
setelah Acara selesai Arief meminta waktu berdua untuk berbicara dengan Kinara di luar, tepat nya di kursi yang letaknya di halaman rumah yang menghadap kolam dan tanaman bunga yang mengelilingi kolam ikan tersebut.
Arief meraih tangan kinara menariknya menghadap langit yang berhiaskan bintang, terlihat cincin putih bermatakan berlian bercahaya seperti cahaya bintang di atas langit, Acara lamaran itu sekaligus Acara pertunangan mereka berdua, karena waktu yang tak memungkinkan jika harus membuat acara pertunangan lagi karena Arief juga harus kembali ke Amrik.
seperti mimpi, kinara Masih tak percaya jika pria yang di jodohkan dengan nya adalah Arief.
"maaf ya Ki kalau papih tak bisa menikahkan kalian tahun ini..."
ucap Wisnu memulai obrolan, sementara Kahfi sendiri sudah mengetahui maksud Wisnu.
"maksud nya...?"
"kamu tidak keberatan kan kalau menuggu Arief menyelesaikan semester satu nya dulu di Amrik, sekitar enam bulan lagi... setelah itu baru kalian menikah...!"
ucap kinara kemudian menatap Arief yang duduk di hadapan nya.
"enggak apa-apa kan de..."
Kinara mengangguk kecil, ia mengerti dengan keadaan itu.
**
"Besok Abang kembali ke Amrik de, karena Senin Abang harus kembali kuliah...?"
"ya, Kiki ngerti..lalu gimana restoran?"
"ada papih sama Revan yang urus..!"
"lalu masalah kemarin gimana Bang?"
tanya kinara yang mengetahui perihal persoalan tersebut.
"udah beres, karyawan baru itu udah Abang pecat dengan uang pesangon, cukup lah untuk biaya rumah sakit ibu nya...!"
ucap Arief menilik wajah calon istri nya itu.
"kenapa bang...?"
"ikut Abang ke Amrik yu!"
"HM.... bilang gih sama Ayah"
ucap kinara Terkekeh kecil melihat Arief yang memijat keningnya sendiri.
"maaf ya, sementara waktu kita harus berpisah dulu... kalau aja waktu itu enggak nolak perjodohan ini mungkin sekarang udah nikah ya de...!"
ucap Arief sambil mengingat kejadian saat bertemu kinara.
"Ki....."
"apa....?"
"banyak nyamuk.....!"
ucap Arief Terkekeh, rasanya ingin sekali merengkuh tubuh gadis itu tapi ia tahu pasti Kahfi tengah memperhatikan mereka berdua.
setelah Acara selesai, di lanjut dengan makan malam bersama, sementara kedua nya memilih duduk berdua di halaman rumah.
"enam bulan itu waktu yang sebentar bang..."
ucap kinara Menoleh pada Arief yang juga Menoleh pada nya.
"lama de....Mana enggak bisa ngapa-ngapain lagi, pasti ayah kamu lagi merhatiin kita..."
"apa sih bang kamu tuh...!"
ucap kinara sambil tertawa kecil.
"Abang bercanda.....!
apa kamu akan kembali ke Rusia?"
"ya seperti nya begitu, cuma belum tahu kapan!"
"jaga hati kamu buat Abang ya de!"
"ya bang, di Amrik banyak cewek cantik!"
"banyak, tapi enggak ada yang seperti kamu!"
"masa sih?"
Arief mengangguk kemudian beranjak dari duduknya mengajak kinara masuk ke dalam rumah, terlihat mereka tengah ngobrol di ruang tamu.
"udah ngobrol berdua nya?"
ucap Kahfi saat keduanya masuk dengan tangan terpaut.
Kinara mengangguk kecil kemudian mendekati Yasmin yang tengah ngobrol dengan Yuni.
"udah malam, kita pamit ya!"
ucap Wisnu dan di angguki oleh kahfi.
"besok mau antar Abang ke bandara enggak?"
"jam berapa?"
"jam delapan udah berangkat!"
"ya udah ... nanti Kiki ikut...!"
"ya, Nanti mami ke sini ya jemput kamu!"
ucap Yuni
Kinara mengangguk kemudian mencium tangan Yuni beralih pada Wisnu yang hendak pulang.
"Abang pulang ya ...!"
Kinara mengangguk, untuk pertama kalinya mencium tangan pria itu.
"hati hati ya Mi....!"
"ya sayang....."
setelah itu mereka berpamitan untuk pulang, ayu mendekati Kinara yang menatap punggung mobil yang keluar dari gerbang rumah.
"cie ........!"
ucap ayu senyum membuat kinara Menoleh.
"enggak nyangka banget ternyata Arief cowok yang di jodohkan dengan kamu ya Ki...!"
Kinara mengangguk kemudian menarik ayu untuk masuk ke dalam.
