
Arief tertegun mendengar penuturan Yasmin yang mengatakan jika Kinara kembali demam.
"de...kamu demam lagi? ponsel kamu kok susah di hubungi..?"
ucap Arief membuat kinara tertegun sejenak.
"M...ya, Kiki lupa charger bang, bang Udah sampai?"
ucap kinara terbata.
"kamu Masih sakit de?"
tanya Arief dengan nada cemas,,
"enggak apa-apa bang,Kiki cuma demam biasa...?"
"kamu yakin!?"
"ya, bang.... Kiki baik baik saja!"
ucap kinara melihat Yasmin dan kahfi bergantian.
"de, Abang tuh kepikiran kamu terus...!"
Kinara senyum mendengar hal itu, bahagia karena Arief begitu perhatian pada nya.
"ya,kiki tahu...tapi Kiki baik baik saja.
minum obat juga Langsung sembuh?"
"de, Jujur ya Abang takut dan khawatir sama kamu!
Abang tuh enggak bisa jauh dari kamu de, rasa nya tuh tersiksa jauh dari kamu....kita nikah aja de, biar Abang bisa bawa kamu ke sini..."
ucap Arief membuat mereka tertegun karena kinara menloudspiker ponsel Kahfi.
Kinara menaikkan alisnya menanyakan pendapat tentang keinginan Arief itu.
"kamu bisa bicara terlebih dahulu dengan papih mu, nanti kita bahas lagi. saya mengerti apa yang kamu rasakan!"
tutur Kahfi membuat Arief tertegun, ia memang harus membicarakan masalah ini dengan Wisnu.
"ya udah, nanti Arief bicarakan ini dengan papih ,yah.... tolong jaga kinara!"
"ya.......!"
ucap Kahfi singkat, kemudian percakapan pun putus.
"minum obat nya, atau kita ke rumah sakit saja ki..?"
"enggak yah...Kiki enggak mau! nanti juga sembuh, saat ini Kiki hanya butuh istirahat...."
"dan.... Arief....!?"
ucap Kahfi Terkekeh Menilik wajah kinara yang langsung memerah.
"apa sih Ayah?"
ucap kinara memeluk Yasmin.
"apa sakit nya itu memang enggak mau jauh dari Arief?"
"apa sih Yah? enggak kok....!"
Yasmin ikut terkekeh melihat ekspresi wajah kinara yang tampak malu.
"dua orang yang jatuh cinta atau saling menyayangi, memiliki keinginan kuat untuk bersama... seperti hal nya ayah dan bunda, ayah tidak bisa jauh dari bunda mu ini...!"
ucap Kahfi membuat Yasmin tersenyum.
"terimakasih.... ayah!"
"sama sama....!"
"udah ya! sana kalau mau mesra jangan depan Kiki....!"
ucap Kinara menutup wajahnya dengan bantal.
"ya udah kamu istirahat ya sayang...
udah minum obat ini kan....!"
kinara mengangguk kemudian menutup matanya.
malam...
Kinara melihat jam di dinding menunjukkan pukul setengah dua pagi, kinara menggigit bibir nya merasa kan sakit kepala yang hebat dengan suhu tubuh yang tinggi.
nafas nya terengah mencoba mengambil remote AC untuk mematikan nya.
"Bun......!"
ucap kinara lirih memanggil Yasmin karena tak kuat dengan perubahan suhu tubuh nya.
Kinara Menoleh pada ponsel untuk menghubungi Kahfi namun ponsel lebih dulu berdering terlihat Arief melakukan panggilan telepon.
"halo....!"
ucap kinara lirih.
"de, kamu kenapa?"
"dingin.....tapi panas bang, tolong hubungi ayah!"
ucap kinara langsung tak sadarkan diri.
Kahfi dan Yasmin mempercepat langkahnya Membawa kinara ke IGD,, Kahfi bergegas masuk ke dalam kamar kinara setelah Arief menelpon nya, keduanya menemukan kinara dalam keadaan tak sadarkan diri. bergegas Kahfi mengangkat tubuh kinara menuju mobil.
"tolong anak saya dok...!"
ucap Yasmin sambil menghapus air matanya.
ia benar benar khawatir dengan kondisi putri nya itu, tadi sore beberapa kali melihat Keadaan Kinara di kamar bergantian dengan Kahfi, namun tengah malam kedua nya memutuskan untuk tidur karena kondisi kinara juga sudah membaik tetapi keduanya tak menyangka jika keadaan begitu cepat berubah.
"bagaimana dokter?"
