
Setelah Acara Selesai Yasmin beserta keluarga memutuskan untuk pulang, sejak tadi kinara hanya berinteraksi dengan kedua adiknya, sesuai instruksi sang bunda untuk menemani Kinara yang tengah dilema,dan untunglah keduanya mengerti.
"kak, besok mau ikut enggak?"
"kemana de..?"
ucap kinara pada Fahmi.
kini mereka berada dalam perjalanan pulang,
"kita pergi touring ke Bogor kak!"
"enggak de, kakak males!"
ucap Kinara kemudian bersandar pada kursi mobil lalu memejamkan matanya, Yasmin menoleh ke belakang dan mendapati putri nya tidur.
Kinara memang kerap memilih untuk berlama lama di kamar ketika mood nya sedang jelek, berbeda dengan dirinya yang selalu memilih untuk pergi keluar dan melupakan masalah yang tengah di hadapi.
"tahun baru ini kita mau kemana?"
ucap Kahfi sambil fokus menyetir, Menoleh pada kinara yang memejamkan matanya, ternyata pria itu cukup berpengaruh untuk Kinara.
"ke Korea aja yah....!"
ucap Fahmi dengan antusias.
"boleh, gimana Ki...?"
ucap Kahfi namun tidak ada jawaban karena kinara sudah tertidur.
"cepat banget langsung pules aja!"
ucap Fahmi dan di tanggapi kekehan oleh Yasmin, memang yang satu ini selalu membuat nya tertawa.berbeda dengan Fahri yang terkesan diam dan tak banyak komentar.
namun Yasmin selalu berusaha memahami ketiganya.
**
Kinara terbangun dan melihat jam menunjukkan pukul setengah lima pagi, terdengar adzan subuh berkumandang.
Kinara merogoh ponsel nya yang berada di nakas dalam keadaan mati, dalam keadaan seperti ini ia memang tidak pernah mengaktifkan ponsel nya, mencoba untuk mencari ketenangan agar ia tidak salah mengambil langkah.
"ya Tuhan kenapa berat sekali melepas nya...?"
ucap kinara termenung sendiri mengingat Arief, pria yang beberapa hari ini mengganggu pikiran nya.
gegas Kinara ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.
berbeda dengan Arief yang hingga pagi tak bisa tidur karena memikirkan kinara yang sampai saat ini tidak bisa ia hubungi.
setengah jam kemudian terlihat chat dari nya sudah Kinara baca,gegas Arief menelpon nya.
"Ki....!"
"HM.....?"
"kamu marah sama Abang?"
"menurut Abang?"
"jangan seperti ini?"
"Harus nya bagaimana?"
"kita harus bicara Ki, Abang enggak sanggup kalau kamu bersikap seperti ini?!"
"semua karena Abang....!"
ucap kinara dingin.
"siang Abang kerumah kamu ya!"
"terserah....!"
"jangan bilang terserah....!"
"lalu.....?"
"Abang rindu sama kamu...!"
"bohong.....!"
"serius.... Abang enggak bisa tidur karena mikirin kamu terus?"
"masa.....?"
"ya benar de, Abang nanti siang kerumah kamu ya!"
ucap Arief namun Kinara tetap diam.
"Abang tidur sebentar aja, udah tenang karena dengar suara kamu!"
ucap Arief kemudian tertidur dengan ponsel di tangan nya meninggalkan Kinara sendiri.
Kinara terdiam menatap ponselnya yang sepi, benarkah Arief akan datang kerumah nya.
semua memang harus di bicarakan dengan baik, itulah kenapa kinara memilih untuk menghindar ketimbang menghadapi Arief dalam keadaan seperti kemarin.
Kinara melangkah ke luar kamar dan menghampiri Yasmin dan Sinta yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Bun, ayah kemana?"
ucap kinara duduk di kursi sambil mengambil buah apel.
"olahraga... kenapa sayang?"
ucap Yasmin menghampiri Kinara yang terlihat lebih tenang.
"enggak, ya udah Kinara pergi susul ayah ke taman ya!"
"ya sudah kamu hati hati...!"
ucap Yasmin kemudian di angguki oleh Kinara,,
Kinara berlari kecil menuju taman yang berada tak jauh dari kompleks perumahan itu, terlihat beberapa orang tengah berolahraga, Weekend ini cukup ramai yang berolahraga.
langkah nya terhenti saat melihat Kahfi tengah ngobrol dengan seorang pria paruh baya yang seperti nya Kinara pernah melihat namun ia lupa dimana, terlihat Kahfi dan pria itu terkekeh kecil di sela obrolan nya.
entah apa yang sedang mereka bicarakan,Kinara pun mengurungkan niatnya untuk menemui sang ayah dan pergi berbelok ke arah lain.
