Chef Iloveyou

Chef Iloveyou
tidak bermoral.



kinara mengobati luka lebam yang berada di dekat bibir Arief, tak ingin bicara karena Arief masih dengan Amarah nya.


"HM.... ternyata seperti ini kelakuan kalian?"


ucap Arief bersingut, Kinara memegang tangan Arief Berharap Arief bisa menguasai emosi.


keduanya diam melihat Arief dengan tatapan nanar, nindi sedikit menjaga jarak dengan Reno.


Reno merupakan pria terpopuler di kampus, tak ada satupun perempuan yang mampu menolak pesonanya, Tapi tidak dengan Siva yang terkesan cuek dan tidak perduli, dan hal itu yang membuat Reno penasaran.


hingga Reno terus berusaha menjalin hubungan dekat dengan Siva, Siva yang awalnya enggan berhubungan dengan Reno lama kelamaan luluh oleh sikap reno yang terus berupaya mengambil hati nya, sampai kedua nya dekat dan menjalin hubungan spesial.


malam itu keduanya di undang ke pesta ulang tahun oleh Nindi yang Juga menyukai Reno, ia iri dengan Siva yang menjalin hubungan dekat dengan Reno hingga ia dan teman-temannya berencana mengerjai Siva dan Reno, keduanya di berikan minuman yang sudah di berikan obat perangsang.


bahkan nindi sengaja menyiapkan kamar untuk mereka tidur bersama, hingga kejadian itu benar benar terjadi, Siva dan Reno menghabiskan malam bersama.


"astagfirullah... gimana ini ren, gimana kalau aku hamil....?!"


ucap siva Terisak.


"Aku mencintaimu Siva, aku Janji akan bertanggung jawab kalau kamu sampai hamil!"


ucap Reno kala itu, dan saat itu terjadi Reno berusaha membicarakan hal itu dengan orang tua nya namun mereka tidak mengizinkan Reno menikah sampai Reno lulus kuliah, Reno bingung memikirkan hal itu hingga datang saran dari teman teman nya untuk mengugurkan kandungan Siva, Siva yang tak terima mencoba memohon namun Reno tak bergeming sampai Siva memutuskan untuk pulang.


"aku datang dengan baik baik meminta kamu untuk menikahi siva....?"


ucap Arief yang mengajak Reno bicara di luar kampus beserta nindi dan juga kinara.


"kalau aku tidak mau bagaimana?"


"Jangan sampai saya bertindak hingga membuat kamu menyesal...!"


ucap Arief sedikit tinggi.


"kamu harus mempertanggungjawabkan Apa Yang sudah kamu nikmati...!"


"kami sama sama menikmati.....!"


ucap Reno membuat Arief mengepalkan tangannya.


"bertanggung jawab lah....Reno!"


ucap Arief sedikit menekan.


"maaf saya tidak bisa....!"


"apa alasan kamu?


perempuan ini?"


ucap Arief menunjuk ke arah nindi.meski sebenarnya Arief sudah mengetahui alasan Reno.


"hal seperti itu sudah biasa, banyak disini yang berpacaran tidur bersama, kalau hamil dan belum siap menikah tinggal gugur kan saja ..!"


seketika itu juga Reno langsung terhempas karena Arief Langsung menghantam nya dengan pukulan.


"astagfirullah aladzim.... bang!"


ucap kinara mencoba menahan Arief yang siap kembali memukul Arief.


"bang ....!"


ucap kinara memeluk Arief.


"dasar tidak bermoral, kamu anggap apa kaum perempuan yang bisa kamu pakai lalu kamu buang Begitu?"


"dan kamu....!"


ucap Arief menunjuk pada Nindi.


"bersiaplah menjadi sampah seperti Siva..."


"dan kamu ...!"


ucap Arief namun Reno bangun tiba-tiba dan memukul Arief hingga terjengkang namun cepat Arief kembali memukul Reno lagi hingga terhempas.


"sudah bang... sudah!


astagfirullah......!"


ucap kinara berteriak menahan Arief.


"dengar, jika aku tidak membawa mu ke jalur hukum. tunggu lah hukuman dari Tuhan yang lebih sakit...dan satu lagi. aku akan membuat mu menyesal seumur hidup...!"


ucap Arief kemudian pergi meninggalkan Reno dengan nafas tersengal.


Arief menelpon teman nya yang berada di London untuk meminta Reno agar di keluarkan dari kampus dengan permasalahan tersebut, mahasiswa tak bermoral.


"harus ya bang pakai kekerasan?"


ucap kinara menatap ke depan.


"gimana kalau dia bawa teman teman nya lalu keroyok kamu, kita di sini cuma berdua loh!"


