
Arief Menatap Kinara yang terlelap di samping nya, keduanya pulang dari rumah sakit setelah membahas permasalahan perusahaan bersama Hans.
"pulang lah, ini sudah malam... kalian harus istirahat.."
ucap Yuni pada Kinara dan Arief.
"biar Asiva yang temani Mami di rumah sakit... nanti Tante mu besok akan kemari..."
ucap Yuni lagi dan di angguki oleh Arief.
"Mami jangan pikirkan yang lain, fokus saja pada kesehatan papih ya Mi...."
"ya Terima kasih Ki, Mami bersyukur ada kamu.
pulang lah ke rumah Mami....."
ucap Yuni memeluk kinara.
"ya udah... kita pulang ya mi..."
ucap Arief dan di angguki oleh Yuni.
Kahfi dan Yasmin sendiri sudah pulang sejak tadi Sore.
"kita pulang ke rumah kamu Bang...?" ucap kinara, kini keduanya berada di mobil.
"rumah kita....!"
ucap Arief menoleh pada kinara.
"tapi Kiki belum bilang sama bunda...!"
"ya udah kamu telpon mereka, katakan kalau kita akan pulang ke rumah Mami...!"
kinara mengangguk lalu mengambil ponsel nya dalam tas.
"halo... assalamualaikum Bun...!"
"halo, walaikumsalam.... sayang, bagaimana perkembangan pak Wisnu?"
"belum ada perubahan, sekarang Kiki di jalan mau pulang tapi Kiki sama bang Arief mau pulang kerumah Mami....!"
Yasmin terdiam mendengar penuturan putri nya itu, dulu juga Kahfi langsung membawa nya pulang ke rumah itu.
"ya sudah tidak apa apa, kalau perlu sesuatu kamu hubungi bunda ya!"
"ya Bun.....!"
ucap kinara lalu mematikan ponselnya.
*
"kenapa Bun......?"
ucap Kahfi naik ke tempat tidur.
"mereka pulang ke rumah Arief....!"
ucap Yasmin merebahkan tubuhnya di ranjang.
"memang kenapa? dulu juga aku Langsung membawamu ke rumah ini....!"
ucap kahfi yang ikut berbaring.
"waktu begitu cepat berlalu, rasanya kangen sama masa masa kecil mereka, besok juga si kembar mau balik ke Rusia...!"
"ya,, Aku paham.itulah kehidupan kamu harus bisa melepaskan Kinara, semoga Arief bisa menjadi suami yang baik. nanti juga akan ada menantu yang tinggal di rumah ini....!"
ucap kahfi Terkekeh kecil mendekap tubuh Yasmin erat.
"oh ya...bunda sempat melihat Fahri bersama seorang gadis cantik, mereka juga terlihat dekat...!"
ucap Yasmin menoleh pada wajah Kahfi yang berada di Curuk leher nya.
"ya seperti nya sebentar lagi kita akan melamar seorang wanita...tapi kenapa justru Fahri yang terkesan diam...!"
"ya bunda kemarin tidak sempat menghampiri mereka berdua, Fahmi malah sibuk dengan Riko dan Wildan."
"ya begitulah, ternyata yang pendiam lebih gesit....!"
ucap Kahfi Terkekeh kemudian mencium pipi istri nya itu.
"tidur lah....aku tahu kamu lelah.
kita lanjut besok pagi ngobrol nya....!"
*
Kinara turun dari mobil saat Arief membuka pintu mobil, rumah Arief cukup besar dengan cat berwarna putih dan abu-abu, terdapat taman di halaman rumah itu.
ini yang pertama kali kinara datang karena sebelumnya ia memang tidak pernah tahu kediaman Arief yang sebenarnya.
"ayo sayang....."
ucap Arief menarik tangan kinara masuk ke dalam rumah.
"Maaf ya aku baru ajak kamu kesini...."
ucap Arief tetap melangkah.
"den... sudah pulang..."
ucap pembantu saat Arief memasuki ruang tengah.
terlihat dapur di rumah itu cukup luas dan rapi.
"ya, bi.."
"bagaimana keadaan tuan..?"
"sudah baikan....doa kan saja, Arief Sama Kiki ke kamar dulu!"
ucap Arief dan di angguki oleh pembantu itu.
"pembantu itu namanya Marni, dia sudah hampir sepuluh tahun bekerja di rumah ini..."
ucap Arief kemudian menuntun tangan Kinara masuk ke dalam kamar nya.
Kinara melihat ke sekeliling kamar yang bercat putih dan abu-abu seperti warna rumah itu seperti nya cat rumah itu memang Arief yang pilih kan.