Kinara melihat kedua adiknya tengah bermain futsal bersama teman teman nya di lapangan, keduanya memang hobi berolahraga seperti sang Ayah.
"udah pulang?"
"Udah Bun, oh ya bang Arief bilang siang ini mau kerumah!"
ucap kinara menatap wajah sang ibu yang masih saja cantik meski tak muda lagi.
"oh gitu..ya udah nanti bunda kasih tahu ayah!"
ucap Yasmin dan di angguki oleh Kinara.
siang ..
Kinara menatap dirinya di cermin, sebentar lagi Arief akan datang kerumah.
jantung nya berdetak kencang saat melihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah, Kinara melihat Arief keluar dari mobil itu.
"assalamualaikum....!"
ucap Arief mengetuk pintu rumah itu, pertama kali nya Arief menginjak kan kaki nya di rumah itu karena sebelumnya ia hanya mengantar Kinara pulang kemudian pergi.
"walaikumsalam.....!"
ucap Kahfi membuka pintu.
"pak .....saya mau ketemu Kinara!"
ucap Arief lantang tanpa basa-basi.
"oh, kamu tidak ajak keluarga kamu?"
ucap Kahfi menilik penampilan Arief yang memang tampan.
"belum, tapi nanti saya akan ajak mereka!"
"kapan?"
tanya Kahfi membuat Arief tertegun.
"ayah... ada tamu kok malah ngobrol di pintu, suruh masuk!
Arief ayo masuk!"
ucap Yasmin membuat Arief tersenyum.
"biar bunda yang panggil Kiki ..!"
ucap Yasmin kemudian berlalu meninggalkan Kahfi dan Arief di ruang tamu.
"kerja kamu apa?"
"saya seorang chef...!"
"oh, berarti kamu pintar masak dong?"
"ya begitulah....!"
ucap Arief dengan tenang sambil menunggu pujaan hati nya keluar.
"apa kamu mengerti dunia bisnis?"
"tidak....!"
"lalu bagaimana jika suatu saat saya butuh bantuan kamu di perusahaan!"
tanya Kahfi membuat Arief tertegun, sebenarnya ia juga tengah berpikir untuk kuliah bisnis, meski nanti ia akan tetap memilih menjadi chef namun ia juga paham dunia bisnis, tapi apa Kinara mau menunggu jika ia harus menempuh kuliah sebelum melamar nya.
"saya akan belajar....!"
"oh, benar kah?"
"ya, nanti saya akan kuliah bisnis!"
"lalu kapan kamu melamar anak saya?"
ucap Kahfi tersenyum dalam hati melihat ekspresi wajah Arief yang tampak berpikir.
"saya serius dengan Kiki tapi banyak hal yang harus saya urus sebelum nya, jadi saya mohon anda percaya pada saya!"
"maksud mu?"
"saya .....!"
ucap Arief terhenti saat Kinara datang bersama Yasmin.
"udah ya interogasi nya!"
ucap Yasmin duduk di samping kahfi, sementara kinara dan Arief diam saling memperhatikan satu sama lain.
"kita masuk yu!"
ucap Yasmin menarik tangan kahfi.
"Kenapa?"
ucap kahfi menaikkan alisnya.
"ya udah kalian bicara berdua!"
ucap Yasmin menarik tangan Kahfi paksa meninggalkan Kinara dan Arief berdua.
"apa sih? orang ayah mau dengar mereka bicara?!"
ucap Kahfi saat keduanya berada di dapur.
"jangan suka usil, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka berdua...."
"jangan berdua Bun, mereka itu belum sah!"
"astaga.....!"
ucap Yasmin menggeleng kan kepalanya melihat Kahfi terkekeh.
"kayak enggak pernah ngerasain di kerjain calon mertua...!"
ucap Yasmin senyum melihat Kahfi yang memeluk nya dari belakang.
"seru ternyata, pantesan ayah mu doyan banget ngerjain Abang ....!"
ucap Kahfi Terkekeh kecil kemudian mengajak Yasmin untuk mendengarkan percakapan mereka di balik ruangan.
bersambung...
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