"putri anda terkena tipus, dan sebaiknya di rawat beberapa hari di sini...!"
ucap dokter kemudian menjelaskan tentang lambung Kinara yang juga terluka karena pola makan yang tidak teratur juga makan pedas yang sering kinara konsumsi.
"kita memang tidak tahu kinara makan apa saja saat di Rusia, dia seperti kamu Bun... suka sekali makanan pedas, padahal itu tidak baik untuk lambung jika sering di konsumsi...!"
ucap kahfi kemudian merangkul bahu Yasmin.
"lalu bagaimana?"
"kita ikuti saran dari dokter Saja...!"
ucap Kahfi dan di angguki oleh Yasmin, Kinara memang seperti diri nya yang suka makanan pedas namun seiring berjalannya waktu Yasmin tak pernah lagi memakan makanan pedas, kinara sendiri selalu membeli nya dari luar.
Kinara membuka matanya dan melihat kesekeliling, terlihat Yasmin tertidur di sofa.
jam menunjukkan pukul setengah sebelas pagi, kinara Tahu ini rumah sakit.
"Bun....!"
ucap kinara membangun kan Yasmin.
"sayang.....!"
ucap Yasmin membuka mata dan menghampiri kinara yang hendak bangun.
"kamu sudah bangun?apa yang kamu rasakan?"
"pusing Bun...!"
ucap Kinara memijat keningnya.
"dokter bilang kamu kena tipus, enggak boleh makan makanan pedas terus lambung kamu luka...!"
Kinara tertegun mendengar penuturan Yasmin, beberapa hari kemarin memang pola makan nya tidak teratur karena ia sibuk di kantor, di tambah ia yang terus memikirkan Sinta membuat nya lupa makan dan sekali nya makan ia memilih makanan pedas karena hal itu yang membuat nya menggugah selera.
"kamu mau sembuh Kan sayang?"
kinara mengangguk kemudian pintu terbuka dan terlihat Wisnu dan Yuni masuk ke dalam.
"bagaimana keadaan mu kinara?"
ucap Yuni senyum.
"Kiki kena tipus?"
ucap Yasmin menjawab pertanyaan Yuni sang mertua.
"besok Arief akan sampai di Indonesia...!
ia akan kembali!"
ucap Wisnu senyum.
"tapi......!?"
ucap kinara Menoleh pada Yasmin, ia sendiri lupa dengan percakapan mereka kemarin.
"dia khawatir sekali sama kamu, papih doakan kamu cepat sembuh ya...!"
ucap Wisnu dan di angguki oleh kinara yang belum mengingat percakapan nya dengan Arief kemarin karena kepalanya juga masih pusing, namun ia senang saat mendengar kabar jika Arief akan kembali.
setelah percakapan nya dengan kinara di telpon, Arief langsung menghubungi Wisnu untuk membicarakan hal itu.
"aku ingin kembali ke Indonesia, pih?"
"Tapi kenapa ?"
ucap Wisnu tak paham karena Arief baru saja sampai di Amrik.
"pih tolong izinkan Arief untuk menikah dengan kinara Minggu ini, Arief tidak bisa jauh dari kinara, biarkan Arief menikah dengan kinara agar Arief bisa membawa Kinara ke Amrik da melanjutkan studi di sini dengan tenang.."
"kamu yakin, apa nanti tidak menggangu kuliah kamu di sana?"
"tidak akan, Arief janji akan menyelesaikan kuliah dengan nilai terbaik seperti harapan papih, karena kinara lah penyemangat Arief pih.."
ucap Arief membuat Wisnu tertegun,, namun Yuni mengangguk tanda setuju.
dan saat mendengar kabar bahwa kinara masuk ke rumah sakit, siang itu juga mereka langsung melihat kondisi Kinara.
**
pagi.
kinara membuka mata dan melihat kepala seseorang menelungkup pada sisian ranjang, bukan sang ayah karena ia melihat Kahfi dan Yasmin tertidur pulas di kasur sebelah kanan, waktu menunjukkan pukul lima pagi.
"bang....."
ucap kinara lirih, benarkah dugaan nya jika pria itu Arief.
"HM......"
ucap Arief mendongak membuat kinara langsung senyum, menatap wajah Arief yang begitu tampan saat bangun tidur.
"Im come back.....baby..."
ucap Arief senyum..
bersambung..
terimakasih yang mampir ya..
jangan lupa like dan komentar..
author mau promosi novel yang baru, sebelum nya ada sih cuma karena suatu hal author putuskan untuk mendelete nya lalu author lanjut novel yang baru..
mampir ya........
judul nya perempuan ku..
terimakasih.... semoga terhibur 😍😍👍👍