"Abang ke kamar mandi duluan ya...!"
kinara mengangguk.
kamar nya cukup besar lebih besar dari kamar milik nya dirumah, terdapat TV lemari buku dan lemari pajangan milik Arief.
tak lama Arief keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur berwarna merah maroon, terlihat kinara masih melihat lihat isi kamar nya.
ucap Arief menarik tangan kinara untuk duduk di sofa yang menghadap ke arah balkon.
"kamu mau makan dulu yang?"
"HM....?"
ucap kinara, entah kenapa jantungnya berdetak lebih kencang.
ini adalah malam pertama mereka dan Kinara merasa gugup Arief menggenggam tangan nya.
"kenapa? kamu enggak nyaman?"
"enggak....!" ucap kinara dengan wajah memerah saat Arief menyentuh pipi nya.
"Perut kamu masih sakit enggak de...!"
"enggak......!"
ucap kinara sambil menggeleng.
"ya udah, aku ambil makanan untuk kita ya!
kamu pasti laper..!"
"enggak usah bang, tadi Kiki udah makan bubur kan di rumah sakit... masih kenyang!"
"oh gitu...ya udah kamu ganti baju dulu kalau mau istirahat...!"
"Kiki enggak bawa baju, Kiki kira kita akan pulang ke rumah bunda...!"
ucap kinara menggigit bibir nya.
"udah ada kok, kemarin mami belanja beberapa baju untuk kamu kata nya untuk kamu kalau pulang ke rumah ini..!"
ucap Arief membuat Kinara tersenyum.
"ya udah kamu ke kamar mandi dulu, Abang ke bawah dulu ya Ambil cemilan...!"
ucap Arief dan di angguki oleh kinara, Arief sendiri bersikap santai meski menyadari bahwa gadis itu tengah gugup.
kinara membuka lemari dan mengambil pakaian tidur yang berwarna sama seperti yang Arief pakai, Membiarkan beberapa Lingerie cantik itu menggantung.
ia belum siap memakai pakaian seperti itu, nanti saja kalau ia sudah terbiasa dengan keadaan ini.
Kinara terkejut saat pintu terbuka dan Arief menyembul masuk ke dalam.
"kamu kenapa yang, kok kaget gitu...!"
ucap Arief menghampiri istri nya, terlihat rambutnya tergerai indah.
"Kiki.....!"
ucap kinara terbata.
"kenapa sih kamu gugup banget..!"
ucap Arief meraih tangan kinara untuk duduk di pangkuan nya.
awalnya kinara ingin menolak tapi saat ini Arief adalah suami nya.
"aku.....bang, kamu kok santai banget!"
Arief Terkekeh kecil mendengar penuturan istri nya itu.
"memangnya harus bagaimana...?"
ucap Arief yang meraih bibir Kinara dengan bibir nya.
kinara membeku saat bibir Arief mulai mencumbu bibir nya, pertama kali ia merasakan sesuatu yang begitu membuat nya tak karuan.
"Abang tidak akan memaksa kalau kamu belum siap, karena Abang tahu kamu masih butuh istirahat pasca sakit kemarin..."
ucap Arief mengusap bibir kinara yang basah akibat ulah nya, kinara masih membeku saat Arief kembali mengecup bibir nya singkat.
"aku....."
ucap kinara Bingung harus bicara apa, untuk mengatakan siap pun rasa nya malu sendiri.
"de....!"
ucap Arief merengkuh tubuh Kinara untuk bersandar pada dada bidang nya.
"kamu deg degan banget....!"
ucap Arief Terkekeh membuat kinara replek memukul dada nya pelan.
"seneng banget godain istri nya...!"
ucap kinara memberangus.
Arief tersenyum lalu mengangkat tubuh istrinya ke ranjang.
"dengarkan...!"
"apa?"
ucap kinara memperhatikan tangan Arief mengarahkan tangannya ke dada bidang nya.
"Abang juga deg degan...?"
ucap kinara Terkekeh kecil di bawah Kungkungan suaminya itu, ia pikir hanya ia yang merasakan hal serupa.
"ya lah, Ki....!"
ucap Arief merebahkan tubuhnya di samping Kinara lalu membawa Kinara ke dalam pelukan nya.
"Meski Abang pernah menikah tapi ini adalah hal pertama untuk Abang, untuk kita...masih seperti mimpi satu ranjang dengan mu..."
ucap Arief mencium telinga Kinara.
"siap...?"
kinara mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya di dada Arief.
"bismillahirrahmanirrahim..
Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaitoona maarazaktanaa."
ucap Arief "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkan lah setan supaya tidak menggangu apa (anak) yang Engkau Rizki kan kepada kami"
ucap Arief dalam hati.
bersambung....
terimakasih yang sudah mampir 😘😍😍😍