senyum sambil fokus menyetir.
"kalau seperti ini....?"
tanya Arief lagi.
"berkharisma..."
ucap Kinara singkat, Arief senyum mencium pipi istri nya singkat.
"sudah sampai, ayo kita keluar...!"
ucap Arief saat mereka sampai di halaman parkir rumah sakit.
kinara tertegun menatap gedung tinggi yang bercat putih itu, jantung nya berdetak kencang.
secepat itu pula wajah nya memucat memudar kan keceriaan yang baru saja tercipta.
"kamu kenapa sayang?"
tanya Arief Yang melihat perubahan pada wajah istrinya itu.
"Kiki takut.....!"
"takut? apa yang kamu takut kan sayang!?"
Kinara diam.
"yakin lah bahwa hasil pemeriksaan kali ini menunjukkan bahwa kamu secepatnya akan sembuh....!"
ucap Arief menggenggam tangan kinara.
keduanya berjalan beriringan di koridor rumah sakit, tentu saja Pria tampan itu selalu menjadi perhatian kaum perempuan.
"duduk...!" ucap Arief menyuruh Kinara untuk duduk di kursi tunggu.
"sebentar lagi dokter nya datang..."
"bang, kamu tuh enggak jadi artis aja udah banyak fans nya, gimana kalau jadi artis beneran"
ucap Kinara memperhatikan para suster berbisik memperhatikan Arief.
"tenang saja, Abang cuma punya kamu.."
ucap Arief membuat kinara senyum.
"oh ya de... Abang dapat tawaran ngisi acara dapur seleraku... boleh enggak!?"
"dimana?"
"salah satu stasiun televisi, kemarin waktu Abang di Palembang...!
Abang belum kasih jawaban karena Abang mau izin Kamu dulu...!"
ucap Arief membuat Kinara tertegun.
"Abang akan atur waktu, meski nanti Abang Sibuk tapi kamu tetap jadi prioritas Utama Abang...!"
ucap Arief senyum sementara kinara diam membisu, apakah ia siap jika publik mengenal suaminya itu.
"bu Kinara....!"
ucap dokter memanggil membuat keduanya Menoleh seketika.
bersambung.
terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