"enggak berdua, ada teman Abang de... sakit mendengar penuturan Reno yang menganggap Siva seperti sampah, kamu jangan khawatir Kita akan baik baik saja di sini....!"


ucap Arief merengkuh tubuh istrinya.


"rief, Lo Dimana?"


ucap teman Arief menelpon.


"gue di hotel....!"


ucap Arief membuat kinara Menoleh.


"ya sudah kita ketemu di restoran..."


"oke.....!"


ucap Arief kemudian beranjak namun kinara menahan nya.


"sebentar, setelah selesai kita akan pulang.


ucap Arief membuat kinara tertegun.


"kamu istirahat saja.....!"


ucap Arief kemudian pergi keluar.


Kinara menghela nafas menatap pintu yang tertutup, melangkah menuju ranjang.


"gimana ceritanya rief....!"


ucap Carles teman Arief yang berada di Negara itu.


Arief Menceritakan semuanya pada Carles, seorang pengusaha sukses di negara itu.


"gue cuma mau dia di keluarkan dari kampus..."


ucap Arief memberikan rekaman percakapan tadi bersama Reno.


"oke...Lo tunggu aja berita nya, gue Urus!"


ucap Carles menepuk pundak sahabat nya itu.


keduanya cukup lama ngobrol hingga malam Arief kembali ke kamar hotel.


Arief memperhatikan kinara yang terlelap di ranjang, kejadian tadi siang begitu melelahkan ia benar benar tidak bisa menguasai diri hingga hampir membuat kinara takut.


"sayang.."


ucap Arief namun kinara tetap terlelap hingga Arief membiarkan nya tertidur.


pagi...


kinara sedikit membuka matanya saat mencium aroma masakan dari dapur, meraba bagian sampingnya dan ternyata kosong.


"sayang.... udah jam berapa tuh!"


ucap Arief naik ke ranjang.


Kinara Menoleh ke arah jam yang menunjukkan pukul tujuh pagi, lalu kembali menatap wajah Arief yang masih lebam, dapat di pastikan pukulan Reno cukup keras.


netra Arief mengikuti gerak tangan kinara yang menyentuh bagian wajah nya yang terluka.


"kamu membuat ku takut.... jangan seperti itu lagi bang?"


ucap kinara memeluk Arief, meski pun ia mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Arief namun tetap saja Kinara tak suka suami nya berkelahi.


"Abang hanya memberikan nya sedikit pelajaran?"


"sedikit.....?"


Kinara memicingkan matanya.


"ya, itu belum seberapa. rasa sakit yang Siva rasakan lebih dari itu...!"


"ya, Kiki paham tapi tetap saja Kiki tidak setuju jika permasalahan ini di selesaikan dengan adu jotos...!"


ucap kinara manyun.


"ya, Abang tahu....!"


ucap Arief memeluk Kinara.


"ayo kita sarapan...siang ini kita pulang!"


"lalu apa yang akan kita sampaikan pada Siva...?"


"apa adanya, agar ia tahu seperti apa Reno.


soal kandungan, biarkan bayi itu tumbuh dan berkembang karena bayi itu tak berdosa...kita akan memberikan support untuk Siva, kamu mau bantu kan de"


"tentu saja bang, tanpa di minta pun Kiki akan lakukan Karena Siva adik Kiki juga..."


"terimakasih....!"


ucap Arief mengecup bibir kinara lalu mengangkat tubuh istrinya keluar dari kamar.


"sarapan dulu ....!"


ucap Arief mendudukkan kinara di kursi makan.


"apa ini bang,bulet...." ucap kinara memperhatikan bentuk dari makanan itu.


"ini namanya..scotch egg, terbuat dari telor rebus yang di bungkus dengan daging dan tepung roti lalu di panggang....ada sandwich isi sosis sama telur juga, mau yang mana?"


"kamu bikin sendiri bang?"


"ya...!"


ucap Arief senyum.


"bahan bahan nya dari mana?"


"Abang ke supermarket yang di sebrang hotel ini..."


"oh.... kenapa enggak bangunin kiki bang?"


ucap kinara sambil mengunyah makanan yang berbentuk bundar itu,,


"enak......!"


ucap kinara senyum dengan wajah berbinar lalu melahap nya lagi, dan hal itu menjadi kepuasan tersendiri bagi Arief yang bergelar chef.


"enggak apa-apa, sengaja biar kamu istirahat saja de, kita pulang nya habis Dzuhur aja, kita jalan jalan ke sungai Thames dulu!"


ucap Arief dan di angguki kinara yang masih mengunyah makanan nya.


bersambung.....


terimakasih yang sudah mampir para reader dukungan kalian begitu berarti 😘😘😘😘