"kenapa tadi langsung ngajak Kinara ke ruang tamu...!"
ucap Yasmin duduk di samping Kahfi yang tengah memainkan ponselnya.
"khawatir seperti kamu....?"
"kenapa...?"
"lari ke dapur.....!"
ucap Kahfi Terkekeh merengkuh tubuh istrinya itu.
"masih ingat?"
ucap Kahfi melepaskan pelukannya saat melihat kinara masuk ke dalam.
"ganggu ya Bun....!"
"enggak sayang...... kenapa?"
"pengen ngobrol aja sama bunda dan Ayah!"
ucap kinara duduk di kursi bersama ayu yang memakan cemilan, kemudian datang lah Wildan dan Anisa yang ikut bergabung.
Hani sendiri sudah masuk ke dalam, sementara Marisa dan rama sudah pulang.
"jadi dari awal ayah emang jodohin Kiki sama bang Arief....!"
Kahfi mengangguk.
"kenapa enggak bilang dari awal yah....?"
"nyesel ya nolak....!"
ucap kahfi Terkekeh kecil melihat Kinara yang manyun.
"ya awalnya mau ngasih tahu, tapi kamu kekeuh minta di batalkan karena Arief, padahal Arief...."
ucap Kahfi senyum melihat Kinara yang mendelik sambil tersenyum, awal nya ayah jiga tidak tahu tapi ada seseorang yang memberikan laporan kalau putri ayah sering keluar masuk apartemen dengan seorang pria dan ayah langsung mencari tahu siapa pria itu dan ternyata anak nya pak Wisnu.."
ucap Kahfi senyum.
"siapa yang kasih tahu soal itu....?"
"Om Rayan.....!"
Kinara menganga kemudian menggigit bibirnya mendengar penuturan kahfi.
"kalian enggak aneh aneh kan di apartemen?"
"enggak lah ....Kiki cuma...!"
ucap kinara terhenti melihat Wildan yang juga ikut mendengarkan.
"cuma apa?"
"Kinara ke kamar ya Bun, besok mau ke bandara Anter bang Arief...!"
"ya tapi kan belum selesai bicara..!"
"nanti saja.....!"
ucap kinara beranjak mengajak ayu masuk ke dalam.
Yasmin mendesah Melihat tingkah laku putri nya itu, kinara seakan tak ingin menceritakan awal kedekatan nya dengan Arief.
"udah malam Wil, ajak Anisa untuk istirahat..!"
ucap Yasmin pada adiknya itu.
"ya kak.....!"
ucap Wildan beranjak dari duduknya menarik tangan Anisa pelan.
pagi....
Kinara meremas Perutnya yang terasa keram, selalu seperti ini jika kedatangan tamu bulanan.
"kenapa Ki...?"
ucap ayu melihat kinara dengan wajah nya yang pucat.
"biasa yu, datang bulan...!"
ucap kinara meringkuk memegang perutnya.
lemas dan kepala nya terasa pusing, padahal semalam ia tidur di awal waktu bersama ayu.
"ki... kamu mau periksa enggak, aku kalau datang bulan enggak seperti Kamu...!"
ucap ayu menghampiri kinara yang meringkuk.
"enggak usah, paling sehari dua hari doang yu...!"
"tapi kamu kan mau ke bandara Ki...!"
ucap Ayu, terlihat jam menunjukkan pukul setengah enam.
"masih lama, Bisa istirahat sebentar...!"
ucap kinara semakin lirih merasakan perut nya terasa mules.
"bangunin jam enam ya,yu...!"
Ayu mengangguk sambil menatap wajah sahabat nya yang terlihat lemas.
satu jam kemudian, ayu beberapa kali mencoba membangun kan Kinara namun kinara tak kunjung bangun, bergegas ayu turun ke bawah menghampiri Yasmin.
"Bun.....!"
ucap ayu sedikit panik.
"kenapa yu....!"
"Kiki enggak bangun bangun Bun...!"
"kok bisa....!"
"ayu juga enggak tahu, tadi ayu coba bangunin tapi enggak bangun...!"
ucap ayu sambil berjalan memasuki kamar bersama Yasmin.
"sayang.... Kinara!"
ucap Yasmin membangun kan Kinara namun kinara diam saja.
"astaga seperti nya Kinara pingsan...!
sebelum nya kenapa yu...!"
"sakit perut, bilang nya keram lagi datang bulan.."
"ayah......!"
ucap Yasmin berteriak memanggil kebawah.
"ada apa Bun....!"
"Kiki pingsan....!"
ucap Yasmin kembali masuk tak tahu jika Arief dan Yuni baru saja sampai di rumah itu, dan mendengar teriakkan Yasmin.
"Kiki kenapa?"
ucap Arief mengikuti langkah Kahfi dengan tergesa masuk ke dalam kamar.
bersambung...
terima kasih yang udah mampir 😍😍😍